
Hari ini Fatma sudah diperbolehkan untuk pulang, awalnya dia merasa sedikit heran karena Reymond datang untuk menjemputnya. Ada setitik rasa takut di hatinya saat berdekatan dengan Reymond, mau bagaimanapun Reymond-lah yang sudah berbuat kasar padanya sehingga membuat rasa trauma itu ada.
"Tuan, saya ingin pulang ke apartemen saja. Saya merasa tidak nyaman jika harus bertemu dengan Nyonya Nadira"
"Aku suamimu, aku yang menentukan dimana kamu boleh tinggal"
"Tapi tu–" ucapan Fatma langsung terhenti seketika saat melihat reaksi yang Reymond tunjukkan.
Reymond yang kesal terhadap Fatma, dia pun tidak bisa mengendalikan lagi ekspresinya dan menatap Fatma dengan pandangan tajam dan membuat Fatma bungkam seketika.
"Maaf" ucap Fatma pelan sambil menundukkan kepalanya.
"Tenang saja, hari ini Nadira tidak ada di rumah dan kamu bisa beristirahat dengan nyaman" jawab Reymond.
Fatma merasa sedikit heran dengan perubahan yang Reymond tunjukkan padanya, pasalnya baru dua hari yang lalu pria itu masih bertindak dengan sesuka hatinya, tapi untuk hari ini dia seperti orang yang sedang menahan kesal namun tidak berniat untuk melampiaskan padanya.
"Ada apa dengan tuan Rey hari ini? Kenapa dia bersikap seolah-olah dia ingin berubah menjadi lebih baik? Apa keuntungan yang diperolehnya jika dia baik padaku? Hu...h padahal aku bersyukur sudah bisa keluar dari mansion itu" gumam hati Fatma.
"Apa maksud tuan, jika Nyonya Nadira sedang tidak di rumah?" tanya Fatma yang sedikit penasaran.
"Dia sedang menikmati liburannya" jawab Reymond dengan tidak yakin.
Hal itu jelas terlihat oleh Fatma, dia memang tidak mengetahui masalah Reymond dengan Nadira, hanya saja Fatma merasa jika sedang ada yang tidak beres di antara keduanya.
Fatma memilih bungkam dan tidak bertanya lagi pada Reymond, dia hanya sedang membaca situasi saat ini. Reymond sendiri memang merasa sedikit kesal terhadap Nadira yang pergi berlibur tanpa seizinnya dan hanya mengatakan jika dia ingin menginap di rumah orang tuanya.
Entah Reymond yang memang memiliki perasaan cinta lebih pada Nadira, atau dia hanya menutup mata dan telinga atas semua yang Nadira lakukan padanya. Karena nyatanya dia sama sekali tidak marah saat Nadira tidak jujur padanya. Berbeda halnya dengan Fatma, dia merasa kesal dan sangat marah saat tahu jika Fatma sedang bersama pria lain, meskipun itu adalah sepupunya sendiri.
Waktu perjalanan yang mereka tempuh tidak lebih dari satu jam, dan kini mereka sudah sampai di mansion.
Para pelayan beserta pak Kus sudah bersiap di depan pintu masuk, mereka berjajar rapi untuk menyambut kedatangan Reymond dan Fatma.
Fatma merasa sedikit tersanjung atas penyambutan yang dilakukan oleh pak Kus beserta para pelayan yang lain, pasalnya saat pertama kali dia menginjakkan kakinya di sana Reymond langsung menolak sambutan itu, tapi saat ini Remon tidak mengatakan apa-apa dan terus berjalan masuk kedalam mansion.
"Tuan, saya sudah menyiapkan kamar untuk nona Fatma. Nona Fatma akan menempati kamar lantai bawah yang berada di dekat kamar tamu" lapor pak Kus pada Reymond.
"Pak, apa bapak ingat status Fatma?" tanya Reymond tiba-tiba.
__ADS_1
Pak Kus sedikit terkejut dengan pertanyaan yang Reymond lontarkan, tentu saja dia tahu status yang seharusnya Fatma sandang. Karena hanya dialah yang pantas menyandang status sebagai Nyonya utama di mansion itu, tapi saat pertama kali Fatma menginjakkan kakinya di mansion, dia tidak di sambut sebagai Nyonya melainkan hanya dijadikan seorang pelayan.
