
Saat tiba di tujuan, Areal dijaga dengan sangat ketat.
“Mari masuk kak” kata pak Bupati sambil masuk keruang kerja
Ternyata kedua penjabat ini adalah sahabat lama, satunya guru, satunya dokter Gigi, sempat satu kelas waktu SMA di Denpasar
“Gede Bayu” kata pak gubernur “ saat ini aku mengajak Direktur dari PT INS, Beliau ini akan membuat desa percontohan di desa alas angker”
“Hoho, ternyata PT. INS perusahaan yang sedang membangun sekolah di desa alas Angker, terimakasih sudah membangun daerah kami”
“Terima kasih pak Bupati” kata Quinton , “saya hanya menjalankan amanah dari pimpinan kami”
“Bukankah Pak Quinton Direkturnya?”
“saya hanya pelaksana, semua diperintahkan oleh pemilik PT kami ”
“Gede bayu, ini ajudanku dibantu pak Quinton akan membuat proyek percontohan di desanya”
"saya Berata, mohon bimbingan Pak Bupati, saya akan memulai yang namanya program ketahanan mandiri yg saya beri nama Zirah Besi”
“Program ketahanan ini adalah program pengembangan potensi masyarakat, dimulai oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat”
“satu satunya tujuan program ini adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada semua orang yang ada dalam lingkungan tersebut”
“kita tau kejahatan sering terjadi karena mereka Lapar, saat mereka mau makan mereka tidak punya makanan , saat mereka mau membeli sesuatu, mereka tidak punya uang”
“tapi program saya bukan memberikan mereka langsung makanan atau uang, program saya adalah memberi mereka pekerjaan atau usaha yang bisa memberikan mereka uang atau makan”
“Semua orang bersatu padu, bersinergi untuk menuju keberhasilan proyek ini”
“itulah sebabnya saya pertama kali akan membangun sekolah gratis untuk masyarakat sekitar, saya akan membangun desa wisata yang berwawasan lingkungan yang akan menarik wisatawan sehingga semua penduduk punya pekerjaan dan mereka punya gaji atau uang untuk membeli makanan”
“Tahap pertama saya adalah sekolah, yang kedua saya akan membangun fasilitas olahraga terbaik untuk atlet atlet Buleleng khususnya”
“tahap ke tiga kita membangun iklim usaha yang bagus buat investor menanamkan dananya di Buleleng ini”
“PT. INS akan menyumbang 150 milyar untuk peremajaan alat kepolisian, 50 milyar untuk pecalang. Kita akan membuat daerah ini aman di setiap sudutnya”
“Tahap selanjutnya, setiap investor haruslah punya program CSR untuk membantu Masyarakat
Ini lah yang saya namakan ketahan diri Zirah Besi
Pak bupati takjub “masih Muda tapi punya pemikiran luar biasa, pantas kamu jadi ajudan Kakak Udayana”
“Terimakasih, semua investasi modal awalnya dari PT. INS”
Rapat usai, tapi masih banyak hal yang mengganjal di hati Berata karena laporan dari Made Bawa sehingga dia meminta tolong kepada Pak Gubernur untuk mengantarkan Anindya kembali ke Denpasar.
Awalnya Anindya menolak tapi setelah dibujuk Berata akhirnya mau ikut rombongan Pak Gubernur Ke denpasar.
Setelah rombongan pergi berata memutuskan pergi kerumah kepala desa.
Pandangan kepala desa telah berubah 180 derajat setelah melihat Berata di jemput sendiri oleh Pak Gubernur
“Silahkan duduk Berata”
“adakah yang bisa saya bantu?’ kata Kades
“ Saya mendengar bapak banyak mempersulit pembangunan sekolah ini?”
“Maaf nak, saya tidak tau kamu adalah ajudan pak Gubernur”
“maksud bapak, kalau saya orang biasa, bapak bisa peras??”
“bukan begitu, itu semua juga kami lakukan karena demi keamanan kampung kita ini, setiap bulan kita harus menyetor ke penguasa daerah ini”
“Penguasa tempat ini?? Maksud bapak preman??”
“Iya berata, kalau tidak membayar takutnya mereka membuat ulah dan pembangunan ini gagal, saya juga ingin desa saya maju”
__ADS_1
“katakan siapa yang berani menggangu desa ini”
“dia preman kawakan daerah ini, semua segan kepadanya, anak buahnya ratusan tersebar di seluruh buleleng”
“Namanya I Burayak sering disebut kebo Selem karena kekuatannya lebih kuat dari 10 ekor kerbau”
“jangan membayar apapun juga kepadanya lagi, aku akan tinggal disini selama beberapa hari, aku ingin tau sampai dimana kemampuannya”
“saya sarankan jangan Berata, tidak ada yang mau menyinggungnya”
“Kita lihat dan tunggu” lalu berata meninggalkan tempat itu.
