
Pov Kia
Ini papaku dan ini adalah mamaku, mereka bernama Devan dan Winda. Dari kecil aku sangat disayangi oleh mereka bahkan aku masih mengingat kasih sayang mereka. Mama selalu mendidikku dengan baik bahkan dia sangat menyayangiku namun, semuanya berubah seketika saat aku berusia 4 tahun, aku selalu mendengar pertengkaran mereka, saat itu aku belum paham kupikir mereka hanya bercanda saja.
Waktu itu hujan turun dengan derasnya, aku melihat Mama masuk kedalam rumah dalam keadaan basah kuyu, sedangkan papa aku mencoba untuk bertanya dari manakah dia, bukannya menjawab namun Mama malah marah-marah dan terus mengucapkan kata berpisah. Ketika mereka bertengkar, aku memilih bersembunyi di kolong meja sambil menutup kedua telingaku menggunakan tanganku dan berharap pertengkaran mereka segera reda, namun apa daya pertengkaran itu itu malah menimbulkan bunyi pecahan-pecahan seperti gelas dan kaca tentu saja yang melempar adalah Mamaku dan terkadang Papa sering terkena lemparan tersebut.
Dalam setiap pertengkaran mereka, aku hanya bisa berdoa semoga mereka cepat selesai dan berbaikan, namun sayangnya itu hanya sebuah mimpi ku saja karena Mama langsung pergi dari rumah dan meninggalkan ku disini bersama Papa. Saat Mama pergi dan tidak ada di rumah, aku terus menanyakannya dan bahkan menangisinya. Aku meminta pada Papa supaya membujuk Mama untuk pulang, mungkin Papa juga sangat lelah dengan mama namun apalah daya, aku hanyalah gadis kecil yang masih butuh perhatian seorang mama. Papa mencarikannya untukku bahkan sampai ke luar kota pun jika itu adalah permintaanku maka Papa akan menurutinya. Anehnya jika Papa dan Mama sedang bertengkar pasti turun hujan deras dan itu membuatku semakin ketakutan.
__ADS_1
Ketika kami sampai ke keluar kota, kami menemukan Mama di sebuah tempat yang terdapat banyak lampu kelap-kelip dan musik yang terdengar keras memekikan telinga. Aku selalu disuruh menunggu Papa di dalam mobil saja dan dia masuk sendirian ditempat aneh itu. dan berselang menit kemudian Mama keluar dari tempat itu aku bisa tersenyum riang namun apalah daya senyumanku mendadak sirna ketika mereka bertengkar lagi di hadapanku bahkan Mama berani memukul Papaku. Papa ku hanya diam, dia tidak membalas satupun pukulan mamaku aku menangis di dalam mobil. aku sangat trauma sekali.
Ketika Papa masuk mobil, aku melihat hidungnya sampai berdarah karena terkena sepatu berhak tinggi milik mama. Papa masih bisa tersenyum padaku dengan santainya dan mengelap hidungnya yang berdarah-darah. Ketika aku bertanya Papa tidak apa-apa? Dia pasti menjawab tidak apa-apa yang penting Mamamu sehat dan Papa selalu bilang Mama sedang sibuk bekerja untuk mencari uang untukku dan saat itu pun aku percaya begitu saja.
Tahun demi tahun berlalu, pertengkaran terus saja terjadi diantara mereka dan pastinya Mama memilih pergi meninggalkanku. aku pernah meminta untuk ikut dengan Mama namun Mama menolak soalnya aku tak penting baginya lagi. Malam demi malam menyiksaku. Aku tidak bisa tidur dengan tenang akan terus memimpikan Mama. Papa sangat khawatir sekali dan memanggilkan psikiater untukkum. Aku di terapi beberapa tahun sampai benar-benar sembuh.
Pertengkaran Mamaku dan Papaku semakin memuncak, aku sudah melihat tatapan papaku pada Mamaku sudah tidak menginginkan Mamaku lagi, sampai suatu ketika Papa datang ke kamarku dan menanyakan sesuatu padaku, dia bertanya apa boleh dia melepaskan Mamaku? Papa yang tidak pernah menceritakan keluh kesahnya padaku, malam itu dia menceritakan semuanya. Papa sampai menangis, sudah 8 tahun dia berjuang sendirian untuk mempertahankan rumah tangga ini dan tentunya untuk diriku ini. Awalnya aku tak setuju karena Siapa tahu Mama akan pulang? Aku memang sangat egois lalu menyuruh Papa menelpon mama untuk pulang supaya memperbaiki hubungan mereka. Papa menurutiku lagi, dia berbaikan dengan Mama, kami pun lalu menginap di villa pinggir pantai. Aku sangat senang sekali ketika mereka mengobrol sambil tersenyum namun di balik itu mereka hanyalah akting semata demi menyenangkan diriku.
__ADS_1
Aku tak tahu kenapa aku bisa seperti ini aku sudah meninggalkan dan mengecewakan Papa Devan. saat itu aku hanya kecewa karena aku tahu jika aku bukan anak kandungnya, sakit sekali hatiku orang yang aku sayangi ternyata bukan keluargaku sebenarnya. Aku mencoba untuk menenangkan diri dengan ikut bersama mamaku. Mama berjanji jika dia tidak akan meninggalkanku dan lagi pula kata Mama aku adalah penyebab Tante Sena tidak bisa hamil, aku memutuskan untuk pergi bersama Papa kandungku yang kukira sangat baik. Teman-teman ku bilang Papa kandung adalah Papa yang terbaik daripada Papa tiri. Namun semua itu adalah omong kosong belaka. Papa Alden sering mengataiku ****** dan mengataiku pelacur seperti mamaku. Aku tidak tahu apa arti kata itu yang jelas sepertinya itu adalah kata yang tidak baik menurut Google.
Aku ingin pulang ke rumah Papa Devan tapi sepertinya aku tidak bisa lagi karena dia sudah mencari Penggantiku. Aku mendengar jika mereka mengadopsi bayi yang lucu dan aku terlupakan begitu saja. Apa Papa Devan tidak sayang padaku sehingga melupakanku semudah itu? Katanya aku adalah putri kecilnya dan akan tetap menjadi putrinya tapi semua itu hanyalah omong kosong belaka yang tiada artinya. Rasa-rasanya aku ingin mati saja supaya penderitaanku ini hilang. Orang lain pikir aku sangat bahagia karena aku terlahir di keluarga yang kaya raya namun semua itu tak ada artinya. Aku hanya ingin punya keluarga lengkap yang harmonis tapi sepertinya itu hanya mimpi belaka, aku tidak bisa menggapai keluarga kecil itu bahkan sampai akhir pun aku tetap sendirian.
Untuk terakhir kalinya izinkan aku untuk berpamitan dengan papa Devan dan mengucapkan terima kasih padanya karena sudah menjagaku sejak kecil walau dia ternyata bukan papa kandungku.
Papa aku sangat menyayangimu, aku sangat merindukanmu dan ingin melihatmu untuk terakhir kalinya. Maafkan aku sudah yang sudah durhaka kepadamu, namun dari lubuk hatiku yang terdalam tidak ada niat untuk mengatakan seperti itu. aku sangat menyayangimu Papa Devan dan jika ada kesempatan aku ingin mencium kakimu, surgaku ada di kakimu. Papa selama ini sudah terus menjagaku dan menjadi seorang ibu untukku.
__ADS_1
Papa ku harap kau bisa bahagia bersama keluarga barumu walau tanpa aku, kau sangat baik sekali yang mau merawat anak dari seorang bajingan seperti papa dan mama kandungku. Love You Papa Devan.