Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 43


__ADS_3

Reymond lagi-lagi menemukan Leandro yang sedang bertandang ke rumah Fatma, istrinya. Entah apa yang Leandro fikirkan tentangnya sehingga membuat Reymond kesal.


Ya, Leandro datang lagi ke rumah Fatma. Tapi kali ini ia datang sendirian, dan pakaiannya pun tampak rapi seperti orang yang akan berangkat bekerja. Mungkin dia hanya mampir untuk membawakan sarapan, karena ia juga datang membawa beberapa cup box bubur.


"Lean, sekarang apa yang sedang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah memperingatkan mu untuk tidak menggangu Fatma lagi?" tanya Reymond menatap kesal pada Leandro.


"Bukankah aku sudah menawarkan untuk kita agar bersaing secara adil, dan siapapun yang bisa mengambil hati Ayunda adalah pemenangnya?" jawab Leandro seperti biasa, seraya memberikan bubur yang ia bawa di pada Reymond.


Sebenarnya Leandro juga kesal saat ia melihat keberadaan sepupunya di rumah Fatma, tapi ia tidak bisa mencegahnya karena Reymond juga tidak salah jika ia tidur di sana.


"Lean, sadarlah. Fatma adalah istri ku, dia bukan barang yang bisa kita perebutan-kan" ucap Reymond saat melihat Leandro tidak menanggapi perkataannya.


"Huh, apa kau takut kalah jika kita bersaing?" tantang Leandro lagi. Dia benar-benar tidak bisa melepaskan Fatma begitu saja pada Reymond, sebelum melihat Fatma bahagia.


Sebelum Fatma, mereka pernah bersaing juga untuk mendapatkan hati seseorang dan saat itu, Reymond-lah yang berhasil menaklukkan hati wanita itu. Tapi entah kenapa, akhirnya mereka berpisah juga. Dan untuk kali ini, Leandro tidak akan membiarkan hal itu dengan mudah.


"Tidak. Aku dengan senang hati akan meladeni keinginan mu, asal bukan untuk memperebutkan Fatma. Dia istri ku, Lean" desis Reymond mulai geram.


"Baiklah. Aku akan membiarkan mu untuk tetap berada dekat dengannya, tapi jangan berfikir jika aku akan mudah menjauh" jawab Leandro, dia akan mengalah dan membiarkan Reymond tetap berada di sekitar Fatma, tapi ia juga akan tetap mengejar hati Fatma.


"Terserah kau saja, Lean. Tapi aku tidak akan membiarkan Fatma untuk berpaling dari ku" ucap Reymond sebelum ia pergi meninggalkan Leandro yang masih berdiri di depan pintu rumah Fatma.


Setelah kepergian Reymond, Leandro pun mulai beranjak dari depan pintu rumah itu. Ia datang ke rumah itu hanya untuk memberikan bubur pada Fatma, tapi ia juga tidak menyangka jika akan ada Reymond di sana.


Maafkan aku, Rey. Aku melakukan ini bukan semata-mata ingin memperebutkan Fatma, tapi aku tidak bisa percaya pada mu lagi setelah melihat kau meninggalkannya. Aku hanya tidak ingin kejadian dulu terulang kembali pada Fatma" batin Leandro seraya pergi meninggalkan rumah itu.


***


Reymond kembali masuk ke dalam rumah Fatma dan menyimpan bubur yang Leandro bawa didalam rak penyimpanan makanan. Ia pun melangkah menuju kamar istrinya untuk membangunkannya.


Tok... tok... tok...


"Fatma, bangunlah. Ayo kita sarapan, Tio dan Tantri akan segera pulang" ucap Reymond dari depan pintu kamar istrinya.


Hingga beberapa saat kemudian, Fatma masih belum menjawab ucapannya. Reymond pun mengetuk pintu itu lagi.


Tok... tok... tok...

__ADS_1


"Fatma, apa kau baik-baik saja? kenapa tidak menjawab ku?" tanya Reymond sedikit khawatir.


