
Berata menyerahkan semua sertifikat itu kepada Cindy, Berata meminta Cindy untuk memberikan semua sertifikat itu kepada pemilik sahnya sebelum di rebut Seamus.
Tiba- tiba sirene polisi terdengar meraung-raung di depan bar, lalu sepasukan polisi bersenjata lengkap masuk ke dalam bar diikuti oleh kapten Armand.
“Berata, aku sudah bilang padamu, kalau kamu berbuat onar di kotaku makan aku akan menangkapmu”, kata Kapten Armand
“ternyata kapten Armand tercintaku sangat bernafsu untuk menangkapku”, kata Berata
“Kamu telah melukai orang dan membakar Property milik orang lain, kami harus menangkapmu”, kata Kapten Armand
“Aku hanya membela diriku”, kata Berata dengan tenang
“Kamu telah melukai Seamus dan anaknya, kalau mereka menuntut, kamu akan dipenjara seumur hidup”, kata Kapten Armand
“Kamu benar kapten, kalau Seamus melaporkan aku, kalau begitu aku tanya dahulu Seamus”, kata Berata lalu mengambil telepon genggamnya dan menelepon seseorang
Disisi lainnya Seamus yang sedang di rawat di UGD merasakan HP-nya bergetar, lalu mengangkat teleponnya dan melihat nomor tak di kenal, di mengangkat dengan kesal
“Siapa ini, kamu tidak tau siapa yang kamu telpon” kata Seamus
Diujung telpon terdengar suara yang sangat menakutkan di telinga Seamus, “ oh jadi begitu, kamu tak mau mengangkat telponku”, kata suara di seberang
“Ka.. kamu.. dari mana kamu tau nomer telponku?”, katanya gemetar
“Jadi aku matikan saja telponnya”, kata Suara dari seberang
“tidak, tidak, maafkan aku, aku tak tau kalau kamu yang menelponku, apa yang dapat aku bantu?, kata Seamus
“Seamus, aku mau bertanya padamu, apakah kamu akan menuntutku karena melukaimu??”, kata Berata
“Apa kamu bilang??, bagaimana aku berani menuntutmu?”, kata Seamus
“Jadi kamu tidak menuntut aku”, kata Berata
“Tentu tidak, aku tak akan menuntutmu”, kata Seamus
Keringat Seamus sebesar jagung keluar dari dahinya, kakinya gemetaran, saat Berata mematikan telponnya pun tangan Seamus masih bergetar, “Sepertinya aku harus segera pensiun dari dunia hitam ini, aku tak mau berhadapan dengan Berata lagi, di matanya seperti menyimpan api Neraka “, kata Seamus
Seamus memanggil Ajudan Pribadinya, dia minta seluruh Aset miliknya yang berasal dari dunia gelap, di jual dengan segera, dia ingin memulai bisnis yang sehat supaya tidak bertemu dengan orang mengerikan seperti Berata lagi”
__ADS_1
Di sisi lain, Berata mematikan Hpnya, pembicaraan tadi dia speaker mode sehingga Kapten Armand dapat mendengarnya.
“Bagaimana Kapten, apakah anda masih ingin menangkap saya??”, kata Berata
“Aku akan tetap menangkapmu walau seamus tidak menuntutmu, kamu telah mengganggu ketenangan warga disini”, kata Kapten Armand
Semasih berbicara dengan Berata, Handphone kapte Armand berdering, dia mengangkatnya, nukanya tampak marah dan kecewa, “Aku menangkapnya karena dia mengganggu ketertiban umum dan melukai banyak orang”, katanya dengan tegas
Lalu terjadi adu argumen antara kapten Armand dan orang yang menelponnya sampai akhirnya, “Baiklah, aku akan melepasnya”, kata kapten Armand lalu mematikan telponnya, lalu berjalan menuju pintu keluar, “Kita tinggalkan tempat ini”, katanya dengan marah
Cindy yang melihat Berata semakin kagum dengan Berata, dan semakin penasaran siapa sebenarnya Berata ini.
Sore itu, Cindy mengumpulkan para pemilik property yang di rebut Seamus. Di bar milik Cindy.
Berata duduk di balik tirai sebuah ruangan di bar bersama Anindya sedangkan Rico dan Michael berjaga di depannya. Cindy membuka pembicaraan dengan mereka.
“Kawan – kawan dan sahabat, terima kasih sudah hadir di tempatku, aku mengundang kalian semua disini untuk menyampaikan sebuah kabar gembira untuk kalian”, kata Cindy
“Apakah kabar gembira itu kabar pemukulan Seamus oleh anak buahmu??”, kata Siren, wanita yang selama ini jadi saingan Cindy
“Bukan itu yang aku maksud, saat ini aku memegang semua surat surat kepemilikan Area ini , orang yang merebut ini dari tangan Seamus, ingin mengembalikannya kepada kalian semua sebagai pemilik yang sah“, kata Cindy sambil menunjukkan tumpukan Surat di atas mejanya.
