Berbagi Cinta : Suami Yang Tak Tergapai

Berbagi Cinta : Suami Yang Tak Tergapai
Bab 80 : Season 1 selesai


__ADS_3

Suasana restoran di pinggir danau terlihat sangat ramai. Semua orang direksi hadir. Devan menggandeng tangan Sena, memang sebagian orang-orang itu datang ke pesta pernikahan Sena. Devan menarik kursi untuk Sena, mereka memilih duduk bersebelahan dengan Antony dan Sofia.


Kia langsung memeluknya dengan erat dan meminta pangku Devan.


"Loh, rambutmu kok pendek?"


"Anakmu meminta potong rambut pendek," jawab Sofia.


Devan menciuminya dengan gemas, Sena tersenyum kecil saat melihat sayangnya Devan pada anak angkatnya itu.


Mereka melanjutkan mengobrol sembari menunggu acara dimulai. Sena melihat-lihat orang disekelilingnya namun siapa sangka jika dirinya melihat Regan duduk bersama Bram di meja lain. Regan juga menatapnya membuat Sena memalingkan wajah.


"Sayang, kenapa tidak bilang jika ada Regan di sini?" tanya Sena.


"Ada Pak Bram dan tentu saja ada Regan. Sudah, jangan hiraukan dia!"


Sena menganggukan kepalanya, ia meminum sirup yang dibawakan pelayan. Pembuka makanan akan di hidangkan, para pelayan memberikan aneka makanan pembuka pada meja masing-masing.


Dewan direksi memberikan sambutan, mereka sangat senang bisa diundang makan malam di sini. Beliau juga mempersilahkan Devan untuk memberikan sambutannya. Devan naik ke atas panggung, ia sangat berwibawa sekali berpidato sama seperti biasanya.


Regan menatap Sena yang kagum dengan Devan, tentu saja Regan sangat cemburu. Dia hanya seorang dosen bukan pemimpin perusahaan besar. Mungkin, itu adalah alasan yang logis untuk meninggalkannya.


"Terima kasih sudah mau mendengarkan sepatah dua patah dari saya. Terima kasih juga yang sudah hadir di sini. Selamat menikmati jamuan makan malam ini," ucap Devan sebagai kata penutup.


Devan kembali ke tempat duduknya, Sena sangat bangga dengannya. Mereka lalu makan bersama-sama menikmati makan malam ini. Kia masih menunjukan sikap manjanya pada Devan, ia meminta sang Papa untuk menyuapinya. Devan tentu saja mau melakukan untuk putri kecilnya.


15 menit kemudian, Sena merasakan ingin buang air kecil. Dia lantas meminta izin ke kamar mandi, ketika Devan ingin mengantar ia menolak. Sena menuju ke kamar mandi yang letaknya di ujung sana. Dia masuk ke kamar mandi dan membuang semua air kotornya.


Setelah itu, ia keluar dari kamar mandi dan melihat seorang pria duduk di atas sampan.


Sena mendekatinya, ia curiga jika itu adalah hantu namun siapa sangka jika itu adalah Regan.


"Kak Re kenapa di sini?" tanya Sena.


"Tidak apa, sedang merokok saja," jawab Regan.


Sena mengernyitkan dahi, ia berpikir sejak kapan Regan merokok. Regan lekas mematikan rokok itu lalu mengajak Sena untuk naik ke atas sampan bersamanya.


"Aku tidak bisa berenang," ucap Sena.


"Siapa yang menyuruhmu berenang? Kita naik sampan saja bukan berenang," jawab Regan.


Regan berdiri lalu menarik Sena untuk masuk. Sena sangat ragu, ia takut ketahuan Devan jika berduaan dengan Regan tapi Regan meyakinkan jika Devan tak akan marah apalagi hanya sebentar saja.


Sena pada akhirnya mau, Regan lekas mendayung sampan sampai ke tengah. Sena menikmati langit malam dari atas sampan.


"Langit malam memang sangat indah, jarang sekali di Eropa akan ada pemandangan seperti ini. Terima kasih sudah mau menikmatinya denganku," ucap Regan.


"Sebenarnya Kak Re ke Eropa mau ngapain?"


Regan tersenyum tipis, tangannya masih mendayung. "Ada hal yang harus aku lakukan yaitu melupakanmu."

__ADS_1


Sena hanya diam, dia tak mau membahas masalah itu. Mereka semakin menuju ke tengah sampai suatu ketika sampan itu bocor. Air mulai masuk dan saat itu Sena panik membuat tubuhnya tidak bisa diam.


"Sena, tenanglah!"


"Kak, kita akan tenggelam."


Air semakin masuk dan membuat sampan mereka terbalik. Regan langsung memeluk Sena dengan erat karena wanita itu tak bisa berenang.


"Aku takut," ucap Sena.


"Jangan lepas tubuhku!"


Regan berusaha berenang namun kakinya malah keram. Dia merasa kesakitan dan hanya bisa pasrah namun ketika dia melihat wajah Sena membuatnya merasa kasian.


"Jangan lepas tubuhku! Sebentar lagi kaki ku pasti sembuh."


Regan memeluk Sena dengan erat, mereka menahan rasa dingin yang menyiksa. Kakinya tak kunjung sembuh, ia lantas berteriak meminta tolong dan untung saja mereka mendengar.


"Ada yang tenggelam."


Devan sangat terkejut, ia juga heran kenapa Sena sedari tadi tidak kembali. Mereka bersama-sama melihat keadaan dan terkejut di tengah sana terdapat Regan dan Sena.


