
Arman memandang Anindya, “Michelle”, katanya tanpa mengedipkan mata
“Bukan, dia bukan Michelle Kapten Armand, mereka tamu di Losmen ini, mereka pasangan suami istri yang sedang berlibur di kota kita” kata Tuan Albert
“Oh maafkan aku, kamu begitu mirip dengan Michelle, mirip sekali dengan gadis..”, belum selesai berbicara, Tuan Albert sudah menyela pembicaraan Kapten Armand
“Kapten, anda lapar bukan, mari kita makan, untuk apa bicara lagi”, sambil mengambilkan beberapa makanan dan menempatkannya di piring Kapten Armand.
Berata dan Anindya saling berpandangan, “sepertinya, pemilik losmen ini menyembunyikan sesuatu kak” kata Anindya dalam hati, Berata pun mengangguk, lalu mereka melanjutkan acara makan malam mereka
Mereka Berlima menghabiskan makan malamnya dengan tanpa bicara. Setelah selesai makan malam mereka duduk di ruang tamu Hotel.
“Tuang Albert, maafkan Armand, Arman belum Bisa menemukan petunjuk hilangnya Michele, belum lagi 2 hari ini hilang juga 2 gadis yang membuat kami kesulitan dan tidak ada satu petunjuk pun yang bisa di temukan selain sebuah lipstik yang ada di TKP”
“Kapten Armand , sebaiknya anda tidak membicarakan masalah ini di sini”, Kata Tuan Albert
Berata yang mendapat kesempatan untuk menemukan petunjuk langsung mengambil kesempatan untuk bertanya, “Apakah Anda Penyelidik Kepolisian”, katanya kepada Armand
“iya , saya yang bertanggung jawab untuk penyelidikan ini, Saya Kapten Armand”, sambil menyorongkan tangan dan bersalaman dengan Berata dan Anindya
“Maafkan saya tidak memperkenalkan diri sebelumnya, Istri Anda mirip sekali dengan Michelle”, kata Armand
“Terima kasih Kapten , Saya Berata, dan ini istri saya Anindya”, Anindya pun Bersalaman dengan Kapten Armand
“Kapten, bolehkan saya bertanya, siapa Michelle ini”, kata Anindya
“Apakah kalian tidak tau??.”
“Kapten Armand”, kata Tuan Albert dengan sedikit keras. Tuan Albert ingin menyela Perkataan Kapten Armand, tapi Kapten Armand malah melanjutkan pembicaraannya
“Michelle adalah putri Tuan Albert”, Kata Armand
Berata dan Anindya Terkejut mendengar perkataan Kapten Armand.
“Jadi Michelle Putri pemilik Losmen ini, tapi kenapa kalian menyembunyikannya dari kami “, kata Anindya
“Maafkan kami, jika kami mengatakannya, kami takut kalian akan pergi, melihat kemiripan anda dengan putri saya meringankan kerinduan saya untuk melihat putri saya”, kata Tuan Albert sambil menitikkan air mata
“Maafkan istri saya tuan Albert”, kata berata lalu menoleh kepada Kapten Armand.
“Kapten apakah kalian bisa menceritakannya kepada kami tentang kasus ini, jika kami boleh tau??” kata Berata dengan sedikit berhati-hati
Kapten Armand menarik nafas dalam, “Michelle adalah orang ke 3 yang menghilang, dia menghilang 2 minggu lalu, sebelumnya telah menghilang 2 gadis, dan kemarin 2 gadis menghilang bersamaan “
“Apakah kalian tidak menemukan petunjuk sedikit pun”, kata Berata
“Tidak ada, kami sudah berusaha, kami memeriksa semua CCTV yang ada di kota tidak ada keanehan sedikit pun, dan rata rata mereka menghilang dalam keramaian kota di siang hari”, kata Kapten Armand
“Selain lipstik apakah ada barang yang ditemukan dii TKP lainnya”, kata Berata
__ADS_1
“Selain lipstik, kami hanya menemukan buku kecil milik Michelle, buku jadwal kegiatannya”
“Apakah kami bisa melihat benda tersebut”, kata Berata
“Mohon maaf, barang bukti ini tidak bisa di lihat dan disentuh banyak orang”, kata Kapten Armand
“Maafkan kami Kapten, kami hanya ingin melihat, saya dulu adalah seorang tentara tapi saya memilih untuk pensiun muda untuk merawat istri saya yang dulunya sakit”, kata Berata
“baiklah, kalian tidak boleh menyentuhnya, aku hanya akan memperlihatkan pada anda”, lalu kapten Armand mengambil sebuah kantong plastik .
“Ini Lipstik yang kami temukan di tempat kejadian”
Berata melihat dengan seksama, “Kapten bisakan anda membuka tutupnya supaya saya bisa mencium bau dari lipstik ini??”
Kapten Armand membuka tutup plastik, Berata menciumnya, matanya mengernyit, lalu menciumnya sampai 2x lagi.
