Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 19


__ADS_3

Kali ini Fatma benar-benar sudah tidak mempunyai harapan lagi, ia sudah pasrah karena tidak ada lagi yang bisa membantunya.


"Ya tuhan, aku harus mencari kemana lagi? Siapa kira-kira yang bisa menolong ku?" gumam Fatma.


Operasi harusnya di laksanakan hari ini, tapi karena Fatma belum membayar biayanya, jadi operasinya ditunda hingga paling telat siang hari.


Setelah semalam menghubungi Reymond, Fatma sama sekali tidak bisa tidur hingga menjelang dini hari, ia terus memikirkan bagaimana nasib adiknya, Tantri.


Dengan pasrah, ia pun akan berbicara dengan Paman dan Bibinya, Fatma harap Bibi Fani bisa membantunya untuk meringankan biaya itu meskipun hanya setengahnya, dia berfikir jika Bibi Fani mungkin memiliki uang setengah dari jumlah yang ia butuhkan.


Saat ia keluar dari unitnya, tanpa sengaja lagi ia berpapasan dengan Leandro yang akan pergi berangkat kerja. Leandro bisa melihat betapa kusutnya wajah Fatma yang kurang beristirahat.


"Pagi Ayunda" sapa Leandro seperti biasa.


Fatma sedikit terkejut saat Leandro menyapanya, dia dari tadi tidak fokus hingga tidak menyadari jika Leandro ada di depannya.


"Oh, akh, pagi juga tuan" jawab Fatma.


"Apa ada hal yang mengganggu pikiranmu? Sehingga kamu terlihat sama sekali tidak fokus"


"Saya baik-baik saja, tuan"


Leandro terus menatap Fatma yang berada di depannya.


"Bahkan saat kamu sedang dalam kesusahan pun, selalu kata tidak apa-apa yang kamu ucapkan" batin Leandro.


"Apa kamu yakin? Katakanlah jika kamu membutuhkan sesuatu, sebisa mungkin aku akan membantumu"


"Sebenarnya saya–"


"Kamu kenapa?"


"Saya membutuhkan uang untuk biaya operasi Tantri, adik perempuan saya. Kemarin dia mengalami kecelakaan sehingga membuatnya harus menjalani operasi karena ada penyumbatan pembuluh darah di otaknya. Saya bingung harus mencari biaya itu ke mana lagi, saya tidak punya uang sebanyak itu" jawab Fatma menundukkan kepalanya.


Leandro tersenyum tipis saat mendengar pengakuan Fatma, dia senang jika Fatma mengutarakan semua kegundahannya.


"Baiklah, aku mengerti. Ayo ku antar kamu ke rumah sakit, sekaligus aku juga ingin menjenguknya" ajak Leandro.


Fatma yang tidak paham dengan maksud Leandro, mengangkat wajahnya untuk menatap pria yang sedang berdiri di depannya itu.


"Maksud tuan? Apa tuan akan membantu saya?" tanya Fatma dengan antusias.

__ADS_1


Leandro tidak menjawab pertanyaan Fatma, dia mulai melangkah menuju lift untuk turun dari gedung apartemen itu. Dengan hati lega, Fatma pun mengikuti langkahnya.


Leandro benar-benar mengantar Fatma ke rumah sakit. Sesampai di sana Fatma dan Leandro segera menghampiri resepsionis untuk membayar lunas biaya pengobatan dan perawatan Tantri, bahkan Leandro juga memindahkan Tantri ke ruang rawat VIP.


"Terimakasih banyak atas bantuannya, tuan. Suatu saat saya akan berusaha untuk mengganti semua uang yang anda berikan pada adik saya" ucap Fatma merasa tenang dan lega.


"Sama-sama Ayunda" jawab Leandro.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju ruang tempat Tantri dirawat, dari kejauhan Fatma melihat paman dan Tio sedang berada di sana.


"Kakak" panggil Tio dari kejauhan.


"Kakak, apa Tantri bisa segera mendapat pengobatan?" tanya Tio dengan tidak sabaran.


"Secepatnya operasi akan segera di lakukan, Yo. Tuan ini yang sudah membantu kita untuk membayar biaya pengobatan Tantri" jawab Fatma seraya memperkenalkan Tio pada Leandro, sedangkan Paman sudah mengetahui siapa Leandro hanya mengucapkan kata "Terimakasih" seraya menjabat tangannya.


***


Sedikit cerita kenapa Leandro sangat memperhatikan Fatma.