Cukup lama Reymond menunggu, tapi masih tidak ada jawaban. Akhirnya ia memberanikan dirinya untuk membuka pintu kamar Fatma lagi.


Ceklek...


Reymond melangkah memasuki kamar Fatma dan berjalan menuju ranjang tempat tidurnya


"Fatma"


"Fatma"


"Fatma, bangunlah" ucap Reymond seraya menepuk pundak Fatma.


Terlihat istrinya itu sedikit merintih, dan membuat Reymond lebih terkejut adalah suhu badan Fatma yang panas.


"Ya Tuhan, Fatma, kau kenapa?" tanya Reymond saat ia menyentuh kening Fatma.


"Emmmh" gumam Fatma yang merasa tidak nyaman dengan suhu tubuhnya.


"Tio, Tantri, aku akan membawa kakakmu ke rumah sakit dulu dia mengalami demam tinggi lagi" ucap Raymond dari dalam mobilnya sebelum ia meninggalkan pelataran rumah Fatma.


Tio dan Tantri tidak sempat menanyakan apa-apa saat Reymond membawa kakaknya masuk ke dalam mobil dan meninggalkannya.


Sepanjangan perjalanan, Reymond menatap Fatma dengan khawatir, ia juga terus memegangi lengan Fatma sebelah dan lengan sebelahnya ia gunakan untuk mengemudikan mobilnya.


"Fatma, bertahanlah" ucap Reymond khawatir saat melihat wajah Fatma semakin memucat, dengan segera ia pun menambah kecepatannya.


tak lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah sakit, Reymond segera membawa Fatma dalam gendongannya. Ia berjalan cepat dan masuk kedalam ruang UGD.


"Tuan, silakan menunggu di luar, kami akan segera memeriksa istri anda" ucap salah satu dokter yang berjaga di dalam ruangan UGD itu.


Dengan berat hati, Raymond pun melangkah keluar dan menunggunya di sana.


Setelah beberapa saat, dokter yang memeriksa Fatma pun keluar dari ruang UGD itu.


"Dokter, apa yang terjadi pada istri saya? Dia sedang hamil muda. apa mereka baik-baik saja?" tanya Raymond begitu dokter itu keluar.

__ADS_1


"Pasien hanya mengalami demam biasa, mungkin karena perubahan cuaca juga. Anda tidak perlu khawatir, mereka akan baik-baik saja. Kami sudah memberikan obatnya, dan mungkin sebentar lagi panasnya akan segera turun" terang dokter itu, membuat Reymond sedikit lega.


Jelas saja ia khawatir, karena Fatma sebelumnya pernah mengalami demam tinggi dan membuatnya pingsan selama beberapa jam. Dan pada saat itu Reymond masih tidak mempedulikannya.


Akh, jika mengingat hal itu membuat dirinya sendiri kesal.


"Baiklah, terimakasih, dokter. Saya mengerti" ucap Reymond.


Tepat pada saat dokter itu pergi, ada sepasang paruh baya menghampirinya.


"Nak Rey, sedang apa di sini? Kenapa ada di ruang UGD? Nadira kan sudah dipindahkan ke ruang perawatan" tanya Ibunya Nadira yang melihat menantunya sedang berdiri cemas dihadapan ruangan UGD.


Mereka tidak tahu jika Reymond mempunyai istri lain selain Nadira, meskipun saat itu Fatma ikut menghadiri acara itu tapi dia hanya sebagai orang yang mengantar pengantin pria saja.


"Sa–saya"


"Kemari, ikut dengan kami untuk pergi ke ruangan Nadira bersama" ucap bapaknya Nadira.


Reymond mematung di sana, tidak mungkin jika ia harus meninggalkan Fatma sendirian di ruangan UGD, tapi dia juga tidak bisa menolak ajakan orang tua Nadira karena mereka tidak mengetahui keberadaan Fatma.


.


.


.


.


.


**Di gantung dulu ya 🤭🤭🤭


Terima kasih sudah mampir 🤗🤗🤗


Silahkan tinggalkan jejak dan komentarnya...


Jangan lupa tambahkan ke favorit ❤️**

__ADS_1


__ADS_2