
Berita kekalahan Gobank menyebar dari mulut ke mulut, dan membuat kehebohan, dimana mana semua berbicara tentang Desa Alas Angker yang dijaga oleh Berata
Aparat pun mulai berjaga-jaga akan kemungkinan Balas dendam kelompok Kebo Selem.
Berata sudah menunggu 2 hari Kebo Selem untuk bergerak tapi belum juga ada tanda tandanya, sehingga dia meminta Gagak merah untuk menyelidiki Dimana Markas Kebo Selem
Sambil menunggu, Berata mengisi kebosanannya dengan melatih para pemuda desa untuk menjadi penjaga keamanan, dia merubah halaman belakang rumahnya menjadi tempat berlatih, dimana pelatihnya adalah Para Gagak.
Sudah 12 jam lebih Gagak Merah berangkat mencari informasi tapi tidak ada berita darinya, Hp Nya Pun mati. Kemudian Berata meminta Damar untuk melacak posisinya, ternyata posisi terakhir adalah dekat dengan titik markas 99Anarchi yang ada di atas perbukitan di kawasan Bedugul.
Berata memanggil Gagak hitam, “Kamu dan saudaramu berjaga disini, aku akan mencari keberadaan Gagak Merah”
“Serahkan kemananan tempat ini, sebentar lagi 50 orang saudara kami juga akan sampai dan menjaga tempat ini”
Berata pergi ke lokasi titik terakhir hilangnya Gagak Merah, dia menemukan tempat tersebut rusak seperti bekas pertarungan, banyak pohon pohon yang patah dan tumbang, dan ada banyak jejak kaki
Didalam kegelapan Berata Mengikuti kemana jejak itu pergi, ternyata mengarah pada Sebuah air terjun besar. Setelah mengamati, Berata yakin kalau dibalik air terjun terdapat ruangan rahasia.
Kemudian Berata melihat sekitar 10 orang yang membawa senter melewati tempat nya, jadi dia melompat bersembunyi di atas pohon.
“Ayo kita Patroli, kata guru, anak muda Alas angker itu pasti akan datang menyelamatkan temannya”
“kalo benar dia datang, apalah artinya kita ini, sedangkan Gobank saja yang tangan kanan dikalahkan sampai koma di rumah sakit”
“Yang penting kita bertugas, kalau dia datang kita tinggal mengirimkan sinyal, maka semuanya akan keluar menghadapi dia”
“Lihat Suar ini , Kalo dia datang kita tinggal tembakkan saja” sambil menunjuk kan pistol suar
Berata tertawa lalu melompat ke orang yang memegang pistol suar dan merebutnya, “kalau aku sudah datang bagaimana??” kata Berata sambil tersenyum
10 orang tadi tak menyangka, Berata ada di depannya.
“Ka... Kamu, bagaimana bisa berada disini??”
“Tenang, jangan takut, aku tidak akan menyakiti kalian, kalian cukup hanya menunjukkan jalan menuju di balik air terjun itu maka kalian akan selamat”
“Kalau kami menunjukkan jalannya, maka kami akan kehilangan nyawa kami”
“Ternyata kalian masih sayang nyawa kalian, bagaimana kalau sekarang aku yang mencabut nyawa kalian?? Kalian pilih mana?”
Semua saling berpandangan lalu pemimpinnya berbicara “kami Akan memberi tau kamu, tapi tolong ampuni nyawa kami, kami akan segera pergi dari tempat ini”
“Pilihan yang tepat, setelah memberi tau aku, kalian pergilah cepat, jangan kembali lagi, atau tempat ini akan jadi kuburan kalian”
Lalu pemimpin memberitahu jalan masuk menuju ke air terjun, setelah itu mereka pergi dengan berlari meninggalkan tempat itu.
Berata mengikuti petunjuknya, ternyata memang jalan rahasia, dan dijaga banyak orang. Lalu Berata punya ide untuk melewati penjagaan. Dia menembakkan pistol suar ke udara, sontak penjaga semua berlarian menuju lokasi , hal ini digunakan Berata untuk menyelinap masuk kedalam Goa di balik air terjun.
Berata takjub, ternyata gua yang sangat besar, di tempat utama luasnya kira kira 100m2 ada sungai bawah tanah, dari atas gua ada lubang besar yang membuat cahaya bulan bisa masuk dan menerangi tempat itu.