Mendengar itu semua terkejut tak percaya, terlebih Siren yang paling tak percaya, langsung menghampiri Cindy dan mau mengambil surat tersebut, tapi Cindy segera menghalanginya.
“Mana bosmu, aku mau minta hakku, aku mau minta property Suamiku”, kata Siren
“Jika aku memberikannya kepadamu, apa yang dapat kamu lakukan untuk aku?” kata Suara dalam ruangan
“aku Akan melakukan apapun untukmu”, kata Siren Dengan lantang
‘Oh kamu akan melalukan apapun untuk mendapatkan surat ini”, kata suara dalam ruangan
“Benar, aku akan melakukan apapun demi surat itu”, kata Siren
“Oh ya, benar, aku tau kamu akan melakukan apapun untuk mendapatkan harta suamimu, sama seperti kamu merayu seamus ** dan tidur dengannya supaya Seamus ** mau merebut dan memberikan harta ini kepadamu”, kata suara itu dengan lantang
Siren terkejut mendengar tuduhan suara itu, “bohong, itu bohong... kamu pembohong”, kata Siren berlari menuju ruangan Berata, tapi michael menghalanginya den mendorongnya kebelakang.
“Kamu sungguh hina siren, Kamu menikahi tuan Carl untuk merebut hartanya, bahkan anaknya pun kamu asingkan di rumah sakit jiwa dengan menuduh dia sakit jiwa, kemudian kamu dengan bantuan Seamus **, membunuh tuan Carl dan membuat seperti kecelakaan, “
__ADS_1
“Jangan dengarkan orang ini, dia pembohong, dia pembohong”, kata Siren
Lalu di layar yang ada di Bar tiba tiba hidup dan memutar video Siren bersama Seamus ** di sebuah hotel
“Apakah kalian tau kalau kematian Tuan Carl membuka jalan Seamus untuk menguasai semua tempat ini, setelah Seamus mendapatkan harta tuan Carl, dia tergiur juga dengan semua property di area ini yang hampir seluas 3 Ha, dan wanita inilah yang menunjukkan jalannya” kata Berata
“Dasar wanita, pelacur, penipu, enyah kamu dari sini”, kata mereka yang hadir
“Kalian tidak punya buktinya, aku masih pewaris yang sah dari harta tuan Carl “, kata Siren
“Kamu memalsukannya setelah kematian tuan carl, tapi kamu tidak tau kalau sebelumnya Tuan Carl sudah membuat surat wasiat baru”, kata Berata dari dalam ruangan
“Kamu asal bicara saja, kamu tidak punya bukti”, kata Siren
Lalu Pintu bar terbuka, tampak Helena dan Jose bersama seorang gadis muda dan seorang laki laki yang membawa tas seperti seorang pengacara
“Hei kenapa anak gila ini bisa ada disini”, kata Siren berteriak
“Dari sejak awal aku tidak gila, kamu lah yang membuat aku masuk rumah sakit Jiwa “, kata perempuan muda yang marah tapi di tahan oleh Helena dan Jose.
Lalu laki – laki pengacara itu maju ke hadapan Cindy dan menyerahkan sebuah Amplop bersegel kepada Cindy. Cindy membuka segel dan membacanya, “Aku Carl Heinz III menyerahkan semua kepemilikan atas namaku kepada Putriku satu -satunya Monica Heinz. Dengan ini surat kuasa yang dibuat sebelum atau sesudah surat ini tidak benar”
Semua yang hadir bertepuk tangan kecuali Siren, lalu Siren menghampiri Cindy dan merebut surat itu dari tangan cindy dan langsung merobeknya.
“Hahaha, sekarang surat ini tidak ada aku sudah merobeknya, akulah pemilik sah kekayaan Carl”, teriak Siren dengan keras
“Dasar wanita jahat” teriak orang orang dengan marah
“Siapa bilang kamu merobek surat itu Siren??”, kata Cindy
Siren terkejut, lalu melihat surat yang di robeknya teryata hanyalah kertas kosong, “kau.. kau”, kata Siren dengan geram
“Aku tau kamu akan merobeknya, jadi saat aku berbalik aku menukarnya dengan kertas biasa”, kata Cindy dengan bangga
“Aku bunuh kamu”, kata Siren berlari ke arah Cindy
Tapi tiba tiba “Plak”, sebuah tamparan membuat Siren Oleng dan terjatuh, ternyata Monika terlebih dahulu berlari dan menampar Siren.
“Tak sia sia, 2 tahun aku melatih tanganku untuk bisa menampar orang jahat seperti kamu sampai terjatuh, dulu aku lemah, aku berterima kasih padamu telah membuat aku menjadi gadis yang kuat”, kata Monica
__ADS_1
Monica maju untuk menampar Siren lagi tapi di tahan oleh Cindy,”jangan Monika, jangan kotori tanganmu dengan orang jahat seperti dia”, kata Cindy sambil memeluk Monica, monika menangis di pelukan Cindy.
Suasana yang haru menyelimuti Bar, banyak juga yang menangis melihat kejadian itu, lalu masuk 2 orang petugas polisi menangkap Siren dan membawanya pergi dari Bar.