Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 21


__ADS_3

Reymond saat ini sedang berhadapan dengan Leandro, sebenarnya dia merasa malu dan juga marah terhadap sepupunya itu.


Dia malu karena sepupunya mengetahui jika dia mempunyai dua istri, dan dia juga marah karena Leandro yang membantu Fatma untuk membayar semua biaya rumah sakit adiknya.


"Jadi benar kecurigaan ku selama ini?" tanya Leandro menatap dingin sepupunya itu.


"Untuk apa kamu ikut campur dengan urusan pribadiku?" tanya balik Reymond.


"Ha...h, Aku sama sekali tidak berniat ikut campur dengan urusan pribadi mu, hanya saja wanita yang kamu nikahi itu adalah wanita yang selama ini aku cari" ungkap Leandro.


"Apa maksud perkataan mu, Lean?" Rey merasa penasaran dengan ungkapan Leandro.


"Fatma Ayunda, gadis kecil yang selalu bersama ku dulu. Dia adalah gadis incaran ku" jawab Leandro tenang.


"Jaga baik-baik ucapan mu, Lean. Meskipun kita adalah rival, tapi kamu tidak sepantasnya untuk mengatakan jika Fatma adalah gadis incaran mu apalagi kamu berbicara seperti itu pada suaminya" ucap Rey mulai emosi, dia tidak suka jika Leandro mengatakan bahwa Fatma adalah gadis yang ia cari selama ini.


Rey mulai dekat dengan Lean saat ia baru pindah dari ke negara B, dulu Lean memang sering menceritakan seorang gadis kecil yang selalu bersamanya dan gadis itu bernama Ayunda. Tapi saat ia tahu jika gadis yang dimaksud Lean itu adalah Fatma Ayunda, Rey cukup emosi. Entah mengapa, rasanya ia sangat tidak suka jika ada laki-laki lain yang memperhatikan Fatma, padahal dia sendiri pun merasa tidak tertarik pada istrinya itu.


"Suami? Suami apa yang kamu maksud? Bukankah istri tercinta mu itu adalah Nadira? Lalu untuk apa kamu masih mempertahankan Ayunda?" tanya Leandro yang juga merasa ikut kesal.


"Cukup Lean! Kamu sudah kelewatan" geram Reymond.


Leandro menatap Reymond dengan tersenyum meremehkan, dia juga kesal terhadap Rey yang menurutnya sudah merebut Fatma darinya. Leandro sangat tidak menyukai kekalahan, dan untuk kali ini ia bertekad untuk merebut Fatma lagi darinya.


"Harusnya kamu lebih memperhatikan istri kedua mu itu, kamu akan segera mendapatkan surprise darinya" ucap Leandro sebelum beranjak meninggalkan Reymond yang tidak mengerti dengan ucapan Leandro.


"Tunggu, surprise apa maksudmu?" tanya Reymond yang penasaran dengan ucapan terakhir Leandro, tapi sayang sepupunya itu enggan untuk menjawabnya dan malah pergi meninggalkannya sendiri di ruangan itu.

__ADS_1


Reymond merasa penasaran dengan surprise yang Leandro maksudnya, jika Leandro tidak memberitahukannya maka dia sendiri yang akan mencari tahu.


Lantas Rey pun memanggil pria yang tadi pagi ia suruh mengikuti istri siri-nya itu.


"Tuan, saya membawakan ini" ucap pria itu sambil menyerahkan amplop coklat di hadapan Raymond.


"Apa ini?" tanya Reymond seraya menerima uluran amplop coklat itu.


"Untuk saat ini saya masih menyelidiki siapa orang-orang yang ada di foto itu, dan apa hubungannya dengan Nyonya Nadira" jawab Mike, pria yang ia suruh untuk membuntuti istrinya.


Perlahan Reymond membuka amplop itu untuk mengetahui isinya, ia makin penasaran dengan foto orang-orang yang berada di sana, karena ia masih mengingat betul dengan wajah anak perempuan kecil dan pria juga wanita paruh baya yang pernah di lihatnya.


