
Namakaena Momoa mengatur pasukannya untuk berjaga di luar 2 km dari puncak Gunung Muana Kea, ada kira- kira 1000 orang dari Suku Kanaka Maoli yang ikut serta dalam penyerbuan itu.
Berata dan Momoa berjalan tengah malam menuju puncak gunung, Di gerbang masuk penjagaan Pertama, penjaga langsung menghidupkan lampu besar untuk menyinari Berata dan Momoa yang berjalan menuju Pintu Gerbang.
Penjaga pintu Lalu Berbicara melalui pengeras suara, “Hai.. Momoa, kamu belum kapok juga ya untuk mau masuk ke area kami, kamu lupa kalau kamu hampir mati di sengat racun Kalajengking merah”
“Aku mengantarkan seorang teman kepadamu, temanku ini yang akan menghancurkan kalian ”
“Jangan Bermimpi Momoa, kamu dan temanmu mungkin bisa melewati kami tapi tak akan bisa melewati hutan beracun kami “
“Kalau begitu, biarkan kami lewat, kami akan mengampuni kalian “, kata Momoa
“hahahaha, terakhir kamu bisa melewati kami, kami sudah mempersiapkan diri dengan baik, tembak”, Kepala penjaga memerintahkan menembak
Dari Atas tembok tertahankan muncul 20 senapan mesin langsung menembaki Berata dan Momoa, Momoa mengeluarkan tombak kembarnya untuk menghadang peluru, tapi kemudian Berata mengeluarkan Serulingnya, meniup Seruling tersebut dan membentuk perisai yang tak mampu di tembus peluru yang ditembakkan dari senapan mesin.
Kemudian terlihat 2 buah benda seperti Meriam muncul diatas tembok, bersinar kebiruan di ujungnya, kedua benda itu menembakkan senjata laser, menabrak perisak Berata, Berata dan Momoa terlempar kebelakang. Tembakan kemudian berhenti
“Bagaimana, kamu bisa melewati kami”, kata kepala Penjaga sambil tertawa
“Benda tersebut mirip dengan Meriam yang ku rebut di Mogadishu, apakah Mangkit anak buah Medusa” pikir Berata
“Meriam laser itu sangat hebat, Berata, aku tak menyangka ada senjata seperti itu”, kata Momoa
“Lebih baik kamu mundur Momoa, tubuhmu tidak kebal peluru sedangkan aku, tak aka ada senjata yang bisa melukaiku, Kemampuan bertarung mu Hebat, yang kurang hanyalah ilmu kebal, setelah merebut Guci Udara ini aku akan mengajarkan kamu Ilmu Kebal”
“Aku tak percaya ada manusia yang bisa menahan peluru”, kata Momoa
Tiba tiba senapan mesin menyalak lagi, berata menaruh Momoa di belakangnya, ratusan peluru yang mengenai berata berjatuhan dengan suara berdentang bagai lonceng, Berata meniup serulingnya, dan melindungi mereka berdua
2 Meriam laser Menyala lagi dan menembak Perisai Energi Berata, merata meniup serulingnya semakin cepat , Meriam laser mengenai Perisai Berata, menimbulkan suara berdebum seperti Bom, kali ini perisai Berata tetap tak hancur. Namakaena Momoa hanya bisa terbengong-bengong melihat Berata
“Waktu itu, kalau kau ingin membunuhku, pasti aku sudah mati “, Kata Momoa
“Kamu akan mati bila mengkhianati aku, tunggu di belakangku atau pergilah dengan pasukanmu, aku akan menghancurkan barisan penjaga ini terlebih dahulu, setelah itu aku akan memberikan tanda, batu kamu datang dengan pasukanmu”
Momoa langsung melompat pergi , dia tau dia hanya akan menjadi beban bagi berata bila tetap ngotot bersama Berata.
Berata meniup Serulingnya, Senapan mesin menembakinya lagi, meriam laser sudah bersiap, “Perisai Emas” Teriak Berata, peluru yang datang ke berata tiba tiba berbalik arah ke penembaknya dan semua jatuh terkena pelurunya, Meriam Laser pun menembak, “duaar”, tapi berata telah menghilang.
“kemana Orang itu cari.. cari dia” kata kepala penjaga.
__ADS_1
Tiba tiba berata berada di belakang operator mesin Meriam laser tersebut dan melumpuhkannya, semua penjaga pun sudah tak berdaya dan pingsan, tinggal kepala penjaga saja yang masih berdiri, kaki kepala penjara bergetar.
“ hantu kah kamu sehingga kamu bisa menghilang begtu saja” kata Kepala penjaga
“Kalau kamu mau hidup kamu beritahu saya bagaimana cara menjalankan senjata ini”
“Ba.. ba baik, tolong biarkan aku hidup, aku akan mengajarkan kamu cara menggunakannya”kata Kepala Penjaga.
