
"Siapa dia?" tanya Rei pada orang-orang yang berada di sana. orang-orang yang ada di sana pun terkejut dengan penampilan baru Fatma.
"Beliau adalah nyonya Fatma Ayunda, tuan" jawab pak Kus.
Raymond tidak mengalihkan matanya dari sosok wanita cantik yang ada di depannya, bahkan kecantikannya pun mengalahkan Nadira istri siri-nya.
"Tuan apa penampilan saya berlebihan?" tanya Fatma saat melihat reaksi tuan Rey yang hanya diam memandanginya.
"Cantik sekali gadis kampung ini, kupikir tidak ada bedanya jika dia didandani atau tidak sepertinya sama saja. Ternyata perkiraan ku salah besar. Baiklah, setidaknya aku tidak akan malu untuk memperkenalkannya pada keluarga besar ku nanti" batin Raymond yang masih menatapnya.
"Tidak ada, Iumayanlah. Sekarang ayo kita mulai bersandiwara di depan orang tua dan keluarga besar ku, bersikaplah layaknya istri yang mencintai suaminya dan sebagai menantu yang baik" ucap Raymond sebelum mereka melangkahkan kakinya untuk menyambut kedatangan orang tua sekaligus keluarga besarnya.
"Baik tuan" jawab Fatma menundukkan kepalanya. Ia merasa bersedih karena semua itu dilakukan semata-mata hanya karena sebuah sandiwara.
"Bolehkah aku berharap jika ini akan berlangsung lama? Dan bukan hanya sekedar sandiwara?" batin Fatma.
"Ganti panggilan mu. Aku tidak mau nanti mereka akan curiga karena kamu memanggil ku dengan sebutan tuan" ucap Raymond.
"Maaf tuan, lalu saya harus memanggil anda siapa?" tanya Fatma, mereka hampir tiba di depan pintu Mansion. Ternyata di sana juga sudah banyak pelayan yang berkumpul untuk menyambut kedatangan keluarga besar Raymond.
"Terserah saja. Asalkan jangan memanggil ku dengan sebutan tuan saat keluarga besar ku masih ada disini" jawab Raymond.
"Baiklah" ucap Fatma.
Mereka pun melanjutkan langkah kakinya untuk menunggu anggota keluarga yang akan tiba bersama kedua orang tuanya yang sudah pulang kembali dari negata B. Iring-iringan mobil keluarga mulai memasuki kawasan mansion Reymond, mobil pertama di isi oleh orang tuanya, mobil yang ke dua di isi oleh kakek dan nenek dari pihak Daddy-nya, mobil ke tiga di isi nenek dan kakek dari pihak Mommy-nya dan empat mobil di belakang adalah para om dan tante beserta sepupu dan keponakan Reymond.
Fatma yang melihat rombongan keluarga suaminya itu merasa berdebar dan takut jika kehadirannya tidak di terima oleh keluarga besar suaminya itu.
"Kau kenapa?" tanya Rey saat melihat tingkah Fatma seperti orang yang gelisah.
"Saya tidak apa-apa" jawab Fatma pelan.
Perlahan tapi pasti, langkah orang-orang itu semakin mendekat ke arah mereka. Wajah-wajah khas bule itu mulai terlihat jelas.
"Reymond my son, how are you son? Are you okay?" tanya pria paruh baya yang tidak di ketahui namanya oleh Fatma. Akh, Fatma bahkan sama sekali tidak mengenali Rey, suaminya.
"I'm fine dad. Oh ya, Dad, Mom ini adalah Ayunda, istri ku" ucap Reymond pada orang tuanya.
__ADS_1
Fatma semakin takut kala Rey sudah mulai memperkenalkannya pada kedua orang tuanya, Fatma tidak berani menatap wajah kedua orang tua Rey secara langsung.
"Salam kenal om, tante. Nama saya Fatma Ayunda" ucap Fatma sambil mengulurkan tangannya yang sudah basah oleh keringat dan sedikit gemetar.
Orang tua Rey juga tidak langsung menerima uluran tangan Fatma, mereka diam sesaat dan menunggu reaksi sang menantu.
"Apa kamu baik-baik saja nak?" tanya Mommy-nya Rey yang sudah tidak tega untuk mengerjai menantunya itu. Bahkan Mommy-nya Rey tidak segan untuk memeluk dan menciumi wajah Fatma.
Fatma sendiri merasa heran dengan perlakuan Mommy-nya Rey terhadapnya, ia melirik Rey dengan isyarat mata bertanya, namun Rey juga hanya mengangkat bahunya tanda dia tidak mengerti.
