Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 14. Jamuan Makan


__ADS_3

Berata dan Dokter Sarah Tiba di hotel Grand Bali Beach. Parkiran yg luas itu begitu penuh, Berata yakin si empunya acara pasti orang besar karena rata rata mobilnya mewah.


"Sarah, sebelum masuk kedalam aku mau bertanya" wajahnya serius


Dokter Sarah mengangguk, terlihat rasa enggan di matanya


"Ini acara siapa dan apa??" Katakan padaku supaya aku bisa bersikap dengan baik"


Menarik nafas "ini acara Profesor Andre. Dia adalah direktur rumah sakit internasional terbesar di Bali, dia dijodohkan denganku oleh papa, aku tidak mau, dan ini adalah hari ulang tahunnya sekaligus perayaan akreditasi rumah sakit miliknya"


"Baiklah.. aku mau berpura-pura jadi pacarmu tapi hanya untuk hari ini.. ini sebagai rasa terimakasih ku kamu membelikan aku setelah mahal ini" sambil tertawa


Begitu memasuki area Ballroom, Berata terpukau dengan dekorasi ruangannya yg megah. Mereka mencari tempat duduk di meja yg agak pojok dan masih sepi.


Baru saja duduk, seorang gadis mendekati meja.


"Sarah.. kamu gimana sih.. kamu telat 1 jam... Acara penyerahan penghargaan sudah berakhir... Masa kamu melewatkan acara calon suamimu"


"Vanessa.. kamu jangan bicara sembarangan aku tidak pernah mau dijodohkan dengan Andre, kalo kamu mau ambil saja"


"Gadis tak tau diuntung.. kamu menolak berlian, lebih memilih sampah yg belum tau berasal dari mana" sambil menunjuk Berata , kemudian pergi


"Siapa dia, kelihatannya kamu seperti bertemu musuh bebuyutan" sambil ketawa ringan


"Vanessa namanya, dia menyukai Andre, "


"Oh jadi kalian rebutan cowok"


Dokter Sarah kesal dan mencubit pinggang Berata, tapi Berata tidak bereaksi, Dokter Sarah semakin keras mencubit pinggang Berata, tapi Berata santai saja sambil tersenyum. Akhirnya Sarah berhenti karena tangannya sakit


"Gak sakit?"


"Sakit, tapi aku tahan.. coba kalo aku teriak disini.. kan semua noleh dan kau bakal malu"


""Gombal" kata Sarah akhirnya berhenti mencubit


Segera 2 orang cewek menghampiri Sarah, kemudian mereka Berpelukan


"Aku kira kamu gak datang Sarah"


"Aku terpaksa datang Sari, aku gak mau papa marah marah terus"


"Kamu dari tadi dicari papa kamu" kata Dina menimpali


"Biarin, males" kata Sarah


"Siapa nie.. kenalin doong Sarah, ganteng banget"


"Kenalan aja sendiri"


Kemudian Dina dan sari duduk disebelah Berata...


Mereka berkenalan dengan Berata


"kamu pacar si jutek Sarah ya" kata sari


"Awas Lo.. Sarah galak kaya macan" Dina menimpali


Berata tersenyum kecut


"Eh.. ganjen... Berata pacarku.. kalian gak boleh dekat sama dia"


"Ck..ck..ck hebat sarah... Calon suaminya ultah malah Dateng bareng pacar.. hahaha " kata Sari


"Biarin.. aku gak mau di jodohkan dengan Andre"


"Udah gila kamu ya Sarah .. apa kurangnya Andre... Ganteng Tajir"


"Cinta gak bisa di beli dengan uang Dina" kata Sarah


"Sudahlah.. memang dari dulu kamu paling beda Sarah" kata Dina


"Aku kira kamu tidak datang Sarah" tiba tiba ada suara memanggil Sarah


"Demi Papa Sarah datang" kata Sarah cuek


Seorang pemuda yang tampan menggunakan Jas hitam duduk disampingnya Sarah


"Kamu terus saja menolak ku Sarah, katakan kepadaku apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa menerima aku"


"Andre, jangan paksa aku , kalo aku tidak suka ya tidak" dengan ketus Sarah menjawab


"Oh lelaki ini yg namanya Andre, tampan dan gagah,. Kenapa Dokter Sarah tidak menyukainya" pikir Berata

__ADS_1


"Kamu boleh menolak ku tapi setidaknya kamu tidak membawa laki laki tidak jelas dihadapan ku"


Berata tetap tanpa ekspresi sambil memakan cemilan yg tersedia didepannya


"Siapapun yg aku ajak kamu gak perlu mengurus aku aku bisa mengurus diriku sendiri" kata Sarah kesal karena Berata tidak menanggapi


Andre beranjak dari tempat duduknya lalu berbicara"jangan lupa Sarah.. kelangsungan hidup perusahaan papamu ada di tanganku" dan berjalan ke arah Berata.


