Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 77. Semua Sr.


__ADS_3

Riko diselamatkan oleh Anindya.


“Terima kasih Nona sudah menyelamatkan saya, saya tidak menyangka Orang ini hebat, Anda harus berhati- hati”, kata Riko


“Tenanglah, aku tau batas kemampuanku, dia belum bisa mengalahkan aku”, kata Anindya


“hohohoho, ternyata seorang gadis yang sangat cantik, kamu pasti istri dari cecunguk itu, aku akan bermain denganmu sampai dia tiba, kemarilah gadis kecil datang pada aku , aku akan memuaskan kamu”, kata Seamus


Tiba tiba Anindya Bergerak dan menendang perut Seamus sampai dia terjengkang kesakitan. Semua anak buah Seamus tercengang tak percaya kalau seorang gadis mampu menendang Seamus ** sampai terjatuh.


Tak berbeda dengan Cindy dan Riko yang juga terkejut, “Ternyata ilmu istri bos besar hebat juga, selama ini hanya dengar desas desusnya saja”


“Arrgg, bangsat kamu, aku tak akan mengampuni kamu, aku akan meminum darahmu, lalu Seamus ** mengeluarkan trisula kembar, kemudian menyerang Anindya dengan dahsyat, Anindya hanya menghindarinya, meliuk liuk sesekali melancarkan serang tangan kosong ke arah Seamus, pada satu kesempatan, Seamus menyerang dan menebas kearah leher Anindya.


“Awas nona” Riko berteriak


Anindya melompat ke belakang, lalu Riko melemparkan 2 buah tongkat besi kecik kepada Anindya. “Terima kasih Riko, sayang kak berata gak ada, aku ingin sekali mengiris tubuhnya dengan shotelku”.


Lalu Anindya bergerah luwes dengan 2 besi di tangan menyerang dengan jurus shotel surgawi , Seamus yang tadinya unggul sekarang mulai kewalahan , tubuhnya sudah berkali-kali kena pukulan besi Anindya, Anindya melompat memukul kearah kepala Seamus, Seamus menangkisnya dengan 2 trisula, terdengar suara yang keras, trisula itu patah dan pukulan mendarat di kepala seamus dengan keras.


Seamus oleh lalu terjatuh, dia menggeram tak percaya bisa di kalahkan oleh Anindya, lalu dia mengeluarkan sebuah botol pil, dan meminumnya, tubuh Seamus bergetar, dari kulitnya mengeluarkan asap tipis.


“Sekarang giliranmu mati, bos sudah mengeluarkan senjata andalannya”, kata anak buah Seamus


Tubuh seamus berdiri, tampak menjadi lebih kekar, ototnya keluar seperti seorang binaragawan.


“Ternyata ada obat seperti itu”, kata Anindya. Lalu Anindya menyerang Seamus dengan kedua tongkatnya besinya dengan keras, tapi Seamus tidak menghindar, malah menerima semua pukulan dengan santai, lalu tampak kuku Seamus memanjang dan tajam, tangan kirinya memegang tongkat besi Anindya, dan tangan kanannya bersiap untuk mencakar tubuh dari Anindya, mendapat serangan itu Anindya melompat ke belakang dan melepaskan genggamannya pada besi.


Lalu dari arah pintu terdengar keributan , ternyata ada yang membakar motor Harley para penyerang Bar Cindy. Lalu 2 buah sinar meluncur ke arah Anindya, Anindya melompat ke belakang untuk menangkap sinar tersebut.


“Shotel Surgawi kesayanganku, terimakasih kak”, kata Anindya


“kakak tak akan mengganggumu sayang, silakan selesaikan dengan caramu”, kata Berata


“Terima kasih kak berata”, kata Anindya


Lalu Anindya berdiri tegak, tangannya memegang 2 shotel kembar, bergerak membuka jurus Shotel surgawi, tubuh Anindya seperti bercahaya kebiruan, dan hawa dingin tiba tiba menyeruak di dalam bar menyebabkan semua yang ada disana merasakan ngeri.


