Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 76


__ADS_3

Reymond mengajak Fatma untuk menginap di mansion bersama kedua orang tuanya, tapi mereka tidak tidur di kamar yang pernah Reymond dan Nadira tempati, melainkan di kamar tempat Fatma dulu pernah singgahi saat ia pingsan.


"Sayang, kamu tidak apa-apa kan jika kita tidur di kamar ini?" tanya Reymond yang merasa tidak enak hati pada istrinya.


Fatma tersenyum dan menggeleng. "Aku tidak apa-apa, Mas. Jangan terlalu khawatirkan."


Reymond juga sudah minta Pak Kus untuk membenahi kamar yang mereka tempati, hingga tampilannya sedikit berbeda dari saat pertama kali Fatma menempatinya.


"Baiklah. Kalau begitu, sekarang kamu istirahat dulu," ucap Reymond sambil mendudukkan Fatma di atas tempat tidur.


"Tidak, Mas. Aku ingin memaksakan sesuatu untuk Mommy dan Daddy," tolak Fatma yang segera bangkit dari duduknya.


Reymond mendesah kasar, tadinya ia berniat untuk bermesraan bersama sang istri, mumpung kedua orang tuanya sedang beristirahat di kamar mereka.


"Sayang, tidak bisakah kamu tinggal saja disini bersamaku? Biarkan Pak Kus dan koki yang memasak untuk makan malam kita nanti," bujuk Raymond sambil memegang tangan Fatma, istrinya.


Fatma terdiam, ia tidak tahu harus berbuat apa. Meskipun selama ini mereka berhubungan baik, tapi jika untuk bermesraan dan selebihnya, ia masih malu, apalagi Reymond memintanya dengan terang-terangan.


Reymond menatap ke terdiaman istrinya yang masih menunduk. "Sayang, apa kamu tidak mau menghabiskan waktu bersamaku?"


"Bu–bukan begitu, Mas. Tapi aku malu, di luar ada Mommy dan Daddy, jadi aku kurang nyaman," ucap Fatma seraya menunduk.


"Hmmm, baiklah. Kali ini aku akan melepaskan mu, tapi nanti malam kamu tidak akan bisa lari lagi," ancam Reymond sambil memeluk istrinya dari belakang dan berbisik.


Mendengar bisikan suaminya, Fatma seketika menegakkan tubuhnya dan menengok ke belakang untuk melihat suaminya.


"Mas–"


Belum sempat Fatma berbicara, Reymond sudah menyerangnya terlebih dulu. Ia memanfaatkan waktu dengan cepat saat Fatma menengok ke arahnya.

__ADS_1


Jika diminta perlahan kamu selalu menolak, tapi saat diserang langsung selalu menyambut. Reymond tersenyum tipis di sela-sela ciuman mereka.


Fatma mendorong pelan suaminya saat ia kehabisan oksigen. "Mas kebiasaan ...!" Gerutu Fatma sambil menampilkan wajah yang ditekuk.


Reymond mencubit pelan hidung istrinya itu. "Kamu lucu jika sedang marah," ucap Reymond dan berbisik lagi, "Dan membuatku semakin mencintaimu."


Blush ....


Wajah Fatma seketika memerah setelah mendengar pernyataan suaminya, ia kembali memalingkan wajah kesembarang arah untuk menutupi kegugupannya.


Reymond tersenyum melihat tingkah istrinya yang sedang gugup, ia menggeleng pelan sembari berkata, "Kenapa tidak menjawab pernyataan ku? Apa kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku?"


Fatma kembali menatap wajah sang suami, tentu saja saat ini ia sudah memiliki perasaan yang sama dengan suaminya, hanya saja ia masih merasa malu untuk mengungkapkannya.


"Aku ... aku juga–"


Namun, saat Reymond hendak melangkah pergi, tiba-tiba Fatma menahan dengan menggenggam tangannya, kemudian ia memeluk Reymond dari belakang.