Andre mengulurkan tangannya kepada Berat "kenalkan, Prof. DR . dr Andre Wirawan . Direktur Rumah Sakit Bali Internasional Hospital, Calon suami Dokter Sarah


Berata juga berdiri "Saya Berata, Pengangguran, Pacar Sarah" kata Berata dengan muka datar


Dengan masih tetap bersalaman "Apa yang dilihat Sarah pengangguran sepertimu, pemuda dengan masa depan tidak jelas"


" Tanya sendiri pada orangnya" saut Berata


"Apa kamu peliharaan Sarah?? Kamu menjual tubuhmu untuk Sarah? Sehingga kamu bisa numpang hidup pada dia" kemudian berusaha meremas tanga Berata


"Andre.. jangan kurang ajar kamu" kata Sarah


"Aku paling tidak suka ada lelaki yang merendahkan perempuan" kemudian Berata meremas tangan Andre sampai terdengar suara "krak"


"Arrghhhh.. tanganku" teriak Andre kesakitan


"Sekali lagi kamu menghina Sarah, bukan hanya tanganmu, seluruh tubuhmu aku akan patahkan" kata Berata lalu menggandeng Sarah keluar


" Kamu.. tunggu pembalasanku , kamu tidak tau aku, dan kau Sarah.. aku bisa membuat perusahaan farmasi Ayahmu bangkrut dalam sekejap"


Sarah langsung berhenti, "Jangan", Sarah tiba tiba kuatir.


"Aku bisa menuruti kemauan mu tapi jangan perusahaan ayahku"


"Terlambat Sarah, aku sudah berusaha baik terhadapmu tapi kamu sendiri yg menggali lubang kubur Ayahmu"


"Ayo pergi dari tempat ini" ajak Berata


"Aku tidak bisa pergi Berata, perusahaan papaku adalah salah satu kebanggan papa, kalo bangkrut maka papa akan sangat terpukul"


"Aku bisa membantumu, percayalah"


"Bagaimana kamu akan membantuku?"


"Kamu tenanglah, aku bisa membantumu, percaya kepadaku" kemudian mereka pergi dari Hotel


"Kamu tidak apa apa kan kalo aku ajak makan di pinggir jalan kaya gini .?" Kata Berata


"Maksudmu?"


"Maksudku, kamu kan Cantik, bawa mobil, pakai gaun pula, masa mau makan di lesehan pinggir jalan gini"


"Kalo gak mau kenapa aku mau ada disini sama kamu?" Wajah Sarah masih kesal


"Sudahlah.. kita pesan kalo begitu, aku yang bayar" Berata memanggil penjual dan memesan makanan


"Sekarang ceritakan padaku tentang masalah perusahaan Farmasi papamu, mungkin aku bisa membantu"


"Bagaimana kamu bisa membantu?? Yg kita bicara kan disini adalah uang milyaran, kamu punya?? Kalaupun kamu punya kamu tak akan semudah itu membantu"


"Tenang sedikit Sarah, aku punya teman yg suka berinvestasi, siapa tau dia tertarik dengan Perusahaan Papamu"


Sarah memandang Berata "baiklah aku ceritakan ke kamu"


"Perusahaan Papaku Sari Husada Farmasi adalah perusahaan obat yg dirintis papaku, tahun lalu papaku perlu modal untuk penelitian Obat, oleh karena itu mencari pinjaman pada mitra kerja yaitu Perusahaan Adama Corporation sebesar 100 milyar"


"Tapi sampai saat ini obat yg diteliti belum memuaskan hasilnya sehingga hutang tersebut sudah jatuh tempo"


"Adama Corporation adalah perusahaan induk dari Bali Internasional Hospital, dan Andre adalah anak pemilik Adama Corporation"


"Itulah sebabnya, Andre mau aku menikah dengannya dengan jaminan dia tidak akan menagih hutang Papa"


"Begitu ceritanya... Kamu sabar . Besok pagi aku akan ketemu dengan temanku , semoga temanku bisa membantu. Kalau boleh tau obat apa yang diteliti oleh papa mu?


Sarah menunduk sedih "3 tahun lalu mama meninggal karena sakit Gula, jadi papa terobsesi untuk meneliti obat yg bisa membantu meringankan atau menyembuhkan sakit gula tanpa efek samping"


"Mulia sekali tujuan papamu, aku yakin temanku akan membantumu"


"Ayo kita makan makanan sudah datang"


Baru Lima menit mereka makan, HP Sarah berbunyi.


"Kak Sinta.. ada apa kak?


