
Berata dan Bintang segera kembali ke Villa. Sampai di pantai ternyata sudah menunggu Damar dan Ex Pasukan Jatayu.
"Ada apa kalian kemari", kata Berata kepada Pasukan nya
"Kami semua telah mengajukan Pensiun Muda, saat ini kami datang kesini untuk bersama-sama menjalan misi dengan komandan"
"Apa... kalian semua sudah pensiun dari ketentaraan?"
"Benar komandan, kami semua memutuskan untuk pensiun muda dan bergabung dengan komandan, kami tidak ingin diperintah oleh Komandan lainnya"
"Ah, tingkah kalian seperti anak anak saja" kata Berata
"Ijinkan kami tinggal disini Komandan", kata mereka semua
"Aku tidak punya tempat tinggal disini"
"Kalo komandan ijinkan kami akan membuat sendiri tempat tinggal untuk kami"
"Kalian memang benar - benar masih anak - anak, gaya kalian seperti gadis kecil yang menangis karena tidak diberikan permen, mari kita naik, kita bicarakan diatas", kata berata
Berata telah membangun jalan ke puncak berupa tangga yang hampir berjumlah 800 anak tangga, karena tinggi pantai sampai dengan bagian atas hampir 100 meter. Berata mereka semua menaiki tangga dengan cepat termasuk Bintang karena Bintang juga telah belajar ilmu kanuragan dengan Kakek Banaspati. tinggallah para pegawai Berata yang tertatih tatih membawa semua barang yang dibeli oleh Bintang. karena mereka hanya orang biasa.
Sampai Diatas, Berata memanggil Jatayu Merah atau Rico, Jatayu Kuning atau michael , Jatayu Biru atau Jose dan Damar untuk keruang kerja Berata.
"Kalian Semua berempat aku panggil kesini karena ada yang mau aku bicarakan, ini adalah hal yang sangat penting dan mencakup keamanan dunia"
"Tadi dalam perjalanan aku bertemu dengan Dewi Dewantari, saat ini Anindya berada dalam perawatan Dewi Dewantari, untuk menyembuhkan Anindya aku harus menemukan 3 benda lagi, dan benda itu ada di gunung-gunung keramat yang ada di bumi ini. "
"Aku ingin kalian melakukan beberapa hal disini untuk persiapan menghadapi segala kekacauan Dunia yang akan di timbulkan.
"Kami akan melakukan semua yang kamu perintahkan Komandan,"Kata Jatayu Merah
"Saat ini kita bukan di Tentara lagi, panggil aku Berata dan aku akan memanggil kalian dengan nama kalian sendiri"
"Baik", jawab mereka serempak
"Damar, katakan apa yang kamu dapat kan dari penyelidikanmu terhadap Wrath Of GOD"
"Baik Berata, Wrath of God adalah sebuah organisasi rahasia kuno yang di buat oleh Para Bangsawan dari Negeri Skandinavia. Organisasi Wrath Of God ini dulunya adalah cikal bakal dari organisasi rahasia seperti freemason dan illuminati yang sering kita dengar saat ini, dulu 200 tahun lalu semua organisasi ini berperang satu dengan yang lainnya, tapi saat ini pewaris tahta Wrath Of God bisa mempersatukan semua organisasi Rahasia ini, konon katanya dia seorang wanita muda yang kejam dan tak mempunyai belas kasihan , selalu mengenakan topeng ular hitam dimanapun, dan anggotanya selalu memiliki tato ulang kecil ditubuhnya."
"Tatto Ular kecil", kata Berata
"Benar Berata, dr. Heru adalah anggota Wrath of God yang disusupkan untuk membunuh Anindya "
"Bagaimana dia bisa menargetkan Anindya??"
