Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 23


__ADS_3

Reymond duduk termenung di sofa yang berada di ruang rawat Fatma. Setelah kedatangannya tadi, dokter langsung memanggil Reymond untuk bertemu dan berbicara penting di ruang kerjanya.


Tidak henti-hentinya dia menatap seorang wanita yang masih terlelap di atas ranjang pesakitan, entah apa yang hatinya rasakan saat ini, ia juga bingung.


"Kenapa saat dihadapannya aku tidak bisa mengendalikan diri? Bukankah selama ini aku selalu bisa mengendalikan semua emosi dan h****t itu? Lalu kenapa saat bersamanya perasaan itu tidak bisa aku bendung? Kenapa juga aku merasa marah dan tidak suka jika dia berdekatan dengan pria lain? Aku benar-benar sudah dibuat gila oleh anak kecil ini" gumam hati Reymond.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Dokter menegur atas apa yang aku lakukan semalam terhadapnya. Memang sih, apa yang aku lakukan itu sudah keterlaluan, tapi semua itu tidak akan terjadi jika dia tidak dibantu oleh Leandro dan dia juga tidak mengatakan apapun pada ku tentang kecelakaan adiknya" lirihnya pelan seraya mengusap wajahnya kasar.


Flashback on


"Tuan, apa kalian sedang bertengkar?" tanya dokter yang menangani Fatma.


"Maksud pertanyaan dokter itu apa ya? Saya tidak mengerti" ucap Reymond.


"Saya tidak mengetahui benar atau tidaknya kalian bertengkar, hanya saja tadi saat saya sedang memeriksa pasien, saya melihat ada beberapa luka memar di tubuh pasien" jawab dokter itu.


Reymond cukup terkejut dengan pernyataan yang baru saja dokter itu katakan.


"Tidak mungkin jika aku sampai melakukan kekerasan terhadapnya" tolak hati Reymond.


Dia masih belum tersadar jika yang dilakukannya tadi malam itu termasuk kekerasan, memaksa Fatma untuk melayaninya. Walau bagaimana pun, yang namanya memaksa tetaplah tindakan kekerasan.


"Saya tidak menyadari luka itu dokter, karena saya tidak pernah melakukan kekerasan terhadapnya" jawab Reymond masih menolak.


Dokter itu menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"Saya juga tidak menuduh anda yang melakukannya, saya hanya bertanya saja. Maaf jika anda tersinggung dengan pertanyaan saya" ucap dokter itu.


"Saya hanya menyarankan jika memang kalian sedang menghadapi masalah, lebih baik dibicarakan dengan kepala yang dingin agar tidak terbawa emosi. Keadaan mental pasien juga masih labil, jadi kemungkinan bisa saja pasien mengalami trauma. itulah yang saya khawatirkan" ucap dokter itu mencoba menjelaskan.


Ada rasa bersalah di hati Reymond saat ia mengetahui efek dari perbuatannya itu terhadap Fatma.


"Aku memang keterlaluan" gumam Reymond lagi.


"Baiklah dokter, mulai saat ini saya akan benar-benar menjaga istri saya itu. Terimakasih banyak atas bantuannya" ucap Reymond seraya menjabat tangan dokter itu.


Setelah selesai dengan perbincangan mereka, Raymond pun pamit undur diri untuk kembali ke ruang perawatan Fatma.


Flashback off


"Mulai sekarang aku harus bisa benar-benar menjaganya, apalagi Leandro dengan sengaja sudah mengibarkan bendera perangnya, tidak mungkin jika aku harus membiarkan Fatma untuk tetap tinggal di apartemen sendirian karena itu bisa menjadi kesempatan yang akan dimanfaatkan oleh Leandro" gumam Raymond pelan.


Fatma terbangun karena ingin ke kamar kecil, dia sempat terkejut karena melihat Raymond yang sedang tertidur dengan posisi duduk di atas sofa ruangan itu.


Dengan perlahan, Fatma turun dari ranjang pasien.


Ia berusaha untuk tidak mengeluarkan bunyi apapun agar tidak membangunkan Reymond yang sedang terlelap, tapi baru saja ia melangkah, suara Reymond terdengar seperti orang yang menegurnya dan itu membuatnya terkejut.


"Kau mau kemana?" tanya Reymond


"Tu–tuan? Maaf jika saya mengganggu istirahat Anda" ucap Fatma dengan menundukkan kepalanya karena takut saat melihat mimik wajah Reymond seperti yang sedang kesal.

__ADS_1


Reymond sendiri merasa aneh terhadap sikap Fatma yang malah menundukkan kepalanya saat melihat dirinya.


"Aku sedang bertanya padamu, jadi jawablah dengan benar bukan malah menundukkan kepalamu seperti itu!" ucap Reymond, yang mana hal itu malah membuat Fatma semakin takut padanya.


"Sa–saya hanya ingin buang air kecil, tuan" jawab Fatma dengan gugup karena takut.


"Ya sudah, pergilah!" ucap Reymond dan membiarkan Fatma pergi.


Fatma tidak lagi menjawab ucapannya, dia hanya menganggukan kepala dan pergi berlalu dari hadapan Reymond.


"Kenapa dia ada di sini? Bukankah harusnya saat ini dia sedang bersama Nyonya Nadira?" batin Fatma bertanya-tanya saat dirinya sudah berada di balik pintu kamar kecil.


***


Di seberang kota lain, seorang wanita tengah menikmati liburan bersama putri kecilnya. Wanita itu adalah Nadira, kenyataan yang Reymond tidak ketahui yaitu Nadira sebenarnya mempunyai seorang anak perempuan yang ia tinggalkan bersama dengan mertua dan mantan suaminya. Tapi kadang mereka masih berhubungan di belakang keluarganya, seperti saat ini.


Nadira memilih untuk menyembunyikan statusnya di hadapan Reymond, karena dia tahu bahwa Reymond adalah orang yang bisa saja melakukan apapun dengan kekuasaannya. Hal itu membuatnya takut jika Reymond akan menyakiti kedua orang yang sangat berharga baginya, dia sendiri melakukan hal itu karena saat bersama dengan suaminya dia tidak bisa memiliki apapun yang ia inginkan.


Mudah saja, alasannya karena uang, harta, kekayaan dan ketenaran. Nadira menyukai semua hal itu, makanya dia memilih meninggalkan orang yang ia cintai demi mengejar kepuasan yang ia inginkan.


Mantan suaminya sendiri tidak bisa melarang apa yang Nadira inginkan, karena dia juga tidak mampu untuk memberikan apa yang menjadi keinginan Nadira. Bahkan dengan tidak tahu malunya, mantan suaminya itu suka meminta bagian pada Nadira. Nadira sendiri merasa tidak keberatan karena dia juga masih sangat mencintai mantan suaminya itu.


Hubungan Nadira dengan mantan suaminya itu bisa dibilang seperti perselingkuhan, dia yang masih mencintai mantan suaminya tapi karena mengejar kepuasan dia pun melepaskannya, dan sama halnya dengan mantan suami Nadira itu sendiri. Mereka masih sama-sama saling mencintai dan saling menginginkan. Jadilah dia hanya bisa mendukung apa yang menjadi keputusan Nadira, karena menurutnya hal itu juga akan menguntungkan bagi dirinya.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2