Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 75. Investasi baru.


__ADS_3

“Tak disangka, hanya dalam sekejap kalian sudah membuat onar disini”, kata Kapten Armand


“Dia menodongkan pistolnya padaku, masa aku harus diam??”


“setidaknya , kamu tidak melukainya sedemikian rupa, aku yakin masalah ini akan jadi panjang, kalian menambah pekerjaanku, belum masalah hilangnya gadis gadis, taukah kamu kalau orang yang kamu lukai itu adi walikota kami??”


“Aku tau, dan aku tau mereka semua adalah pengedar narkoba” kata berata


“Aku tetap akan membawa kalian ke kepolisian untuk di tahan, ini demi keselamatan kalian”, kata kapten Armand


“Maaf kami tidak bisa mengikuti kemauan anda Kapten”, kata Berata


“Aku akan membawa kalian, meski aku harus memaksanya”, kata kapten Armand geram


“Apakah kamu yakin pasukanmu bisa menangkap aku??” kata Berata


“Bila perlu aku kerahkan satu negara untuk menangkapmu”, kata kapten Armand dengan tak kalah sengit


“Baiklah, kalau begitu aku harus menelpon seseorang”, kata berata sambil menekan nomer di Hp-nya, setelah beberapa saat berata menutup telponnya. Tak sampai 1 menit telpon Kapten Armand berdering.


“Siap Jenderal, saya laksanakan “ kata kapten Armand suaranya agak gemetar


“Siapa kamu, kenapa Jenderal polisi menelpon untuk melepasmu???” kata kapten Armand


“Aku hanya menelpon saudaraku, mungkin saudaraku menempon saudara saudara yang lainnya sampai pada jenderalmu kapten Armand”, dengan sedikit tersenyum


“Ayo kita pergi dari tempat ini”, kata Katen Armand dengan kesal


“Kapten, tolong bantu satu hal lagi, jika anda tidak bisa membersihkan lingkaran narkoba di kota ini, saya yang akan membersihkannya, saya beri waktu 3 hari”, kata Berata cuek


Berata lalu menelpon kembali, “ Rico, Michael dan jose, mari ikut berpesta dengan kami, yang lainnya silahkan kembali ke markas, tugas selesai”.


Helena dan Cindy masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya,” Siapa anda sebenarnya”, kata Cindy


“Kami hanya turis”, kata Berata tersenyum


“Helena, kamu berhenti bekerja, pulanglah, aku akan menanggung biaya kuliahmu”, kata Anindya sambil menyerahkan credit card dan kartu nama kepada Helena


Helena yang masih belum paham hanya diam saja tak bereaksi , “Maksud anda, anda mau mensponsori kuliah saya??”


“Benar, aku melihat kamu anak yang baik, kamu pantas mendapatkan kehudupan yang lebih layak”, kata Anindya


“Aku memang memerlukan uang, tapi aku tidak mau menjadi beban untuk orang lain, aku akan mencari biaya kuliah sendiri, aku tidak mau berhutang” kata Helena


“Kamu bisa membayar hutangmu setelah menyelesaikan kuliah dan bekerja, bagaimana menurutmu helena??” kata Anindya


“Kenapa anda begitu baik kepada saya, sedangkan anda baru saja bertemu dengan saya”, kata Helena


“tidak perlu banyak alasan untukk menolong gadis baik seperti kamu”, kata Anindya

__ADS_1


Lalu Helena memeluk Anindya dan menangis, “ Terimakasih nona


Lalu pintu terbuka lagi, dan tampak 3 orang lelaki masuk ke dalam Bar. Rico, Michael, Jose, kemarilah, aku akan memperkenalkan kalian.


“Ini Cindy, pemilik Bar ini, Rico dan Michael berjaga di tempat ini, lindungi tempat ini, Jose Tugasmu memastikan keselamatan Helena”, kata Berata


“Siap komandan”, kata mereka bertiga


“Kalian ini, sudah aku kasi tau, jangan panggil aku komanda lagi”, kata Berata


“Siap, belum terbiasa komandan”, kata jose lalu menutup mulutnya


“Ah sudahlah... kalian memang seperti anak kecil, kamu antar Helena pulang”, perintah Berata


“Helena, bawa kartu ini, pakailah untuk keperluan kuliahmu, dan ini nomerku, telpon aku kapanpun kamu mau”, kata Anindya


Helena memeluk Anindya dengan erat, “terimakasih Kak Anindya, bolehkan aku memanggil anda kakak??” kata Helena


“Tentulah boleh”, kata Anindya tersenyum


Lalu Jose mangantarkan Helena dengan berjalan kaki, karena rumah Helena hanya berjarak 15 menit dari Bar


“Nah sekarang urusan kita Cindy”, kata Berata


“Maksudmu apa”, tanya Cindy penuh selidik


“tenanglah, aku tak akan memakanmu, kamu tegang sekali, duduklah bersama kami”, kata Berata


“Maksudmu?”, kata Berata


“tahun ini adalah tahun terakhir kami menyewa tempat ini, kami bekerja keras mengumpulkan uang sewa tahun depan, tapi semuanya sudah berakhir, kami tak akan sanggup untuk menyewanya lagi”, kata Cindy