Di Bagian Tengah terdapat seperti arena bertarungnya seluas 20m2 terdapat sebuah tiang ditengahnya dan Gagak Merah diikat di tiang tersebut
Di belakangnya terlihat seorang kakek Tua yang duduk disampingnya nya ada 2 orang gadis muda yg menemani
“Sepertinya dia adalah pemimpin tempat ini” kata Berata
Berata masih tetap bersembunyi di balik bebatuan gua. Lalu tampak seorang berlari mendekati pemimpin itu, “Guru, satu kelompok patroli hilang, kemungkinan besar orang itu sudah ada di sekitar gua ini”
__ADS_1
“Perketat penjagaan, tangkap penyusup”
Lalu Orang tua tersebut, berjalan kearah Gagak Ungu yang sedang terikat, “kamu tangguh juga ya, masih tetap tak mau mengatakan siapa pemuda tesebut”
“Sampai aku matipun aku tak akan memberitahukan kamu” teriak Gagak Merah
“Baiklah kalau begitu, aku akan menikmati pertunjukan ini”
“Cambuk dia 100 kali”kata orang tua tersebut
Lalu seorang Algojo mengambil cambuk dan melecutkan ke udara, suaranya memenuhi gua
Kemudian Algojo tersebut melompat ke udara dan melemparkan cambukan, tapi tiba tiba dia terjatuh dan langsung pingsan
Semua terkejut dengan jatuhnya Algojo tersebut
“Keluarlah, aku sudah menunggumu dari tadi” kata orang tua tersebut
Berata melompat dan langsung berada di depan Gagak Ungu, saat dia mau melepas ikatannya , 10 orang melompat kedalam arena
“Sebelum kamu melepaskan dia, kamu harus mengalahkan kami”
“Majulah sekalian , aku malas untuk bermain dengan kalian” kata Berata
“Jangan sombong anak muda, kamu belum tau siapa kami, kami adalah 10 Bersaudara Cakar Beracun”
“Cakar beracun kek, Ceker beracun aku tak perduli, maju kalian semua”
Pemimpin Cakar beracun marah dan langsung melompat “Formasi Cakar Elang” 10 orang mengelilingi Berata dan menyerang bergantian, ternyata 10 bersaudara ini sangat hebat, Berata tidak diberi kesempatan untuk bernafas karena serangan bertubi tubi, sampai salah seorang hampir saja bisa melukai Berata dengan cakarnya, untung hanya baju saja yang robek.
“Kalian Hebat, Kalau kalian menggunakan cakar Aku juga bisa, perhatikan Jurus Cakar Harimau Ku”
Berata berbalik menyerang dangan jurus Cakar harimau, berputar menyerang bergantian , semakin cepat dan cepat sampai dengan sebuah pukulan memutar, 10 orang cakar beracun terbang keluar dari arena
Berata mengibaskan bajunya, lalu kembali mencoba melepaskan ikatan Gagak Merah.
“Hati – hati Berata” kata Gagak Merah berteriak
Belum sempat bergerak sebuah jaring berwarna putih telah melilit Berata dan sosok mengerikan turun dari atas goa.
Seekor Laba laba raksasa badannya berukuran 1 Meter dan masing – masing kakinya panjang 3 m, dari mulutnya tetap mengeluarkan jaring putih dan membuat Berata menjadi kepompong
“Hahaha, akhirnya kamu akan jadi santapan Laba laba beracun ku” Kata si Tua
“Ternyata Cuma segini saja kemampuanmu sudah berani melawan aku Kebo Selem, kamu akan mati dan seluruh desamu akan jadi tumbal laba labaku”
Semua orang yang menyaksikan bersorak sorai, lalu kepompong Berata tiba tiba bersinar keemasan, ada 2 sinar yang keluar sinar keemasan dan sinar berwarna biru muda. Sinar itu semakin terang dan kepompong Berata bergetar
“Duaar”.. kepompong tersebut pecah, tubuh berata melayang dan bersinar keemasan, itulah jurus Genta Emas dan ditangannya Pedang Kalinyamat yang bersinar biru muda
Berata tak mau membuang waktu langsung melompat dan menebas kaki kaki Laba – Laba beracun milik Kebo Selem, lalu melompat ke udara dan membelah tubuh laba – laba beracun. Tubuhnya terbelah dua dan mati, darah laba laba berwarna hijau muda
“Kurang ajar kamu telah membunuh binatang kesayanganku” Kata kebo selem lalu melompat dan menabrak punggung Berata
Berata yang tidak siap terlempar hampir 10 meter, ternyata Kebo Selem juga sangat kuat. Dia sangat marah kemudian mengeluarkan tongkat hitam berkepala tengkorak kecil dengan permata berwarna merah dimatanya.
