
sesampai di rumah sakit Reymond segera berjalan menuju ruang rawat Fatma. Setelah selesai menceraikan Nadira entah kenapa hatinya merasa sangat lega bahkan langkahnya pun terasa ringan.
Ceklek...
Reymond membuka pintu ruangan Fatma, di sana terlihat sang Mommy yang masih duduk di sofa dengan ditemani secangkir teh hangat dan majalah di tangannya, sedangkan Fatma sudah tertidur lelap.
"Kamu sudah kembali, Rey? Bagaimana hasilnya? Apa wanita itu sudah kamu bereskan?" cacar Mommy Celine begitu ia melihat anaknya memasuki ruangan itu.
Reymond melangkah dan ikut duduk di samping Mommy Celine, ia mendesah kasar.
"Sudah ku bereskan, Mom. Aku juga sudah melaporkan dia tentang semua kejahatan yang pernah dilakukannya, termasuk kecelakaan yang menimpa Tantri. Leandro sudah aku minta untuk membantu ku. Sedangkan Louis, dia masuk kembali ke dalam penjara karena menjadi dalang dalam perencanaan yang dilakukan oleh Nadira," papar Reymond.
"Baguslah. Tidak sia-sia Mommy menyewa detektif untuk memotret dan mengirim foto Nadira padamu waktu itu." ujar Mommy Celine.
Raymond menegakkan tubuhnya dan menatap sang Mommy.
"Maksudnya, Mom?" tanya Reymond tidak mengerti.
"Iya, Mommy yang sudah mengirimkan foto-foto itu untukmu," jawab Nyonya Celine.
Reymond tidak terlalu terkejut akan pengakuan Nyonya Celine, dia sudah mengira-ngira jika Nyonya Celine akan berbuat hal seperti itu.
"Ya, Mommy benar. Apa yang tampak bagus dan cantik di luar, belum tentu sama dengan dalamnya," ucap Reymond.
"Hmmm, karena itulah Mommy tidak pernah mengijinkan mu untuk mempunyai hubungan dengan Nadira." jawab Nyonya Celine.
Reymond tidak lagi menjawab perkataan Mommy-nya, saat ini ia hanya ingin cepat-cepat pulang bersama sang istri ke mansion-nya.
"Kira-kira kapan Ayunda bisa keluar dari rumah sakit, Mom?" tanya Reymond pada Nyonya Celine.
"Sekitar dua hari lagi, dokter sudah memperbolehkannya untuk pulang"
"Hmmm, bagus lah. Aku ingin cepat-cepat pulang, aku sangat tidak betah berada di sini" ucap Reymond.
"Apa yang sedang kamu fikirkan, Rey?" tanya Nyonya Celine dengan penuh selidik.
"Tidak ada, aku hanya tidak mau berada di sini terus" jawab Reymond santai.
"Awas saja kalau kamu sampai menempatkan Ayunda di paviliun belakang lagi, Mommy akan langsung membawanya ke negara B" ancam Nyonya Celine.
"Tentu saja aku tidak akan melakukan hal itu lagi, Mom" tolak Reymond.
__ADS_1
Setelah itu Reymond pun terdiam dengan pikirannya, sedangkan Nyonya Celine kembali sibuk dengan majalah di tangannya.
***
Sebenarnya Fatma sudah terbangun saat pintu ruangannya terbuka oleh seseorang yang ia ketahui itu adalah Reymond suaminya.
Fatma juga mendengarkan semua percakapan mereka, dia penasaran dengan masalah yang sedang menimpa Nadira, tetapi dia urung untuk menanyakannya karena merasa itu bukanlah urusannya dan saat yang mendengar jika Reymond sudah mengetahui tentang pelaku yang mencelakai Tantri, Fatma kembali merasa penasaran. Ia bertekad akan menanyakannya saat Reymond sedang dalam waktu senggang.
Reymond yang melihat Fatma mulai bergerak pun langsung menghampirinya.
"Kau sudah bangun? Bagaimana perasaanmu? Apa masih ada yang sakit?" tanya Reymond beruntun, mata pria itu memindai Fatma di seluruh tubuhnya. Terlihat khawatir.
Fatma yang tidak biasa dengan perlakuan Reymond yang seperti itu, sedikit merasa sungkan. Dia menunduk malu dengan tatapan Reymond. Fatma sungguh tak nyaman dengan perlakuan Reymond yang seperti ini.
"Saya– mmmh, maksudnya, aku, aku sudah lebih baik" jawab Fatma dengan gugup. Dia menggigit bibir bawahnya, merasakan kecanggungan yang teramat sangat dekat dengannya. Tatapan tajam Reymond membuat Fatma berdebar dan rasanya ingin menghilang atau menciut saja menjadi kurcaci, lalu bersembunyi di bawah brankar
Reymond yang sadar dengan kegugupan Fatma pun tersenyum geli. Wanita ini terlihat menggemaskan sekali, apalagi saat melihat bibir yang manis itu dia gigit. Rasanya dirinya ingin menggantikan gigi itu untuk mengigiti bibir Fatma yang manis itu.