Seamus matanya berubah menjadi merah, dia menyerang Anindya, tapi sekrang Anindya memegang Shotel, gerakan Shotel ini mirip tarian, yang lemah gemulai tapi saat menyerang menyimpan kedahsyatan . sekarang Seamus janya bisa bertahan untuk tidak terkena sabetan shotel, saat ini Anindya sudah sampai pada jurus kedua, dia tidak memberi kesempatan pada Seamus, Shotel telah melukai titik titik vital Seamus, dan seamus yang tadinya berdiri gagah kini terjerembap ke lantai tak berdaya. Anak buah Seamus ketakutan melihat keganasan Anindya.


Seamus telah lumpuh, semua titik vital nadi Seamus telah dipotong dari bagian kaki hingga tangan, sehingga dia tidak bisa berdiri sedikitpun .


Semua terdiam, tak berani bicara. Bahkan ada yang sampai kencing di celana.

__ADS_1


Tiba tiba dari arah pintu, terdengar suara yang keras


“Siapa yang berani melukai anakku”, sebuah laki laki tambun muncul diikuti dengan beberapa lelaki berbadan kekar


“Aku yang melukainya”, kata Berata


“Kamu mencari mati, kamu tidak tau aku Seamus Senior, penguasa tempat ini, bunuh dia”, kata Seamus


5 orang berbadan kekar melompat hendak memukul Berata, lalu Michael melempat menghadang mereka.


“Bos ijin kan aku”, katanya memelas kepada Berata


Berata Mengangguk, kemudian ke 5 orang itu menyerang Michael, terjadilah pertarungan Sengit , bertukar pukulan dan tendangan , walaupun sendiri, Michael tampak lebih unggul, perlahan tapi pasti, dia bisa menjatuhkan ke lima orang tersebut.


“Ada lagi??”, kata Michael kepada Seamus


Seorang yang tinggi kurus melompat ke depan Michael, “Aku Tinju Selatan akan bermain main denganmu, lalu dia menyerang Michael, ternyata tinju selatan ini sangat hebat, setiap serangan Michael bisa di patahkan dengan udah, Michael pun mulai kewalahan dengan serangan dari tinju selatan. Dan saat michael lengah sebuah pukulan penuh tenaga dalam meluncur menyerang dadanya, di saat yang tepat berata sudah berdiri di depannya dan memegang kepalan tinju selatan.


“Mundurlan, dia bukan tandinganmu”, kata Berata


“Oh, ternyata kamu yang namanya Berata”, kata tinju Selatan


Tak banyak berbicara, tinju selatan menyerang berata dengan jurus tinju yang cepat dan bertenaga, Berata meladeninya dengan tak bergerak mundur sedikit pun, ilmu bertarung tangan kosong berata sungguh hebat, semua serangan tinju selatan di ladeni dengan santai.


"Tinjumu lemah", kata Berata


“Adik”, kata seorang laki laki melompat menangkap tinju selatan


“Hati hati kak, dia sangat Hebat”, kata tinju selatan


“Kamu tenanglah, belum ada yang mampu menandingi jurus kita berdua”


“Berata, kamu hadapi aku sekarang , aku tendangan utara akan menghabisimu”


Tendangan utara menyerang Berata dengan tendangan yang mematikan, pertarungan yang hebat, kaki tendangan utara seperti pegas yang tak pernah lelah menandang berputar dengan cepat menyerang Berata. Berata yang sebelumnya menangkis saja, mulai mengikuti gaya tendangan utara, dia menangkis dan menyerang dengan kaki saja, semakin lama semakin cepat dan mampu mengimbangi tendangan utara, perlahan namun pasti kecepatan tendangan Berata lebih cepat dari tendangan utara. Tendangan utara terkejut ada yang lebih cepat dari dirinya. Saat dia lengah, Berata menendang perutnta hingga terjengkang.


Tendangan utara memukul lantai sampai pecah, kemudian tinju selatan datang menghampiri. “Ayo kita serang sama- sama kak”.