"Bukankah tadi pagi Nadira berkata akan pergi ke rumah orangtuanya? Lalu kenapa ia pergi ke rumah itu lagi? Dan siapa sebenarnya mereka itu? Apa hubungannya dengan Nadira?" begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam benak Rey.


"Tidak mungkin jika Nadira berani mengkhianati ku, dia adalah wanita baik-baik yang lemah lembut. Meskipun aku tidak lama berhubungan dengannya tapi aku mempercayainya, tidak mungkin dia hanya mempermainkan ku saja" gumam hati Reymond seraya tangannya terus membolak-balikkan foto yang diambil dari dalam amplop coklat itu.


"Baik tuan, saya akan berikan informasi lengkap secepatnya" jawab Mike.


"Hmmm, kau boleh pergi sekarang" perintah Reymond.


"Baik tuan, saya permisi" pamit Mike sebelum ia pergi dari hadapan Reymond.


Reymond masih setia menatap foto-foto itu, berbagai prasangka ada di dalam hatinya, mulai dari malam pertama mereka yang sangat mengecewakan baginya. Dia memang tidak pernah melakukan hubungan i****m sebelum, tapi dia bisa cukup membedakan mana yang sudah terbiasa dan mana yang masih ori.


Flashback on


Reymond ingin melakukan malam pertamanya dengan Nadira, dia sangat mendambakan saat-saat itu. Tapi kenyataannya, sangat mengecewakan dia bukan yang pertama kali bagi Nadira.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Reymond dingin dengan langsung beranjak menjauh dari Nadira.


"Apa– apa maksud mu sayang?" tanya Nadira dengan sedikit gugup. "Mungkinkah dia menyadarinya?" batin Nadira takut. "Apa yang harus aku lakukan jika dia mencurigai ku?" tanya hatinya lagi.


"Jawab aku dengan jujur! Siapa yang sudah mendahului ku?" tanya Reymond dengan lugas.


Nyali Nadira menciut saat mendengar nada tinggi dari Reymond.


"Maafkan aku, Rey. Dulu aku pernah melakukannya dengan teman pria ku, tapi itu sebelum kita saling mengenal" dalih Nadira, ia masih berusaha untuk menutupi sesuatu yang tidak diketahui Reymond.


"Kenapa? Ku fikir kau wanita baik-baik yang bisa menjaga kehormatannya" ucap Reymond dingin.


"Maafkan aku sudah mengecewakan mu, Rey. Aku sangat mencintaimu sekarang dan selamanya, tolong maafkan aku" jawab Nadira dengan air mata yang sudah mulai menggenang.


Reymond sangat tidak tega saat melihat Nadira menangis, tapi ia juga merasa kecewa padanya. Jika memang seperti itu, kenapa Nadira tidak berkata yang sebenarnya saat mereka belum menikah? kenapa ia harus mengetahuinya dengan cara seperti ini?


"Rey, bukankah kita saling mencintai? Apa kau tidak bisa menerima kekurangan? Aku tahu, aku sudah membohongimu dan membuatmu kecewa, tapi aku tidak bermaksud untuk melakukan semua itu. Ku fikir kau tidak akan mempermasalahkan hal seperti ini. Aku sungguh-sungguh minta maaf!" ucap Nadira dengan air mata yang sudah mengalir deras.


Reymond merasa jika dirinya sudah keterlaluan terhadap Nadira, ia pun kembali memeluk Nadira untuk menenangkannya.


"Baiklah, aku juga minta maaf karena sudah berkata kasar terhadap mu. Aku juga sangat mencintaimu, Dira" ucap Reymond. Dan mereka pun akhirnya kembali berbaikan, itulah alasannya Reymond tidak mengajak Nadira pergi bulan madu sampai sekarang.


Flashback off


Mengingat hal itu Reymond merasa kesal sendiri. Dia ingin mendatangi Fatma, tapi keadaan Fatma masih lemah dan masih di rawat. Akhirnya Reymond hanya bisa menahannya sampai Fatma kembali sehat lagi.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2