Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 8


__ADS_3

Fatma dan Mommy Celine pergi ke dapur untuk memasak bersama, Fatma kira Mommy Celine akan bersikap kasar terhadapnya seperti Rey. tapi ternyata malah kebalikannya, Mommy Celine begitu baik dan penuh perhatian terhadapnya.


"Ayunda, apa kamu bahagia dengan Rey?" tanya Mommy Celine secara tiba-tiba.


Saat ini mereka sedang menyiapkan bahan-bahan yang akan mereka olah untuk makan siang.


Sejenak Fatma merasa bingung untuk menjawab pertanyaan dari Mommy Celine itu.


"Saya... saya cukup bahagia dengan pernikahan ini" jawab Fatma dengan sedikit tergagap.


Mommy Celine merasa aneh dengan tutur kata menantunya itu seperti yang menjaga jarak.


"Ayunda, Are you okay?" tanya Mommy Celine.


Fatma menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Mommy Celine.


Mommy Celine sendiri tidak terlalu memikirkan dengan reaksi yang menantunya itu berikan, pikirnya mungkin saja jika menantunya itu masih merasa asing dan sungkan dengannya.


"Fine if you are fine, sekarang kita lanjutkan kerjaan kita dulu" ajak Mommy Celine.


Fatma pun menganggukkan kepalanya lagi, mereka dibantu oleh para pelayan untuk menyiapkan makan siang bagi keluarga besarnya.


Sungguh suatu hal yang menyenangkan bagi Fatma saat ia mengetahui jika keluarga besar suaminya itu sangat menerima kehadirannya dan tidak mempermasalahkan latar belakangnya, hanya saja Fatma sendiri merasa bersalah karena harus berbohong tentang pernikahannya yang terpaksa dan juga kebohongan lain yang tengah ia lakukan bersama Reymond.


Setelah selesai dengan acara memasaknya, Mommy Celine memanggil semua anggota keluarganya untuk makan siang bersama.


"Wow Auntie, you don't usually cook this deliciously" ucap Dean kala ia memasukkan sesendok makanan itu ke mulutnya.


"Jangan berkata seperti itu padaku karena semua ini adalah masakan menantuku, aku hanya membantunya sedikit" jawab Mommy Celine.


"Really? Ternyata kau wanita yang pintar memasak juga" ucap Dean pada Fatma.


"Terima kasih, semoga anda menyukainya" jawab Fatma sambil tersenyum senang. Ia bahagia saat ada orang lain yang menyukai masakannya.


Reymond sendiri belum pernah merasakan masakan Fatma, istrinya. Ia merasa penasaran karena setahu Rey, jika Dean adalah tipe orang yang pemilih dalam makanan.


Reymond pun menyuapkan sedikit makanannya untuk mencicipi masakan yang Mommy Celine bilang itu adalah hasil istrinya, dan benar saja ternyata masakan Fatma sangat pas dan cocok di lidahnya. Tanpa di sadari ia sudah menghabiskan dua piring nasi beserta lauk pauknya.


"Rey apa tadi pagi kamu tidak sempat sarapan?" tanya Mommy Celine karena melihat anaknya itu makan dengan lahap dan banyak.

__ADS_1


"Tentu saja aku sarapan Mom, why?" tanya balik Rey.


"Nothing, Mommy pikir sebentar lagi berat badanmu akan bertambah banyak jika pola makan mu seperti ini" jawab Mommy Celine.


Rey yang baru mengerti arah pembicaraan Mommy-nya, segera berhenti saat hendak ingin kembali mengambil nasi di depannya.


"Aku hanya sedang lapar saja, Mom" ujar Rey sambil meminum minumannya.


Sedangkan Fatma sendiri hanya diam saja, dia tahu mungkin Reymond menyukai masakannya tapi terlalu gengsi untuk memujinya.


Setelah selesai makan siang, para tamu itu pun memasuki kamar yang akan mereka pakai sementara saat berada di mension itu. Lain halnya dengan Fatma, dia tidak kembali ke kamarnya yang di belakang, justru malah membereskan meja bekas makan itu dan mencuci semua piring kotor yang ada di sana.


Para pelayan yang melihat itu sudah mencoba untuk menghentikan pekerjaan Fatma, tapi tidak berhasil.


"Ayolah nyonya biarkan kami saja yang melakukan tugas itu, anda bisa beristirahat di kamar sama seperti yang lain" ucap Dita salah satu pelayanan yang ada di sana.