“Baik”, lalu tendangan utara dan Tinju Selatan menyerang bersama – sama, gerakan Berata semakin cepat dan cepat sampai hanya terlihat bayangan saja karena dia di serang dari dua sisi. Karena tak mampu mengalahkan berata, tendangan utara dan Tinju selatan melompat ke belakang., sepertinya kita harus menggunakan cara terakhir, lalu mengambil masing masing sebuah pil, lalu memakannya, sama seperti Seamus, tubuh mereka terlihat tambah kekar, kalu tinju selatan mengekuarkan 2 buah pisau pendek yang dipasangkan pada telapak tangannya, sedangkan tendangan utara menekan tumit sepatunya lalu di ujung sepatunya juga mengeluarkan pisau kecil berwarna emas.


Lalu Berata pun mengeluarkan Pedang merah Kalajengking yang dia dapatkan, hawa kematian berwarna merah menyelimuti tubuh berata. Tendangan utara dan tinju selatan menyerang bersama-sama. Berata dengan satu gerakan tak ingin berlama lama langsung 1 tangan tinju selatan dan 1 kaki tendangan utara. Mereka mengaduh kesakitan, yang pali terkejut justru Seamus, melihat tinju selatan dan tendangan utara di kalahkan, dia langsung menyelinap keluar dari bar, tapi Michael sudah ada di depan pintu, lalu menendangnya sampai tersungkur, kemudian menarik kakinya kehadapan Berata.


“Aku dengar kamu mencariku”, kata Berata

__ADS_1


“Maafkan aku, ampuni aku, aku akan melakukan apa saja tapi ampuni nyawaku”, kata Seamus


“Lelaki pengecut, anakmu ternyata lebih bernyali dibandingkan kamu”, kata Anindya


Berata yang masih menghunus pedang kalajengking, kemudian menusukkan pedang itu ke paha Seamus sampai menembus lantai, Seamus menjerit kesakitan, berteriak melolong.


Bahkan Cindy pun pingsan melihat kekejaman Berata. Berata berjongkok, “kamu mau melakukan apa saja demi nyawamu???” kata Berata


“Katakan apapun yang kamu mau aku bisa menurutinya”, kata Seamus


“kalau begitu baiklah, aku akan berbaik hati kepadamu, aku mengampuni nyawamu, tapi ada syaratnya”, kata Berata


“Katakan padaku, apapun itu aku akan memberikannya kepadamu”, kata Seamus


“Baiklah kalau itu maumu, Aku ingin seluruh kontrak tanah area ini di serahkan kepadaku”, kata Berata


“ka.. kamu gila”, kata Seamus


“Terserah kalau kamu tidak mau”, kata Berata Sambil menginjak kaki Seamus


Seamus berteriak kesakitan, “Baik lah.. baiklah, aku akan menyerahkannya kepadamu, besok aku akan memberikannya untukmu”, kata Seamus


Berata menginjak lagi kaki Seamus “Aku ingin sekarang”, kata Berata


“Ampun.. ampun , baiklah, aku akan menelpon asisitenku sekarang”, kata Seamus


Seamus mengambil HPnya lalu menelpon seseorang, “10 menit lagi mereka datang”kata Seamus


Berata mencabut pedang di paha Seamus kemudian menotok jalan darahnya untuk menghentikan pendarahan.


“Saat aku mengampuni nyawamu, jangan bermain api denganku, atau aku akan mengirimmu lebih cepat bertemu dewa kematian”, kata Berata


Seamus menelan ludahnya, baru kali ini bertemu orang yang kejam seperti berata.


Cindy telah siuman dari pingsannya, dia bengong melihat seamus berlutut di depan Berata.


“Cindy kamu telah bangun rupanya, sebentar lagi kamu akan jadi pemilik tempat ini”, kata Berata


“Maksudmu?”, kata cindy


“Tuan Seamus yang baik hati memberikannya untuk kita “, kata Berata


Cindy menggelengkan kepalanya melihat kata Berata.

__ADS_1


Tak sampai 10 menit asisten Seamus datang membawa berkas kepemilikan semua tanang dan gedung area di sekitar bar, yang dia rebut dari tangan pemilik Aslinya. Setelah menanda tangani. Seamus di biarkan pergi, ambulans datang membawa Seamus dan semua anak buahnya yang terluka sedangkan yang lainnya berjalan kaki karena motornya telah dibakar oleh Berata.


__ADS_2