
pagi hari jam 8. Berata pergi ke kantor Gubernur yang ada di kawasan pemerintahan Renon Denpasar.
Dengan memakai celana jeans dan kaos oblong putih dengan santai Berata mau masuk ke area parkir kantor Gubernur sudah disetop penjaga terlebih dahulu
“Adik mau kemana??”
“Saya mau ketemu sama pak Gubernur, saya ada janji”
“Adik kau ketemu Gubernur ada urusan apa?
“Kata beliau saya diberi pekerjaan sebagai ajudan”
Sontak semua penjaga tertawa, termasuk para pegawai yg baru saja selesai apel pagi
“Adik datang kesini mau jadi ajudan Pak Gubernur ?? dengan baju kaos oblong seperti ini?”
“Salahnya Dimana pak mau ketemu pemimpinnya tidak boleh pakai baju kaos?” kata Berata
“Tidak sopan dik, semua yang masuk kesini harus sopan, ini kawasan pemerintahan, Pak Gubernur adalah simbol pemimpin kami, adik mau ketemu dengan pakaian begini tentunya tidak pantas”
“yang mau ketemu saya itu pak beliau pak, bukan saya yang mau ketemu dengan beliau”kata Berata sengit
Karena keributan kecil tersebut, banyak orang berkumpul di depan gerbang penjagaan, kemudian kepala keamanan datang menghampiri Berata,
“Nama Adik siapa, supaya saya bisa tanyakan ke ajudan beliau di dalam” katanya dengan sopan
“Nama saya Berata, beliau yang meminta saya datang kesini pagi ini”
“Baik, adik tunggu disini, saya akan menelpon dahulu” kata penjaga keamanan
Tiba tiba dari luar kerumunan, ada suara yang besar menghardik
“Ada apa ini kenapa semua pada kumpul disini, bubar bubar”
“Ini Pak de... Katanya anak kecil ini mau ketemu dengan Pak gubernur, tapi pakaiannya tidak sopan”
Orang yang dipanggil pak de adalah pengawal pribadi Pak Gubernur, datang menghampiri Berata, dengan tinggi hampir 2 meter dan badan 3x lipat berata, tampak seperti David dan Goliat buang sedang berhadapan
“Aku Pak de Goro, pengawal Pak Gubernur, kamu datang kesini dengan tidak sopan itu menghina saya”
“Pak de, apanya yang menghina?, Saya kan cuman diminta datang.. ya saya datang.. kalo saya tidak datang dikira saya tidak menghormati beliau”
“apa urusan kamu dengan beliau?”
“Pak de tidak perlu tau urusan saya dengan beliau” kata Berata cuek
“Kurang ajar kamu ya”, lalu mencoba menampar Berata, lengannya saja berukuran 2x paha Berata,
Semua berteriak, “mati kamu nak”
Tapi Berata malah dengan santai menghindari tamparan, Pak de Goro sangat marah, kemudian dia melompat, memukul, menendang, tapi tak satupun pukulan dan tendangannya mengenai berata, sampai dia berhenti karena kelelahan sendiri
Semua yang melihat terpana dengan kemampuan Berata, Pak de Goro biasa nya tak pernah kalah berkelahi dan terkenal kuat, tapi melawan Berata malah kewalahan walau Berata hanya menghindar saja
“Kamu ayo lawan aku, jangan hanya menghindar saja”
“Saya tidak mau memukul pak de Goro, selain pak de orang tua, kita ada di team yang sama”
“Kalo kamu mau ada satu team dengan aku kamu harus menunjukkan dirimu dengan melawan aku”
“baiklah Pak de, kalau itu yang Pak de inginkan, jangan salahkan saya bila pak de terluka ya”
“banyak omong kamu, ayo pukul aku”
Berata tersenyum, “tahan pukulan saya pak de” Berata berlari kearah pak de, memukul kearah dadanya, melihat gerakan cepat Berata, pak de Goro mengambil kuda kuda dan. Menyilangkan tangannya didepan dada untuk menahan pukulan Berata
“Bug” terdengar suara benturan yang keras.. Pak de Goro terlempar kebelakang hampir 5 meter dan jatuh terduduk sedangkan Berata berdiri dengan tenang
“bagaimana Pak de, apakah saya layak untuk berada satu team dengan pak de??”
Semua diam ketakutan.. baru pertama kalinya melihat ada orang yang mengalahkan Pak De Goro sampai terjatuh ke tanah...
“kamu hebat, tapi itu belum cukup”
Tiba tiba kepala keamanan dan seorang gadis muda yang cantik menghampiri kerumunan
“Berhenti... Berhenti... “ bapak gak apa apa, kata gadis muda itu kepada Pak de Goro sambil membantu Pak de Goro berdiri
“Sudah tua, sok jadi jagoan, tidak ingat umur, masih suka berkelahi” kata gadis tersebut memarahi Pak De Goro
Lalu berjalan kearah Berata, “kamu Berata??”
