Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 52. Dewa Api Kagutsuchi


__ADS_3

Berata Berlari menjauhi suara suara itu, “Aku bukan anak pembunuh”


“Kamu Pembunuh, mau bukti lagi??? lihat ini”, berata menutup matanya tapi bayangan itu memenuhi pikirannya. Lalu tampak Karyo yang tewas tertembak anak buah Darius, “kamu memang anak pembunuh Berata, Banyak nyawa tak bersalah hilang karena membelamu, kini darah mereka menuntut balas atasmu”, kata suara itu


“pergi..... pergi dariku, pergi”, kata Berata Berteriak


“pembunuh. Pembunuh, anak pembunuh, kamu pantas mati, kamu tau siapa yang ada di dekatmu hidupnya terancam, lihat Anindya, sejak kenal denganmu hidupnya terancam, ibunya mencoba menyelamatkan dia , membawa dia jauh darimu, kamu tau selama dia jauh darimu dia tak pernah mengalami masalah apapun, coba kamu pikirkan , kamu hanya menelponnya beberapa menit dia dan harus kehilangan nyawanya, dan kamu yang merasa hebat bisa menjungkirbalikkan Surga dan Neraka dengan sombongnya membawa jiwanya dari Surga kembali ke bumi, kamu egois, dasar anak pembunuh egois, kamu membuat Anindya koma seumur hidupnya, kalau kamu benar mencintainya harusnya kamu membiarkan dia, merelakan disurga, dia sudah di surga Berata, surga dan kamu dengan keegoisanmu membawa dia kembali untuk menderita. Kamu memang Jahat”


“Iya aku memang salah, aku memang salah membawa dia kembali, aku harusnya membiarkan dia ada disurga, aku telah salah”, kata Berata berteriak


“Anak pembunuh tak tau malu, trus apa yang kamu lakukan kepada gadis ini”, lalu muncul gambaran Akira Nara yang tewas di tangan Iblis Bakemono. “Anak pembunuh yang diselamatkan nyawanya oleh seorang perempuan”, kata suara itu sambil tertawa.


“Aku memang pembunuh, pembunuh , sekarang apa yang engkau mauuuu”, teriak Berata lalu melepas tutup matanya. Dia sangat marah, lalu memandang ke empat iblis Yuki-Ona bergantian, tiba tiba tubuh berata seperti lumpuh tak bisa di gerakkan, dia melupakan petunjuk Kakek Izanagi saat menghadapi Iblis Yuki-Onna. Harusnya dia tidak membuka matanya dan memandang mata Yuki-Onna karena memandang mata Yuki-Onna dapat membuat anggota badan lumpuh, tak bisa bergerak.


Yuki-Onna pun sekarang bisa menggerakkan tubuh berata , berata di buat berjalan seperti patung, kemudian mengambil sebuah katana yang ada di depan kuil, berata menghunusnya dan menempatkan di lehernya, Berata berusaha melawan sekuat tenaga tapi tak mampu, lehernya sudah berdarah oleh katana tersebut, dia tidak bisa merapalkan jurus genta emas, tiba tiba di saat genting keluarlah Phoenix api dari dalam cincin , kemudian mengeluarkan 4 bola api untuk membakar Yuki-Onna dan Para Yuki-Onna menjerit dan terbakar hangus.


“Terimakasih Phoenix Api kamu telah menyelamatkanku”, kata Berata .


“Berata, aku merasakan cincin api sudah dekat , kamu harus berhati, hati”, kata phoenix api. Lalu masuk kembali kedalam cincin.


Berata masuk kedalam Kuil, tapi tidak menemukan apa apa di dalam kuil, dia terus memeriksa , tiba tiba terjadi gempa bumi hebat dan kuil pun runtuh masuk kedalam perut bumi, setelah jatuh beberapa lama ahirnya Kuil hancur menghantam bebatuan. Berata telah melindungi dirinya, kemudian bangun dari renuntuhan melihat sekelilingnya magma merah menyala menimbulkan hawa panas.


Lalu terdengar derap langka yang besar, setiap gerakan langkah membuat gunung bergetar, muncullah kemudian Centaur besar, bernafaskan api , Centaur Seekor kuda berbadan manusia, di kepalanya terdapat dua tanduk yang menyala, di hidung centaur tersebut terdapat cincin yang menyala. Itulah cincin Api.


“Kamu mencariku bukan, Aku Dewa Api Kagutsuchi, aku harus berterimakasih padamu, setelah aku membunuhmu aku akan terlepas dari penjara ini dan aku akan membakar seluruh dunia”, kata Dewa Kagustsuchi lalu kaki depannya terangkat tinggi keatas dan kemudian melepaskan api dari hidungnya menyerang Berata, berata melompat menghindari terjangan api Dewa Kagutsuchi sambil mengeluarkan pedang Kalinyamat.