Devan seketika melompat di danau buatan itu. Dia berenang menuju ke arah mereka. Sena sudah sangat menggigil sekali dan ia hanya bisa memeluk tubuh Regan yang seolah kaku. Sesampainya, Devan langsung menarik tubuh Sena. Sena yang tadinya hanya memejamkan mata kini membuka matanya.


"Mas Devan?"


Sena melihat ada tatapan kekecewaan padanya, ia tahu jika Devan pasti akan berpikiran yang macam-macam mengenai mereka.


"Regan, kau bisa berenang sendiri 'kan?" tanya Devan.


"Sena peluk erat aku dan kau Regan, peganglah tanganku dengan kuat, aku akan menarikmu. Sampan di sini hanya satu dan kalian sudah menenggelamkannya."


Devan berenang pelan membawa mereka, Sena sangat kedinginan untung saja saat sudah sampai Sofia memberinya jaket. Kaki Regan sangat nyeri, Devan mencoba membantunya dengan cara memijatnya. Regan menahan kesakitannya sedangkan Bram mengelap tubuh Regan menggunakan jaket.


Semua orang berbisik-bisik, sepertinya mereka tahu jika Regan dan Sena dulunya adalah suami istri. Mereka heran kenapa mereka tenggelam bersama-sama.


Kaki Regan sudah tak sakit lagi, ia berterima kasih pada Devan. Devan lalu menggendong Sena menuju ke penginapan yang ada di sana. Bukan masalah cemburu namun yang jelas ia senang bisa menyelamatkan mereka dari maut yang mengancam.


Di dalam penginapan.


"Aku bisa jelaskan."


"Tidak usah, kau sudah selamat saja aku senang."


Devan mengelap rambutnya yang basah, untung saja tak jauh dari sini ada toko pakaian.


Devan lalu melepas handuknya, sepertinya ia akan menyerang Sena setelah ini apalagi Sena juga memakai lilitan handuk saja. Devan mendekati tubuh Sena lalu mengecupinya, Sena hanya pasrah karna dia memang butuh kehangatan setelah tenggelam tadi.


"Tunggu! Kenapa Mas Devan tidak marah?"


"Marah untuk apa?"

__ADS_1


"Tadi aku dan Kak Regan di sampan hanya berduaan. Lantasnya kau harus marah padaku."


Devan tersenyum kecil. Dia menggelengkan kepalanya. "Kenapa aku harus marah? Kau sudah menjadi milikku dan aku pemenangnya." Devan mencium tengkuk leher Sena, ia melanjutkan yang harus ia lakukan.


Sena sangat senang sekali karena Devan bukan orang yang cemburuan. Mereka menghangatkan diri, bercumbu dan bercinta membuat cinta mereka semakin kuat.


***


Hari minggu.


Di bandara.


Devan dan Sena mengucapkan salam perpisahan pada Regan. Mereka sampai mengantar ke bandara. Sampai sekarang mereka tidak tahu jika Regan tidak ke Eropa.


"Devan, aku pamit."


"Hati-hati di sana, Re. Jangan lupa untuk sesekali menelpon."


Regan memeluk Devan, bahkan Devan pun tak pernah membahas masalah tenggelam malam itu. Devan memang baik dan tak pendendam.


Setelah itu, Regan berpamitan untuk masuk. Sena memeluknya sebagai tanda pertemanan.


"Hati-hati!"


Regan mengangguk, dia menyeret kopernya. Devan dan Sena membalikan badan untuk pulang, Regan melirik mereka dan melihat mereka bergandengan tangan. Sementara Bram hanya bisa memandang kepergian putranya dan kini dia benar-benar sendirian.


Berbahagialah, Sena! Aku tahu kau pasti akan bahagia dengan Devan. Batin Regan.


Ini adalah awal dariku dan Sena untuk memulai hidup baru. Aku akan membahagiakannya. Batin Devan.


Semuanya sudah mendapatkan kebahagiaan masing-masing termasuk aku, Kak Devan dan Kak Regan. Aku harap kami akan selalu akur ke depannya. Batin Sena.


*****


Hallo Season 1 sudah selesai...


Season 2 akan dimulai minggu depan.


Saya akan libur beberapa hari dulu untuk menyusun rencana season 2 yang akan dimulai di bab 81.


Judul tak bisa diubah... Season 1 Sena benar-benar tidak bisa menggapai cinta suaminya yaitu Regan. Walau Regan seolah mengejarnya namun tetap saja cinta Regan saat itu tidak tulus dan masih memikirkan Maya.


Untuk Season 2, apakah Sena bisa menggapai suami barunya yaitu Devan?


Season 2 tak ada pelakor maupun poligami. Saya lelah bikin konflik itu.


Apakah season 1 sungguh dari kisah nyata? Secara garis besar memang dari pengalaman saya sendiri mempunyai pasangan mirip Regan yang sifatnya seperti itu dan itu belum menjadi suami masih status kekasih.


Hal yang terbodoh yang saya pernah pikirkan adalah mencoba untuk bunuh dir. Saya memang bodoh sekali. Saya waktu itu masih labil dan tidak berani cerita ke orang sekitar. Depresi memang butuh perhatian, jika disekeliling kalian ada orang yang depresi, ajaknya berbicara dan beri dia semangat.


Saya sudah sembuh dan bisa lepas dari pria itu. Tak ada yang perlu dikhawatirkan karna kini saya hidup bahagia dengan suami dan anak-anak saya.

__ADS_1


Salam hangat dari saya untuk kalian.


Cerita ini akan lanjut minggu depan. Semoga masih mau menunggu...


__ADS_2