Kepala penjaga tersebut mengajarkan Berata, ternyata caranya sangat mudah, hanya menekan tombol power, menunggu indicator penuh dan tembak, keuntungannya lagi, ternyata senjata ini Mobile, atau bisa berpindah pindah, dan tenaganya menggunakan sebuah batu yang bercahaya biru. Saat Berata Lengah, kepala penjara mengeluarkan pistol laser dan menembak Berata, Berata terlempar hampir 5 meter tapi tak terluka, kemudian Kepala penjaga membidik lagi, tapi berata sudah berada disampingnya memegang pistol laser itu.
Kepala penjaga pun terkejut dan langsung berlari menjauh, Berata membidiknya, kepala penjaga yang sedang berlari, Berata menarik pelatuknya, “wussh” badan kepala penjaga berlubang hampir 20 cm.
“Senjata yang luar bisa, teknologi ini dimiliki kelompok yang sangat berbahaya , ini bisa menyebabkan kekacauan di dunia” kemudian Berata memasukkan senjata tersebut ke dalam cincinnya.
Berata berjalan memasuki hutan yang lebat, hanya terdapat jalan setapak kecil menembus hutan. Tiba-tiba seperti suara hujan, ada air menetes dari pepohonan , tapi rumput yang terkena air tiba tiba layu dan mengering. Berata memandang keatas dan melihat ribuan kadal terbang yang meneteskan air liur beracun.
Kadal terbang tersebut kemudian terbang kearah berata, Berata meniup serulingnya, dan melumpuhkan kadal kadal tersebut, tapi tidak membunuhnya. Berata berjalan menembus hutan sambil meniup serulingnya, semakin banyak binatang berbisa yang mendekatinya, berata tidak membunuh satupun dari binatang itu. Hingga tibalah dia disebuah rumah yang tampak asri, saat Berata masuk ke halamannya, binatang – binantang beracun tersebut langsung pergi
“Sepertinya binatang – binantang itu ketakutan dengan tempat ini” kata Berata
Sebuah Rumah khas bergaya China yang Asri terbuat dari bambu, halaman depan rumah itu luas dan terdapat beberapa kerangkeng hewan yang besar di pinggirannya.
“Siapa yang memelihara dan meracuni binatang binatang ini”, kata berata dalam hati
Lalu Berata melihat seorang Tua yang kira kira berumur 60 tahun mengenakan Hanfu, pakaian tradisional China, disampingnya berjalan seekor kalajengking raksasa yang berukuran hampir 3 meter berwarna merah kehitaman, ujung ekornya berbentuk pedang.
“Ternyata berita yang kudengar memang benar, kamu masih muda tapi kemampuanmu sungguh luar biasa, tak banyak orang mampu untuk melewati hutan beracun ku, tapi kamu melewatinya dengan mudah, lihatlah sekelilingmu, mereka semua adalah anakku, aku melatih mereka, aku merawat mereka untuk menjadi binatang terhebat”
“Apakah anda kaki tangan Medusa”, kata Berata
“Aku bukan aku tangan Medusa, aku dengan sukarela mengabdi padanya” kata bapak tua tersebut sambil terkekeh
“Lalu siapakah Anda?? , supaya saat anda mati saya dapat mengingat nama anda
“Kamu terlalu percaya diri anak muda, Namaku Shen Nuan, Aku seorang Beast Master, tidak ada hewan yang tak mampu aku jinakkan, termasuk juga kamu anak muda, hewan buas yang bisa menggangu rencana kami”
“Kenapa kamu mengabdi pada Medusa”
“Kamu tidak tau siapa Medusa, tidak ada manusia yang sanggup menghadapi medusa itu, kamu bukanlah apa apa dihadapannya, lagi pula aku tak sudah diatur, bersama Medusa aku bebas untuk melakukan apapun di dunia ini, dan dunia akan segera dalam genggaman kami”
“Jangan berharap terlalu banyak pak tua, semasih aku hidup, aku akan menghalangi semua rencana kalian
__ADS_1
“Kamu kalahkan dulu anak-anakku ini”, lalu dia melecutkan cambuk di udara dan semua pintu kandang terbuka, Ada 8 Ekor Serigala Buas yang besarnya 2 x Serigala biasa. Serigala itu mengelilingi Berata, menyerang sebagai kelompok, satu ekor Serigala berwarna putih, yang terbesar tingginya hampir 1,5 meter, memandang Berata, mata mereka beradu.
“Ada yang aneh di pandangan serigala putih ini”, kata Berata dalam hati.
Tiba-tiba semua Serigala menyerang Berata, menggigit, mencakar, menerkam, Berata mengeluarkan Seruling sebagai senjata penangkis. Baju Berata telah koyak oleh beberapa cakaran, ternyata air liur dan cakarnya terdapat racun yang berisi cairan seperti air keras yang mampu melelehkan besi.
Seekor Serigala berhasil mencakar tangan kanan berata, ia merasakan tangannya sangat panas, sepertinya ilmu Genta Emasnya tidak bisa bertahan untuk melawan cairan yang beracun ini, Sebuah terjangan menghantam Berata dari belakang, Berata kemudian meniup serulingnya dan kali ini perisai energy tidak berbentuk bola tapi mengikuti seluruh permukaan kulit Berata sehingga tampak seperti diselubungi kabut berwarna biru muda.