__ADS_1


Dewa Kagutsuchi marah Berata dapat menghindari terjangan apinya, dia kemudian mengeluarkan 2 pedang yang mengeluarkan api, “Aku tidak sabar untuk bisa keluar dari tempat ini, oleh sebab itu kamu harus segera mati”, kata Dewa Kagutsuchi, kemudian menyerang Berata dengan dahsyat , berata menangkis semua serangan dengan Pedang kalinyamat, setiap benturan membuat tangan Berata Bergetar karena besarnya tenaga Dewa Kagutsuchi. Dalam satu kesempatan Berata melompat hendak menebas bagian kepala tapi dengan sigap dewa Kagustsuchi menggerakkan kepalanya dan tanduknya menghantam dada Berata, Berata terlempar dan pedang Kalinyamat terlempar. Belum Berata sampai ditanah, Dewa Kagutsuchi mencoba untuk menginjak Berata, dengan sigap Berata langsung Menghilang.


“Pengecut, keluarlah kamu”, kata Dewa Kagutsuchi lalu mengeluarkan Api dan membakar disekeliling tempat itu


Berata muncul di udara sudah memegang Punta dewa, Dewa Kagutsuchi memandangnya, “Kamu mau membunuhku dengan senjata itu, kamu tak akan mampu”, Berata menarik nafasnya lalu melemparnya Punta Dewa dengan sekuat tenaga. Dewa Kagutsuchi menunggu datangnya Punta Dewa dengan santai lalu hanya mengibasnya dengan kepalanya, tanduk Api Dewa Kagutsuchi membuat Punta Dewa terlempar ke tanah dan menghilang, bersamaan dengan gerakan itu, Dewa Kagutsuchi melompat membelakangi Berata dan menendang dada dengan kaki belakangnya, tendangan tersebut menghantam Berata, Berata kembali terhempas, dadanya seperti ditabrak sebuah gunung.


Berata Berdiri, kemudian mengeluarkan Busur gandiwa dan panah Pasoepati, petir menggelegar di udara. “Kamu akan membunuhku dengan senjata itu, sia – sia saja, taka da yang bisa melukaiku selain Totsuka no Tsurugi (Pedang dengan panjang 10 jengkal tangan) Ayahku”, kata Dewa Kagutsuci.


Berata menarik busus Gandiwa dan melepaskan Panah Pasoepati, kemudian perisai Api besar muncul di depan Dewa Kagutsuchi setelah dia menyilangkah 2 pedangnya di depan dadanya untuk menahan Panah Pasoepati. Dua buah tenaga besar beradu menimbulkan suara yang sangat keras, tanah bergetar, gempa besar terjadi mengguncang gunung Fuji. Setelah beberapa saat, tenaga Panah pasoepati memudar, Dewa Kagutsuchi mengibaskan 2 pedangnya bersamaan dan perisai api itu menuju Berata. Berata yang melihat Panah Pasoepati tak mampu untuk melukai Dewa Ksgutsuchi melihat perisai api mendekati kemudian memakai Zirah Naga Anta dan mengeluarkan pedang Es yang di berikan Naga Anta. Api melawan Es, zirah Dewa Anta mampu melawan Api dari Dewa Kagutsuchi.


“Hebat, kamu punya Zirah dan pedang Es, kita lihat mana yang lebih kuat, Pedang Apiku atau Pedang Es milikmu”, lalu Dewa Kagutsuchi melompat kembali ke Berata, Berata yang mengggunakan Zirah Dewa Anta merasa memiliki tenaga yang lebih besar, dia mengibaskan pedangnya dan muncul bayangan seekor naga yang menuju Dewa Kagutsuchi mencoba untuk melilitnya, Naga itu berputar putar di sekeliling tubuh Dewa Kagutsuchi, kemudian Dewa Kagutsuchi melepaskan Nafas apinya ke naga dan naga tersebut menghilang, “Naga Lemah”, katanya


Berata kemudian kembali menebas kiri dan kanan lalu keluar puluhan bayangan Naga menuju Dewa Kagutsuchi, melihat itu Dewa Kagutsuchi melompat dan melawan naga naga itu dengan pedang api kembarnya, dan naga – naga tersebut menghilang satu persatu.


“Dewa ini sungguh sangat kuat”, Kata Berata


Aura Pedang Api menabrak perisai Berata, pedang api smakin lama semakin membesar hampir menutupi seluruh perisai berata, lama kelamaan , perisai Berata Memudar dan menghilang, Pedang Api Dewa Kagutsuci menghantam Berata, Zirah Dewa Anta mendapat hantaman keras dan di bakar Dewa Kagutsuchi, secara perlahan Baju Zirah tersebut menghilang, tubuh Berata di bakar oleh pedang Api dan Berata terlempar ke tanah.


