
Reymond sudah kembali lagi ke rumah sakit di mana Fatma berada, ia menyerahkan Nadira dan Louis untuk diurus oleh Leandro.
Setelah menceraikan Nadira secara lisan dengan disaksikan oleh Bapak dan Ibunya Nadira, Reymond pun pergi begitu saja.
Flashback on
Nadira dinyatakan keguguran oleh dokter, Louis dengan terpaksa harus kehilangan bayinya yang sedang dikandung oleh selingkuhan atau mantan istrinya.
"Terimakasih karena sudah membawa Nadira kemari, Tuan" ucap Louis saat mereka sedang menunggui proses pengeluaran j*n*n dari dalam perut Nadira.
"Aku tidak memerlukan rasa terimakasih dari mu. Perlu kamu ingat, setelah kalian keluar dari rumah sakit ini, kalian harus siap siap bertanggung jawab untuk semua perbuatan yang sudah kalian lakukan" ucap Reymond.
Louis sedikit kesal dengan ucapan Reymond.
"Tidak bisakah dia bermurah hati atas dasar cintanya pada Nadira dan tidak memenjarakan kami?" batin Louis dengan kesal.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Reymond yang menyadari tatapan Louis tidak bersahabat padanya.
"Ti–tidak tuan, kami mengerti. Hanya saja tidak bisakah anda sedikit bermurah hati pada kami? Kasihan anak kami Primabelle jika harus tinggal di panti asuhan" mohon Louis.
Reymond tersenyum meremehkan
"Untuk apa aku harus mengasihani kalian? Bukankah selama ini kalian juga sudah bersalah karena sudah menipu ku?" tanya Reymond.
"Tapi, Tuan, kami tidak sengaja melakukannya. Lagipula bukankah anda sangat mencintai Nadira?" tanya Louis nekat.
"Cinta? Aku malah merasa j**** padanya, apalagi setelah tahu jika kalian masih sering berhubungan, bahkan sampai anak yang Nadira kandung saat ini pun itu adalah anak kalian. Apa aku masih harus mencintainya?" tanya Reymond dengan geram.
Louis sedikit gemetar saat mendengar suara Reymond yang tinggi syarat akan amarah di dalamnya.
__ADS_1
"Ma–maafkan saya, Tuan. Saya tidak bermaksud untuk membuat anda kesal, saya hanya ingin anda agar meringankan hukuman bagi kami" jawab Louis.
"Harusnya kalian bersyukur aku tidak menghab*s* nyawa tidak berharga kalian atau aku juga bisa mempekerjakan anak mu, biar ku jadikan b**** sekalian, supaya kalian tidak berani macam-macam lagi denganku" ancam Reymond. Tentu saja dia hanya mengancamnya, mana mungkin juga dia akan tega menyakiti anak yang bahkan tidak mengerti dengan kesalahan orang tuanya orang tuanya.
Mendengar ancaman Reymond, seketika itu juga membuat Louis bersimpuh di hadapannya.
"Ja–jangan siksa Belle. Dia tidak bersalah apa-apa, dia tidak pernah mengetahui tentang perpisahan kami, dia juga belum mengerti apa-apa. Tolong jangan sakiti dia, saya mohon, Tuan" mohon Louis sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Reymond tersenyum miring, dalam hatinya berkata "Huh, harus ku ancam dengan anaknya dulu baru dia memohon dengan benar"
Tak lama kemudian, dokter sudah selesai melakukan operasi kuret pada Nadira. Dokter juga menyerahkan jas*d bayi kecil yang sudah terbungkus kain putih itu pada Louis.
Sementara Louis diantar oleh para bodyguard Reymond untuk menguburkan jasad itu, Reymond dan Leandro menghampiri Nadira yang sudah mulai siuman.
Ceklek...
"Rey, aku tahu jika kamu masih mencintaiku, sampai-sampai kamu membantu ku untuk menggugurkan janin itu. mulai saat ini aku janji hanya akan setia padamu dan juga akan memberikan anak kandung pada mu. Maukah kamu memaafkan ku?" tanya Nadira dengan wajah memelas, semanis mungkin.
"Tentu saja–"
"Aku tahu kamu akan memaafkan semua kesalahan ku, Rey. Aku juga mencintaimu–" ucapan Nadira terhenti saat ia melihat Reymond mengangkat sebelah tangannya tanda "STOP"
"Ke–kenapa, Rey?" tanya Nadira dengan gemetar.
"Tidak bisakah kamu membiarkan ku menyelesaikan perkataan?" tekan Reymond.
"A–apa yang ingin kamu katakan, Rey?" tanya Nadira dengan gelisah, ia sangat takut jika Reymond sampai mengucapkan kata talak untuknya.
Reymond menatap tajam Nadira, tatapan yang sebelumnya tidak pernah ia perlihatkan pada wanita itu dan membuat nyali Nadira menciut. Tepat saat itu kedua orang tua Nadira datang di sana.
__ADS_1
"Kalian sudah datang?" tanya Reymond pada kedua orang tua Nadira.
"Iya, Nak Rey, kami baru sampai" jawab Bapak Nadira.
"Baiklah. Sebelumnya saya meminta maaf kepada Bapak dan Ibu karena sudah mengganggu waktu istirahat kalian. Dulu saya meminta Nadira secara baik-baik dari kalian, dan saat ini pun saya akan mengembalikan Nadira dengan cara yang sama. Kalian tentu saja sudah tahu alasannya, saya bukan orang yang bisa memaafkan kesalahan secara percuma, saya akan memaafkan kesalahan itu tapi setelah ia mendapatkan hukuman yang setimpal" ucap Reymond.
Suasana di ruangan Nadira saat itu terasa hening, tidak ada yang berani membuka mulutnya dan hanya membiarkan Reymond yang berbicara.
Sedangkan Nadira masih menatap Reymond dengan tatapan yang sangat memohon, dia tahu apa yang akan Reymond katakan padanya.
Reymond membalas tatapan Nadira dengan dingin, ia sudah tidak terpengaruh lagi dengan tatapan Nadira.
"Nadira Silvania, di hadapan kedua orang tua mu, aku menjatuhkan talak tiga untuk mu. Mulai saat ini, kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi" ucap Reymond akhirnya.
Kedua orang tua Nadira mendesah pasrah begitupun dengan Nadira yang mulai menangis tersedu, ia mengaku salah, tapi Reymond sudah tidak bisa memaafkan semua kesalahannya lagi.
"Rey, apakah kamu benar-benar sudah tidak mempunyai perasaan lagi terhadapku?" tanya Nadira dengan penuh harap.
"Jangan tanyakan itu lagi padaku, aku sudah tidak s*** mengucapkan kata cinta lagi untukmu" jawab Reymond dengan sinis.
"Rey, aku masih mencintaimu, aku tidak mau bercerai dengan mu" pekik Nadira. Ia melupakan Louis yang menatapnya tidak percaya dengan apa yang sudah di ucapkan kekasihnya pada laki-laki lain.
Selama ini Nadira mengaku cinta itu hanya untuk dirinya sendiri dan Nadira selalu berkata jika dia hanya memanfaatkan Reymond saja, tapi kini di depannya, Nadira mengatakan cinta dengan lantang pada pria lain.
"Apakah dia benar-benar sudah mencintai Reymond?" tanya Louis dalam hatinya.
"Ya, dan aku sudah membenci mu sekarang" jawab Reymond, setelah itu dia pun pergi meninggalkan Nadira tanpa melihat ke belakang lagi.
Flashback off
__ADS_1