
Setelah mengalami perdebatan yang panjang tentang asisten yang ditempatkan oleh Reymond untuknya, Fatma pun mengalah dan membiarkan Yui untuk tetap tinggal di sampingnya.
"Yui, harusnya kamu tidak perlu melakukan semua ini. aku bukanlah Nyonya yang sebenarnya di rumah ini, jadi kamu tidak perlu melakukan hal yang spesial terhadapku karena itu hanya akan sia-sia saja" ucap Fatma saat mereka sudah kembali lagi masuk ke kamarnya.
"Maaf Nyonya, saya hanya menjalankan tugas" jawab Yui dengan lantangnya.
Fatma hanya bisa menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.
"Apa sekarang tuan Reymond mulai mengawasiku secara terang-terangan melalui Yui? Aku jadi sedikit penasaran, apa Nyonya Nadira juga diperlakukan sama?" batin hati Fatma.
"Nyonya, apa ada yang sedang anda pikirkan?" tanya Yui karena melihat Fatma yang diam melamun.
"Akh, tidak ada. Aku hanya sedikit penasaran saja, apa Nyonya Nadira juga diawasi seperti ku saat ini?" tanya Fatma pada Yui.
Yui tersenyum mendengar pertanyaan yang Fatma lontarkan, sungguh Nyonya-nya ini tidak mengerti dengan perhatian pria. Tuan Reymond memperlakukannya seperti itu karena ia merasa jika Fatma memang pantas untuk mendapatkan perlakuan yang menurutnya spesial.
Lain halnya dengan Fatma yang merasa dirinya sedang diawasi dan di curigai.
"Tidak, Nyonya. Hanya Nyonya-lah yang di kawal seperti ini, Nyonya Nadira tidak di perhatikan seperti anda" jawab Yui.
"Tuh kan, tuan Reymond memang hanya mengawasi ku dan mencurigai saja" batin Fatma lagi.
Fatma pun tidak menanyakan apa-apa lagi pada Yui, dia membiarkan Yui yang hanya melakukan tugasnya.
Reymond POV
Aku merasa sedikit lebih tenang karena bisa mengawasi Fatma seperti itu, entah kenapa aku sedikit khawatir jika dia akan berpaling dariku. Aku tidak bisa mengartikan perasaan ku saat ini padanya, karena aku masih yakin dengan hatiku yang sangat mencintai Nadira.
Walaupun untuk saat ini Nadira sedikit mencurigakan, tapi aku akan mencari tahu terlebih dahulu darinya, aku yakin dia tidak akan pernah berani main-main dibelakangku.
***
Malam hari tiba, waktunya mereka untuk makan malam bersama. Jika pada saat keluarga Reymond berkumpul Fatma bersikap layaknya seorang istri, maka kali ini dia akan membiarkan pelayan yang mengerjakan tugasnya untuk untuk melayani Reymond.
"Kenapa dia tidak melayani ku seperti waktu itu? Ku fikir dia akan bersikap baik dan mencari perhatian dariku. Apa dia juga benar-benar sudah terhasut oleh Leandro? Tidak mungkin, dia tidak akan berani macam-macam terhadapku. Padahal aku sudah membayangkan akan bisa memakan masakannya seperti waktu itu" batin Reymond sedikit kecewa.
__ADS_1
Reymond menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk mengurangi rasa kecewa di dalam hatinya.
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya pak Kus yang khawatir dengan sikap Reymond.
"Tidak ada, aku baik-baik saja" jawab Reymond.
Sedangkan Fatma acuh dan mulai memakan makanannya, ia tidak terlalu menghiraukan Reymond yang sedang memperhatikannya.
"Apa aku sudah melakukan kesalahan? Kenapa tuan Reymond terus menatapku seperti itu? Membuat ku merasa sangat tidak nyaman" batin Fatma.
Sepanjang makan malam berlangsung, Fatma selalu mencoba untuk terlihat tenang. Hal itu membuat Reymond sedikit merasa kesal karena sudah diacuhkan oleh Fatma, istrinya.
"Tuan, setelah makan malam selesai, apa saya bisa berbicara dengan anda?" tanya Fatma secara tiba-tiba.
