
Berata memutuskan untuk mencari tempat yang aman untuk sementara, karena data yang di tunggu dari Damar belum juga diterima.
Data yang ditunggu Berata tiba, diidikasikan titik titik yang ada di Peta dunia adalah lokasi dan markas 99 Anarchi di Selruh Dunia. Ada 4 warna yang diisi dengan angka. Oleh Damar data di klasifikasikan menjadi 4. Warna hijau kekuatan 500-1000 orang, warna kuning kekuatan 1000-2000, warna merah 2000-5000, dan warna hitam 5000 orang lebih. Dari peta tersebut ada 1 saja yang berwarna hitam yaitu pulau Mont Saint Michel. Pulau ini berpenduduk 100.000 orang, kemungkinan mereka semua aalah anggota 99Anarchi, jadi Berata berencana memakai taktik penyerang dari pingrian, dari komunitas dengan jumlah paling kecil.
Untuk sementara Berata menunda penyerangan sampai dia menemukan petunjuk tentang Pak Mardi dan selesainya baju perang yang dibuat Damar. Pasukan Damar memutuskan untuk kembali dan menuju desa Bonneval-sur-Arc yang berada di lereng pegunungan Col de l'Iseran yang bersalju. Tentunya Berata dan Anindya sekarang sedikit menyamar karena wajah mereka sudah di ketahui oleh 99Anarchi.
Berata dan Anindya menyamar sebagai pasangan yang sedang berbulan madu, mereka naik motor sewaan dengan gaya Backpakeran. Menggunakan setelah Jeans dan Ransel mereka menyusuri jalan pedesaan di Prancis. Anindya mengubah gaya rambut menjadi pirang, Berata bergaya rambut panjang berkacamata.
Jarak kota Paris ke Bonneval hampir 700 km, diperjalan mereka menginap disebuah Hotel kecil yang asri. Saat malamhari mereka keluar menuju restoran terlihat cukup ramai di kota Beaune , mereka mengambil tempat di bagian luar karena ingin menikmati Suasana malam.
Lalu Seorang pelayan terlihat membawakan Anggur kepada Berata dan Anindya. Tapi Berata menolaknya
“Kami tidakmemesan anggur” kata Berata
“ini pemberian tuan Jean Luc”, sambil menunjuk seorang pria parlente yang duduk di pojok dan 2 body guardnya.
“Silahkan kembalikan”, kata Berata
“ Maaf tuan, Anggur ini bukan untuk anda tapi nona ini”,menunjuk Anindya kata pelayan ketakutan
“Ini istri saya , saya berhak menolahknya”.
“Maaf tuan saya tidak berani, dia adalan putra Walikota kami dan dia kejam, dia memang suka memberi anggur atau bunga untuk wanita yang disukainya, tak perduli dia oang asing, sudah mempunyai pasangan atau tidak, saya takut tuan, anak saya masih kecil”, kata pelayan
Berata menggeram, “Kak, sabar, kita terima saja, biarkan pelayan ini pergi”, lalu Anindya menerima Anggur dari Pelayan tersebut, monoleh ke jean luc, tersenyum manis, sampai Jean Luc terkesima, detik selanjutnya , Anindya melempar gelas anggurtersebut ke tempat sampah yang lauhnya hampir 10 meter dan masuk dengan tepat.
Jean Luc terkesiap, dia marah, 2 pengawalnya bergegas bangun hendak menuju Berata, tapi ditahan Jean Luc, Jean Luc kemudian berdiri mendekati Berata dan Anindya, menarin sebuah kursi dan duduk dekat dengan Anindya.
“Hai nona manis, baru kali ini aku melihat wanita secantik kamu”, kata Jean Luc
“Aku sudah bersuami”, kata Anindya sambil menunjukkan Jari tangannya yang berisi cincin pernikahan
“Percayalah padaku kalau itu tak berarti bagiku, aku akan memintanya dengan sopan, tinggalkan suamimu ini, ikutlah denganku, kamu akan jadi permaisuri kota ini, aku sudah lama menantikan wanita secantik kamu, lalu mendekatkan wajahnya ke Anindya.
“Arrgh”, Jean Luc berteriak, Berata telah menusuk tangan Jean Luc dengan pisau steak yang dipegangnya hingga menancap ke meja kayu. Anindya kemudian bagun dari tempat duduk danberdiri disamping Berata.
__ADS_1
“Aku Suka kalo kakak marah dan cemburu”, kata aninya sambil mencium pipi Berata.
