
Dua bulan sudah berlalu...
Semenjak kepergian Fatma dari mansion itu, ia kembali ke rumah lamanya. Ia tinggal hanya bersama Tio, sedangkan Tantri memilih untuk tinggal bersama Bibi Fani dan Paman Andre. Setelah keluar dari rumah sakit, Tantri tidak pernah sekalipun mengunjunginya, Hal itu membuat Fatma merasa sedikit sedih.
Pagi ini Fatma tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, kepalanya merasa pusing, dan juga mual di perutnya belum reda juga.
"Ya tuhan, apa yang terjadi pada ku? Kenapa kepala ku pusing sekali?" gumam Fatma sambil terus memijit pelipisnya.
Tok... tok... tok...
"Kak, apa kakak sudah bangun?" tanya Tio yang merasa heran karena tidak melihat kakak perempuannya itu di dapur.
"Kakak baik-baik aja, Yo. Cuma sedikit pusing" jawab Fatma dari dalam kamarnya.
"Aku akan membuatkan teh manis untukmu, tunggulah sebentar" ucap Tio dari luar kamar Fatma.
Fatma tidak menjawab ucapan Tio, dia hanya membiarkan apa yang akan dilakukan oleh adik laki-lakinya itu, karena ia juga sudah sangat merasa lemah.
Fatma mencoba mengingat terakhir kali ia haid, ia juga lupa meminum obat saat terakhir kali berhubungan i***m dengan Reymond.
"Ya tuhan, mungkinkah–?" pertanyaan Fatma menggantung, tangannya menyentuh perut ratanya.
"Jika benar, bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan?" gumam Fatma merasa cemas.
Ceklek...
Tio membuka pintu kamar Fatma dengan membawa segelas teh manis hangat untuk kakaknya.
"Apa kakak baik-baik saja?" tanya Tio yang heran dengan Fatma, iya melihat Kakak perempuannya itu hanya diam dengan tangan yang terus berada di perutnya.
"Yo, bagaimana ini?" tanya Fatma tiba-tiba.
Tio mengernyitkan keningnya karena saya tidak mengerti dengan pertanyaan Fatma.
"Kakak kenapa? Apa kakak baik-baik saja? Coba jelaskan padaku sebenarnya ada apa?" tanya Tio mulai panik.
"Kakak belum mengetahui pasti, tapi sepertinya kakak sedang hamil" jawab Fatma.
"Bagaimana bisa? Bahkan usia kakak belum 19 tahun" tanya Tio merasa heran karena ia pun tidak mengerti.
"Kakak juga gak tahu, Yo. Sekarang apa yang harus kita lakukan? Kakak tidak mungkin akan membicarakan hal ini pada tuan Reymond, karena dia pernah berkata jika dia tidak ingin memiliki anak dari ku" jawab Fatma mulai terisak.
__ADS_1
Dia sendiri pun merasa bingung harus bagaimana, lantaran statusnya juga tidak jelas, Reymond belum juga mengirimkan surat gugatan cerai padanya, tapi dia juga melupakan nafkah yang harusnya selalu ia berikan.
***
Di ****Mansion****...
Sudah hampir 1 minggu Reymond tidak bisa bekerja dengan benar, bahkan ia juga merasa terus-menerus mual dan bau terhadap makanan tertentu.
Zio yang merasa heran dengan sahabatnya pun lantas memanggilkan dokter pribadi keluarga itu dan diminta untuk memeriksa keadaan Reymond.
"Rey, gue udah panggil dokter untuk meriksa loe" ucap Zio.
"Ngapain panggil dokter? Gue baik-baik aja tuh" jawab Reymond.
"Baik gimana? Muka loe aja udah pucat begitu" tunjuk Zio tepat di hadapan wajah Reymond.
Saat Reymond dan Zio sedang berbincang di ruang kerjanya, Nadira mengetuk pintu untuk masuk ke sana. Zio merasa sedikit heran dengan perubahan tubuh Nadira yang sangat signifikan, bahkan jika ia menghitung usia pernikahan mereka itu terbilang masih baru empat bulan, tapi jika melihat ukuran perut Nadira, seperti yang sudah menginjak usia kandungan 6 sampai 7 bulan.
