
Fatma tampak termenung setelah mendengar penuturan Tio, adiknya.
"Apa dia benar-benar memang tidak mempunyai rasa simpati sedikitpun terhadapku" batin hati Fatma merasa sedih.
"Tio, apa sekarang kau tahu di mana Leandro berada?" tanya Fatma pada adiknya yang ingin mengetahui keberadaan Leandro untuk mengucapkan terima kasih padanya.
"Sepertinya kak Lean juga baru pulang lima belas menit yang lalu kak" jawab Tio.
"Oh ya sudah tidak apa-apa. Bagaimana keadaanmu selama ini dengan Tantri?" tanya Fatma yang ingin tahu keadaan adik-adiknya.
"Aku dan Tantri baik-baik saja kak, kau jangan khawatir akan kami" jawab Tio lagi.
"Bagaimana aku tidak khawatir? Kalian kan adik-adik kesayanganku" jawab Fatma sambil mengelus pelan kepala Tio.
Tio pun hanya tersenyum mendengar penuturan kakak perempuannya itu. Saat mereka masih sedang berbincang, tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka dan menampakkan Rey dan Nadira yang ada di sana. sebenarnya Tio enggan meninggalkan Fatma bersama kedua orang itu, meskipun dia tahu jika Rey adalah suami kakaknya, tapi Tio tidak mengetahui tentang hubungan Rey dengan Nadira. Sampai saat ini Fatma tidak memberitahukan kepada orang-orang jika dia mempunyai seorang madu.
"Tio sebaiknya kau keluarlah terlebih dahulu, nanti jika ada sesuatu yang kakak inginkan, kakak akan memanggilmu kembali" ucap Fatma pada adiknya.
"Tapi Kak-" ucapan Tio terpotong karena melihat raut wajah Fatma yang menyuruhnya untuk keluar terlebih dahulu.
"Tidak apa-apa Yo, aku akan baik-baik saja" ucapan Fatma yang mengerti dengan tatapan mata Tio.
"Baiklah aku akan menunggu di luar" ucap Tio membalikan badannya sambil melangkahkan kaki menuju pintu keluar ruangan itu tanpa menyambut kedatangan Rey dan Nadira.
"Huh, sepertinya adik mu itu memang tidak pernah di ajarkan sopan santun ya?" tanya Nadira dengan nada mencemooh.
"Maafkan atas ketidak sopanan adik saya Tuan, Nyonya" jawab Fatma atas ucapan Nadira.
"Sudahlah, separah apa penyakit mu sampai keluarga besar ku sepertinya khawatir sekali terhadapmu? Sepertinya kau memang wanita yang pandai mengambil hati orang lain, bahkan laki-laki yang baru melihat mu saja sudah bersimpati padamu?" tanya Rey tiba-tiba.
Fatma cukup terkejut dengan kata-kata yang suaminya lontarkan itu. Bukan meminta maaf karena tidak bisa menemani saat sakit ataupun menunjukkan sedikit rasa simpatinya, tapi malah menuduhnya layaknya wanita murahan.
"Ternyata memang dia tidak pernah merasa simpati ataupun kasihan terhadap ku" batin Fatma pedih.
"Maaf karena saya sudah membuat keluarga besar anda repot" jawab Fatma dengan nada yang lirih.
__ADS_1
"Aku sudah menampakkan diri di hadapanmu sekarang, jika nanti ada salah satu keluarga ku yang menanyai keberadaan ku, kau tahu apa yang harus kau katakan, kan?" tanya Rey dengan angkuhnya.
Fatma tak mampu berkata apa-apa lagi, dia hanya menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan air mata yang sudah menggenang.
"Baik tuan, sa... saya mengerti" jawab Fatma seperti biasa.
"Baiklah, aku pergi dulu. Awas saja kau jika merepotkan ku lagi" ucap Rey sebelum ia pergi dari ruang rawat Fatma sambil menggandeng tangan Nadira posesif.
