Berata, Pendekar Tak Tertandingi

Berata, Pendekar Tak Tertandingi
Bab 72. Vortex Inc.


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang Rhino mendapat telpon dari ibunya yang meminta untuk segera kembali karena ayahnya ingin bertemu dengan Berata. Sesampainya di Villa, mereka sudah di tunggu oleh Pak Gunawan. Pak Gunawan berjalan mendekati Berata dan memeluknya sambil menangis, “Tuan Dewa, Akhirnya aku bisa menemukan anda, selama ini aku sudah putus asa karena tidak bisa menemukan anda, tak taunya anda benar benar masih hidup”.


“ Apakah anda Bapak Mardi, orang kepercayaan Ayahku??”


“Iya Saya Mardi nak Dewa”


“Panggil saya Berata saja Pak, saya sudah meninggalkan nama itu puluhan tahun lalu”


Pak Gunawan kemudian duduk di kursi di temani oleh Nenek Retno dan Rhino, sedangkan Berata bersama Anindya di Depannya.


“Berata, 5 tahun belakangan ini bapak selalu pergi ke Indonesia, walau bapak tidak punya informasi apapun, bapak selalu yakin kalau Dewa, anak tuan Arga pasti masih hidup, bapak tau, bapak tak akan hidup selamanya, oleh karena itu bapak harus segera menemukan pewaris Perusahaan yang Ayahmu buat untuk anda Tuan Berata”,


Lalu Pak Gunawan menjelaskan bahwa dia tau kalau Adiknya Bernard akan merebut perudahaannya, oleh karena itu dia memindahkan dana dan membuat perusahaan baru. Perusahaan tersebut di buat di Virgin Island sebuah negara tanpa pajak dan memiliki keamanan perbangkan terbaik dunia. Saat ini Pak Gunawan sudah tidak Sanggup untuk mengelola Perusahaaan tersebut karena sudah Lanjut usia, anak nya tidak mau melanjutkan, selain itu suasana yang tidak kondusif di perusaaan karena ingin merebut posisi pak Gunawan.


“Saya mengerti Pak Gunawan , ini adalah tanggung jawab saya untuk mengelola Perusahaan peninggalan Ayah saya, tapi anda sudah begitu berjasa menjaga perusahaan ini, saya akan memberika sebagioan saham saya juga untuk anda sebagai rasa hormat saya”, kata Berata


“Kami tidak menginginkan saham itu tuan, Ayah tuan sudah sangat baik dengan kami, apa yang kami miliki adalah pemberian ayah tuan, Kami tidak ingin saham tersebut, kami sudah lebih dari cukup menerima kebaikan anda tuan Berata”, kata Pak Gunawan


“Tuan Gunawan boleh menolak saya, tapi saya akan tetap memberikan 15% saham perusahaan ini kepada Anda, dan saya ingin Jenderal Rhino bisa mewakili anda untuk duduk dalam jajaran Direksi, saya perlu orang yang saya percaya untuk menjaga perusahaan saya, dan saya yakin Jenderal Rhino adalah orang yang tepat”


“Apa.. kamu menunjuk aku menjadi direksi??, aku tidak mau, suruh aku bertempur maka aku akan lakukan, jangan suruh aku duduk di kursi layaknya tuan besar”, kata Rhino


“Hahaha,, jangan kira pertarungan dan pertempuran hanya ada di dunia militer, dunia perusahaan juga merupakan medan perang yang dahsyat, bukan begitu pak Gunawan??”, kata Berata


“Seperti yang anda katakan Tuan Berata, saya tidak bisa membujuk anak saya untuk duduk di kursi direksi, justru andalah yang sanggup”.


“Ayah aku tak mau, aku tak mau meninggalkan militer”, kata Rhino


“Jenderal Rhino, siapa yang meminta anda untuk berhenti di dunia militer??, jusru dengan anda menjadi jendral sekaligus direksi, tak akan ada yang berani mengusik perusahaan ini, kita harus membereskan orang orang yang tak berkompeten di perusahaan ini, bersih bersih – bersih di mulai, oleh sebab itu saya sudah memanggil orang kepercayaan saya untuk datang kesini hari ini, untuk mengurus perusahaan ini”, kata Berata


“Orang mu kapan akan datang??”, kata Rhino


‘Sebentar lagi, mungkin 10 menit lagi” kata Berata

__ADS_1


“Kamu gila berapa jarak tempuh Indonesia prancis??, tidak mungkin orangmu datang 10 menit lagi sedangkan kita baru bicara dari 2 jam yang lalu”, kata Rhino


“Anda belum percaya kemampuan suamiku Jenderal Rhino??”, kata Anindya


Tok tok.. terdengar suara ketukan pintu, semua menoleh dan berpandangan, lalu Rhino keluar menuju pintu


“Selamat Sore, saya mencari Tuan Berata, apakah beliau ada”, kata tamu di depan pintu


“a.. ada”, katanya sambil mempersilahkan masuk, Rhino menggelengkan kepalanya dan meminta penjelasa kepada Berata


“Tuan Berata, Quinton datang untuk menghadap”


“Ah kamu masih saja bersikap Formal Quinton”, kata Berata


“Perkenalkan ini Sahabat saya Quinton, dia yang akan mengurus perusahaan ini bersama Rhino”, kata Berata


“Perusahaan apa Tuan??, jangan jangan anda telah menemukan pak Mardi orang kepercayaan ayah tuan?”. Kata Quinton


