
Ternyata warung Ayam betutu Bu Agung pengunjungnya rame, Berata dengan cekatan membantu Bu Agung Berjualan, bu Agung sangat senang, ternyata Berata sungguh terampil di warung miliknya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, Berata melihat mobil Ayla yg dipakai tadi pagi oleh Anindya dan Bu Agung, lalu Keluar lah seorang gadis, rambut sebahu, tampak modis, rambut bercat agak pirang
Berata berpikir.. Kok Anindya beda ya... Tadi perasaan rambutnya hitam, panjang dandanan sopan.. "Kok skr beda ya " Gumam Berata
"Selamat siang Dya" Sapa Berata
Sang gadis mengernyit.. Memandang Berata "kamu siapa, saya gak kenal"
Berata langsung diam bingung, kok Anindya jutek pikirnya
"Siapa sih laki laki Kumal ini bu?",
"" Eh, kamu gak boleh begitu, ini Berata, kerja dan tinggal disini bantu ibu, dia baru datang dari Singaraja, dompetnya kecopetan" Kata bu agung
"Alah..... Alasan.. dasar modus" Dengan ketus
"Berata..sini nak, ini kembarannya di Anindya,namanya Aninditha, kamu pasti bingung ya"
"Pantesan beda sekali, saya juga bingung, maaf, saya berata", sambil mengulurkan tangan ke Aninditha
" Eh.. Enak saja, bilang saja kamu mau nyentuh tangan saya" Dgn wajah jutek
Mau tak mau Berata menarik tangannya dengan canggung
"Ditha, gak boleh begitu, kamu harus sopan, Berata lebih tua dari kamu"
"Gak apa apa bu kata Berata" Sambil mengambil piring kotor bekas orang yg makan
"Bu, ntar teman temanku nau datang, aku mau traktir makan" Kata Aninditha, "eh kamu pelayan, siapkan tempat di pojok.. Satukan 3 buah meja" Perintah Aninditha
"Baik non" Kata berata sambil geleng geleng kepala, bu Agung yg melihat tabiat anaknya pun merasa tidak suka
Sekitar setengah jam datang lah 5 orang teman Aninditha, gaya mereka hampir sama,modis, gaya anak muda masa kini... Mereka bicara keras keras.. Tertawa terbahak-bahak, sampai mengganggu tamu yg sedang makan
Tak berapa lama datanglah Anindya dengan baju sederhana, rambut di ikat rapi dan sederhana.
"Sore Kak Berata" Sapa anindya
"Eh sore, Anindya, baru datang? Kok gak sekalian sama kakak kamu?"
"Mana mau ngajak saya Kak Berata, kak Aninditha kan model, temannya model juga, gak cocok sama saya kata Anindya"
"Lho kok sampai begitu"
"Gak usah dibahas, Dya mau ke dapur dulu.. Mau makan"
"Iya non Dyaa" Kata berata bercanda
"Eh kok non dya, gak mau dipanggil Non, panggil nama saja" Kata Anindya cemberut
"Bercanda, hehehe" kata berata
Disisi lain," eh siapa tu cowok yg diajak ngomong adikmu tha" Kata merry
"Oh.. Itu.. Itu pelayan baru disini, "
__ADS_1
"Pelayan.. Ganteng juga"
"Ganteng katamu, cowok Kumal begitu" Kata anindya
"Iya comel. Sama kaya adikmu" Timpal yg lainnya sambil tertawa
.......
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi, berata baru saja mau memejamkan matanya, tiba tiba merasakan hawa yg berbeda, "mm, orang ini sepertinya memiliki ilmu yg hebat"
Lalu dia Keluar dari warung menuju areal parkir terminal yg sudah sepi.
"Keluarlah, aku tau kamu mencari diriku " Kata berata
'Tiba tiba bayangan hitam berkelebat dan berdiri di depan Berata sekitar 10 mtr, selanjutnya ratusan muncul 5 orang dibelakangnya berpakaian Merah, putih, biru, hijau dan ungu.
Tak berhenti sampai disitu tiba tiba muncul lagi di belakangnya sekitar 200 orang, berata mengenali beberapa dari mereka, Wrespati dan teman temannya
"Apa yg kamu mau dari ku"
Yang berpakaian merah bicara" Kamu sudah melukai adik seperguruan kami, daerah ini adalah wilayah kekuasaan kami, kamu berani memukul mereka berarti kamu berani melawan kami dan kamu akan mati"
"Anak buahmu, mencopet dompetku, dan mau membunuhku, apa salahnya aku memukul mereka" Berata berdiri santai tak kenal takut
"Kamu banyak alasan, pagi ini kanu harus mati" Kata yg berbaju merah
"Patahkan kakinya" Perintah yg berbaju putih
Segera 200 orang yang membawa tongkat menyerbu Berata, berata tampak santai, lalu bergerak cepat, tangan dan kakinya dilontarkan, setiap pukulan dan tendangan 1 orang penyerang jatuh, tidak sampai 10 menit semua orang jatuh mengerang kesakitan
"Hebat juga kamu ya, tapi kamu ngak tau kemampuan kami 5 gagak bersaudara, Aku gagak merah, aku menghancurkan kamu, serang"
"Ayo hadapi aku" Melompat melancarkan pukulan ke Berata
Berata hanya menghindar, tidak berusaha melawan, gagak ungu kesal dan marah
"Ayolah lawan aku pengecut" Geram
"Tapi aku tidak memukul perempuan"
"Aku Gagak ungu, memang perempuan tapi aku bukan lemah, ayo lawan aku" Mengeluarkan sepasang trisula, trisula mengeluarkan cahaya ungu dan memancarkan hawa kematian
"Kamu rasakan jurus 7 trisula bayanganku" Melompat, gerakannya semakin lama semakin cepat, berata terkejut dengan kecepatan gerakan Gagak ungu.