Sampai dirumah dia memanggil Bawa
“Kenapa kamu baru mengatakan hal ini kepadaku”
“Aku tidak ingin mengganggumu, lagipula aku tau kemana uang itu larinya”
“kamu menunda nunda masalah, tentunya hal ini kalau dibiarkan akan berdampak bagi rencana kita”
“apa yang akan kamu lakukan”
“aku akan menghancurkan mereka yang mau menggangu rencanaku”
“Berata, berhati hatilah, kebo selem bukan tapak sakti yang pernah engkau hadapi” kata bawa
“kamu lihatlah, bagaimana aku menanganinya” kata Berata
Lalu berata pergi keruang rahasia Damar. Ruang tersebut hanya Damar dan berata yang memiliki aksesnya
“bagaimana perkembangan Pertahanan Zirah besi kita”
“untuk saat ini Semua sudut desa Alas angker sudah terpantau oleh kamera pengawas, aku telah selesai memasang dan menempatkan kamera pengintai, dan kamera ini terhubung dengan system pertahanan Zirah besi ini. “
“Bagus, besok pagi aku akan mengujinya”
“besok pagi akan terjadi sesuatu yang akan membuat kita tahu program pertahananmu ini layak atau hanya sekedar bualanmu”
“ah, kamu meremehkan aku Berata”
“Bukan itu, sebelum aku benar benar mengandalkan sistem mu aku akan mengujinya terlebih dahulu”
“Baik, akan aku usahakan yang terbaik”
Berata menelpon Gagak merah, “gagak Merah Malam ini kamu dan saudaramu harus dah sampai di tempatku, besok pagi kita akan berpesta”
“maksudmu, aku tak mengerti”
“ototmu kaku bukan, sudah lama kamu tidak latihan, besok di tempatku akan ada banyak orang yang datang”
“hahah, kalo itu kami datang, tapi bagaimana dengan, Anindya?”
“ kamu tempatkan beberapa orang yang paling kamu percayai untuk menjaga dia, setelah ini usai aku akan kembali dan kamu akan meneruskan disini”
“apalagi maksudmu Berata”
“sudahlah.. datang saja dulu kemari”
Pagi hari , berlalu seperti biasa, aktivitas penduduk desa berjalan normal.
Sudah jam 9 pagi, Berata melihat para pekerja masih duduk dan belum bekerja
“Apa yang terjadi” tanyanya pada mandor
“Bahan baku kita habis, belum datang, harusnya Subuh tadi sudah datang, bahkan saya sudah mempersiapkan orang untuk bongkar malah belum datang”
Made Bawa tampak berlari kearah Berata “berata, bahan baku ditahan di desa sebelah, katanya harus membayar uang keamanan baru diijinkan untuk jalan”
“seberapa jauh dari sini”
__ADS_1
“Hanya 45 menit dari sini.”
“baik kamu alihkan tenaga yang ada untuk pekerjaan yang lainnya, katakan mereka tetap akan dibayar penuh”
“Baik”
“lalu gagak merah datang naik mobil Blazer warna hitam dan berhenti di samping Berata”
“Ayo kita pergi, pesta segera akan dimulai” kata Berata lalu dengan cepat meninggalkan desa
Sementara itu di tempat galian C.
“Ayolah ijinkan kami berangkat, nanti akan kami bayar biaya keamanannya” kata pemimpin sopir
“1 Juta satu mobil, baru boleh berangkat”
“mana bisa 1 juta satu truck, harga bahan saja 1,5 juta, ini namanya merampok”
“terserah kamu, kalo mau jalan ya 1 juta satu truk” kata pemimpin
pemimpin sopir dan pemimpin galian C terus berdebat.
Lalu rombongan Berata masuk areal Galian C. gagak merah turun dari mobil sendirian
“Truk yang akan ke desa Alas angker yang mana” kata Gagak merah
Lalu penjaga menunjuk kumpulan sekitar 30 truk penuh muatan batu dan pasir
“Kenapa belum berangkat”
“nunggu uang jalan” katanya santai
“saya ingin ketemu pemimpinnya” kata gagak Merah
“Djinggoooo orang alas angker mencarimu” teriaknya keras
Yang panggil namanya lalu berjalan ke arah Gagak Merah di temani oleh sekitar 20 orang
"hoho.. akhirnya uangku datang, kamu pemilik proyek Alas Angker?? Bayar 30 juta atau barangnya tak akan keluar dari tempat ini”
“aturan dari mana aku harus membayar 30 juta??”
“heh kamu tau, tempat ini milik Kebo Selem, kami berhak menerapkan aturan sendiri”
“Aku tidak akan membayar sepeserpun dan aku akan mengeluarkan barang ku sendiri”
"kamu berani berulah Disini hah "kata Djinggo"
"kamu sendiri yang cari masalah"
‘hahah, anak kecil belum tau tempat ini sok jago, patahkan kakinya,” 5 orang maju membawa sekop mau memukul Gagak Merah, tapi gagak merah terlebih dahulu memukul mereka jatuh
Melihat temannya jatuh kira kira 50 orang lainnya yang sedari tadi santai langsung menuju Gagak Merah membawa senjata sekop dan linggis
Dari dalam mobil keluar juga Gagak , hijau, gagak biru, gagak hitam dan gagak ungu.
“kakak aku juga ingin olah raga “ kata gagak ungu ke gagak merah
Pemimpin galian C sangat marah lalu memerintahkan semua menyerah bersamaan. Tapi mereka semua bukan tandingan Para gagak yang terlatih. Hanya kurang dari 5 menit semua tumbang, ada yang patah tangannya, ada yang patah kakinya.
Kemudian gagak merah melompat ke kumpulan mobil truk yang penuh muatan, jaraknya hampir 30 meter, sekali lompatan sudah sampai, membuat semua sopir takjub
“ayo kalian berangkat, aku akan mengawal kalian”
Para sopir sangat gembira akhirnya bisa mendapatkan upah mereka karena kalau tidak berangkat truknya maka tidak ada upah.
Gagak merah naik ke truk yang paling depan
Kemudian mobil berata yang disopiri gagak hitam mengikuti dari mobil paling belakang.
__ADS_1