"Kayaknya ada yang gak beres nih" gumam hati Zio. Zio harus memperhatikan gerak-gerik Nadira yang sedang berbicara dengan Reymond.
Tak lama kemudian, Nadira pun pergi keluar dari ruang kerja milik Reymond itu.
"Rey, sekarang usia kehamilan Nadira berapa bulan?" tanya Zio.
Raymond yang tidak mengetahui dengan pasti usia kandungan Nadira pun hanya menjawab sekenanya saja.
"Gila loe, masa kandungan istri sendiri aja loe nggak tahu".
"Ya emang bener, gue gak tahu".
Zio menyipitkan matanya, iya merasa heran dengan jawaban yang diberikan oleh Reymond. Sejenak ia mengingat sesuatu yang berhubungan dengan Fatma.
"Rey, loe udah tahu siapa dalang yang udah bikin Tantri kecelakaan?" tanya Zio merasa penasaran.
Reymond tidak langsung menjawab pertanyaan Zio, tentu saja ia mengetahui dalang dari kasus kecelakaan yang menimpa Tantri, tapi ia juga tidak mungkin akan memenjarakan Nadira, jadi ia menutup mulut orang-orang yang mengetahui kejadian itu.
"Iya, gue tahu. Gue udah menyerahkan kasus itu untuk ditangani oleh hukum yang ada" jawab Reymond dengan pelan, karena sejujurnya ia juga tidak sepenuhnya mengatakan hal benar.
Nyatanya Reymond hanya mampu memenjarakan pelaku yang menabraknya saja, tanpa menghukum Nadira otak dari penyebab kecelakaan itu terjadi.
"Yakin loe?" tanya Zio dengan curiga. ia mengetahui jika Reymond sedang tidak jujur padanya.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Reymond yang merasa udah dicurigai oleh Zio.
Zio tidak jawab pertanyaan Reymond, Ia hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Rasanya nggak mungkin juga kalau Rey akan membiarkan Nadira menanggung hukumannya" gumam hati Zio. Sebenarnya, Zio sudah mengetahui kebenaran itu dari Mike, orang yang Remon suruh untuk terus mengawasi kegiatan Nadira.
Tadinya ia kira Reymond akan berterus terang padanya, tapi ternyata perkiraannya itu salah, karena nyatanya Reymond masih terus melindungi Nadira yang sudah melakukan kesalahan.
Setelah menjawab pertanyaan Reymond, mereka pun kembali hening dan menyelesaikan tugas kantor yang dibawa oleh Zio ke kediaman Reymond.
Saat mereka sedang fokus menyelesaikan pekerjaan, ruangan itu kembali diketuk oleh seseorang. Pak Kus mengantar seorang dokter yang akan memeriksa Reymond.
"Dokter, bagaimana keadaan saya? Apakah saya baik-baik saja?" tanya Reymond yang sedikit khawatir akan kesehatan dirinya.
Dokter itu pun melepaskan stetoskop dari lehernya, tidak lupa ia juga menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, yang mana membuat Reymond semakin khawatir.
"Anda baik-baik saja, tuan. Tidak ada hal serius yang mengganggu pencernaan anda" jawab dokter itu.
Reymond dan Zio tidak mengerti dengan jawaban yang diberikan oleh dokter itu.
"Maksud dokter apa? Bagaimana bisa jika saya sedang sehat tapi terus menerus mual dan bau terhadap sesuatu?" tanya Reymond dengan bingung.
"Maksud saya, sepertinya bukan anda yang sedang sakit, tapi istri anda"
"Istri saya tidak kenapa-kenapa, dok. Dan kandungannya juga sehat"
Dokter itu mengernyitkan keningnya.
"Apa istri anda sedang mengandung?"
"Iya, bahkan sudah trimester kedua. Tapi kenapa baru sekarang saya merasakan seperti ini?"
Dokter itu diam sejenak, dia juga merasa heran dengan kasus yang menimpa Reymond.
"Mungkin ini hanya efeknya saja, tuan. Saya akan meresepkan obat untuk anda konsumsi nanti"
"Baiklah, Terimakasih"
Meskipun merasa heran, tapi Reymond dan Zio tidak memikirkan lagi hal itu. Mereka kembali dengan pekerjaannya setelah dokter itu pamit pulang.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA
__ADS_1
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