
Nadira dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan hebat, Reymond dan Leandro terpaksa untuk menolong mereka. Reymond juga sudah menitipkan anak Louis dan Nadira pada sebuah panti asuhan.
Louis menunggu dengan cemas, ia sangat khawatir terjadi sesuatu pada Nadira dan juga janinnya. Sedangkan Reymond tidak mempedulikan Nadira lagi, dia sibuk dengan ponselnya yang sedang mencoba menghubungi Mommy-nya.
Setelah menunggu beberapa saat, dokter yang memeriksa Nadira pun keluar dari ruang UGD.
"Bisakah saya berbicara dengan suami pasien?" tanya dokter itu.
Reymond menatap Louis begitupun Louis yang menatap dirinya.
"Tuan?" panggil Louis.
"Kau saja, aku sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi dengan Nadira" jawab Reymond dengan cepat.
Leandro tersenyum geli melihat reaksi Reymond terhadap wanita yang dulu pernah dicintainya.
Louis pun mengikuti langkah dokter itu menuju ruangannya, sedangkan Reymond dan Leandro tidak beranjak dari depan pintu ruang UGD itu.
"Menurut mu, apa Nadira akan keguguran?" tanya Leandro pada sepupunya itu.
"Entahlah, aku tidak peduli lagi dengannya" jawab Reymond dengan cepat.
"Kenapa? Bukankah kau sangat mencintainya?" goda Leandro.
"Huh, kau sengaja menggoda ku?" tanya Reymond dengan kesal.
"Ku fikir kau tidak akan pernah membuka mata dan hati mu" jawab Leandro dengan senyum tipis.
"Berhentilah menggodaku. Lebih baik kau menyusul Louis ke ruangan dokter itu, aku khawatir jika dia akan kabur lagi" perintah Reymond.
"Baiklah aku akan menyusulnya" jawab Leandro.
Sepeninggalan Leandro, Reymond terdiam dengan lamunannya. Ia masih mencoba mengingat semua kejadian dalam tubuh bulan terakhir.
Ia mengingat saat Nadira dengan mudahnya menyuruh dia untuk menikahi gadis lain untuk diperkenalkan pada keluarga besarnya.
Flashback on
Saat itu, Nadira dan Reymond sedang menikmati waktu luang mereka bersama. Lebih tepatnya Reymond yang meluangkan waktunya untuk menemani Nadira.
__ADS_1
"Sayang, kapan kamu akan menikahi ku?" tanya Nadira seraya bermanja-manja di pangkuan Reymond.
"Maafkan aku, sayang. Untuk saat ini, aku belum bisa memastikan kapan waktunya, aku masih perlu meyakinkan kedua orang tua ku" jawab Reymond sembari memeluk tubuh Nadira.
"Aku tidak mengerti, kenapa orang tua mu tidak merestui hubungan kita?" tanya Nadira dengan penasaran.
"Aku juga tidak tahu pasti, sayang" jawab Reymond.
Nadira terdiam sejenak, ia mencoba untuk mengutarakan saran yang menurutnya sangat bagus.
"Rey, apa kamu benar-benar serius dengan hubungan kita saat ini?" tanya Nadira tiba-tiba.
Reymond menatap wajah Nadira dengan seksama, ia tidak mengerti kenapa Nadira menanyakan hal seperti itu. Apakah cintanya kurang meyakinkan untuk Nadira?
"Aku sangat serius, sayang. Maka dari itu, aku meminta mu untuk bersabar. Aku akan mencoba untuk meyakinkan Mommy dan Daddy" jawab Reymond.
Nadira tersenyum mendengar jawaban sang kekasih.
"Sebenarnya aku mempunyai cara yang lain agar kita bisa tetap menikah" ucap Nadira.
Reymond mengerutkan keningnya ia tidak mengerti dengan maksud perkataan Nadira.
"Apa maksud mu, sayang?" tanya Reymond dengan penasaran.
"Jangan membuat ku penasaran, sayang. Aku pasti akan melakukan apapun untuk bisa menikah dengan mu" jawab Reymond dengan yakin.
"Menikahlah dengan gadis lain agar kamu bisa perkenalkanya pada keluarga besar mu" ucap Nadira.
Reymond sangat terkejut dengan saran yang Nadira berikan.