"Santai saja, sayang. Aku tidak akan memakan mu sekarang" ucap Reymond berbisik di telinga Fatma.
Fatma terdiam, nafas hangat Reymond berhembus di telinganya membuat wajahnya terasa panas. Perkataan Raymond terdengar ambigu untuknya. Dia hanya membalasnya dengan senyuman kaku.
"Tuan, maksud ku, Mas, habis dari mana?" tanya Fatma. Dia mencoba untuk menahan getar yang mungkin terdengar di dalam nada suaranya.
"Aku baru pulang dari kota K, Nadira bersama selingkuhannya kabur ke sana," jawab Reymond.
Fatma yang tidak tahu tentang masalah Nadira cukup terkejut saat Reymond membahas tentang selingkuhan Nadira.
"Nyonya Nadira berselingkuh?" tanya Fatma tidak percaya. Bagaimana dia bisa selingkuh dengan pria lain sementara suami siri-nya begitu hampir mendekati kata "Sempurna"
Sayang, dia bukan Nyonya mu lagi, jadi berhentilah memanggilnya dengan sebutan itu," ucap Reymond mengingatkan Fatma.
"Iya, maaf. Apa benar dia sudah berselingkuh?" ulang Fatma lagi.
"Iya, benar. Kamu tenang saja aku sudah menceraikannya dan dia juga akan menanggung semua kesalahan yang pernah diperbuatnya" jawab Reymond.
Fatma tersenyum mendengar jawaban Reymond.
"Apa dia juga sudah mengakui tentang kecelakaan yang menimpa Tantri?" tanya Fatma.
Reymond cukup terkejut dengan pertanyaan Fatma, ia mengira jika Fatma belum mengetahui dalang dari kecelakaan yang menimpa Tantri.
__ADS_1
"Sayang, kau sudah mengetahui semuanya?" kini giliran Reymond yang tidak percaya.
"Ya, Tuan Leandro yang memberi tahu ku," jawab Fatma apa adanya, Leandro sudah menceritakan semua yang ia ketahui pada Fatma, tapi tidak dengan perselingkuhan yang dilakukan oleh Nadira.
"Hmmm, maafkan aku karena waktu itu tidak memberitahukan mu secara langsung, sehingga kau mengetahuinya dari orang lain," sesal Reymond.
Fatma pun menganggukkan kepalanya, ia bisa mengerti jika waktu itu Reymond masih sangat mencintai Nadira dan belum bisa menerima masukan dari orang lain.
"Tidak apa-apa, aku mengerti," jawab Fatma
"Terimakasih, kau memang pantas menjadi istri terbaik untuk ku," puji Reymond
Nyonya Celine tersenyum mendengar perkataan anaknya pada sang menantu.
"Hey, kalian melupakan Mommy yang masih ada di sini?" rajuk Nyonya Celine
Reymond dan Fatma sama-sama menoleh kearah Nyonya Celine.
"Mommy pulanglah, aku yang akan menjaga istriku sekarang," ucap Reymond.
Nyonya Celine pun mendesah kasar, ia tahu jika anak dan menantunya butuh privasi dan ia harus mengalah untuk meninggalkan mereka.
"Baiklah, kalau begitu Mommy pamit pulang dulu. Selamat menikmati waktu kalian," ucap Mommy Celine sebelum ia keluar dari ruangan itu.
Kini yang ada di ruangan itu tinggallah karena bersama Reymond, Fatma benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan, meskipun sebelumnya Fatma pernah ditinggal berdua bersama Reymond, tapi kali ini suasananya berbeda. Apalagi saat melihat Reymond yang terus-menerus menatap dengan senyuman yang selalu membingkai di wajahnya semakin membuatnya gugup.
"Kau kenapa terlihat sangat gugup seperti itu?" tanya Raymond yang menyadari kegugupan Fatma.
"Ti–tidak, sa–aku, aku baik-baik saja" jawab Fatma jelas-jelas dia merasa gugup, tapi menjawabnya dengan kata "baik-baik saja"
Reymond mencoba untuk mendekat kearahnya, dia ikut duduk di ranjang Fatma dengan menghadap ke arah sang istri.
Perlahan Reymond mengambil tangan Fatma dan mengecupnya, Fatma sendiri tidak melakukan perlawanan apa-apa, dia masih sibuk dengan detak jantungnya yang terus berpacu.
"Aku minta maaf untuk semua kesalahan yang pernah kulakukan terhadap mu. Kau mau kan memulai semuanya dari awal?" tanya Reymond penuh harap dengan menatap mata Fatma langsung.
Bak tersihir oleh tatapan mata Reymond, Fatma mengangguk sebagai jawaban.
"Terimakasih karena kau sudah memberikanku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan yang pernah kulakukan," sesal Reymond.
"Aku juga minta maaf karena sudah bersikap tidak sopan selama ini padamu, Mas," ucap Fatma sembari menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Reymond mengangkat wajah Fatma dan membingkainya dengan kedua tangannya, perlahan tapi pasti. Reymond mulai mendekatkan wajahnya, ia menatap dalam mata istrinya, sebelum akhirnya ia mengecup b***r Fatma yang selalu menjadi bayangannya selama ini.