Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 12


__ADS_3

Dua hari, dua malam Fatma berada di rumah sakit itu dan hanya di temani oleh Tio dan Tantri yang terkadang datang jika Tio sedang ada keperluan sekolah. Keluarga Reymond juga datang, tapi hanya sebentar saja saat sedang senggang karena mereka juga mempunyai kesibukan masing-masing. Sementara Reymond, suaminya sendiri hanya datang satu kali. Itu pun saat Fatma pertama kali sadar, setelah itu Reymond tak pernah mengunjunginya lagi. Akan tetapi selalu menghubunginya hanya untuk memastikan jika Fatma tidak bicara yang aneh-aneh terhadap keluarganya.


Pagi ini Fatma sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, dia pulang akan di antar oleh Zio asisten Reymond. Ia membawanya ke sebuah apartemen sederhana yang Reymond berikan untuknya. Reymond sengaja memberikan apartemen sederhana itu untuk Fatma agar ia dan Nadira bisa leluasa di Mension-nya. Jika suatu saat nanti Reymond membutuhkan Fatma, dia tinggal menjemputnya saja.


Keluarga Reymond tidak ada yang mengetahui hal itu karena mereka sudah kembali ke negara B, sehari sebelum Fatma keluar dari rumah sakit.


"Asisten Zio, Kenapa kita ke tempat ini?" tanya Fatma saat mereka sudah sampai di lobby apartemen itu.


"Nona, Anda akan tinggal di sini mulai sekarang. Mari saya tunjukkan unit Anda," ucap Zio sambil mengantarkan Fatma ke lantai unit yang akan dia tinggali.


"Maaf sebelumnya, apa saya boleh bertanya?" tanya Fatma sebelum mereka sampai ke unit itu.


"Silakan. Anda mau bertanya apa?" tanya balik asisten Zio.


"Apa saya bisa mengetahui alasan saya dipindahkan ke apartemen ini?" tanya Fatma yang saat ini mereka sudah berada di depan sebuah pintu unit yang akan menjadi tempat tinggalnya.


"Untuk alasan pastinya, saya tidak tahu. Tuan Rey hanya menyuruh saya untuk membawa Anda tinggal di sini," jawab asisten Zio.


Fatma pun tidak menanyakan apa apalagi dia hanya mengikuti Zio yang mulai memasuki ruangan itu.


Ruangan dengan nuansa yang sederhana dan barang-barang yang seadanya, tak ada hiasan apapun yang menggantung di tembok ataupun vas bunga di atas meja.


"Mulai hari ini, Anda akan seterusnya tinggal di sini. Untuk keperluan sehari-hari, saya akan datang seminggu sekali ke sini membawakan apa yang Anda butuhkan nanti. Jadi Anda tinggal menghubungi saya saja," ucap asisten Zio sebelum pergi meninggalkan Fatma di unit itu sendirian.


"Baiklah terima kasih, Asisten Zio," ucap Fatma sambil mengantarkan Zio keluar dari unitnya.


Apa mulai sekarang aku benar-benar akan tinggal sendirian? Aku istri sahnya, tapi aku di perlakukan lebih rendah dari pada selingkuhannya. Bahkan Istri siri-nya menjadi ratu di rumah utamanya, gumam Fatma meratapi nasibnya.


Bolehkah sekarang dia merasa menyesal karena sudah menerima pernikahannya dengan Reymond? Sungguh ... sungguh ia sangat menyesali tindakannya sepuluh hari yang lalu itu.

__ADS_1


Setelah terdiam untuk beberapa saat, Fatma pun mulai melangkahkan kakinya menuju dapur untuk melihat bahan makanan yang bisa ia masak dan ternyata di dalam kulkas serta lemari penyimpanan makanan semuanya sudah tersedia dan tersusun dengan rapi.


"Setidaknya mulai sekarang aku tidak akan kelaparan," ucap Fatma kepada dirinya sendiri.


Fatma pun mulai mengolah makanan yang akan ia makan. Semuanya benar-benar dilakukan sendiri.