"Apa papa kena serangan jantung?, Ok Sarah segera kerumah sakit"

__ADS_1


"Berata, papa dirumah sakit, papa kena serangan jantung setelah Andre menelpon, aku pergi, kamu pulang sendiri"


"Sarah.. maafkan aku, aku akan segera membantu perusahaan papamu"


"Ini salahku, kalo dari dulu aku menerima Andre, papa tidak akan begini" langsung pergi meninggalkan tempat lesehan


Berata mengeluarkan telpon dan menelpon Pak Quinton Manager Bank.


Berata meneruskan makannya, kira kira 20 menit Quinton datang.


"Tuan Berata, apakah kita aman berbicara disini"


"Katakan saja apa hasil penyelidikanmu terhadap perusahaan Adama Corporation"


"Tuan, Adama adalah perusahaan Nasional yg bergerak di berbagai bidang, pertahanan, transportasi, pertambangan, obat dan makanan tentunya rumah sakit juga. Nilai pasarnya sekitar 1,5 triliun dengan laba bersih perusahaan setiap tahunnya bisa mencapai 700 milyar. "


"Bisakah kamu membelinya?? "


"Apa . Tuan Berata mau membelinya?"


"Iya, aku mau kamu membelinya, kemudian kamu aku jadikan direktur nya, aku tidak mau ada yang tau bahwa aku pemiliknya"


"Baik Tuan.. kebetulan Adama Corp adalah nasabah terbesar bank kami, saya yakin bisa membeli semua sahamnya dan menjadikan anda pemilik utama"


Berata kemudian pulang, waktu sudah menunjukkan pk 12 malam.


Dalam perjalanan pulang di sebuah lapangan umum, Berata berhenti di tempat yang agak gelap. Berata masuk kedalam lapangan, keadaan gelap tidak ada penerangan. Berata duduk bersila.


Kemudian bersemedi, menenangkan dirinya, menyatu dengan alam sekitarnya dan dunia lain muncul dihadapannya, sebuah desa yang asri tampak disekelilingnya.


Berata tidak mau menggangu penghuni dunia tersebut kemudian dia fokus untuk bisa melihat keberadaan Anindya dengan mata batinnya. Ternyata dia melihat Anindya belum tertidur dan sedang menulis Diary.


Kemudian Berata mulai mendengar suara batin Anindya. "Kak Berata, terimakasih buat hari ini, kakak telah menyelamatkan Dya, Dya gak tau apa jadinya dirinya Dya kalo kakak tidak ada bersama Dya , mungkin Dya sudah bunuh diri karena malu. "


"Kak Berata, jangan pernah tinggalkan Dya, I Love U"


Berata tersenyum mendengan suara hati Anindya. lalu mengambil Hpnya mengirimkan pesan kepada Anindya


"udah malem Dya, tidur ya, besok sekolah"


Anindya terkejut,"apa kakak melihatku belum tidur?" pikirnya


"kakak memata-matai Dya"


Berata lupa saking senangnya, "ngak. Kakak lagi mau tidur pasti Dya lagi nulis Buku Diary"


"kakak... kakak jgn keterlaluan ya . Dya tau kakak sakti, tapi kakak gak boleh memata-matai Dya.. apalagi saat Dya sedang mandi" katanya kesal


"oh... tentu tidak Dya. Kakak hanya menebak saja kok" jawabnya kikuk


"ya udah.. Dya mau bobok... kakak jangan tidur terlalu malam, inget cari kerja ya buat masa depan kita"


Berata tersenyum membaca pesan Anindya "met bobo adikku sayang"


"Kakak...." dengan emoji setan


"eh met bobo Dya sayang" emote memeluk


lalu di jawab emote Hati yang besar


"gini ya rasanya pacaran" gumamnya


Tiba tiba dia mendengar suara ribut di belakangnya.


"Ayo cepat lari dik, sedikit lagi, kita harus bisa menyelamatkan diri"


" Aku tidak kuat lagi kak..kita beristirahat disini saja."


". Bella , kakak takut pembunuh itu akan menemukan kita"


"Bella , mereka adalah gembong Narkoba yang memiliki jaringan yang luas, mereka pasti bisa menemukan kita"


Dalam kegelapan Berata melihat seorang pemuda berusia 20 tahunan dan seorang gadis kecil berusia sekitar 10 tahunan


Berata juga melihat sekitar 20 orang mengejar mereka... Dan mengepung kedua orang tadi


"Mau lari kemana kalian... Kalian akan mati disini, siapapun yang melihat transaksi kami harus mati"


"Kami tidak sengaja, maafkan kami, kami tak akan memberitahu siapa siapa, maafkan kami"


"Kamu memang tidak beruntung karena bertemu kami, kini saat kamu harus mati" kemudian mereka mengeroyok pemuda dan adiknya tadi .


Ternyata kedua orang tadi punya ilmu beladiri silat juga.. terutama sang kakak memiliki ilmu yang bagus..

__ADS_1


__ADS_2