Berbagi Cinta : Suami Yang Tak Tergapai

Berbagi Cinta : Suami Yang Tak Tergapai
Bab 51 : Taman hiburan


__ADS_3

Kia dan Sena duduk di bangku panjang. Mereka menikmati waktu seperti ibu dan anak bersama-sama. Kia senang bisa dekat dengan Sena lagi apalagi sang papa berjanji akan segera memberikan adik secepatnya.


Sena memberikan minum pada bocah itu, bocah yang cantik seperti mamanya. Pantas saja dulu Devan sangat menggilai Winda walau wanita itu terus mengkhianatinya.


"Tante, Kia kok gak pernah lihat ibu dari Tante dan ayan Tante di mana?" tanya Kia.


"Ibu sudah meninggal serta Bapak di penjara. Tante merasa sendiri."


Kia menggenggam tangan Sena dengan erat. "Ada aku dan Papa. Tante jangan merasa kesepian."


Sena mengangguk senang, ia memeluk erat Kia. Bocah itu tahu caranya membuat orang lain senang. Devan yang baru saja dari kamar mandi tersenyum senang saat melihat kedekatan mereka. Hatinya begitu damai melihat putrinya bisa dekat dengan Sena.


Devan lekas mendekati mereka, ia langsung berjongkok sambil memberikan bunga dan coklat untuk kedua ratunya itu. Devan adalah sosok yang romantis untuk menjadi seorang ayah atau kekasih. Jika dia terjebak cinta maka akan menjadi seperti ini.


"Terima kasih, Papa." Kia memeluk sang papa.


Sena tersenyum kecil. "Terima kasih, Kak Dev."


Devan menciumi tangan mereka berdua membuat Sena dan Kia seperti seorang princess saja. Apalagi Kia memang menyukai kisah Cinderella dengan pangerannya.


"Aku janji akan membahagiakan kalian."


Devan lalu mencium dan memeluk Kia. Sena hanya memandangnya sampai terharu. Pria itu sangat menyayangi putrinya namun seketika Sena mengingat ucapan Winda jika Devan mandul dan Kia bukan anak kandungnya.


Sena lekas mengelap air matanya supaya Devan tidak tahu jika dirinya menangis tapi Devan sudah melihatnya duluan, dia melepas pelukannya dengan Kia.


"Nana, ada apa? Kenapa?" tanya Devan.


"Ah... tidak apa-apa. Aku hanya teringat Bapak saja. Aku rindu Bapak."


Devan tersenyum kecil sambil mengusap pipi Sena. "Setelah dari sini kita bisa mengunjungi Bapak."


Devan lalu mengajak untuk menaiki wahana. Mereka mencoba satu persatu namun tidak semua bisa dinaiki oleh Kia karena tingginya tidak sesuai kriteria.


Sena sangat senang dengan momen kali ini, sejenak dia melupakan tentang kejadian tadi yang menimpa mantan suaminya.

__ADS_1


"Sena, naik bianglala yuk sebelum pulang."


"Eh.. katanya Kia takut ketinggian?"


"Kita naik berdua saja dan Kia bisa tunggu di bawah."


Kia setuju, ia mendorong Sena dan Devan untuk naik ke bianglala. Sementara Kia akan duduk dan mengamati mereka dari bawah.


Sena merasa tidak enak dengan Kia karena harus sendirian namun Devan meyakinkan jika Kia tak akan ke mana-mana.


Mereka masuk ke bianglala besar itu, hanya mereka yang naik membuat Sena sangat heran. Biasanya tempat hiburan ini ramai namun sedari tadi tidak ada pengunjung selain mereka bertiga.


Bianglala mulai berputar naik, Sena dan Devan duduk berseberangan. Sena sangat canggung saat ditatap oleh Devan, ia lalu memalingkan pasangan melihat pemandangan dari atas sana. Namun rupanya Devan masih menatapnya membuat Sena sangat risih.


"Kak Dev ngapain lihat aku sampai segitunya?"


"Calon istriku cantik juga."


Sena salah tingkah, dia tak menggubris ucapan Devan lalu lebih memilih memainkan ponselnya. Sena mencari berita di media sosial dengan serius, apalagi kali ini ada kasus perselingkuhan artis terkenal membuatnya sangat kepo.


"Sena?"