"Mungkin target sebenarnya adalah dirimu Berata, kamu telah menghancurkan markas mereka di Mogadishu Berata." kata Damar
"Organisasi ini adalah organisasi yang mengontrol hampir sebagian besar pemimpin negara besar di Dunia, mereka bisa menentukan siapa yang berhak naik sebagai pimpinan suatu negara"
"Apa yang haru kita lakukan sekarang Berata?"kata Rico
"itulah sebabnya aku memanggil kalian kesini, mari ikut aku, aku akan menunjukkan sesuatu kepada kalian"
__ADS_1
berata mengajak mereka untuk kembali ke bibir pantai tadi, saat ini pintu ceruk telah tertutup ombak besar sehingga tidak ada yang bisa masuk. lalu Berata berjalan menuju sebuah gundukan Batu besar, dia menggesernya, ternyata adalah sebuah pintu, mereka masuk kedalam pintu tersebut, dan semua terkejut selain Berata.
"Berata tempat ini.. bagaimana kamu menemukannya?", kata Mike
"Aku menemukannya tidak sengaja saat aku membangun villa ini, aku sudah memeriksanya, goa ini adalah goa raksasa yang dilindungi oleh batu karang disisi luarnya dan Batu granit hitam, luas gua ini hampir 2 km2, goa ini di topang oleh pilar pilar raksasa setinggi hampir 70m", kata Berata
"Nah, aku berencana membuat markas komando disini, saat terakhir kita di Mogadishu kita menemukan banyak senjata canggih, oleh sebab itu aku ingin kalian meneliti semua senjata tersebut, kalau musuh bisa membuat senjata canggih, kita harus bisa membuat yang lebih canggih untuk melawannya"
"Aku menugaskan kalian bertiga untuk membangun Pertahanan disini dan diatas, kalian bisa membangun tempat tinggal disini, kalian membangun markas militer disini", kata Berata kepada Rico, Mike dan Jose
"Dan kamu Damar, kumpulkan orang orang terbaik dunia, selidiki mereka, ajak mereka untuk bergabung denganmu, kita harus bisa segera mengambil alih teknologi musuh ini"
"Baik Berata", kata Damar dengan bersemangat
"aku akan segera memindahkan team IT ku kemari", kata Damar
"Satu lagi aku ingin kegiatan kita jangan terlalu mencolok dan mengundang kecurigaan orang lain, saat kalian membutuhkan sesuatu jangan ceroboh, lakukan dengan perhitungan cermat"
Lalu Berata mengeluarkan Semua yang mereka Rampas pada saat penyerangan di Mogadishu, kendaraan militer, pesawat militer, catatan penting dan komputer
"Mereka milikmu", Kata Berata kepada Damar"
Damar sangat gembira, seperti melihat makanan yang sangat lezat
"Bintang kembalilah pulang, Jaga ibu, berlatihlah yang keras, kedepannya kita akan menghadapi hal hal yang tak mampu dipikirkan sebelumnya oleh umat Manusia"
"kedengarannya seperti mengerikan Kak Berata?" kata Bintang
"Benar dik, kakak sendiri di beri tahu oleh Dewi Dewantari, akan tiba saatnya dunia mengalami kekacauan, dan hanya kita yang akan bisa mengalahkan kekacauan ini"
Kemudian Masuk Damar ke dalam ruangan,"mohon maaf Berata, kami mau minta ijin padamu", kata Damar
"Kalian... kalian", Berata menunjuk mereka berdua dan mereka malu-Malu
"kami sudak berpacaran 2 tahun yang lalu, kami minta ijin dan restu padamu untuk menikah", kata Damar
Berata terdiam, dia tidak menyangka kalau sahabatnya berpacaran dengan adiknya. suasana menjadi canggung dan hening.
"Aku harap kamu bisa menjaga adikku dengan baik, jika kamu mengecewakannya maka kamu akan tau akibatnya", kata Berata
Bintang langsung berlari dan melompat ke pelukan Berata," Terimakasih kak
"Selesaikan dulu kuliah S2 mu sekolah kita memerlukan pemimpin yang baik seperti dirimu" lalu pergi meninggalkan Bintang dan Damar
.........