“Berani menggangu istriku, maka terima akibatnya
“Kau… kau, .. kau akan menyesal, kau tidak tau siapa aku”, kata Jean Luc
“Dewa sekalipun aku akan menghajarnya” kata Berata lalu pergi menuju Kasir
Petugas kasir gemetar, “Tuan… tuan harus segera meninggalkan kota ini kalau ingin selamat< Juan Luc sangat Kejam”
“AKu akan menunggu apa yang bisa mereka lakukan padaku”, kata Berata
Sementara itu anak buah Jean Luc mencoba melepaskan pisau yang tertancap pada meja untuk membebaskan Jean Luc tapi tak bisa karena pisaunya menembus meja kayu, Jean Luc Berteriak kesakitan.
Setelah membayar Berata dan aninday dengan santai pergi melihat suasana kota, beberapa orang mendekati dan menasehati Berata agar segera pergi tapi brata menolaknya dengan sopan. Mereka kini duduk di bangku taman di pinggir sungai sambil memandangi perahu kecil berlampu kelap kelip yang membawa wisatawan.
“Sayang, kamu ingin naik perahu itu”, kata Berata sambil memeluk Anindya
“DIsini aja kak, duduk berdua begini Dya Bahagia sekali”
Tiba tiba “Syut.. siuut” 2 buah pisau meluncuk kearah Berata , dengan santai Berata menangkap pisau itu dengan menjepitnya dengan jari.
Lalu muncul 3 orang berpakaian hitam, berdiri dengan jarak 15 meter dari Berata dan Anindya. Berata masih tetap duduk, “Hanya orang pengecut yang menyerang orang dari belakang”
“kamu telah melukai Jean Luc , kami tak terima kamu harus mati , Kami tiga bersaudara Dragon Flying Dagger akan memberimu pelajaran , lalu 6 buah pisau terbang meluncur ke arah Berata, Berata melompat dan menangkap pisau terbang itu dengan tangannya. Melihat Berata mampu menangkap pisau terbang itu mereka kesal lalu melempar lagi pisauterbang kea rah Berata, berata juga melempar pisau yang dia pegang untuk menjatuhkan pisau yang menuju ke arahnya, bila pisau di tangannya sudah habis, Berata menangkap pisau yang menuju kearahnya dan melempar baik.
Setalah bertukar pisau selama 5 menit, mereka diam berdiri berhadapan dengan jarak 15 meter.
“Kak, terlalu lama, ak bosan , ngantuk… cepat selesaikan”, kata Anindya
“Kamu sombong nona, kamu akan menemui ajalmu di tangan kami”, kata yang paling kecil sambill melempar 2 buah pisau terbang kearah Anindya, Anindya tidak tinggal diam dia berputar lalu tangannya meliuk bagaikan jurus Taichi, 2 pisau itu bukan menancap pada Anindya malah mengikuti gerakan tangan Anindya dan tetap terbang memutar di sekeliling tubuh Anindya, lalu Anindya mendorong tangannya kedepan, dan 2 pisau itu terbang dengan cepat menulu pelemparnya, Pelempar pisau tadi melemparkanpisau untuk menjautuhkanpisau dari Anindya, tapi kalah cepat, 1 pisau sudah menancap di dahinya, 1 pisau menancap di jantungnya, lalu tumbang.
2 orang yang lainnya lalu berlari menuju yang pali kecil, “Vincent.. bangun… bangun”, memandang Anindya “kamu telah membunuh Adikku, kamu sudah akan menghadapi kami seluruh perguruan Dragon Flying Dagger”, lalu mereka melompat pergi dengan membawa tubuh adik mereka.
“Kak kenapa mereka dibiarkan lolos”
__ADS_1
“Sengaja aku ingi tau apakah mereka ada hubungannya dengan 99Anarchi atau tidak”, lalu mendekati Anindya dam mengajaknya kembali ke Hotel. Mereka beristirahat menunggu Pagi untuk melanjutkan Perjalanan.
Kira – kira jam 2 pagi , mereka di bangunkan alarm kebakaran yang berbunyi, Berata dan Anindya segera keluar dari kamar. Para pengunjung sudah panik karena yang terbakar adalah hotel tempat mereka menginap pintunya terbakar dan dilempari oleh bom Molotov oleh ratusan orang di luar hotel.
Semua panik ketakutan, lalu Berata mengambil Kain Gorden yang tergantung lalu menerobos Api dan mendorong Pintu masuk yang di palng dengan kayu, Pintu itu hancur di tabrak Berata dan langsung melompat kedepan, para penyerang kemudian melemparkan Bom Molotov kepada Berata, kelebatan Gordenmenjadi senjata yang menangkap semua botol yang dilemparkan kembali ke pelemparnya dan malah meledak bebarapa orang terkena sambaran api dan menjerit kesakitan lalu terjun ke sungai kecil yang ada di depan hotel .
