Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 50. Akira Nara


__ADS_3

“Kuil Dewa Api Kagutsuchi” Kakek Izanagi dan nenek Izanami juga berteriak terkejut


“Kenapa Kakek dan Nenek begitu terkejut mendengar nama kuil Api Kagutsuchi?” kata Berata


“Nozomi juga meninggal karena mencari Kuil Api”, kata kakek Izanagi


“Kenapa kamu mau mencari kuil Dewa Api Berata?”, kata Nenek Izanami


“Kakek, Nenek maafkan Berata sudah membangkitkan kenangan buruk kalian, berata harus mencari Kuil Dewa Api dan menemukan Cincin Api, ini demi kesembuhan Istri saya Kakek dan nenek”


“Kuil dewa Api dan cincin itu adalah legenda dalam cerita kami, kuil itu berada di dalam hutan Aokigahara. Hutan ini adalah hutan yang di bangun para Dewa untuk menghalangi Cincin api keluar dari kuil dan menghancurkan dunia. Hutan Aokigaraha seperti sebuah labirin yang tidak berujung, setiap yang masuk pasti akan mati dan tak pernah ada yang kembali setalah masuk hutan tersebut”, kata kakek Izanagi


“Kakek Izanagi, Istri Berata saat ini dalam keadaan lumpuh, Berata sudah mengumpulkan 3 unsur bumi untuk menyembuhkan Istri Berata, tinggal satu unsur yaitu unsur api , setelah itu istri Berata akan sembuh”


“Perjalanan yang sulit, hutan itu juga di jaga oleh mahluk-mahluk ganas yang susah di kalahkan, kamu bermalam hari ini disini, besok kami akan melakukan upacara memohon keselamatan kepada dewa-dewa supaya mereka melindungi kamu dalam perjalanan”, Kata kakek Izanagi.


“Terimakasih Kakek, mohon maaf kalau boleh Berata bertanya, kenapa Nozomi juga mencari Kuil Dewa Api?” kata Berata


“Sebelumnya dia tinggal di luar negeri , dia insinyur perminyakan. Tahun lalu dia tiba tiba pulang dan terus menerus mengatakan harus mencari Kuil dewa Api, dia di suruh oleh organisasinya”


“Sepertinya ada yang tidak beres dalam kematian Nozomi Kek, Berata akan mencari tau”


“Berata, yang jadi korban bukan hanya Nozomi, banyak pemuda yang dulunya bekerja keluar negeri lalu kembali ke kampung ini mencari Kuil dewa Api dan mereka semua meninggal mengenaskan, mayat mereka tercabik cabik”


“Maaf kek, apakah Ditubuh Nozomi terdapat tattoo Ular hitam??”


“Bagaimana kamu tau Berata, kalau ditubuh Nozomi terdapat tattoo ular hitam”, kata kakek Izanagi


“Berata hanya menebak, kalau tidak salah Nozomi sudah masuk dalam perangkap Wrath Of God kakek, organisasi ini organisasi jahat yang bertanggung jawab untuk banyak kekacauan yang terjadi saat ini di seluruh dunia”


“Lantas bagaimana kamu tau organisasi ini, jangan-jangan kamu adalah salah satu dari mereka yang mau menipu kami” kata nenek Izanami yang dari tad diam


“Nenek, kakek, istri berata terluka karena Organisasi ini, dan Berata sudah menghancurkan banyak dari markas mereka, mereka juga mengincar Cincin Api pasti hal yang sangat penting, percayalah nek, Berata akan memberi keadilan pada Nozomi dan yang lainnya”


“Hari sudah malam, istirahatlah, Besok kita akan melakukan upacara untuk keselamatanmu”, kata nenek Izanami


Malam harinya berata bersemedi untuk menenangkan pikirannya dan meminta petunjuk Dari Tuhan untuk menemukan CIncin Api ini. Setelah itu beristirahat. ( tapi tak lupa untuk laporan sama istri yang cepet ngambek, lol)


…..


Berata melihat jamnya, masih pk. 3 pagi tapi kokok ayam sudah memanggil – manggil matahari, dia baru ingat kalau di jepang berbeda 2 jam lebih awal dari Jakarta. lalu dia berjalan kearah danau Saoki dan kembali duduk dibawah pohon dan bersemedi menenangkan dirinya dia menutup matanya , dan mendengar suara yang dari pinggir Danau, dia membuka matanya, dan melihat seorang gadis cantik yang sedang membersihkan dirinya, menyadari itu, lalu dia bangkit dan pergi dari bawah pohon itu menuju tempat lain.


DIa berjalan sekitar 100 meter dan menemukan sebuah batu yang ada di dalam air ditengah danau, lalu dia melompat, kemudian duduk bersemedi. 30 menit kemudian matahari menampakkan dirinya dan dia mendengar suara langkah kaki dari belakangnya.


“Hei kamu yang tadi mengintip ku sedang mandi”,kata gadis itu


“Aku tidak mengintip mu, aku berada ditempat yang salah, oleh sebab itu pergi karena tidak ingin melihatmu”, kata Berata sambil tetap bersemedi


“Saat orang lain melihatku mereka pasti menginginkan diriku, tapi kamu malah tidak tertarik padaku”, kata gadis itu.