"Nona Fatma adalah istri sah anda tuan," jawab pak Kus seraya menundukkan kepalanya karena takut jika jawabannya tidak sesuai dengan yang Reymond harapkan.
"Lalu kenapa bapak masih memanggilnya dengan sebutan Nona?" tanya Reymond lagi dengan sedikit kesal.
Pak Kus tersenyum tipis, ia merasa lega karena Reymond sudah menerima Fatma sebagai istrinya.
"Maaf tuan, mulai saat ini saya akan memanggilnya dengan sebutan nyonya," jawab pak Kus dengan riang.
***
Sementara itu...
Fatma berjalan ke arah paviliun tempat para pelayan tinggal, ia merasa jika Reymond akan kembali memperlakukannya sebagai pelayan, maka dari itu ia pun berinisiatif untuk pergi ke sana sendiri.
"Fatma!!!"
"Fatma!!!" panggil Rere dan Mimi dengan antusias saat melihat teman sekamarnya dulu kembali hadir di hadapan mereka lagi.
"Mbak Rere, Mbak Mimi, apa kabar?" tanya Fatma dengan gembira, ia merasa senang karena Rere dan Mimi tidak melupakannya.
"Keadaanku juga baik, mbak. Kemarin-kemarin Aku tinggal di apartemen yang diberikan oleh tuan Reymond," jawab Fatma
"Syukurlah. Aku pikir kamu tidak akan pernah kembali lagi ke sini, aku sangat khawatir padamu," ucap Rere seraya memeluk Fatma.
Fatma merasa terharu dengan perilaku kedua temannya itu, dia yang sebelumnya tidak mempunyai teman dekat, kini merasa bersyukur karena masih ada orang yang mau berteman dengannya.
"Terimakasih karena sudah mengkhawatirkan ku, Mbak," jawab Fatma sambil membalas pelukan Rere, Mimi pun tidak mau kalah dan ikut memeluk mereka berdua.
Setelah acara pelukan itu terlepas, mereka pun melanjutkan langkahnya dan masuk ke kamar yang mereka tempati sebelumnya.
***
Reymond mencari Fatma, karena tidak menemukannya saat ia masuk ke kamar yang sudah pak Kus sediakan untuk istrinya itu.
"Dimana Nyonya saat ini?" tanya Reymond pada seorang pelayan yang sedang bekerja di sana.
__ADS_1
Pelayan itu merasa sedikit bingung karena pertanyaan yang Reymond lontarkan.
"Maaf tuan, bukankah Nyonya Nadira masih berada di kediaman orangtuanya?" tanya pelayan itu. Dia tidak tahu jika yang Reymond maksud adalah Fatma.
"Kenapa Nadira? Yang aku maksud adalah nyonya Fatma Ayunda. Di mana dia sekarang kenapa tidak berada di kamarnya?"
"Maafkan saya tuan, saya tidak mengetahui maksud anda tadi. sekarang Nyonya Fatma sedang berada di paviliun pelayan, tadi saya sempat melihatnya sebentar saat mereka sedang bercengkrama di depan kamar milik Rere dan Mimi."
"Untuk apa dia disana?"
"Saya tidak mengetahui hal itu, tuan."
Setelah bertanya pada pelayan itu, Raymond pun bergegas menyusul Fatma menuju pavilion pelayan.
Tok... tok... tok...
Suara pintu kamar itu diketuk seseorang dari luar, membuat ketiga orang yang ada di ruangan itu terkejut.
"Siapa kira-kira?" tanya Rere pelan.
Mimi menjawabnya dengan gelengan kepala, Fatma melangkah untuk membukakan pintu itu.
"Tuan? Kenapa anda ada di sini?" tanya Fatma saat melihat Reymond-lah yang mengetuk pintu kamar mereka.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Reymond dengan nada dingin.
"Saya hanya kembali ke tempat dimana seharusnya saya berada," jawab Fatma tak kalah dingin.
Reymond sedikit terkejut dengan nada yang Fatma ungkapan.
"Kemari, ikutlah denganku," ucap Reymond seraya menarik pelan pergelangan tangan Fatma
Reymond berjalan terlebih dahulu tanpa melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Fatma, dia membawa Fatma masuk ke kamar yang sudah ia siapkan untuk Fatma tidur.
"Mulai sekarang kamu tidur di sini, jangan kembali lagi ke paviliun pelayan"
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA
__ADS_1
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