"Mbak Dita jangan kayak gitu, Aku bukan Nyonya beneran di rumah ini, aku sama seperti kalian yang hanya pelayan dan sedikit melakukan sandiwara di sini. Aku harap mbak dan kawan-kawan tidak menggunjing ku suatu saat nanti" jawab Fatma.


Dita sendiri merasa kasihan terhadap gadis muda di depannya itu.


"Tenang saja Fatma, kami tidak akan pernah membicarakan mu yang jelek-jelek di belakang" ucap Dita.


"Sama-sama Fatma, kami senang bekerja denganmu. biar ku bantu untuk mengeringkan perabotan yang sudah bersih" ucap Dita sambil mengambil lap bersih yang tersedia di sana.


Fatma pun mengangguk menyetujuinya.


Rey sedang mencari Fatma untuk melanjutkan sandiwara mereka selama beberapa hari ke depan, sampai semua anggota keluarganya pulang ke negara B kembali.


"Hei kau, ikut aku" seru Reymond saat melihat Fatma sedang mencuci piring.


"Baik tuan" jawab Fatma sambil mencuci tangan untuk membersihkan busa yang menempel di lengan dan mengeringkannya.


Rey membawa Fatma untuk ke ruang kerjanya dan mengunci pintu yang ada di sana.


"Kenapa pintunya dikunci segala?" tanya Fatma dalam hatinya.


"Duduk" perintah Reymond yang menyuruh Fatma untuk duduk di sofa yang ada di ruang kerja itu.


Tanpa membantah Fatma pun duduk di sana.

__ADS_1


"Kamu jangan senang dulu karena keluargaku menerima kehadiranmu, ingat itu" ucap Reymond begitu Fatma sudah duduk di depannya.


Fatma hanya mendengarkan apa yang dikatakan dengan kepala tertunduk.


"Kamu harus tetap bersandiwara seolah-olah kita pasangan suami istri yang saling mencintai, jangan sampai membuat mereka curiga terhadap gerak-gerik mu. Jika kamu sampai membuat kesalahan aku tidak akan segan-segan untuk melukai kedua adik-adikmu" ancam Reymond pada Fatma.


"Baik tuan" jawab Fatma singkat.


"Memangnya aku bisa apalagi kalau sudah diancam dengan kedua adik-adikku?


meskipun perasaanku tulus untuk menghormati kedua orang tua tuan Reymond, tapi aku tidak boleh melupakan batasan ku" gumam hati Fatma.


"Baguslah setidaknya kamu harus sadar diri dan berguna untuk keluargamu" ucap Reymond.


Fatma pun mengangguk lagi.


"Jangan cuma menganggukkan kepala mu, kamu itu tidak bisu jawab perkataan ku dengan benar" ucap Reymond lagi saat ia melihat Fatma hanya mengangguk.


"Baik tuan, Saya mengerti. Saya akan menjalankan perintah tuan dengan baik" jawab Fatma akhirnya.


"Tuan, boleh saya bertanya?" tanya Fatma memberanikan diri.


"Hmmm, Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya balik Reymond.


"Sampai berapa lama saya harus terikat dengan anda?" tanya Fatma dengan takut-takut.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu sudah mulai menyukai sepupuku yang lain? Benar-benar murahan!!!" cibir Reymond saat mendengar pertanyaan dari Fatma.


Fatma yang mendengar perkataan seperti itu dari orang yang berstatuskan suaminya terhadapnya, hanya bisa menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan untuk meredam emosi yang sedang meluap dalam hatinya.


"Ya Tuhan, Apa benar dia suamiku? Kenapa perkataannya tidak bisa disaring dengan benar? Apa salahnya jika memberi jawaban dengan pasti? Dan bukannya malah mencibir ku dengan perkataan seperti itu" gumam hati Fatma yang merasa sakit hati atas perkataan Reymond, suaminya.


"Tuan, saya menikah dengan anda memang karena uang dan itu pun atas dasar paksaan. Jika Anda berkata saya murahan karena dibeli dengan uang yang anda berikan kepada saya dan keluarga itu memang benar saya tidak menampiknya. Tapi jika anda berpikir saya murahan karena menyukai pria lain tolong singkirkan pemikiran seperti itu, saya tidak serendah yang anda pikirkan" ucap Fatma dengan tegas dan matanya menatap tajam Reymond.


Tapi hal itu tidak membuat Reymond merasa bersalah.


"Ya ya ya, terserah kau saja aku tidak peduli" ucap Reymond sambil bangkit dari duduknya dan membuka kunci ruangan itu untuk keluar dari sana meninggalkan Fatma yang masih duduk sendirian di sana.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2