“kapten apakah anda membawa buku cacatan kegiatan milik Michelle??” kata Berata
Lalu Kapten Armand memasukkan Lipstik itu ke tasnya dan mengeluarkan sebuah kantong plastik transparan lagi dan membukanya di hadapan Berata, Berata mencium dan memastikan lagi
“Chloropyll, tidak salah lagi”, kata Berata
“Chloropyll???, bagaimana anda bisa menciumnya?? Ahli kami sudah memerika barang bukti ini , tidak ada jejak dan bekas dari obat bius apapun”, kata Kapten Armand
“saya memiliki penciuman yang baik Kapten, saya bisa merasakan sisa dari chloropyll yang di sebar di udara” kata Berata
“Selain Chloropyll saya mencium lagi sebuah bau yang unik, saya tidak dapat mengatakannya, tapi bau harum ini, seperti sebuah tempat perawatan kecantikan “kata Berata
“maksud adan mereka berdua menggunakan fasilitas perawatan kecantikan yang sama sebelum menghilang??” kata Kapten Armand
“Saya hanya menebak Kapten”, kata Berata
Kapten Berata kemudian menelepon seseorang, “Cepat periksa untuk saya, apakah ke 5 orang gadis tersebut pernah pergi ke tempat yang sama 1 bulan belakangan ini??”
“Terima kasih, ini telpon saya, hubungi saya jika anda mengalami kesulitan di kota ini”, lalu pergi dari Losmen dengan tergesa – gesa.
“Tuan dan Nyonya Albert, terima kasih atas makan malamnya , kami akan berusaha membantu anda menemukan Michelle anak anda, sekarang kami pamit untuk istirahat”, kata Berata
“Tuan Berata, biarkan kepolisian yang menanganinya, lebih baik anda pikirkan saja keselamatan anda”, kata Tuan Albert dengan agak sedikit ketus sambil meninggalkan Berata dan Anindya
“Sungguh aneh kak”, kata Anindya
‘Benar sepertinya pemilik Losmen ini menyembunyikan sesuatu, lebih baik kita ikuti saja permainannya”, kata Berata
Berata dan Anindya meninggalkan ruang tamu menuju ke kamar , mereka sepakat nanti malam akan keluar untuk mencari petunjuk.
Dia menghubungi Damar, memberi tahu situasinya, dalam 5 menit data semua gadis yang hilang sudah dikirimkan oleh Damar. 5 orang gadis hilang di pusat kota yang ramai di jam yang paling sibuk yaitu jam 6 sore.
Waktu sudah menunjukkan pk. 00.00, Berata dan Anindya melompat keluar dari jendela menuju jalan yang ada di depan losmen, saat melompat, sepasang mata mengawasi dengan seksama.
__ADS_1
“Kita ketahuan oleh Tuan Albert”, kata Berata kepada Anindya
“Dia mengawasi kita??”
“Iya. Sangat mencurigakan, bagaimana ia bisa mengawasi kita dan tau kita akan keluar?”
“Ah biar saja, kita kepusat kota saja, aku mau lihat tempat mengilangnya para gadis”, kata Anindya
Berata menyusuri peta yang ada di google map , 20 menit kemudian mereka sudah sampai, suasana tidak begitu ramai, hanya beberapa toko dan Pub yang buka, mereka memperhatikan ke sekitarnya, sekilas tidak ada yang mencurigakan , “Pantas Polisi tak menemukan bukti penculikan, TKP-nya sangat terbuka “kata Berata
“Kak, ayo kita cari informasi di pub itu”, kata Anindya sambil menunjuk sebuah klub malam yang masih buka
“Ayo sayang, tapi jangan buat masalah, dengan kecantikanmu, bisa saja ada beberapa orang yang menggoda kamu sayang”, kata Berata
“ihhhh, gombal..”, kata Anindya sambil mencubit pinggang Berata.
Mereka sengaja duduk di meja Bar yang paling pojok sehingga bisa melihat sekelilingnya, “1 long Island dan Bir”, kata Berata ke waiter
Seorang waitris datang membawa minuman Kepada Berata dan Anindya,” Tuan dan nona Turis di kota ini”, tanya Waitris kepada Berata dan Anindya sambil meletakkan minumannya di meja
“Iya kami baru datang hari ini, kami mau berbulan madu di kota ini” kata Berata
“Oh ya, kalau begitu selamat atas pernikahan anda berdua, semoga perjalanan bulan madu anda menyenangkan”, kata nya dengan ramah
“Terima kasih banyak, tapi kenapa tempat ini terlihat sepi”, kata Anindya
Sang Waitres lalu duduk dengan wajah sedih, “ya begitulah, turis lebih memilih meninggalkan kota ini gara gara berita hilangnya 5 gadis yang terjadi di kota ini, saya berharap polisi bisa segera menemukan pelakunya, kalau tidak saya tidak yakin apakah bulan ini kami akan menerima gaji”
“oo, gara – gara berita itu”, kata Anindya
“Apakah anda juga membacanya??”
Anindya mengangguk, “lalu kenapa anda berdua tidak pergi” katanya
“Untuk apa kami pergi, kami sudah merencanakan lama untuk datang kesini”, Kata Anindya
“Biasanya tempat ini sangat ramai, tempat ini tempat yang paling populer di kota ini, lihatlah sekarang.. pengunjungnya bisa di hitung dengan Jari”, kata Waitress
“Namamu Siapa”, kata Berata
“Saya Helen Tuan, saya sudah bekerja 1 tahun di sini” kata Helena
“Kamu masih terlihat sangat muda , apakah sudah diizinkan orang tuamu untuk bekerja”, kata Berata
“Saya terpaksa Tuan, saya perlu uang untuk kuliah”, kata Helena
“Oh... kamu gadis pekerja keras”, kata Berata
Kemudian pengunjung lain memanggil Helen, kemudian Helena meninggalkan Berata dan Anindya
__ADS_1