Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 16


__ADS_3

Hari ini Fatma kembali bekerja, sudah berjalan


sekitar satu minggu sejak Reymond datang ke tempatnya, tuan suaminya itu tidak datang lagi.


"Sepertinya aku tidak perlu lagi meminum pil ini, toh Tuan Reymond juga tidak pernah mendatangiku lagi," gumam Fatma seraya menaruh kembali pil kontrasepsi itu ke dalam laci tempat ia menyimpannya.


Fatma pun melanjutkan kembali kegiatannya di pagi hari sebelum ia berangkat kerja.


Saat ia berada di depan pintu unitnya, Fatma bertemu dengan Leandro.


"Hy Ayunda, apa kau sudah siap untuk pergi bekerja?" sapa Leandro.


"Hy juga, Tuan. Iya saya baru mau berangkat. Apa Tuan juga sudah akan pergi?"


"Seperti yang kau lihat, ngomong-ngomong kau bekerja di mana?"


"Saya hanya pegawai toko baju yang berada di bawah sana."


"Oh baiklah, semoga harimu menyenangkan."


"Terima kasih. Semoga hari Tuan juga menyenangkan."


Mereka pun berpisah setelah lift yang Fatma tunggu datang, sedangkan Leandro masih belum beranjak dari depan pintu unitnya sambil mengutak-atik telpon genggam miliknya.


"Kau harus terus memantaunya, jangan sampai lengah, dan suruh yang lain untuk mengumpulkan semua informasi tentang orang itu." ucap Leandro pada seseorang yang ia telepon.


Tanpa sepengetahuan Fatma, ternyata Leandro menyuruh seseorang untuk terus menjaganya dari jarak jauh.


Seperti biasa, pagi ini Fatma juga melayani pembeli dengan sangat ramah, bahkan manajer di toko pun merasa bangga karena sejak kedatangan Fatma di tokonya, tempat itu menjadi lebih ramai dari biasanya.


"Fatma, tolong kamu tangani pelanggan yang sedang berdiri di sana," ujar Dewi sambil menunjuk ke arah luar tempat seseorang sedang berdiri membelakangi mereka.


"Baik mbak," jawab Fatma.


Setelah itu ia pun mendatangi wanita yang ditunjuk Dewi tadi.


"Selamat siang Nyonya, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Fatma pada wanita yang masih membelakanginya.

__ADS_1


Wanita itu pun segera membalikkan tubuhnya saat mendengar suara Fatma.


"Kamu?"


"Nyonya Nadira?"


Sejenak Fatma terkejut karena ia tidak menyangka jika akan bertemu dengan Nadira di toko tempatnya bekerja.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Nadira dengan pandangan yang meremehkan.


"Sekarang saya bekerja di sini. Apa ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya balik Fatma.


"Wah, wah, wah. Aku tidak menyangka jika toko ini akan mempekerjakan wanita penggoda seperti kamu," ucap Nadira dengan suara yang nyaring di depan banyak orang yang sedang berbelanja, ia sengaja mengeraskan suaranya agar orang-orang yang berada di sana berkumpul dan melihat kejadian itu.


"Apa maksud Nyonya berbicara seperti itu?" tanya Fatma yang tidak terima karena sudah di sebut wanita penggoda.


"Bukankah seminggu yang lalu kamu sudah tidur dengan suamiku? Apakah uang yang diberikan suamiku itu kurang sehingga kamu bekerja di tempat ini?"


Pertanyaan Nadira membuat orang-orang yang ada di sana berbisik-bisik mengatai Fatma.


"Nyonya jaga ucapan Anda, saya tidak pernah menggoda siapapun. Dan jika yang Anda maksud suami Anda adalah Tuan reymond, biar saya ingatkan lagi, dia juga suami saya. Bahkan pernikahan kami sah di mata agama maupun negara," jawab Fatma dengan lantang.


Dengan perlahan Nadira pun menghampiri Fatma, dan menjatuhkan dirinya seolah-olah dia sudah didorong oleh Fatma.


"Akh, sakit! Apa yang sudah kau lakukan padaku? Jika memang kau menyukai suamiku, harusnya kau bisa bersikap baik padaku bukan malah mendorongku seperti ini, apalagi di depan banyak orang!" bentak Nadira.


"Apa yang sudah Anda lakukan? Bahkan saya tidak nyentuh Anda sekalipun," ucap Fatma yang merasa tidak bersalah dan mencoba untuk membela dirinya.


Tapi semua orang yang ada di sana melihatnya seakan Fatma—lah yang bersalah.


Manajer toko itu pun datang setelah salah satu dari teman Fatma melapor, karena ada keributan di dalam tokonya.


Manajer itu segera menghampiri Nadira.


"Maaf atas ketidaknyamanannya Nyonya," ucap manajer itu setelah membantu Nadira kembali berdiri.


"Apa kamu manager di sini?" tanya Nadira.

__ADS_1


"Iya Nyonya, saya yang bertanggung jawab di sini. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya manajer itu pada Nadira.


Nadira sudah memasang wajah jahatnya.


"Saya mau Anda memecat dia," tunjuk Nadira pada Fatma.


"Tapi Nyonya–"


"Jika Anda tidak menuruti perkataan saya, maka jangan berharap jika besok Anda masih bekerja di sini. Anda pasti tahu Tuan Raymond, kan? Saya adalah istri beliau," ucap Nadira dengan mengancam sang manajer.


Mendengar ancaman yang Nadira lontarkan serta nama Raymond yang disebut, tentu saja manajer itu tahu jika Reymond adalah pemilik dari mall yang berada di jalan seberang toko itu.


"Baiklah Nyonya, saya akan menuruti perintah Anda," jawab manajer itu.


Nadira tersenyum dengan jahatnya, merasa puas karena sudah membuat Nadira dipecat dari toko tempatnya bekerja.


"Tapi Bu, saya tidak melakukan kesalahan apapun. Tolong jangan pecat saya," mohon Fatma pada sang manajer.


"Maafkan saya, Fatma. Saya sudah tidak bisa mempertahankan kamu untuk bekerja di sini lagi," ucap manager itu.


"Tapi Bu–"


"Semoga kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi setelah keluar dari sini," ucap manager itu sebelum pergi dari hadapan Fatma dan Nadira.


"Puas kamu? Makanya jangan berani-berani melawanku," seru Nadira sebelum ia pergi dari ke toko dan meninggalkan Fatma.


"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Fatma merasa sedih.


Fatma melangkah gontai meninggalkan toko itu. Dia sedih juga malu, karena orang-orang di sana mengiranya jika Fatma adalah wanita penggoda.


Fatma pulang menuju apartemen yang ia tinggali, setelah sampai ia pun melangkahkan menuju dapur untuk mengisi perutnya yang mulai keroncongan.


"Akh, sudah seminggu ini tuan Zio tidak datang untuk mengirimkan makanan untukku, tabunganku juga sudah menipis karena terpakai untuk membayar iuran semester Tantri dua hari lalu," gumam Fatma saat membuka lemari es dan melihat di dalamnya sudah mulai kosong.


Fatma pun hanya bisa memakan mie instan yang tinggal beberapa bungkus lagi.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2