Sebenarnya Leandro dan Fatma, mereka adalah teman masa kecil. Leandro memang tidak terlalu mengingat Fatma karena dulu usia mereka masih kecil, Leandro berusia 9 tahun dan Fatma 5 tahun. Mereka dulu sering bermain bersama-sama karena orang tua Fatma sempat bekerja di rumah orang tua Leandro, dan Fatma sering ikut bersama kedua orangtuanya saat itu. Sebelum akhirnya orang tua Leandro pindah ke negara B, dan mereka pun berpisah.


Saat pertama kali Leandro melihat keberadaan Fatma di mansion Reymond, dia seperti mengenali wanita itu, hanya saja masih samar-samar. Tepat ketika dia sudah menemukan Fatma yang pingsan di lorong mansion, Leandro pun mulai mencari tahu semua tentang Fatma Ayunda, dan benar dugaannya jika Fatma itu adalah teman masa kecil yang selalu ia ingat.


***


"Kenapa loe gak kasih tahu gue sih kalau dia lagi perlu duit sebanyak itu?"


"Dia itu istri loe, dia tanggung jawab loe, Rey. Kenapa malah gue yang di salah?"


"Ya kan loe tahu, kalau di mansion gue itu cuma sibuk dengan Nadira"


"Nadira, Nadira, Nadira. Harus berapa kali gue ngomong Rey? Nadira itu bukan wanita baik-baik!"


"Eh, loe jangan asa ngomong ya! Nadira itu wanita yang lemah lembut, bahkan dia sampai rela di madu dan hanya nikah siri"


"Rey, buka mata loe! Mana ada wanita baik-baik yang mau di madu dan nikah siri serta di sembunyikan dari mertuanya? Gak ada Rey!"


"Zio, cukup loe gak usah menjelekkan Nadira lagi!"


"Rey, loe itu pinter, jenius, tampan, kaya, kenapa loe bisa di bodohi wanita ular seperti Nadira? Apa yang sebenarnya loe lihat dari dia?" tanya Zio yang sudah kesal terhadap sahabatnya itu.

__ADS_1


"Cukup, sekarang loe keluar dari ruangan gue. Gue gak mood lagi ngomong sama loe"


Zio pun segera pergi dari ruangan itu tanpa mengatakan sepatah katapun, dia sudah terlalu kesal terhadap Reymond yang bisa di tipu oleh Nadira.


Sedangkan Reymond sendiri malah kesal terhadap Fatma yang menerima bantuan dari Leandro, sepupu sekaligus rivalnya.


"S***, kenapa aku jadi kesal seperti ini. Aku harus segera menemuinya" gumam Reymond seraya menyambar kunci mobilnya dengan tujuan apartemen Fatma.


Sesampai di sana, Reymond segera menekan kata sandi untuk membuka kunci pintunya.


Ceklek...


Pintu itu terbuka, Reymond masuk ke dalam apartemen itu seraya memperhatikan setiap sudut ruangan itu. Semuanya tampak rapi dan bersih, padahal Reymond tidak menyediakan pekerja untuk membantu Fatma mengurus apartemen itu.


Beberapa jam Reymond menunggu seraya menyelesaikan pekerjaannya yang ia bawa untuk di kerjakan di sana.


Ceklek...


Suara pintu terbuka, Fatma cukup terkejut dengan kehadiran Reymond yang ada di dalam apartemennya.


"Tuan, apa yang sedang anda lakukan disini?"


"Bukankah wajar jika seorang suami ada di rumah istrinya? Atau kamu keberatan jika aku berada di sini karena tidak bisa bersama dengan selingkuhan mu?"


"Apa maksud pertanyaan tuan? Siapa yang selingkuh?"


"Jangan berpura-pura polos kamu! Laki-laki tidak akan memberikan uang yang besar secara cuma-cuma tanpa ada imbalan"


"Tuan menuduh saya berselingkuh dengan sepupu anda?"


"Entahlah, yang pasti aku tidak suka milik ku di ambil oleh orang lain"


Plak...


Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Reymond, terdapat tanda 5 jari di sana.


"Sudah cukup anda merendahkan saya, saya menyesal karena setuju menikah dengan anda"


Tanpa terduga, Reymond mengangkat tubuh Fatma dan membawanya ke kamar.


Saat ini dia sedang di kuasai oleh emosi dan rasa cemburu yang tidak bisa ia ungkapkan.

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2