Reymond terlihat sumringah saat Fatma bilang ingin berbicara dengannya.
"Silahkan, apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Reymond menghentikan acara makanannya.
"Sebaiknya tuan selesaikan dulu makanya, saya akan menunggu anda di ruang tengah" jawab Fatma sebelum berdiri dari tempat duduknya.
"Tunggulah sampai aku selesai dengan makananku" ucap Reymond.
Fatma pun mengurungkan niatnya untuk beranjak dari ruang makan dan menemani Reymond hingga ia selesai. Setelah selesai dengan makanannya, Reymond pun mulai mengikuti langkah Fatma untuk berbicara di ruang tengah.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Tuan, apa anda mengingat janji yang waktu itu anda katakan?"
Reymond tidak langsung menjawabnya ia mencoba untuk mengingat janji yang pernah ia ucapkan pada Fatma.
"Anda pasti sudah melupakannya" ucap Fatma murung.
"Memangnya saat itu aku menjanjikan apa?"
"Bukankah waktu itu anda berjanji akan menjamin keselamatan ku dan adik-adikku? Tapi ternyata anda tidak bisa menepati janji yang anda ucapkan sendiri" jelas Fatma.
__ADS_1
Sebenarnya ia tidak seberani itu untuk menanyakan hal ini, hanya saja ia memberanikan diri karena merasa Reymond-lah yang mulai menjanjikannya.
"Akh, hmmm, aku– aku tidak bermaksud untuk melupakannya. Aku fikir tidak akan ada yang menyakiti keluargamu seperti itu"
Bukan ini jawaban yang ingin Fatma dengar, dia kecewa ternyata Reymond tidak bisa memegang perkataannya sendiri.
Fatma menundukkan kepalanya, rasanya ia sudah di bodohi oleh pria yang sedang duduk di hadapannya itu.
"Sudahlah, tuan. Maaf karena saya mengganggu waktu anda, saya akan kembali ke kamar terlebih dahulu" ucap Fatma sebelum ia berdiri untuk berlalu dari sana.
Reymond sedikit merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi ucapannya sendiri, maka dari itu tanpa sepengetahuan Fatma ia pun mencari pelaku yang sudah melukai Tantri, adiknya.
Tepat sebelum ia beranjak dari duduknya, Mike datang mengunjunginya.
"Maaf karena telah mengganggu anda malam-malam, tuan. Saya membawa informasi tentang pelaku yang sudah mencelakai Nona Tantri" ucap Mike begitu ia datang.
"Benarkah? Siapa orang itu? Apa kau sudah membereskannya?" tanya Reymond dengan semangat. Setidaknya ia tidak akan terlalu terbebani dengan perasaan bersalah, karena tidak menepati janjinya saat itu.
"Saya sudah menangkap pelaku yang menabrak Nona Tantri, dan kejadian itu sudah direncanakan sebelumnya. Hanya saja–" ucapan Mike menggantung.
"Hanya saja apa?" tanya Reymond dengan penasaran.
"Sebelumnya saya minta maaf, tuan. Saya tidak bermaksud untuk menuduh, tapi pelaku itu memang mengatakan jika Nyonya Nadira-lah yang menyuruhnya untuk melukai Nona Tantri" jawab Mike merasa tidak enak hati dengan tuannya.
Reymond terkejut, ia tidak percaya begitu saja dengan yang Mike sampaikan padanya, karena ia yakin jika Nadira tidak akan pernah berbuat hal yang seperti itu.
"Jaga ucapan mu, Mike. Aku memang menyuruhmu untuk mengawasi Nadira dan mencari tahu tentang orang-orang yang bersangkutan dengannya. Tapi tidak mungkin jika Nadira akan melakukan hal yang rendahan seperti itu apalagi tanpa alasan yang jelas" tolak Reymond, ia tidak terima jika Nadira-nya sudah dituduh melakukan perbuatan jahat.
"Maafkan saya, tuan. Anda bisa memastikannya sendiri dan bertanya kepada pelaku" ucap Mike.
Sebenarnya Mike sendiri merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Reymond, padahal tidak pernah sekalipun dia memberikan informasi yang tidak akurat terhadap tuannya itu.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗
__ADS_1