__ADS_1


Berata tetap diam saja tidak menjawab gadis itu. Gadis itu tampak kesal, “aku akan menunggumu disini”, katanya


Berata masih melanjutkan Semedinya, lebih dari 30 menit gadis itu menunggu di atas batu di pinggir danau, berata masih belum bergerak, angin yang sejuk membuat dia tertidur tanpa disadarinya. Kemudian Berata melompat dan batu, melihat gadis itu, “Gadis yang sangat Cantik”, gumam Berata lalu meninggalkan nya tertidur pulas diatas batu.


Berata sudah di tunggu oleh Pasangan kakek nenek tempatnya menginap. “Mari kesini Berata, kami sudah mempersiapkan Upacaranya".


Sementara itu sang gadis terbangun dan tidak menemukan Berata dia merasa kesal dan marah.”Wah kurang ajar benar laki laki itu meninggalkanku sendiri disini, hhmm memang laki – laki yang berbeda, Aku harus mencarinya, dia pasti ada disekitar sini”, katanya sambil melompat turun dari batu dan pergi menyusuri jalanan desa


Berata Menggunakan Hakama (pakaian tradisional laki laki jepang) berwarna putih, di kepalanya diikatkan kain putih, lalu didepan rumah kakek Izanagi terdapat hamparan bara api, Kakek Izanagi kemudian menari tarian khas jepang dan berjalan diatas bara api tapi kakinya tidak melepuh dan kesakitan. Lalu berata di mandikan dengan air bunga oleh Nenek Izanami. Saat ada upacara semua tetangga mendatangi mereka dan berkumpul. Gadis cantik itupun tertarik dengan keramaian dan mendekat.


Ia sangat senang ternyata melihat pemuda yang sedang di carinya sedang menjalankan ritual keselamatan. Dia menunggu sambil tersenyum sendiri. Dia menunggu sampai semua ritual selesai ,”Hei anak muda, “kamu mengintip ku mandi dan kamu tidak bertanggung jawab”, kata gadis itu


Sontak semua mata menuju gadis itu kemudian memandang Berata, “anak muda benarkah kamu mengintip gadis ini??”, teriak para penduduk desa. Berata diam acuh tak acuh terhadap pertanyaan penduduk.


Nenek Izanami pun mendekati Berata, “Berata benarkah yang gadis itu katakan??”


“Bagaimana bisa dikatakan mengintip nek, pagi tadi saya pergi ke danau untuk menenangkan diri, saat saya sampai di sana, ternyata ada gadis ini sedang membersihkan diri sehingga saya pergi ketempat lain untuk menenangkan diri, apakah itu mengintip?”, kata Berata kepada Nenek Izanami


“Sepertinya gadis itu tertarik padamu, Dia Geisha terkenal desa kami dan dia sangat di sanjung disini”


“Aku tak punya urusan dengan dia nek, biarkan saja dia dengan ulahnya”, kata Berata


“Desa kami kecil Berata, tidak terbiasa dengan hal-hal seperti ini, takutnya akan menimbulkan pembicaraan orang yang tidak baik tentangmu”


Nenek Izanami masih berbicara dengan Berata gadis itu kembali berteriak, “Anak muda, kamu tak mau bertanggung jawab?”, teriaknya kencang dan menimbulkan kemarahan para penduduk.


Kakek Izanagi kemudian mengambil inisiatif untuk meredakan masalah, ”Akari Nara, mari masuk kedalam, kita selesaikan didalam”, katanya kepada gadis itu, “Kalian pulanglah semua, aku akan menyelesaikannya “, kata kakek Izanagi kepda penduduk desa, dan penduduk desa pun mulai meninggalkan tempat itu.


“Apa yang kau inginkan”, kata Berata


“Kamu telah meninggalkan aku sendiri di dalam hutan, kamu harus bertanggung jawab”, kata Gadis itu


“Kamu yang tertidur sendiri dan itu bukan urusanku, kenapa aku harus bertanggung jawab”, kata Berata


“Aku hanya ingin berbicara padamu, tapi kamu terlalu sombong, kamu juga telah melihatku mandi, apa kamu tidak mau bertanggung jawab??”


“Aku tidak sengaja melihatmu, aku tidak bersalah, lagi pula aku tidak tertarik padamu karena Istriku jauh lebih cantik darimu”, kata Berata ketus


“Kamu sudah punya istri dan kamu mengintip ku mandi, kamu sungguh tidak sopan”, sambil pura pura menangis


“Kamu…”, Berata marah tapi kemudian memberi isyarat kepada Berata untuk dian dan bersikap tenang, Berata pun berusaha untuk menahan emosinya.