Aura Pedang api menghilang, berata mencoba untuk bangkit, Dewa Kagutsuchi tak memberi kesempatan lalu mengeluarkan aura pedang Api yang sangat besar kemudian menuju Berata . Berata yang Pasrah menunggu Pedang Api menghantam dirinya tapi tiba-tiba Pin bunga Sakura di Hakama Berata yang terbakar mengeluarkan sinar berwarna Emas dan membentuk perisai seperti bola yang melindungi tubuh Berata, Berata merasakan Sejuk di hatinya dan mengalir keseluruh darahnya lalu menyebar keseluruh badannya. Pedang Api menghantam perisai Berata tapi perisa tetap utuh tak terpengaruh sedikit pun. Sedangkan Berata yang ada di dalam perisai merasakan hawa sejuk keluar dari seluruh tubuhnya dan hawa sejuk tersebut membentuk Baju Perang Jepang atau Domaru berwarna Emas dan di tangan kanannya memegang Totsuka No Tsurugi. “Ternyata Kakek Izanagi dan nenek Izanami adalah jelmaan dewa yang membantuku”, Kata Berata


Dewa Kagutsuchi sangat terkejut, “AME NO OHABARI” , teriak dewa Kagutsuchi, “ Darimana kamu mendapatkan Totsuka No Tsurugi ayahku


“Kakek Izanagi adalah Ayahmu??” kata Berata


“Dewa Izanagi dan Dewi Izanami adalah Orangtuaku, bagaimana mereka bisa memberikan pedangnya Totsuka-nya padamu”.

__ADS_1


“Mereka memberkati aku dan mendoakan aku supaya aku bisa mendapatkan cincin api, aku pun tidak tau kalau pin Bunga Sakura ini adalah Totsuka pusaka Ayahmu”


“Setelah mereka mengurungku selama ribuan tahun, mereka akhirnya mengirim orang untuk membunuhku, baiklah, kita lihat apakah kamu mampu membunuhku atau aku yang akan membunuh kamu”, kata Dewa Kagutsuchi geram.


“Ayah, aku akan membunuh orang suruhanmu” lalu Kagutsuchi menyerang dengan pedang kembarnya, kali ini Berata mampu menghadapi dengan baik, menangkis dan menyerang balik hingga suatu saat mendapat kesempatan untuk memotong kepala Kagutsuchi tapi Kagutsuchi menghindar, tebasan Berata hanya mengenai tanduknya hingga terpotong.


“Totsuka No Tsurugi ini sangat hebat”, sambil menelisik lekuk Katana itu


“Berata… kamu membuatku marah besar , rasakan ini”, Pedang Kagutsuchi yang berubah menjadi 100 pedang dan ujungnya menghadap Berata. Berata bersiap dengan kuda – kuda, 100 pedang Kagutsuchi terbang menuju Berata, pedang menghantam tempat Berata berdiri memimbulkan debu tapi Berata tidak ada, Kagutsuchi bingung, tadi dia melihat pedangnya menghantam Berata tapi tidak menemukan mayat Berata


Tanpa di sadari Berata Berata berada di belakang Kagutsuchi, “Aku bisa membunuhmu, tapi aku akan memberimu kesempatan untuk bertobat dan memberikan cincin api padaku” kata Berata


Mendengar Berata berada di belakangnya Kagutsuchi langsung menebaskan Pedangnya tapi Berata melompat dan ada di depan Kagutsuchi.


“Ternyata kamu lebih memilih kematian, Kagutsuchi”, kata Berata lalu mengambil sikap siap untuj bertarung


“Saatnya kamu mati Berata”, kata Kagutsuci lalu menerjang Berata


“Pedang Pembunuh Api”, kata Berata kemudian melesat sangat cepat menuju Kagutsuchi, Kagutsuchi menebaskan pedangnya ke Berata, tapi Berata lebih cepat dan kepala Kagutsuchi menggelinding di Bebatuan. Berata menyarungkan pedangnya lalu mengambil Cincin Api dari Hidung Kagutsuchi, Tubuh Berata di keliling Api tapi Domaru Dewa Izanagi melindungi Berata. Kemudian Aura api menghilang.


“Terimakasih Dewata , aku bisa menyelesaikan tugasku.” Berata mengucap sembah syukur.


“Phoenix Api, keluarlah”, lalu Phoenix api keluar dari cincin berata


“Phoenix Api, cincin ini adalah milikmu sebelum aku memberinya pada Dewi dewantari”, kata Berata kemudian cincin api tampak membesar dan masuk ke kepala Phoenix Api, setelah itu phoenix api masuk lagi kedalam cincin Berata.

__ADS_1


Gunung Api Fuji bergemuruh, lalu Berata membuang mayat Kagutsuchi di magma, seketika amukan dan getaran Gunung Fuji Berhenti.


__ADS_2