“iya saya Berata” jawabnya sopan
__ADS_1
“Saya Maharani, Sekretaris Pak Udayana, maafkan bapak saya yang sudah menyusahkan anda” sambil menoleh Pak de Goro
“Hah ???? Pak de yg kaya raksasa ini ayahmu”
“benar dia ayahku”
“kok bisa ya punya anak secantik kamu”, kata Berata
“Eh apa katamu” kata de Goro geram
Sedangkan orang disekitarnya nya menahan tawa
“Ayo siapa berani tertawa” kata pak de Goro, lalu semua diam dan meninggalkan tempat itu satu persatu
“kamu persis seperti yang beliau katakan, ayo segera masuk,. Beliau sudah menunggu anda, Bapak juga disuruh masuk” menoleh ke Pak de Goro
Jadilah mereka bertiga masuk ke kantor Utama, Pak de Goro yang masih kesal dikalahkan Berata berbisik
“jangan coba coba dekati anakku, aku pites kamu”
Berata menjawab santai “tidak tertarik punya mertua pemarah kaya Pak De” sambil menghindari sontokan di kepalanya, Maharani menoleh ke mereka berdua, berata dan Pak De Goro pura pura tidak terjadi apa apa
Berata diterima langsung diruang kerja pak Gubernur
“De Goro.. kelihatannya kamu sudah mencicipi pukulannya Berata, bagaimana rasanya ada anak muda yang mengalahkan mu?”
“aku belum kalah” katanya sewot
“Dasar bandot tua, sudah kalah tidak mau mengaku,” sambil tertawa-tawa
“Kamu memanggilku cuman untuk menghinaku??”
“tentu tidak,. Kamu sahabat ku dari lama, tak mungkin aku menghinamu Goro, duduklah ada yang aku akan bicarakan, Maharani kamu keluar dulu”
“Kenapa saya harus keluar, bapak tidak percaya dengan saya??”
“Bukan begitu anakku, belum saatnya kamu tau, biar Berata dan ayahmu saja yang disini.’
“Baiklah,” Maharani keluar dengan kesal
“duduk Berata,”
“Goro... Kamu tau siapa anak ini??”
“aku baru melihatnya hari ini bagaimana aku tau” masih kesal
“Apa yang harus dikagumi dari pemuda kerempeng begini”
“pemuda kerempeng yang mengalahkan mu Goro”
Jadilah pak de Goro mendelik
“goro.. anak disebelah mu lah yang telah membunuh Kalimaya dan meredam amarah Kalinyamat”
Pak de Goro,. Terkejut “ jadi kamu pemuda bertopeng gagak emas itu??”
“Pak de.. jangan memandangku seperti aku ini makanan yang lezat” sambil bercanda
“pantas saja saat kamu memukulku tadi terlihat seperti tenaga yg besar dan luar biasa, kalo aku tidak menahannya dengan tenaga dalamku pasti aku akan terluka parah”
“itu tadi kan paman yang memintanya”
“Kalo kamu Sanggup membunuh Kalimaya, berarti kamu orang berbahaya, kamu akan diincar boleh sisa geng 99Anarchi, hal ini semakin membuatku yakin, kamu tak boleh mendekati anakku”
“paman.. paman, aku kan sudah katakan,. Aku tidak tertarik punya mertua seperti Paman, dan aku sendiri sudah punya pacar” Tersenyum
“Baguslah kalo begitu? Sambil menyilangkan tangan
“hohoho. Aku malah pingin Maharani dekat dengan Berata” kata Pak Gubernur
“tidak bisa “ kata pak de Goro sengit
“Tenang.. tenang, bukan itu tujuanku untuk memanggil kalian, Goro, mulai saat ini aku akan mengangkat Berata sebagai ajudanku, jabatannya sama dengan Maharani tapi Berata tidak setiap hari ada disini, dia hanya ada ketika aku butuhkan”
“baguslah, tidak tiap hari bersama Maharani” masih tetap dingin
“Hah Goro sahabatku, bukan hanya itu, aku ingin kamu mengelola yayasan yg tujuan utamanya adalah memulihkan korban korban 99Anarchi yang sangat banyak, aku ingin kamu yang bertanggung jawab dengan Berata, Berata adalah penyandang dananya”
“Anak muda ini kaya??
“oh tidak, hanya saja kemarin saat melakukan penyergapan saya menemukan uang hampir 200 milyar di brangkas 99Anarchi, itu cukup untuk membuat yayasan ini, saya hanya ingin semua korban 99Anarchi diperhatikan” kata Berata
Pak de Goro memandang Berata dengan tak percaya, tapi tetap berkata “aku mengawasi mu, kalo kamu mendekati anakku”
__ADS_1
Berata tersenyum simpul.