Devan berjongkok di depan Sena lalu menunjuk di bawah sana. Sena melihatnya dan membuat matanya terbelalak. Bagaimana tidak? Di bawah sana banyak orang yang membentuk tulisan 'Will you marry me, Senarita?'


Sena lekas menatap Devan yang sudah membawa sekotak cincin di tangannya. Mata Devan berbinar serta senyumannya mengembang.


"Maukah kau menikah denganku, Sena?"


Sena tergagap, ia tak bisa berkata-kata. Dirinya pertama kali diperlakukan manis seperti ini oleh pria. Air matanya menetes, ia malah teringat saat pertama kali menikah dengan Regan, hari pertama setelah menikah justru Regan membentaknya karena Sena mencuci pakaian yang digunakan Regan untuk bekerja. Sena pikir Regan sedang libur karena baru saja menikah namun Regan memilih untuk berangkat bekerja dari pada bertemu dengan mantan mahasisiwinya itu.


"Terima! Terima! Terima! Terima!" Suara orang yang berada dibawah.


Sena melihatnya kembali, ia juga melihat segerombolan balon yang baru saja diterbangkan oleh Kia.


"Tante Sena, maukah kau jadi ibuku?" teriak Kia.

__ADS_1


Rupanya Devan dan Kia bersekongkol untuk membuat kejutan ini. Bapak dan anak sangat kompak sekali. Sena menangis terharu, ia sampai tersedu-sedu. Devan menangkup wajah Sena serta mengusap air matanya. Devan mengira jika Sena tidak bahagia dengan semua ini.


"Sena, maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih. Jika tidak ingin menikah denganku tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa."


Sena menggelengkan kepalanya sembari mengusap air mata yang sudah bercucuran. Tak dapat di pungkiri jika dirinya sangat bahagia bahkan terasa dianggap seperti perempuan sebenarnya.


"Mantan suamiku dulu tidak pernah melakukan hal romantis seperti ini. Dia selalu mengacuhkanku bahkan tidak pernah memandangku ada. Namun, saat mengenalmu aku merasa dianggap layaknya perempuan. Kau selalu menghormatiku sebagai perempuan bahkan tahu apa yang aku sukai walau aku tak menyebutkannya."


Devan menaikkan alisnya. "Lalu artinya apa?"


Sena mengangguk sambil tersenyum. "Aku mau menikah denganmu."


Devan masih belum percaya jika Sena akan menerimanya, dia duduk di samping Sena lalu menatap wajah Sena yang tersenyum lebar.


"Akan kuulangi sekali lagi. Aku mau menikah denganmu, Kak Dev."


"Yesssss..." Devan meloncat kegirangan membuat gondola yang dinaikinya goyang.


Sena ketakutan namun Devan lekas memeluknya. Devan tak bisa berkata-kata dengan semua ini. Lamarannya diterima oleh Sena setelah mereka menjalin hubungan sebulan lebih.


"Papa.... Bagaimana?" tanya Kia saat gondola mereka melintas di bawah.


"Kau akan punya Ibu dan adek baru, Kia," jawab Devan senang.


Semua orang berteriak kegirangan termasuk orang-orang yang di sewa Devan untuk membentuk kalimat tersebut. Sena baru menyadari jika semua orang itu adalah pegawai Devan di perusahaannya dan tentunya ada teman dekat Sena yaitu Gladis.


Sena mencubit lengan Devan membuat pria itu kesakitan.


"Kak Dev kenapa menyuruh mereka begitu?" tanya Sena.


"Aku bingung mau minta bantuan siapa. Mumpung shift mereka libur jadi minta bantuan mereka saja," jawab Devan.


Devan menunjukan cincinnya, Sena menganggap paham.Pria itu pun memakaikan cincin pada jari manis Sena.


"Ketika kau sudah memakai cincin ini maka aku berjanji jika tidak akan menyakitimu bahkan menduakanmu. Itu janjiku sebagai pria sejati," ucap Devan.

__ADS_1


Sena mengangguk bahkan menangis lagi. Devan lekas memeluknya dengan erat sampai Sena benar-benar terhenti dari tangisannya. Devan melepas pelukannya dan menatap wajah Sena dengan erat. Dengan perasaan mantab, Devan mencium bibir Sena dengan erat, menggigitnya pelan sembari memberikan sensasi yang luar biasa.


Ku harap ini adalah pernikahan kami yang terakhir.


__ADS_2