
20 mancing
Keesokan harinya Berata minta ijin mau mancing ikan, dari subuh dia ke dermaga, mancing menjadi hobinya dari dulu
Jam 5 Berata sudah di dermaga. Dia asik mancing sampai lupa kalo sudah jam 10 siang dan Memutuskan untuk pulang kerumah.
Baru saja dia mengambil motornya untuk pulang.. Dia melihat seperti ada sosok yg dia kenal Sedang menangis di salah satu sudut yang teduh di dekat dermaga.
Berata menghampiri, "Melanie,Kenapa disini, kamu menangis?"
"Eh Berata" Sambil mengusap air matanya
"Kamu ada masalah“ kata berata sambil duduk disamping melanie
"Aku baru saja bertengkar dengan Bagas, dia selingkuh, aku melihatnya, aku putusin dia dan dia meninggalkan aku disini" Kata melanie pelan
" Yang sabar, mungkin belum jodoh, kamu cantik, pasti cepat dapat pacar" Kata berata
"Kamu bilang aku cantik???" Kata melanie wajahnya memerah
Berata merasa terjebak, maksud hati menenangkan melanie,malah dia terjebak sendiri
"Memang kamu, gadis tercantik yang aku tau" Kata berata canggung
"Kalo aku cantik kenapa kamu tidak mengejar aku lagi???, kalo kamu dulu suka denganku.. Mengapa kamu menyerah saat aku tolak kamu sebelumnya, padahal aku mau kamu berjuang untuk mendapatkan cintaku" Kata Melanie
Berata merasa tenggorokannya kering tak bisa berkata kata dan mengalihkan topik pembicaraan
"Nanti sore Bintang ulang tahun, kamu,datang ke KFC ya jam 4 sore" Kata Berata
Melanie tak bergeming," Kenapa kamu tidak menjawabnya"
"Aku anterin kamu pulang ya.. Sudah siang, perutku sudah lapar" Kata berata
Melanie geleng geleng kepala dengan kelakuan berata yg selalu canggung kepada perempuan, dia merasa bersalah menolaknya dulu, padahal dia menyukai berata,dia tau Berata tak pernah bergaul dengan teman perempuannya, dia cuma mau mengetes cinta berata, malah setelah ditolak, berata seperti menghilang dari hidupnya.
Akhirnya Melanie menyerah dan mau pulang diantar oleh berata.
..........
Pk. 18:00 Bintang sudah menunggu di KFC tapi belum satupun ada yg datang, dia gelisah karena banyak temannya yg tidak percaya kalau Bintang mengadakan ulang tahun di KFC.
18:15 akhirnya sahabat Bintang, Tata datang "Selamat Ulang Tahun ke 14 Bintang, aduh bintang.. Aku tidak percaya kamu bisa buat ultah disini" Sambil memeluk Bintang
"Terimakasih Tata.. Kamu memang sahabatku yang paling baik, tapi.. Teman teman blm pada datang" Keluh Bintang
"Kita tunggu ya, tadi teman teman banyak yg tidak percaya dengan undangan kamu"
"Ta. Aku berharap teman teman bisa datang, ini kakakku yg buat ultahku disini"
"tenang.. aku telpon teman teman bilang kalo pestamu ngak borongan"
"kamu ini .. iyalah. Kakak ku yg khusus menyiapkan untuk aku"
"ok .ok" lalu bintang dan tata mengambil sebuah sudut yg bisa mengawasi semua yang datang.
Berata pun sedang duduk di sebuah meja dengan secangkir kopi di depannya,. tiba tiba "Kak Berata", terdengar sebuah panggilan gadis yg Berata kenal
" Anindya, kok kamu bisa ada disini?" Kata Berata
"Iya, diantar ibu, tadi Dya kerumah kakak tapi katanya kakak lagi merayakan ultah Bintang disini, Dya cepat cepat kesini, maaf Dya gak bawa hadiah"
"Gak Apa apa, kamu datang, kakak sudah senang, Bintang sini, kenalin teman kakak"
__ADS_1
bintang pun mendekati Berata
"Selamat ulang tahun Bintang, maaf kakak tidak bawa hadiah, besok kakak belikan ya" Dya memeluk Bintang
"Makasi Kak, kakak namanya siapa, kakak cantik sekali, kakak pacarnya kakak berata ya" Kata bintang
Anindya berdiri mematung,wajahnya merah, "ng ngak kok cuman teman" Kata Anindya malu malu
"Gak apa kak, sekarang teman,nanti pacar, boleh kok " Goda Bintang kepada Anindya dan Berata
"Ah kamu ini masih kecil bicaranya pacar terus, sudah pergi sana temani teman mu, lalu sambil mengajak Anindya menjauh dan duduk di salah satu meja yg disediakan
" Dya kok bisa kesini?"
"Kebetulan saudara ibu ada yg punya acara jadi Dya ikut sekalian" Dengan canggung padahal yg sebenarnya Anindya memaksa ibunya untuk mengantarnya mencari Berata
Sedang asik Berbicara, masuklah Melanie membawa sebuah buklet bunga yg Indah, senyumnya yg sebelumnya cerah langsung hilang melihat Berata sedang bersama seorang gadis cantik
Melanie masih mematung di depan pintu, Berata masih belum sadar, akhirnya Bintang menghampiri Melanie
"Kak Melanie datang ke ulang tahunku?"
