Berbagi Cinta : Suami Yang Tak Tergapai

Berbagi Cinta : Suami Yang Tak Tergapai
Bab 106 : Bahagia


__ADS_3

Serafina dipindahkan ke ruangan biasa, ini sangat mengejutkan sekali, dokter sudah memvonisnya meninggal setelah jantungnya berhenti berdetak namun Serafina hidup kembali setelah meninggal lebih dari setengah jam. Kasus ini jarang sekali terjadi dan dokter sangat terkejut akan hal itu. Sena terus berdoa supaya putrinya bisa diselamatkan, Devan mengelus kepalanya. Dia sungguh khawatir dengan keadaan istrinya yang baru saja melahirkan itu. 


"Sena, kau istirahat ya!" 


"Serafina..." 


"Dokter masih memeriksa keadaannya." 


Sena mencoba merebahkan diri di ranjang rumah sakit, ia terus mengusap air matanya yang terus menetes tiada henti. Askia menemaninya, ia meminta mama tirinya untuk menenangkan diri karena pasti adiknya akan baik-baik saja. Devan menyuruh Askia menjaga Sena, sedangkan dia akan menemui dokter yang memeriksa Serafina. Perasaan mereka memang sedang campur aduk, mereka dihadapkan dengan situasi antara senang dan sedih.


Sesaat kemudian, dokter menjelaskan jika Serafina dinyatakan hidup kembali setelah mengalami koma yang mereka kira sudah meninggal dunia. Pihak rumah sakit meminta maaf yang sebesar-besarnya karena sudah lalai dalam menangani pasiennya. Keadaan Serafina sudah dalam keadaan membaik setelah mengalami koma dan kini harus tetap dirawat lagi sampai beberapa hari ke depan. Devan bisa bernafas lega, dia sampai menangis terharu melihat perjuangan Serafina untuk bertahan hidup. Setelah itu Devan keluar, Askia menghampirinya.


"Kia, kenapa keluar?" tanya Devan. 


"Mama sudah tidur. Oh ya, Pah, Mamaku akan datang ke sini."


"Mama Winda?"


Kia mengangguk, Devan mengelus kepalanya. Hubungannya dengan Winda sudah membaik bahkan mereka saling mendukung kebahagiaan satu sama lain. Winda juga sudah menemukan pria yang mampu merubah hidupnya dan menjadi lebih baik. 

__ADS_1


"Aku juga akan punya adek dari Mamaku."


"Benarkah? Mamamu hamil?"


"Iya, tapi kalian sudah mendapat anak masing-masing lalu apakah kalian masih menyayangiku?" 


Devan mengusap bocah itu dengan lembut. "Kau tetap anak kami. Jangan khawatir! Kami akan menyayangimu." 


Askia memeluk Devan dengan erat, tentu saja dia sangat khawatir sekali jika kedua orang tuanya yang merawat sejak kecil melupakannya karena masing-masing memiliki anak sendiri. Devan tentu tidak akan melupakan Kia, bayi menggemaskan itu sudah menjadi gadis yang sangat cantik bahkan sebentar lagi akan masuk ke sekolah menengah pertama. 


1 jam kemudian. 


"Akankah Sera akan sembuh?" 


"Dia pasti akan sembuh."


"Terima kasih sudah menjaga kami dengan baik." 


Devan mengangguk, ia memeluknya dengan erat. Tak ada kata selain kata bahagia, Devan berjanji akan membahagiakan mereka dengan baik. 

__ADS_1


"Mas Devan sudah melihat ketiga bayi kita?" 


"Iya, mereka sangat tampan sekali." 


"Mas Devan sudah mencari nama untuk mereka?"


 


"Tentu saja, aku akan menamainya Angga, Brian dan Casey."


Sena mengernyitkan dahi, inisian nama mereka berdasarkan huruf abjad. Mungkin itu mempermudah bagi mereka mengenali anak-anaknya karena wajah mereka sangat mirip sekali. 


"Aku sudah memesankan pakaian berdasarkan nama mereka. Nanti di semua pakaian mereka akan ada nama mereka masing-masing." 


###


jangan lupa mampir ke cerita Regan dan Bram ya


__ADS_1


__ADS_2