Saat ini Berata sudah sampai di Lereng Gunung Kinabalu, Gunung Kinabalu yang berada di Malaysia adalah salah satu gunung yang penuh mistis yang dipercayai oleh penduduk setempat menyimpan kekuatan supranatural yang sangat hebat. Gunung ini sangat di jaga ole Suku Kadazan , Suku Asli di Gunung ini yang menganggap Gunung Kinabalu adalah tempat bersemayamnya para roh leluhur mereka.
Berata memasuki pemukiman Suku Kadazan, sebagai orang asing, dia diterima dengan baik oleh penduduk setempat, karena penduduk setempat sudah terbiasa dengan turis yang ingin mendaki Gunung Kinabalu. karena hari sudah malam, Berata memutuskan untuk menginap di sebuah rumah penduduk. Setelah makan malam, Berata bertanya kepada pemilik penginapan rumah tetua Suku Kadazan. akhirnya malam itu juga Berata di antarkan menuju rumah kepala suku yang berada di dalam hutan desa Kadazan.
"Aku sudah menunggumu, silahkan masuk" suara itu keluar dari rumah tetua yang akan Berata Kunjungi.
"Bagaimana Tuan tau kalau saya datang mencari anda", Kata Berata
__ADS_1
"Aku sudah berdoa selama 1 bulan ini dan menurut petunjuk Dewa akan ada seorang lelaki yang beberapa helai rambutnya putih yang akan membantu masalah di tempat ini"
"Maksud anda tuan", kata Berata
"Apapun yang kamu inginkan disini, kami akan membantumu, tapi sebelumnya kamu harus membantu kami"
"Baiklah, katakan kepadaku apa yang harus aku lakukan?" kata Berata
" 1 bulan ini kampung suku Kadazan telang di ganggu oleh hantu minyak, Hantu minyak ini adalah Roh jahat yang berbentuk atau berwujud laki-laki tanpa wajah dan berlumuran minyak, setiap malam dia akan memperkosa dan membunuh perempuan muda yang masih perawan. setelah 40 hari dia akan berubah wujud menjadi manusia, setelah berubah wujud menjadi manusia dia akan mengabdi kepada dukun yang telah membuat dan menghidupkan rohnya."
"Apakah kalian tidak bisa mengatasinya", kata Berata
"Roh kali ini sangat kuat, bahkan para tetua pun tidak sanggup melawannya, sepertinya Dukun pembuatnya sangat Hebat, kalau kamu bisa mengalahkannya, kami akan menuruti setiap permintaan kamu"
Belum selesai mereka berbicara , kentongan sudah dipukul bertalu talu, " Hantu Minyak telah menculik seorang gadis, tolong bantu kami untuk menyelamatkan Gadis tersebut anak muda", kata kepala suku Kadazan
lalu berata melompat keluar, di menuju arah suara kentongan dan lolongan Anjing tersebut, tampak para lelaki mengepung sebuah bayangan lelaki berlumuran minyak hitam yang menggendong seorang gadis, disekitar mahluk tersebut sudah banyak orang tergeletak kesakitan.
Berata melompat ke depan bayangan hitam tersebut, sungguh sangat mengerikan bayangan tersebut tanpa wajah dan berlumuran minyak mentah berwarna hitam.
"Jangan ikut campur" sebuah suara seram keluar dari tubuh mahluk hitam tersebut
"Aku akan selalu ikut campur karena kamu telah melakukan kejahatan", kata Berata
"Kamu hanya orang asing, kamu tidak akan sanggup mengalahkan ku", lalu bayangan hitam yang masih menggendong gadis muda itu. kemudian mahluk itu menyerang Berata dengan tendangan dan pukulan, berata menghindari dan belum membalas memukul takut terkena gadis tersebut. mereka bertarung di udara, Mahluk itu menyerang membabi buta, berata melihat celah dan memukul di bawah ketiak tangan kiri mahluk itu yang sedang menggendong gadis muda.
langsung mahluk itu mengaduh kesakitan dan melepas gadis yang di gendongnya. dengan sigap berata menangkap Gadis itu dan menyelamatkannya, saat menggendong gadis itu tampak gadis itu sangat cantik dan mirip sekali dengan Anindya
"Anindya", kata Berata , gadis itu memandang Berata yang sangat tampan tak berkedip.