“Apa yang kamu inginkan dariku”, kata Berata dengan suara yang lebih pelan


Gadis itu langsung berhenti menangis dan Tertawa, “Sebagai hukumanmu kamu harus menemani aku siang ini untuk pergi ke kota”, kata gadis itu


Berata mengepalkan tangannya, dia marah sekali, tapi Kakek Izanagi memandang berata dan mengangguk, Berata tak punya pilihan, “Baiklah, aku akan menemanimu, tapi hanya sampai sore hari”, kata Berata


Sang gadis tertawa gembira, dia mendekati Berata dan mengulurkan tangannya,”Panggil aku Akari Nara, artinya cahaya yang indah karena setiap orang yang melihatku tak akan bisa memalingkan wajahnya”, katanya dengan gembira

__ADS_1


“aku tidak bertanya arti namamu dan aku tidak tertarik”, kata Berata


“Nenek Izanami, dia jahat sekali” memeluk nenek dengan manja. Melihat itu Berata hanya menggeleng kepala, “Lebih baik aku bertarung dengan naga dari pada menghadapi gadis seperti ini” pikir Berata


“Bersiaplah aku akan datang kesini siang nanti”, kata Akari Nara lalu ijin pulang.


setelah kepergian Akari Nara.


“Berata, ingat malam ini adalah malam terbaik untuk kamu bisa pergi ke Hutan Aokigahara, jangan sampai teralihkan, mala mini atau tidak sama sekali”, kata Kakek Izanagi, lalu memberi sebuah pin bunga sakura berwarna emas dan memasangkan pada baju hakama Berata.


“Berata, Akari Nara adalah gadis yang Baik, dia yatim piatu sejak umur 5 tahun, setelahnya dia didik untuk menjadi seorang Geisha. Dia biasanya tidak pernah tertarik dengan lelaki, banyak yang ingin menjadikan dia istri tapi tidak mau, sepertinya dia tertarik dengan kamu, kamu harus menjaga dirimu dan ingat tujuanmu untuk datang kesini”, kata nenek Izanami


“ Baik Nek” Kata Berata


“Makanlah dulu sebelum pergi” kata nenek Izanagi lalu menghidangkan makana untuk Berata


“Nenek, kakek, kalian terlalu baik padaku”


“Kami sudah menganggap kamu sebagai anak kami”, kata Kakek Izanagi


Berata makan dengan lahap, tak berapa lama Akari Nara sudah datang menggunakan kimono berwarna putih kerang bermotif bunga, Akari Nara terlihat sangat cantik, semua mata memandang Akari Nara dan Berata yang sedang berjalan jalan di pasar Tradisional.


“Hei aku belum bertanya namamu”, kata Akari Nara


“Panggil Aku Berata”, kata Berata


“pelit bicara ya”, kata Akari Nara sambil tersenyum riang


Sepanjang perjalanan Akari Nara sangat riang dan gembira, dia berceloteh seperti kutilang yang berkicau di pagi hari, tak berhenti dan tak berjeda. Masuk dari satu toko ke toko yang lain, berata sudah seperti pesuruh yang membawa barang belanjaan Akari Nara.


“Huh… capek dan lapar, kita makan yuk”, kata Akari Nara lalu menggamit lengan Berata masuk ke restoran tradisional Jepang


Akari Nara memesan banyak makanan yang membuat Berata mendelik, “Kamu bisa menghabiskan semua makanan itu??”, kata Berata


“Ada kamu yang akan menghabiskannya” dengan santai plus senyum yang manis di bibirnya


Menunggu makanan yang datang, Berata Menuangkan Sake di cangkir nya dan Akari Nara. Akari nara sangat senang”, Terimakasih Berata”, kata Akira Nara.


“Akira nara, aku ingin bertanya padamu, kenapa kamu melakukan ini padaku, aku tidak punya salah kepadamu”, kata Berata


Raut Wajah Akira Nara berubah lebih serius, “Maafkan aku Berata, aku sudah merepotkan kamu, kau tidak bersalah, aku hanya sengaja berbuat itu karena aku ingin mengenal kamu, kamu sangat berbeda dengan laki-laki yang lainnya”


“Maksudmu berbeda bagaimana Akira?”


“Bila orang lain melihatku mandi mereka akan mengintip ku seakan bola matanya akan keluar tapi kamu malah tidak tertarik, orang lain bila melihatku akan memperlakukanku seperti seorang putri tapi kamu malah acuh padaku, jadi aku sengaja membuatmu ikut dengan ku, karena aku ingin diperlakukan seperti orang biasa”, ada kepedihan di suara Akira Nara.


“Aku Merasakan Kepedihanmu Akira, maafkan aku yang sudah salah sangka kepadamu, aku kira kamu merayuku dan aku tidak suka”, kata Berata


“Sebenarnya aku ingin merayu mu, tapi melihatmu hanya memandangku sekilas dan tidak memperhatikan aku, pastilah istrimu luar biasa, aku tak ingin berebut dengannya”, Kata Akira sambil tersenyum

__ADS_1


“Aku sangat menyayangi istriku dan tak ada yang bisa membuatku berpaling darinya”


Lalu makanan datang, mereka makan dengan lahap dan cerita mengalir begitu saja dari Akira Nara seperti mereka sudah kenal lama.


__ADS_2