"Daddy, sampai kapan kau akan mendiamkan menantu kita ini? Apa kau tidak melihat tangannya yang sudah berkeringat dan gemetar itu? Sudahi bercanda mu!" ujar Mommy-nya Rey ada suaminya.
"Akh, Mommy ini mengganggu saja, Aku hanya ingin melihat wajah bingungnya yang lucu itu" jawab Daddy-nya Rey.
Fatma semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan kedua orang tuanya itu, dia hanya bisa menatap mereka dengan tatapan lugunya.
"Sudahlah Mom, sebaiknya kita masuk sekarang" ajak Rey pada orang tuanya dan juga saudara besarnya.
"Rey, aku tidak tahu jika istrimu ternyata sangat cantik dan menarik" ucap Dean sepupu Rey.
Fatma tersenyum kecut mendengar pengakuan Rey "Ya, istri selingan di hadapan keluarga" batin Fatma.
Keluarga besar itu beriringan masuk menuju ruang keluarga di Mansion, dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu, Fatma ikut duduk disebelah Rey meskipun dia merasa sungkan dan tidak nyaman.
"Bagaimana perjalanan kalian ke sini. Apakah lancar?" tanya basa-basi Rey pada keluarganya.
"Cukup lancar" jawab salah satu paman Rey yang ada di sana.
"Syukurlah kalau begitu" ucap Rey.
"Oh ya, kami belum berkenalan dengan istri cantik mu itu. Siapa namanya?" ucap omanya-Rey dari pihak Mommy.
"Oh iya aku hampir melupakan hal itu, perkenalkan ini adalah istriku namanya Fatma Ayunda" ucap Rey saat memperkenalkan Fatma sebagai istrinya di depan semua keluarga besarnya.
"Sepupu kau dapat istri cantik seperti ini dari mana? Sepertinya dia juga masih muda?" tanya Leandro salah satu sepupunya Rey juga.
"Lean sebaiknya kamu tidak memancing emosi Rey seperti itu, kalian ini kan sepupu!" ucap mamanya Leandro yang bernama Camila.
__ADS_1
"Tidak apa-apa tante, aku baik-baik saja. Lagi pula Lean benar, istri ku ini memang cantik" jawab Rey dengan merangkul bahu Fatma.
Sedangkan Fatma sendiri yang di perlakukan seperti itu merasa kurang nyaman, tapi tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa tersenyum kikuk.
"Salam kenal kembali Ayunda, perkenalkan nama saya Celine, kamu panggil Mommy ya... Sama seperti Rey.
Dan ini Daddy-nya Rey, namanya Antony" ucap Mommy Celine memperkenalkan dirinya.
"I... Iya Mommy" jawab Fatma tergagap.
Setelah semua anggota keluarga besar yang berjumlah dua puluh orang itu memperkenalkan dirinya masing-masing, mereka pun berbincang hangat membicarakan banyak hal.
Saat Fatma berada di tengah keluarga beser suaminya, ia merasa seperti orang kecil karena ia sadar jika dirinya dan suaminya sangat berbeda jauh.Beruntung ternyata keluarga Rey sangat terbuka dan menerima Fatma sebagai istrinya Rey.
"Tuan, ini sudah hampir mendekati waktu makan siang, saya akan pamit untuk membantu pelayan yang lain memasak" ucap Fatma sambil berbisik pelan pada Rey.
Sedangkan orang-orang yang lain mengira Fatma membisikan sesuatu yang lain, sehingga membuat pasangan itu dilirik oleh keluarga besarnya dengan mata yang menyipit menyelidik
"Rey, Apakah istrimu meminta jatah-nya siang hari?" tanya sepupu Rey yang bernama Dean.
Fatma yang mendengar pertanyaan ambigu dari Dean, dia merasa malu, bukan itu maksudnya.
"Kalian ini, mentang-mentang pengantin baru sampai tidak tahu waktu dan tempat saja" ucap Celine pada Rey dan Fatma.
"Bukan begitu Mom, aku... aku hanya ingin pamit ke belakang untuk menyiapkan makan siang untuk kita semua" jawab Fatma buru-buru menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang makin besar.
"Oh kami kira kau akan segera memberikan kami seorang cucu" ucap Celine dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
"Mommy, jangan seperti itu sama Ayunda. Nanti dia malah ke fikiran terus, lagi pula inikan baru seminggu" ujar Daddy Antony.
"Mohon maaf semuanya, saya pamit ke belakang dulu" ucap Fatma hendak berlalu.
"Biar Mommy bantu kamu ya, Yu" ujar Mommy Celine sambil menggandeng tangan Ayunda.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗
__ADS_1