Anindya jga melompat keluar dan dengan pengendali Air yang dikuasainya, dia membuat air sungai bergululung gulung naik kelangit dan menjadi Hujan buatan yang memadamkan Api yangmembakar Hotel. Semua penghuni hotel, tetangga takjub dengan pemandangan Air yang naik kelangit.
Sekitar 50 bom Molotov terlempar lagi kearah Berata dan Anindya, Anindya dengan kemampuan pengendalian udaranya membuat 50an botol tersebut mengelilingi diringa dan Berata lagu lalu Molotov itu malah di lemaparanke kerumunan sehingga pelempar lang lari tunggang langgang. Meninggalkan tempat itu.
“Dasar pengecut”, kata Anindya
Lalu para penghuni hotel berlari keluar dan mengucapkan terimakasih kepada Berata dan Anindya, hanya ibu tua pemilih hotel yang duduk merenung. Anindya lalu menghapiri ibu pemilik Hotel kecil tersebut.
“Ibu kenapa ibu malah murung, bukankah hotel ibu sudah selamat dari kebakaran”, kata Anindya
“Kamu bukan dari lingkungan ini, jadi kamu tidak tau apa yang akan terjadi saat anak buah Jean Luc bertindak, aku akan kehilangan hotel ini, bahkan mungkin akan kehilangan nyawa juga besok pagi”, kata pemilik Hotel
“Ibu, jangan menangis, aku takakan pergi sebelum menyelesaikan apa yang telah kami mulai”, kata Anindya
“Lebih kamu pergi dari sini, pergi jauh degan suamimu, mungkin kamu akan selamat, Jean Luc menguasai kota ini, anak buahnya mungkin ada 1000 orang, kepolisianpun miliknya, biar aku yang menanggung semua ini, tempat ini adalahjerih payah aku dan suamiku, aku tak akan pergi”.
Lalu Pemilik Hotel meminta semua tamu untuk pergi dari hotelnya malam itu juga supaya mereka tidak menjadi korban serangan balasan kelompok Jean Luc. Semua yang tadinya tenang jadi panic kembali dan segera kembalike kamar mereka untukmengemasi banrangnya dan pindah ke Hotel lainnya kecuali Berata dan Anindya. Mereka duduk di lobby sambil menikmati kopi dan teh.
“Kenapa kalian tidak pergi dari sini”
“Ibu, kami tidak akan pergi , kami akan menyelesaikan hal ini, ceritakan tentang Jean Luc kepadaku” ,kata Berata.
“Jean luc bukan orang yang bisa kalian sentuh, dia orang yang sangat jahat”, Ibu Pemilik Hotel pun menangis
Berata dan Anindya terdiam, menunggu Ibunya tenang.
“15 tahun yang lalu, Suamiku adalah walikota di kota ini, Jean luc dan ayahnya datang kesini , mereka selalu membuat keributan di kota ini sehingga sebagai Walikota, Suamiku menangkap dan menjebloskan mereka ke Penjara, tapi malah anak buah Jean Luc menangkap Patricia Anakku, Akhirnya Patricia di jadikan sandera oleh merekan sampai Jean Luc dan Ayahnya di bebaskan. Setelah kejadian itu Jean Luc dan Ayahnya menghilang. 5 tahunyang lalu mereka kembali, membawa 1000 orang, mereka membuah keributan di kota, polisi tak mampu melawan mereka . banyak polisi yang tewas menggenaskan tanpa tau siapa pembunuh mereka mereka menyebarkan terror dan ketakutan di kota ini”
“Lalu ada pemilihan walikota baru, Ayah Jean luc mencalonkan diri melawan suamiku, warga kota pun yang ketakutan lebih memilih Jean Luc daripada suamiku, sehingga suamiku kalah oleh Ayah Jean Luc. Setelah Ayah Jean Luc berkuasa dia membuat kepolisian menangkap Suamiku dan menjebloskannya ke penjara dengan tuduhan Korupsi. Suamiku dipenjara, hanya dalam 1 minggu di dikatakan bunuh diri di penjara tapi aku tidak percaya karena banyak saksi mata mengatakan bahwa Suamiku dipukuli di dalam penjara. 2 minggu setelah itu Aku kehilangan Patricia anakku satu-satunya, jasadnya ditemukan didalam hutan tergantung dalam keadaan telanjang, ada saksi yangmengatakan bahwa anakbuah Jean Luc menangkapnya dan di bawa ke rumah Jean Luc”, katanya sambil menangis
__ADS_1
Anindya memeluk Ibu Pemilik Hotel, “tenanglah ibu, aku akan membalaskan dendammu, aku akan membawa Jean Luc Kehadapan ibu dan ibu bisa membunuhnya”
“hahahhah… jangan menghiburku, kamu mau membawakan aku Jean luc?? Itu tidak mungkin”