Saat di lorong Rey merasa jika ada seseorang yang memperhatikannya dari balik tembok pemisah lorong, tapi saat ia berbalik tak ada siapa pun yang lewat di sana, di tambah suasana rumah sakit yang sunyi semakin membuatnya merinding. Dengan cepat Rey pun melangkahkan kakinya sampai ia tak sadar jika Nadira sedang di tariknya dengan cukup kasar.
"Rey, sayang ada apa? Kenapa kau menarik tangan ku seperti itu?" tanya Nadira saat mencoba menghentikan Rey yang sedang menariknya kuat.
Seperti tersadar akan sesuatu Rey pun menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menghadap Nadira.
"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu" ucap Rey sambil menggenggam tangan Nadira yang pergelangannya sudah memerah akibat dari cekalannya yang kuat tadi.
"Lalu kenapa kau menarik ku seperti itu?" tanya Nadira sambil memanyunkan bibirnya.
"Aku benar-benar minta maaf sayang" jawab Rey.
"Baiklah kali ini aku akan memaafkan mu, tapi jika lain waktu terjadi lagi aku tidak akan pernah memaafkan mu" ucap Nadira dengan perasaan yang kesal.
Nadira tidak menanggapi ucapan Rey, dia masih merasa kesal karena Rey sudah menarik tangannya dengan kasar.
"Baiklah, sebagai permintaan maaf ku, bagaimana jika kita ke toko salah satu perhiasan yang kau inginkan?" tanya Rey untuk membujuk Nadira.
Dengan wajah yang girang Nadira pun segera menyetujui ajakan Rey.
"Benarkah?" tanya Nadira.
"Anything for you dear" jawab Rey sambil menggandeng kembali tangan Nadira menuju ke parkiran bersamanya.
"Thank you Rey" ucap Nadira.
Mereka pun melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil dan segera pergi dari sana.
__ADS_1
"Cih, ternyata perlakuan mu tidak seperti wajah dan penampilan mu. Kau kotor sekali" ucap seseorang itu sambil terus memperhatikan mobil Rey yang sudah mulai menjauh dari pelataran rumah sakit.
***
Setelah mendapat kabar dari pihak rumah sakit tentang Fatma yang sudah sadarkan diri, keluarga besar Raymond pun segera berangkat menuju rumah sakit itu untuk menjenguk Fatma.
"Ayunda, apa kau sudah baik-baik saja?" tanya Mommy Celine saat mereka sudah sampai di ruang inap Fatma.
"Saya baik-baik saja Mom, maafkan saya karena sudah membuat anda dan keluarga besar merasa khawatir" jawab Fatma sambil menundukkan kepalanya dalam.
Mommy Celine dan Daddy Antony mendekat ke arah ranjang yang di tempati Fatma.
"Kau tidak salah apa-apa. Jadi tidak perlu meminta maaf seperti itu" ucap Mommy Celine sambil menegakkan kepala Fatma.
"Tidak seharusnya kau menundukkan kepala saat berbicara dengan seseorang, apalagi kami adalah orang tuamu karena itu sangat tidak sopan" ucap Mommy Celine lagi.
Fatma pun mengerti dengan ucapan yang dikatakan oleh Mommy Celine, ia pun menegakkan kepalanya sambil menatap Mommy Celine secara langsung.
"Nah, lebih baik seperti itu" ujar Daddy Antony.
Fatma pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Nak, apa Rey sudah datang menemui mu?" tanya Mama Camila, orang tua Leandro.
"Rey sudah kemari tante, tapi hanya sebentar karena pekerjaannya sangat sibuk" jawab Fatma.
Sedangkan Leandro yang mendengar jawaban Fatma hanya memutar bola matanya malas.
"Lean, Terima kasih karena anda sudah membantu saya untuk dibawa ke rumah sakit, maafkan saya karena sudah merepotkan anda" ucap Fatma pada Leandro yang menatapnya dengan acuh.
Bahkan Leandro sendiri tidak menanggapi ucapan terima kasih Fatma.
"Ayunda, kau jangan terlalu memikirkan sikap Leandro, dia orangnya memang kaku seperti itu" ucap Mama Leandro, Camila.
"Tidak apa-apa tante, saya baik-baik saja. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang sudah Leandro diberikan terhadap saya" jawab Fatma sambil tersenyum hangat.
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