Kemudian Pak Gubernur Ida Bagus Udayana memanggil Maharani, meminta untuk memanggil semua kepala bagian, kepala seksi untuk rapat mendadak
dalam rapat, Berata diperkenalkan oleh Pak gubernur sebagai Ajudan Pribadi Pak gubernur, jadi hanya 3 orang yang boleh langsung masuk kedalam ruangan kerja Pak Gubernur, Pak de Goro, Berata dan Maharani.
.....
Satu Minggu sudah Berata belajar sebagai Ajudan Pak Gubernur, dia belajar memakai pakaian kerja yang membuatnya riwuh karena tidak terbiasa
Berata masuk ke dalam ruangan Pak Gubernur
“ Mohon maaf Pak gubernur, saya ijin berhenti?”
“Kenapa kamu ingin berhenti tiba tiba”
“Maaf saya merasa kesulitan bekerja seperti ini, saya tidak bebas, lagi pula saya tidak terbiasa untuk berpakaian rapi style kantoran”
“Hahahah, Berata kamu memang anak yang unik, kamu boleh tidak setiap hari ada disini bersamaku, kamu datang saja saat aku panggil, dan pakaianmu boleh bebas”
“wah terimakasih Pak Gubernur, urusan pribadi saya belum selesai, saya harus mencari keberadaan ayah saya”
“Baik Berata, saya akan membantu kamu dengan sekuat tenaga”
Dilain kesempatan, Berata telah memberi tahukan tentang asal usulnya, tapi tidak dengan semua kekayaan yang dia punya.
....
Dilain tempat, tengah malam
“Kapten Sagara, menurut informan,. Gudang ini adalah markas 99Anarchi yang baru”
“Kalian semua waspada, kita akan masuk memeriksa nya”
Lalu masuk informasi dari pusat komando “Kapten, menurut data citra satelit, didalam hanya ada 5 orang yang berjaga, seharusnya mudah untuk melumpuhkan mereka”
“baik mari kita segera masuk” kata kapten Sagara degan 11 team lapangan
Kemudian salah seorang memasang bom semtex untuk meledakkan pintu, segera setelah pintu meledak, pasukan kapten Sagara masuk dan menembaki kaki anggota 99Anarchi
“Berhenti, kata kapten Sagara” kemudian memeriksa lokasi, ternyata yang ditembak adalah manekin manusia yang dilengkapi rompi pemanas sehingga di Citraland satelit sebagai manusia”
“apa ini, seperti nya kita dijebak”
Belum selesai, kapten Sagara berkata tiba tiba tembakan senjata api bergema dan semua anak buah kapten Sagara terjatuh bersimbah darah
“Letakkan senjata mu kapten Sagara jika kamu tidak ingin semua anak buah mu mati sia sia” suara dari kegelapan
Kapten Sagara meletakkan senjatanya, kemudian seseorang memborgol nya
Sekitar 100 orang bersenjata lengkap keluar dari tempat persembunyiannya.
Lampu ruangan hidup, ternyata semua anak buah kapten Sagara ditembak di sela sela baju Anti peluru, semua dilumpuhkan tapi tidak meninggal.
Seorang penyerang menggeledah kapten Sagara, kemudian menyerahkan kepada pemimpin yang menggunakan topeng
Dia membuka HP dengan sidik jari kapten Sagara, dia memeriksa kontak masuk lalu menemukan kontak Bertuliskan Gagak Emas
“hahah dugaan ku benar, kamu tau siapa sebenarnya yang telah menghancurkan kami” lalu membuka topengnya
“Komandan..?” kata kapten Sagara terkejut
“kenapa anda tega berbuat seperti ini komandan”
“Kalian telah merugikan aku ratusan milyar, kalian pantas mati”
“kamu telah berkhianat “
“Berkhianat katamu??, Puluhan tahun aku bekerja aku tidak dihargai, bersama 99Anarchi aku memiliki semuanya, aku pantas mendapat hasil dari jerih payahku”
“Dimana hati nuranimu komandan”
“hahaha, sebentar lagi kamu akan mati, kamu boleh berkata semaunya”
Lalu pemimpin yang ternyata kepala polisi mengirimkan teks kepada Berata “kalo kamu ingin Sagara selamat’,. Kamu datang ketempat ini sendiri” kemudian mengirimkan lokasi dan Poto kapten Sagara dan 11 pasukannya
Berata yang saat ini sedang berdiskusi dengan Pak Gubernur dan Pak De Goro terkejut, lalu menunjukkan pesan dan Poto
“ini jebakan .. kamu tidak boleh pergi sendiri” kata Pak de Goro
“saya tau paman, tapi saya harus datang, paman tidak usah kuatir, aku tidak kan terluka sedikitpun”
“Kamu pergi ditemani De Goro saja Berata,”
__ADS_1
“Tidak pak, saya akan pergi sendiri, saya akan melumpuhkan mereka, bapak siapkan saja pasukan yang akan menangkap mereka, saya akan menyelesaikan nya sendiri”
“Baiklah, kalau kamu bersikeras, berhati hatilah, kita belum tau musuh kita yang sebenarnya nya”