"Aku tak bisa memukulnya, aku harus melumpuhkannya saja" Gumam berata
Berata masih saja menghindari setiap pukulan gagak ungu, sambil mencari kelemahannya, sampai suatu ketika berata melihat celah kelemahan gagak ungu, memukul dengan pelan bagian punggung gagak ungu pada titik cakra tubuh gagak ungu... Tiba tiba gagak ungu merasa kehilangan tenaga
"Kamu.. Kamu.. Kurang ajar" Kata gagak ungu
" Ayo bunuh aku" Kata gagak ungu
" Maaf tak bisa memenuhi keinginanmu, aku tak akan bisa menyakiti perempuan"
Melihat gagak ungu yg telah kalah, ke empat gagak lain melompat ke arah gagak ungu, mereka berempat menyalurkan tenaga dalam ke tubuh gagak ungu
Segera gagak ungu merasa segar kembali,
__ADS_1
"Orang ini tampaknya hebat , kita harus mengeluarkan jurus andalan kita untuk mengalahkan anak ini" Kata Gagak merah
"Ayo kita terapkan jurus formasi gagak langit, Formasi Gagak Langit" Kata gagak merah
Segera gagak merah membentuk segi empat dengan gagak ungu di bagian tengah, mereka menyerang bergantian tiap sudut berputar seperti cakra
Berata tampak kewalahan membendung serangan para gagak, dia hanya bertahan, berata bergerak sangat cepat untuk menghindar dari serangan
"Kalo begini terus bakal lama, aku harus segera mengalahkan gagak ini" Pikir berata
Berata melompat ke udara, tubuhnya melayang, "Jurus genta emas membelah langit" Kata berata
Dari tubuhnya Keluar cahaya putih, "hiaat" Berata terbang kearah gagak, ada tenaga besar dan kemudian tenaga besar tersebut meledak membuat gagak terbang, jatuh terduduk, tidak punya tenaga lagi
"K ka kamu memang hebat bisa mengalahkan kami" Kata gagak merah
"Tapi kamu jangan senang dulu, guru kami Ki Banaspati akan menghajar mu"
Tiba tiba, kabut putih memenuhi tempat mereka,
"Hebat, sudah lama aku tak melihat jurus Genta Emas membelah langit, aku mengira jurus ini sudah punah, Wahai anak muda siapakah yang mengajarkan jurus itu, jurus itu adalah jurus andalah kakak seperguruan ku Made Urip"
"Pekak Urip adalah guruku" Kamu siapa
Sebuah bayangan muncul didepan Berata
" Aku Banaspati raja, Urip adalah kakak guruku yang menghilang, kalo kamu benar adalah muridnya aku akan menguji kamu, bersiaplah"
Segera mereka bertukar hampir 20 jurus, gerakan mereka semakin cepat
"Kamu hebat, kamu pantas jadi murid kakakku, aku akan menguji batasmu'
Banaspati bergerak semakin cepat, limapuluh jurus berlalu dan berata masih berdiri tegak
" Kamu..kamu bisa menahan ku, Kamu lihat apakah kamu bisa menahan mata api Banaspati" Lalu mata banaspati berubah semakin merah dan mengeluarkan api , seluruh tubuh banaspati terlihat merah menyala
Banaspati mau melompat menyerang, tiba tiba dia melihat tubuh berata bersinar keemasan, dan tampak seperti menggunakan baju zirah berwarna emas
"Hah.. Kavacha dan Kundala dewa matahari bersatu dengan tubuh genta emas pemuda ini, sungguh dialah anak langit yg lahir 1000 tahun sekali" Kata Banaspati
Tiba tiba kabut menghilang, dan Banaspati berlutut didepan Berata
"Mohon kasihanilah hambamu yang tidak tau ini" Banaspati bersujud
"Guru.." Kata para gagak bersamaan
" Kalian cepat berlutut, atau kalian akan mati" Kata banaspati
"Tapi kenapa guru" Kata gagak ungu
"Cepat berlutut, ini perintah"
Mau tak mau semua gagak mengikuti perintah Banaspati
"Tuanku, mulai saat ini Gagak hitam dan semua muridku mengabdi kepadamu" Kata Banaspati
Berata hanya diam, "aku akan memanggilmu bila waktunya nanti" lalu pergi dari tempat itu
__ADS_1
Setelah berata tidak kelihatan, Banaspati baru bangkit, "ayo kita pergi, rawat mereka yg terluka"