Berata kemudian menggunakan jurus pedang Patung kayu dengan menggunakan Seruling sebagai pedang pendek karena Berata tidak ingin melukai para Serigala. Serigala Putih sebagai serigala Alfa adalah serigala pemimpin, berata berpikir, ketika dia mampu melumpuhkan pemimpinnya pasti yang lainnya akan mundur.
Berata fokus untuk menyerang Serigala putih, dan dalam satu kesempatan berata memukul Ubun-ubun dari serigala putih, tubuh serigala putih langsung lunglai lemas, Serigala yang lainpun langsung berhenti menyerang.
Melihat Itu Shen Nuan sangat marah, dia melontarkan cambuknya ke arah Serigala putih, lalu menjerat lehernya,” Pemimpin kalian akan mati jika kalian tidak menyerang”, kata Shen Nuan
Para Serigala tampak ragu, kemudian melompat menyerang Berata Lagi, Berata terus menghindari sambil mencari cara untuk memutuskan Cambuk yang melilit leher serigala putih. Lalu Berata sengaja bertarung lebih dekat dengan tubuh serigala putih, dan saat kesempatan tiba, dia melompat, mengeluarkan Pedang Kalinyamat dan memotong cambuk dari Shen Nuan.
Shen Nuan sangat terkejut tidak menyangka Berata malah memotong Cambuknya. Berata memukul, jantung Serigala putih dan memberikan sedikit tenaga untuk membuatnya sadar. Serigala Putih Bangkit, dan 7 serigala lainnya mendekati dan menjilat kaki kaki Serigala putih. Mereka melolong bersama bersahut – sahutan.
“Apa yang kalian tunggu, cepat bunuh anak ini”, kata Shen Nuan
Para Serigala bergeming kemudian Serigala putih mendekati Berata dan kepalanya menggesek-gesek badan Berata.
“Binatang kurang ajar, beraninya kamu mengkhianati tuanmu, kalian pantas mati”, kata Shen Nuan, lalu dia melemparkan pisau beracun kearah semua serigala, tapi Berata dengan sigap menangkis semua Pisau tersebut. Para serigala Nampak geram, mereka melolong sangat keras dan berdiri di depan Berata.
“Dasar binatang tak tau di untung, kalian akan mati di tangan Kalajengking Mautku", lalu seekor kalajengking yang bersama Shen nuan, melompat berada di depan Para Serigala.
“Kalian minggir lah, Kalajengking ini bukan tandingan kalian”, kata Berata kepada para serigala dan serigala itu mundur kebelakang . Berata Mengeluarkan Kalinyamat, dan meniup Serulingnya dan membungkus dirinya dengan perisai.
Kalajengking raksasa dengan sengatnya berupa pedang dengan Aura berwarna merah , terlihat sangat Garang. Berata melompat kearah Kalajengking dan terjadi pertempuran hebat terjadi, gerakan kalajengking sangat cepat, kuku tajam beracun di kakinya dan pedang merah di ekornya mampu membuat Berata kewalahan. Dalam satu serangan, pertahanan Berata terbuka, ekor Kalajengking merah menyerang dan mengenai Bahu Berata, Perisai dari Seruling dan Ilmu Genta emas Berata tak mampu menahannya sehingga bahu kirinya tertembus pedang merah Kalajengking
Berata mundur kebelakang, Berteriak ke udara mengepalkan tangannya dengan marah, Berata berteriak dengan menengadah ke langit. Ada sinar yang muncul dari dalam mulutnya melesat ke langit. Tubuh Berata terangkat ke udara, seberkas cahaya muncul di telinga kiri Berata dan muncul sebuah anting emas , kemudian luka berata juga mengeluarkan cahaya keemasan dan perlahan menutup sembuh, kemudian tubuh berata berputar perlahan dan Muncul baju perang Dewa Surya yang berwarna keemasan di badannya.
“Kamu harus aku lenyapkan dari bumi ini “, kata Berata marah, kemudian kuku Berata berubah warna menjadi keemasan, itulah Anugrah Kuku Pancanaka dari Bhimasena
Berata berjalan menuju Kalajengking raksasa itu, Kalajengking menyerang tapi tubuh Berata Tak terluka, sabetan pedang dari ekor Kalajengking tak mampu melukai Berata. Berata membiarkan dirinya di tebas oleh kaki dan ekor Kalajengking.
Berata menangkap 1 kaki Kalajengking dengan tangan kirinya, san tangan kanannya memotong kaki Kalajengking laksana pedang yang sangat tajam.
Kalajengking merah melolong kesakitan, Berata tak memberikan ampun, memotong 7 kaki yang lainnya dan melompat tinggi ke udara,. memukul bagian kepala Kalajengking dengan tangan terbuka, tangan Berata menembus kepala Kalajengking dengan mudah dan Kalajengking mati mengenaskan.
Berata memotong Ekornya, ternyata itu sebuah pedang yang ditanam di ekornya. Berata mengangkat pedang itu dan aura pedang itu menyatu dengan tubuh Berata. dari merah menjadi kekuningan
__ADS_1