"Sayang, apa kamu g***? Untuk apa aku harus melakukan hal itu?' tanya Reymond dengan kesal.
"Kamu bilang akan melakukan apapun untuk menikahi ku" ucap Nadira dengan wajah sedihnya.
Reymond tidak pernah tega melihat wajah Nadira yang menyedihkan seperti itu.
"Sayang, coba kita cari cara yang lain lagi. Aku tidak mau jika harus menikah dengan wanita lain selain dirimu" bujuk Reymond, karena dia tidak mungkin jika harus menikah dengan dua wanita.
Nadira menggelengkan kepalanya, dia tetap kukuh dengan sarannya.
__ADS_1
"Tenang saja, Rey. Aku sendiri yang akan mencarikan wanita itu, aku juga yakin bahwa kamu tidak akan pernah bisa tertarik padanya" ucap Nadira dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah, terserah kamu saja, sayang. Jika kamu yakin untuk menjadi yang kedua, aku akan menerimanya" jawab Reymond. Ia mengalah pada Nadira dan mengikuti saran yang diberikan olehnya.
"Baiklah, aku akan memberitahukannya dua hari lagi" ucap Nadira lagi.
SETELAH DUA HARI KEMUDIAN
Nadira datang ke kantor Reymond dengan membawa sebuah amplop coklat yang berisikan data-data dari wanita yang sudah ia seleksi.
"Rey aku sudah membawakan data-data wanita yang akan menjadi istri mu" ucap Nadira dengan mengulurkan amplop coklat yang ia bawa di atas meja kerja milik Reymond
"Nad, apa kamu yakin akan melakukan hal ini, " tanya Reymond lagi yang langsung mendapat anggukan kepala dari Nadira.
Reymond pun mulai melihat data seseorang yang sudah ada di sana, hanya ada satu nama saja. lengkap dengan foto dan juga data diri.
"Fatma Ayunda?" tanya Reymond menatap wajah Nadira.
"Iya, Dia adalah salah satu keponakannya Bibi pelayan di rumah mu" jawab Nadira.
Reymond mendesah kasar, ia sangat berat hati jika harus menduakan Nadira, wanita yang sangat ia cintai.
"Baiklah, aku akan menyuruh Zio untuk menjemputnya" ucap Reymond yang membuat Nadira tersenyum senang. Ia yakin jika Reymond tidak akan pernah tertarik pada gadis kampung yang ia berikan padanya.
Setelah Zio menjemput Fatma, barulah Reymond bertemu dan menilai Fatma sendiri. Benar yang dikatakan Nadira saat itu, ia memang tidak tertarik dengan Fatma, gadis kampung yang kucel dengan penampilan sederhana.
Reymond juga cukup terkesan pada Fatma. Di saat gadis yang lain akan segera menerima penawarannya. Tapi begitu dengan Fatma, dia langsung menolak Reymond saat itu juga. Dengan perasaan senang Ia menghubungi Nadira dan memberitahukan jika gadis itu menolak ajakan menikah kontrak dengan.
"Tetap bujuk gadis itu, Rey. Aku akan melakukan sesuatu, sesuatu yang tidak akan pernah bisa ia tolak" jawab Nadira saat Reymond memberitahukannya.
"Apa maksud mu, Nad. Jangan sampai kamu mencelakai dia" ucap Reymond.
"Kamu tenang saja, Rey. Aku hanya akan sedikit memberikan pelajaran padanya" jawab Nadira.
Reymond pun hanya membiarkan apa yang Nadira kerjakan, karena wanita itu berkata dia tidak akan mencelakai Fatma.
Hingga beberapa saat kemudian, setelah Fatma pulang, Zio menerima panggilan dari gadis itu dan saat itu juga, Reymond memanfaatkan situasi untuk menekan Fatma agar mau menikah dengannya.
"Ternyata Nadira sudah memberikan obat pencacah perut pada kedua adiknya Fatma" batin Reymond yang mengetahui apa yang sudah terjadi Tio dan Tantri saat itu.
__ADS_1
Flashback off
Mengingat semua kejadian saat itu, membuat Raymond kesal sendiri. Andai saja dia tidak dibutakan oleh cinta dan perasaannya, mungkin dia akan menerima masukan dari sang Mommy.