"Eh iya, tadi aku ketemu Berata dan diberi tau kalau hari ini Bintang ulang tahun, ini buat kamu" Sambil menyerahkan buklet kepada Bintang
"Terimakasih Kak Melanie"
"Kak Berata", panggil Bintang
Berata menoleh, dia melihat Melanie, lalu bergegas menghampiri Melanie
" Ternyata kamu datang mel, aku kira gak datang" Senyum Berata
"Dateng dong, kan kamu yang mengundang" Senyum melanie manis membuat Berata terpesona
"Kak.. Ajak duduk " Bisik Bintang
Melanie canggung, Anindya lebih canggung, senyum di wajah cantiknya menghilang melihat Berata membawa gadis cantik kemejanya
"Eh kenalin, ini teman sekelas ku " Katanya kepada Anindya
Anindya menyambut tangan Melanie, canggung
"Melanie"
"Anindya"
Suasana berubah menjadi dingin, Berata yg tak mengerti dan tak peka cuman tertawa saja
"Melanie, ini Anindya putrinya Ibu pemilik warung tempat aku kerja, hari ini kebetulan ibunya ada acara disini, makanya ikut kesini" Berata masih santai
"Oh kebetulan, bukannya sengaja" Kata melanie ketus
"Kalo sengaja emang nya kenapa" Kata Anindya sengit
"Lho lo.. Kok ngomongnya pada sengit, ini ulang tahun adikku tolong ya" kata Berata dengan sedikit dingin
Akhirnya mereka melanjutkan dengan canggung.
Teman teman Bintang ternyata mulai berdatangan satu persatu dan suasana sudah ramai, acara ulang tahun sudah dimulai, Bintang sangat bahagia, di sisi lain Berata merasa grogi karena Anindya dan Melanie saling Berebut perhatiannya
Saat semua sedang menikmati hidangan Lalu tampak 5 orang masuk ke areal ulang tahun membawa kotak di bungkus kertas hadiah
Berata menghampiri mereka, "Para gagak, mengapa kalian kemari" Kata Berata dengan dingin
__ADS_1
"Santai Bos, kata Gagak Ungu, kami kemari karena tau adikmu ulang tahun, kamu santai lah, kami tak akan membuat ulah" Senyum Gagak Ungu
Lalu Bintang menghampiri mereka
"Teman kak Berata ya"
"Bukan teman, kakakmu bos kami" Kata gagak ungu sambil tertawa
"Ini dari kami, kamu pasti suka adik kecil" Gagak merah menyerahkan kotak besar tersebut kepada Bintang
"Terimakasih kakak kakak" Bintang menerima dengan gembira
"ups.. berat kak" kata bintang
"isinya banyak buat kamu adik kecil" kata Gagak Ungu
Bintang menghampiri Berata "kakak.. Kakak cantik ini siapa lagi kok sekali pulang 3 cewek cantik langsung nempel" Kata Bintang nakal
"Hus.. Anak kecil" Kata Berata
Lalu Berata mengajak ke lima gagak duduk dekat dengan Anindya dan Melanie
Berata kemudian duduk di depan Melanie dan Anindya
Tiba tiba Ken Sulasih atau gagak Ungu menghampiri Berata dan duduk disampingnya sambil memeluk lengan Berata
"Siapa sih ini sayang, apa gak cukup aku saja, kamu kok masih cari daun muda lain" Kata Ken Sulasih genit
Berata tercengang tak menyangka Ken Sulasih mengerjai dirinya..
"Kamu siapa?" Kata Anindya dan Melanie barengan
"Aku kekasih Berata dong"
"Kamu.." Kata Berata sambil mendelik
"Rasakan pembalasanku " Bisik Ken Sulasih di telinga Berata, lalu berdiri kembali ke tempat gagak lain duduk sambil tersenyum penuh kemenangan
Berata yg ditinggal merasa kesal sekali..
"Jelaskan kepada kami, siapa Dia?" Kata Melanie sengit
"Siapa dia Kak" Anindya menangis
"Dia temanku, gak lebih" Dengan cemas
"Teman kok pake peluk peluk" Kata Melanie
"Dia suka bercanda"
"Kakak Playboy ya?" Kata Anindya
"Hah Playboy???, pacaran aja kakak gak pernah" Dengan malu
"Aku gak percaya, aku pergi" Kata melanie sambil bangkit keluar area Ulang tahun
"Eh... Kok pergi, kita masih bisa ngobrol" Kata yg sangat canggung dari Berata
"Aku juga pulang kak, gak usah antar aku, aku sudah pesan ojek online" Kata Anindya
"Dya, jgn pergi" Tangan Berata memegang tangan Anindya
"Percayalah sama kakak, dia namanya Ken Sulasih, dia bukan siapa siapa, kamu tunggu Sebentar, kakak antar kamu pulang"
__ADS_1
Lalu Berata menggandeng tangan Anindya keluar area, sebelumnya dia melewati meja para Gagak dia menunjuk Ken Sulasih "awas kamu"
"Kasian deh loe" Kata Ken Sulasih sambil tertawa