“Kamu sepertinya sangat menyayangi tempat ini Cindy “kata Anindya


“Tempat ini memberikan berjuta kenangan untuk aku dan Jack Suamiku, kami merintis usaha ini dari bawah, dari tempat yang tidak ramai, kami membangun sebuah komunitas seperti yang kamu lihat sekarang , jadi wajar aku sangat menyayangi tempat ini”


“Kalau begitu aku akan membantumu, kalau aku katakan aku akan memberikan untuk kamu , pasti kamu akan menolaknya, jadi aku akan menjadi mitra bisnismu yang baru, Aku akan membeli tempat ini dan kamu Cindy yang mengelolanya, keuntungan kita bagi 2 saja, bagaimana?”, kata Berata


“Apakah kamu tau berapa harga property disini??, kecuali kamu orang kaya raya baru kamu bisa membelinya”, kata Cindy


“Bagiku uang tak masalah, yang penting kamu bersedia mengelolanya dengan baik, aku suka tempat ini, aku suka dekorasinya, saat aku berkunjung lagi kesini, aku punya tempat untuk kunjungi”, kata Berata


“Apakah aku sedang bermimpi??, tapi rasanya mustahil, karena pemilik property disini adalah Seamus adik Tuan Rene”, kata Cindy


Berata dan Anindya saling menoleh dan tersenyum, “Kalau begitu lebih baik lagi, kita akan mendapatkannya secara gratis”, kata Berata


“Kamu Gila, Seamus mengendalikan semua geng bawah tanah di tempat ini, tempat ini akan di bakar hangus oleh mereka”, kata Cindy


“Kamu tenanglah, 2 orang kawanku akan berjaga disini, tak akan ada yang bisa melewatinya”, kata Berata

__ADS_1


“Sebenarnya Property di daerah ini bukanlah milik seamus, tapi 5 tahun yang lalu dia memaksa pemilik untuk menjualnya dengan harga murah, banyak yang jadi korban kejahatan seamus”


Berata mengambil HPnya dan menelpon Rhino, Begini caramu memimpin negeri ini Jenderal Rhino?? Aku baru saja berada 30 menit dari rumahmu, kejahatan sudah terorganisir dan menyusahkan penduduk”, lalu berata bercerita tentang kejadian di Bessans


Berata meninggalkan Bar Cindy dan membiarkan Rico dan Michael berjaga, mereka langsungkembali ke hotel, di depan Tuan Albert sudah menunggu.


“Kalian membuat keributan yang tak seharusnya kalian lakukan, setelah ini suasana kota kami tak akan senyaman dulu lagi”, kata tuan Albert


“maafkan kami, tapi dia menghina istri saya”, kata Berata sambil meninggalkan tuan Albert menuju kamar losmennya


Sesampainya di kamar, Berata menelpon Jose, “Jos, aku mau kamu mengawasi Helena, Aku curiga Helena menjadi target penculikan, ikuti kemanapun dia pergi terutama saat dia berada di keramain di pusat kota”,


“kak kenapa helena bisa menjadi target penculikan??”, kata Anindya


“ternyata harum yang khas itu Helena juga memilikinya, mungkin helena pergi pernah pergi ketempat yang sama dengan menghilangnya para gadis.”


“Aku mengerti kak, sebaiknya kita istirahat malam ini, siapa tau kita besok bisa memiliki petunjuk yang signifikan”, kata Anindya.


--------------


Keesokan paginya Berata di bangunkan oleh Tuan Albert, “Kami harap kamu segera meninggalkan kota ini, Seamus sedang mencari kalian”,’ kata Tuan Albert


“Wah kebetulan, saya memiliki urusan yang belum selesai dengan dia”, kata Berata santai


“Seamus itu orang kejam, kalian bisa kehilangan nyawa kalian bila berhadapan dengan dia”


“tenang lah Tuan Albert, kami akan menangani seamus dan menemukan Michelle anak anda”, kata Berata


“baiklah, kalau itu mau kalian , tapi sebelum kalian pergi pagi ini, pergilah sarapan, istriku sudah menyiapkan sarapan untuk anda”, kata tuan Albert


Pas saat sarapan datang Kapten Armand ke Losmen.


“Kapten, anda memang tau waktu makan yang tepat”, sindir Berata


“Kamu mungkin akan mati setelah keluar dari tempat ini”, kata Armand


“Seamus mencariku??, aku sudah tau”, kata Berata


“bukan hanya Seamus, tapi juga semua jaringan bawah tanah kota ini sedang mencari kalian”,


“wow kak, kita jadi terkenal nieh”, kata Anindya


“Nona , kamu terlalu santai, polisipun tak berani gegabah untuk berurusan dengan mereka”, kata Armand


Kapten Arman, aku sudah katakan, akan memberikan watu 3 hari untuk anda membersihkan kotaa ini dari kejahatan, lebih baik anda segera melaksakannya, karena saat waktunya habis aku yg akan bertindak”, kata Berata


“Aku bukan siapa siapa, bagaimana aku bisa mbersihkan kota ini dari para pengedar narkoba?” kata Kapten Armand


“Kamu boleh datang padaku dan meminta bantuanku”, kata Berata

__ADS_1


"kalian jangan bertindak gegabah, ini masih kotaku, aku akan menjaganya dengan sepenuh hati", kata Armand


"aku tau, ini kotamu, dan aku suka makanya aku akan membantu kamu membersihkan kota ini" kata Berata sambil tersenyum


__ADS_2