"Sepertinya mulai besok aku harus mencari pekerjaan, lebih baik sekarang aku hubungi Tio terlebih dahulu untuk menanyakan ijazah serta surat-surat penting milikku," ucapnya lagi sambil mengambil ponsel jadul yang ada di dalam tasnya.


***


Sepasang suami istri yang tengah berbahagia karena merasa bebas untuk melakukan hal apapun di Mansion milik mereka, Rey dan Nadira mengadakan pesta kecil untuk mereka berdua.


"Terima kasih banyak sayang, kau telah mengabulkan keinginan ku untuk mengusir secara halus gadis kampungan itu," ucap Nadira sambil duduk di pangkuan suami sirinya itu.


"Apapun keinginan mu akan ku turuti honey," jawab Rey sambil memeluk pinggang Nadira.


Setitik rasa bersalah di dalam hati Rey memang ada, tapi dia mencoba untuk mengubur rasa bersalah itu dengan mengalihkan semua perhatiannya kepada Nadira sang istri tercinta.


"Pak apa anda benar-benar tidak mengetahui ke mana Nyonya Fatma pergi?" tanya Rere yang sangat khawatir pada keadaan Fatma.


"Saya benar-benar tidak tahu, Re. Tuan Rey hanya menyuruh saya untuk membereskan semua barang-barangnya Fatma yang ada di mension ini tadi siang," jawab pak Kus apa adanya.


"Apa nyonya Fatma sudah dibuang oleh Tuan Rey?" tanya Mimi dengan cemas.


"Hus, kalian ini. Mana mungkin tuan Rey setega itu dengan nyonya Fatma, itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi," jawab pak Kus dengan cepat.


"Lalu kira-kira kemana Fatma pergi? Aku benar-benar merasa cemas dan khawatir terjadi apa-apa padanya," tanya Rere lagi.


"Sudahlah, kalian tidak perlu mencemaskan hal yang tidak mungkin terjadi. Saya yakin tuan Rey tidak akan berbuat hal yang sejauh itu," jawab pak Kus.

__ADS_1


"Baiklah, tapi jika bapak mendengar berita tentang Fatma, tolong beritahu kami," ujar Mimi sebelum mereka pergi dari hadapan pak Kus.


***


Tak terasa hari terus berlalu sudah seminggu Fatma tinggal sendirian di unit apartemen itu, di samping apartemen itu terdengar sedikit gaduh seperti ada orang yang akan tinggal di sana, karena setahu Fatma apartemen itu kosong dan tidak ada yang menempati.


"Apa akan ada tetangga baru?" gumam Fatma sendiri.


Ia pun dengan penasaran mencoba melihat dari lubang kecil yang ada di pintunya, dan benar saja beberapa orang petugas yang merupakan security di bawah sedang membantu mengangkat barang milik orang yang akan tinggal di unit itu.


"Sepertinya aku harus menyiapkan makanan lebih untuk bisa diantar ke tetangga baru," gumam Fatma sambil berlalu dari sana dan menuju dapurnya.


Beruntung asisten Zio benar menepati janjinya yang akan selalu mengisi bahan makanannya setiap seminggu sekali.


Fatma pun memasak dengan riang di dapurnya, sudah seminggu ini suasana hatinya sangat baik sejak ia keluar dari mension milik suaminya, Fatma memang tidak diberikan uang oleh Rey, Rey pun hanya memberikan tunjangan berupa makanan yang akan selalu diantar oleh Zio.


Setelah selesai memasak beberapa menu, Fatma pun menyimpannya ke dalam tempat makanan yang sudah ia sediakan sebelumnya.


Tok... tok... tok...


Fatma mengetuk pintu milik tetangga barunya itu, menunggu di bukanya pintu itu dengan hati yang riang.


Hingga beberapa saat Fatma menunggunya, ia pun mendengar jika seseorang dari dalam sana sedang membukakan kunci pintu itu.


Ceklek


Suara pintu itu terbuka, betapa terkejutnya karena saat ia mengetahui orang yang akan menjadi tetangga barunya itu adalah Leandro.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2