Setalah sampai di tanah, Berata kembali kesadarannya dan melepaskan tangannya dari pinggang gadis itu dan menyerahkannya pada tetua
Mahluk itu geram, "Kamu sudah menghalangi rencanaku, kamu harus mati" lalu tangan mahluk itu berubah menjadi pedang yang panjang, kemudian melompat menyerang Berata, Berata mengeluarkan Pedang Kalinyamat, pedangnya beradu dengan pedang kembar mahluk Hantu Minyak, keluar percikan api setiap beradu, pertarungan sangat hebat, berata tidak menyangka mahluk itu sangat hebat dan mampu mengimbanginya.
tempat mereka bertarung telah porak poranda, Berata dan mahluk itu berhadapan sejauh 20 meter. kemudian berata merapalkan Jurus, pedang kalinyamat berubah menjadi cahaya merah, sedangkan pedang mahkluk itu mengeluarkan cahaya biru, Berata melompat terlebih dahulu dan menyerang, lalu mahluk tersebut melompat juga dan muncul seperti bayangan ular hitam di belakangnya dan menerkam Berata, Berata menangkisnya dan terlempar hampir sejauh 30 meter.
lagi Mahluk itu menyerang, bayangan ular hitam tersebut menerkam Berata ,"Jurus genta emas mengguncang dunia", Pedang Kalinyamat menghilang, Berata mengangkat kaki kanannya menekuk ke kaki kiri, kedua tangannya tercakup keatas, tubuhnya mengeluarkan cahaya emas, Kepala ular hitam menerkam Berata, semua berteriak ketakutan. tiba tiba dari bayangan ular hitam tersebut muncul seberkas caya kuning, semakin lama semakin banyak menembus bayangan hitam dan bayangan hitam tersebut terbakar dan menghilang.
Semua orang bersorak Gembira, tapi tiba tiba muncul sebuah bayangan di udara,"Kamu telah menghancurkan mahluk buatanku, kamu akan mati di tanganku"
"Dukun maut Engtat, aku kira kamu telah mati", kata kepala suku
"Setelah aku membunuh Pemuda ini, aku akan membunuh kalian semua yang telah membuang aku", Kata Dukun Engtat
"Hati-hati anak muda, biasanya pemilik atau pembuat hantu minyak 10 kali lebih hebat dari pada hantu ciptaannya", kata kepala suku
belum habis perkataan kepala suku, Dukung Engtat sudah menyerangnya, "Pukulan penghancur jiwa, sebiah sinar yang besar menghantam Berata, tempat berata berdiri berlubang hampir 5 meter, tapi Berata tidak ada, ternyata Berata telah melompat terlebih dahulu ke udara.
"Kamu curang, aku tidak akan mengampuni kamu", kata Berata lalu Berata mengeluarkan Punta Deva, "kalau dia lebih hebat 10x dari mahluk ciptaannya berarti akan lama menyelesaikan pertarungan, aku harus cepat menyelesaikan", pikir Berata
"Pukulan Menghancur Sukma", sebuah sinar yang 10 kali lebih besar melesat kearah Berata, Berata kemudian melempar Puntadewa, sinar Dukun engtat berwarna putih, puntadewa berwarna keemasan, tampak sinar emas menembus sinar putih dan langsung menembus dada Dukun Engtat.
Dukun Engtat jatuh dari udara ketanah,"arrhg.. kamu hebat, Medusa tidak akan mengampuni kamu" langsung tewas
__ADS_1
"Medusa??? ternyata dia dalangnya"