“Kamu benar Quinton, Ini adalah Bapak Gunawan, dulu beliau bernama bapak Mardi, orang kepercayaan ayahku, beliau akan menjelaskan situasinya kepada mu”, kata Berata


“Anda gila tuan Berata, apakah maksud anda saya yang akan mengurus VORTEX Inc??, apakah anda tau perusahaan anda bernilai 3000 Triliun???, apakah anda tau perusahaan anda perusahaan terkaya di dunia?”, kata Quinton


“Ya.. ya aku atau, makanya aku mengundang kamu untuk datang kesini untuk mengurusnya, kalau bukan kamu siapa lagi yang akan mengurusnya Quinton??”, kata Berata sambil ketawa


“Kamu memang kejam, kamu kamu tau aku pengintin baru, bahkan aku belum sempat berbulan madu, kamu sudah memberiku pekerjaan yang sangat berat, sedangkan kamu asik jalan jalan”, kata Quinton


“aku tau Quinton, tapi kan kamu tau aku tak bisa mengurusnya, hanya kamu yang bisa mengurusnya, tapi tenang, kamu akan di bantu oleh Rhino temanku”, kata Berata


Suasana menjadi ramai sore itu. Dengan berat hati Quinton menerima tugas dari Berata. Berata dan Anindya meninggalkan Quinton di Rumah Pak Gunawan, selanjutunya mereka akanopergi ke Virgin Island untuk penandatanganan surat surat kepemilikan perusahaan . sedangkan Berata dan Anindya akan pergi untuk menjelajahi Prancis untuk menemukan beberapa tempat yang di sinyalir adalah markas dari 99 Anarchi.


Berata sampai di kota Bessans kira kira 10 km dari Bonneval, sebuah kota wisata yang terkenal. Mereka mencari penginapan back pakeran di kota Bessans, mereka berdua memutuskan untuk beristirahat dahulu sebelum mencari makan di sekitara kota.


Menunggu Anindya membersihkan diri, Berata membaca koran yang ada dimeja tamu kamar hotel. “Gadis ke 5 yang hilang bulan ini, polisi belum menemukan petunjuk”, itu judul berita yang di baca pada halaman depan.

__ADS_1


“Ternyata di kota ini sedang terjadi penculikan atau menghilangnya gadis – gadis”, katanya kepada Anindya yang baru saja selesai dari membersihkan diri.


“Kak, kenapa nada bicara kakak sepertinya kakak ingin ikut campur masalah ini??”


“Sayang, Bessans adalah salah satu kota yang di curigai ada kegiatan 99 Anarchi, kakak yakin penculikan ini tidak sederhana, tidak mungkin 5 orang gadis menghilang dan polisi tak menemukan petunjuk apapun”.


“Benar juga, lagipula tujuan kita kesini adalah untuk menyelidiki semua hal yang terkait dengan kota Bessans”, kata Anindya


“Kita Keluar sebentar lagi, tunggu kakak membersihkan diri”


1 jam kemudian mereka berdua sudah siap untuk mencari makan malam, mereka memutuskan duduk di ruang lobby losmen kecil tersebut sambil bertanya tempat makan yang enak di kota tersebut.


Berata memanggil Pemilik losmen yang berjaga di lobby, “Tuan , bolehkan anda memberitahu kami, tempat makan yang enak di kota ini”, kata Berata


“Tuan dan Nona ingin keluar mencari makan malam?” kata pemilik Losmen


“Benar tuan, kami baru pertama kali ke tempat ini, kami ingin menikmati suasana kota”, kata Berata


“Tuan Nona, kalau boleh saya sarankan, tuan menunda keluar malam ini, suasana di kota sedang tidak baik, polisi sedang memeriksa beberapa tempat dan orang yang dicurigai untuk menemukan petunjuk 5 gadis yang hilang misterius di kota ini”


“Tapi kami lapar tuan, kami mau mencari makan, kalau tidak kami akan kelaparan”, Kata Anindya


“Jangan kuatir, Nona dan Tuan, anda satu satunya tamu di tempat kami sekarang, istri saya akan memasak makan malam untuk kita”, kata pemilik Losmen


“Tuan, kalau tuan melarang kami, kami akan menuruti anda, karena kami tidak tau siapa siapa di tempat ini, oh ya ngomong ngomong, tamu yang lain dimana, bukankah ketika kami masuk ada banyak tamu??”


“Tadi itu semua tamu di losmes kami memutuskan untuk meninggalkan kota ini karena berita penculikan ini, bukan hanya di losmen ini, di tempat lain juga para turis hari ini meninggalkan kota”, kata Pemilik Losmen


“wah wah... sepertinya kami ada di tempat yang salah Tuan”, kata Berata


“Oleh sebab itu, saya melarang tuan dan nona untuk pergi, kalian tunggulah sebentar, makanan akan segera selesai”, kata Pemilik Losmen


30 menit kemudian mereka sudah ada di Restoran kecil yang ada di losmen, Tuan Albert dan nyonya Albert sebagai pemilik losmen tampak sedikit tertutup saat Berata mencoba mencari keterangan tentang hilangnya 5 gadis.

__ADS_1


Sedang menikmati makan, Seorang Pria muda masuk dengan wajah kusut, “ Ah ternyata kalian sedang makan, kebetulan aku sedang lapar biarkan aku makan disini”, katannya


Tuan Albert menoleh ke lelaki tersebut”, Oh, Kapten Armand, mari silahkan duduk, kita makan bersama , kami baru saja mulai makan”, Tuan Albert berdiri dan mempersilahkan lelaki muda itu untuk duduk.


__ADS_2