"Aku juga mencintaimu, Mas." Fatma berucap dengan jelas dan lugas.


Reymond tersenyum tanpa melihat Fatma, ia tidak menyangka jika istrinya akan mengutarakan isi hatinya saat ini, tapi ia juga bersyukur akan hal itu.


"Benarkah?" tanya Reymond tanpa membalikkan badannya.


Ia bisa merasakan jika Fatma sedang mengangguk, karena kepala Fatma menempel di punggungnya.


"Iya, Mas. Aku juga mencintaimu," jawab Fatma dengan cepat.


Reymond pun membalikkan tubuhnya dan menghadap Fatma, ia menatap lekat mata indah milik sang istri, begitupun dengan Fatma yang juga menatap suaminya. Mereka saling bertatapan sebelum akhirnya, Reymond memangkas jarak dan mulai mencium lembut istrinya. Fatma sendiri tidak menolak perlakuan sang suami, ia juga ikut terbawa suasana dan membalas perlakuan suaminya.

__ADS_1


Tanpa mereka ketahui, Mommy Celine sedang mengintipnya di celah pintu kamar yang tidak tertutup rapat, tadinya ia ingin mengajak menantunya itu untuk memasak bersama lagi, tapi niatnya ia urungkan karena melihat Fatma dan Reymond sedang sibuk dengan urusannya.


"Mom, kenapa hanya diam di sini? Kenapa tidak jadi masuk?" tanya sang suami, Tuan Antony.


"Hmmm, anu ... itu ... itu ...." Nyonya Celine tidak meneruskan perkataannya, karena ia sendiri pun bingung harus berkata apa.


Tuan Anthony mengerutkan keningnya saat melihat sang istri berbicara dengan tidak jelas. "Mommy, kenapa?"


"Itu ... Rey dan Ayunda .... Sudahlah, lebih baik Mommy masak sendiri saja, kita tidak perlu mengganggu mereka," ucapnya Celine tidak berani mengatakan yang sebenarnya.


Saat Tuan Antony akan menengok ke kamar anaknya, Nyonya Celine segera menghentikannya dengan menarik tangan sang suami.


"Kamu tidak perlu tahu mereka sedang apa, yang pasti sepertinya sebentar lagi kita akan segera mendengar kabar bahagia." Nyonya Celine berujar sambil menarik pelan suaminya untuk menjauh dari kamar sang anak.


"Kabar bahagia? Apakah kita akan segera menjadi Kakek dan Nenek?" tanya Tuan Antony dengan girang.


"Iya, mudah-mudahan saja. Apakah kamu sudah menghubungi pihak WO yang Reymond minta?" tanya Nyonya Celine saat mereka sudah tiba di ruang keluarga.


"Kenapa harus aku? Bukankah kemarin kamu yang menyanggupinya?"


"Tapikan aku sedang sibuk, karena harus mempersiapkan gaun yang akan Ayunda pakai," Bela Nyonya Celine yang tidak ingin disalahkan.


Tuan Antony menggeleng pelan. Selalu saja seperti itu, gerutunya dengan sedikit kesal.


"Baiklah, baiklah, besok aku akan menghubunginya," ucap Tuan Antony yang akhirnya mengalah.


Nyonya Celine mengembangkan senyum manisnya, iapun memeluk tangan sang suami dan berkata, "Terima kasih, Daddy sayang."


Sebenarnya, kedatangan Nyonya Celine dan Tuan Antony itu untuk membantu Reymond mempersiapkan acara resepsi pernikahan dirinya dengan Fatma. Ia ingin mengenalkan istrinya dengan banyak orang, maka dari itu ia pun mengadakan acara resepsi pernikahan yang kedua kalinya, Fatma sendiri belum mengetahui rencana resepsi itu, karena Reymond dan keluarganya akan menjadikan itu sebagai kejutan.

__ADS_1


__ADS_2