“Kamu telah membuat aku sangat marah, jangan sombong kamu mempunyai Pedang Kalinyamat, Tongkat Mayadenawa ku akan membuat kamu dijemput lebih awal oleh Sang Suratma”
__ADS_1
Tongkat hitam berukuran 1 meter tersebut mengeluarkan hawa kematian dan diselubungi asap merah
Jadilah pertarungan yang hebat, setiap benturan pedang dan tongkat mengeluarkan suara menggelegar, tanah bergetar serasa goa akan runtuh
"Tongkat Penyerap Jiwa”, Kata Kebo selem, lalu dari permata berwarna merah di kepala tongkat keluar cahaya berwarna merah seperti Laser menyerang Berata dan berata menahannya dengan Pedang Kalinyamat, aura berwarna merah dan Biru muda beradu dan setelah sekian lama meledak, membuat semua orang di dalam Gua terhempas kebelakang.
Gagak Merah sendiri terlempar sampai di luar arena, kayu penahan ikatannya telah patah, dan perlahan ikatannya menjadi kendor
Berata melompat ke udara sampai keluar dari luang atas Goa, tubuhnya melayang, kemudian mengucapkan sembah dan Pedang Kalinyamat menghilang dari tangannya berganti dengan sebuah busur dan panah emas
“Senjata Kunta Dewa” kata Kebo Selem terpana
“Aku tidak takut, Tongkat Penghancur Jiwa” aura merah yang lebih besar dari sebelumnya terkumpul dan kemudian menyerang Berata yang ada di langit
Berata kemudian menarik busur dan anak panah, mengucap sembah kemudian membidik Kebo Selem, panah emas melesat menabrak cahaya merah, menembusnya kemudian membelah tongkat hitam Mayadenawa dan langsung menghujam jantung Kebo Selem
Mata kebo selem terbelalak tak percaya kemudian jatuh ketanah. Kebo Selem telah mati, Berata turun dengan perlahan dari langit, tubuhnya masih bersinar keemasan yang menerangi Gua.
Busur ditangannya telah menghilang, semua anak buah Kebo Selem langsung bersujud di tanah.
Berata berjalan kearah Gagak Merah, lalu memberikan pil kepada gagak Merah.
“Kalian semua, tinggalkan tempat ini, jangan pernah ada yang kemari lagi, jangan pernah menceritakan kepada siapapun, apa yang kalian lihat, jika kalian melawan, aku akan datang dan mencabut nyawa kalian”
Semua anak buah Kebo selem ketakutan , lalu segera berlari meninggalkan Goa
“Kita Apakan mayat Kebo Selem Berata??”
“Kamu kuburkan di hutan lalu cepatlah kemari”
Berata kemudian menyusuri gua sambil menunggu gagak Merah, dia terkejut menemukan sebuah gudang penyimpanan yang isinya adalah batu permata dan emas batangan, kemudian dia memasukkan semuanya ke dalam cincin Dewi Aisani
“Cincin ini ternyata sangat berguna”, Kata Berata
Tiba tiba terdengar seperti raungan binatang dari salah satu sudut gua, tapi suaranya seperti sangat menyedihkan.
Berat Menuju sumber suara lalu melihat seekor Macan kumbang berukuran besar, badannya hampir sepanjang 2 meter dengan tinggi lebih dari satu meter, Tangan dan kakinya termasuk badannya terikat akar pepohonan sehingga dia tidak leluasa bergerak
“Kenapa kamu terkurung disini”
Macan Kumbang tersebut memandang Berata dengan padangan mengiba seperti memohon untuk dilepaskan.
“Aku akan mencoba melepaskan mu” berata mencoba tapi tidak bisa, ternyata akar pohon telah diberi mantra sehingga berfungsi seperti kurungan buat macan kumbang
Berata mengeluarkan seruling saktinya, kemudian meniup dengan mendayu-dayu, perlahan akar pepohonan bergerak dan melonggar dan Macan kumbang melompat keluar dari kurungannya.
Macan Kumbang mendekati berata dan menjilati kaki berata sebagai tanda terimakasih, Berata memeriksa tubuh macan kumbang, ternyata banyak luka akibat di siksa, lalu mengeluarkan pil ditangannya, Macan menjilati obat tersebut dan ajaib semua lukanya langsung sembuh.
Macan kumbang duduk didepan berata, kemudian Berata naik ke punggung Macan dan keluar dari Gua
Di ruang utama, Gagak ungu telah sampai, dia terkejut melihat Berata keluar dari anak gua menunggangi Macan hitam yang besar
“Gagak Ungu, tempat ini bagus, aku serahkan kepadamu, mungkin kita bisa membangun sebuah markas operasi disini”
“Benar Berata, tempat ini strategis dan tersembunyi, tapi untuk waktu dekat sepertinya belum perlu, kita segel saja tempat ini supaya tidak ada yang menemukannya”
“Baik, kamu lakukanlah, aku akan pulang, dan membawa macan ini untuk tinggal bersama kakek Banaspati”
__ADS_1