Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 63


__ADS_3

Fatma mengeratkan pelukannya pada leher Reymond, ia juga menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu. Ini pertama kalinya Reymond membopongnya cukup lama.


"Mas, aku sudah tidak apa-apa. Kamu bisa menurunkanku di sini," pinta Fatma yang khawatir jika Reymond merasa kelelahan akibat menggendongnya terlalu lama.


Reymond menunduk untuk melihat wajah Fatma, sebelum akhirnya ia mencium kening istrinya itu dan berkata, " Aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir, stamina ku sangat bagus jika hanya melakukan hal ini."


"Benarkah?" tanya Fatma yang merasa tidak enak hati.


"Tentu saja, mau coba?" tantang Reymond dengan menaik turunkan alisnya dan tersenyum misterius.


Seketika itu juga wajah Fatma memerah saat mendengar ucapan suaminya, ia malu dengan pertanyaan suaminya.


"Mas, jangan mulai menggodaku!" ucap Fatma sambil menelusupkan wajahnya lebih dalam.


Reymond semakin gemas istrinya yang sedang bersembunyi di balik dadanya, Fatma tidak sadar jika perbuatannya bisa membuat Reymond ber*****.


"Sayang, jangan itu. Kasihanilah aku saat ini karena saat ini belum bisa menyentuhmu," ucap Reymond dengan nada rendah.


Fatma pun segera menjauhkan wajahnya dari dada suaminya dan membuang tatapannya dari sana. "Mas turunkan saja aku," pinta Fatma yang tidak diindahkan oleh Reymond. Suaminya itu tetap membawa Fatma dalam gendongannya dan tidak menggubris permintaan istrinya.


Beruntung karena suasana kantor sudah tidak terlalu ramai dan hanya beberapa orang saja yang ada di sana, jadi tidak terlalu membuat Fatma malu.


Saat mereka melewati meja resepsionis, ternyata wanita yang tadi menerima Fatma masih ada di sana dan belum pulang.


"Nia, perkenalkan ini adalah istriku Fatma Ayunda. Jika besok-besok dia kemari lagi, kamu tidak perlu menghentikannya dan biarkan saja masuk ke ruanganku," ucap Raymond tanpa menurunkan Fatma dari tangannya.


Ucapan Reymond membuat Nia terbelalak kaget, lantaran setahunya Reymond hanya memiliki seorang istri, yaitu Nadira dan merekapun sudah bercerai.


Istri? Bagaimana bisa Tuan Reymond mempunyai istri lain saat ia baru saja bercerai dengan istrinya beberapa minggu yang lalu? tanya Nia dalam hatinya.

__ADS_1


Reymond mengerti arti tatapan Nia dan ia tidak berniat untuk menjelaskannya. "Nia, apa kamu mengerti dengan ucapanku?" tanya Reymond saat Nia hanya diam saja dengan tatapan yang penuh tanya.


"Ma–maaf, Tuan. Ba–baik saya mengerti," jawab Nia dengan terbata.


"Bagus jika kamu sudah mengerti." Reymond berucap sambil berlalu dari sana dan meninggalkan gedung itu.


***


Sesampai di rumah, Reymond dan Fatma pun segera turun dari mobil, dan segera melangkah menuju pintu masuk rumah mereka. Ternyata di sana sudah ada Tio dan Tantri yang menunggunya di ruang tengah sambil mengerjakan beberapa tugas sekolah mereka masing-masing.


"Kakak dan Mas baru pulang?" tanya Tantri pada mereka.


"Iya, Tan. Kalian sedang apa disini?" tanya Reymond sambil menyerahkan jas dan tas yang ia bawa pada Fatma karena diminta olehnya.


"Apa kalian sudah makan malam?" tanya Fatma karena khawatir adik-adiknya menunggu lama kedatangan mereka.


"Baiklah, Mas dan Kakak akan ke kamar dulu," pamit Fatma sambil berjalan di samping suaminya.


Mereka pun melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai atas dan meninggalkan Tio dan Tantri yang masih sibuk dengan tugas sekolahnya.


Setelah sampai di kamar, Fatma pun dengan segera melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Reymond membiarkan Fatma mandi terlebih dahulu.


Saat Reymond sedang duduk bersandar di sofa di kamar mereka, tiba-tiba ponselnya berdering. Dengan segera, ia pun mengambil ponsel yang diletakkannya di meja samping tempat tidur.


"Nomor siapa ini?" tanya Reymond yang tidak mengenali nomor ponsel yang sedang memanggilnya.


Tepat saat Reymond masih memperhatikan nomor ponsel itu, Fatma keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bathrobe, ia lupa untuk membawa baju ganti ke dalam kamar mandinya.


"Mas, siapa yang sedang menelpon mu? Kenapa panggilannya tidak dijawab?" tanya Fatma yang melihat suaminya hanya diam tanpa mengindahkan ponselnya yang terus berdering.

__ADS_1


"Aku tidak mengenali nomornya, jadi aku tidak berminat untuk menjawabnya," jawab Raymond dengan menyimpan kembali ponselnya dan melangkah menghampiri sang istri yang masih berbalutkan bathrobe dan handuk kecil di kepalanya.


"Kenapa tidak dijawab saja? Siapa tahu itu adalah telepon yang penting," ucap Fatma.


"Tidak, aku tidak berminat untuk membawa pekerjaan saat ini. Jika dia benar-benar merasa penting, pasti ia akan kembali lagi menghubungiku esok hari." Fatma pun membiarkan suaminya yang tidak ingin menjawab telepon itu.


***


Sedangkan di seberang lain, Rumi sedang kesal lantaran panggilannya sama sekali tidak dijawab oleh Reymond. Padahal ia sudah menggunakan nomor ponsel lain karena nomor ponsel yang kemarin dipakai untuk menghubungi Reymond sudah diblokir oleh pria itu.


"Akh, s***. Aku harus membuat perhitungan pada wanita kecil itu agar dia mengetahui di mana posisi tempat seharusnya wanita itu berada," geram Rumi sambil mencengkram erat ponsel yang sedang ia genggam.


"Lihat saja Rey, aku tidak akan membiarkan ini berjalan dengan mudah! Susah-susah aku kabur dari negara B, aku tidak ingin usahaku sia-sia. Pokoknya kamu harus bisa ku miliki agar aku bisa terbebas darinya!" sambung Rumi.


Sebenarnya saat ini ia sedang menjadi buronan seseorang dari negaranya, selama tiga tahun terakhir ini dia menjadi budak seseorang itu dan saat ini dirinya sudah muak dengan posisinya, maka dari itu dia akan kembali mengejar Reymond agar bisa membantunya untuk terbebas dari jeratan orang itu.


Setelah puas meluapkan emosinya, Rumi pun segera menelan pil yang selama ini selalu membuatnya menjadi lebih tenang. Tapi jika efek dari pil itu habis, maka dirinya akan bergetar hebat tanpa bisa diobati selain dengan pil itu.


Sepenggal cerita tentang Rumi.


Sebenarnya Rumi bukan gadis baik dan ramah seperti yang diketahui oleh Reymond ataupun Leandro, justru dia adalah wanita bar-bar yang dipaksa kedua orang tuanya untuk menjadi pelunas hutang bagi keluarganya. Bahkan tanpa sepengetahuan Reymond dan Leandro, Rumi pernah menjadi salah satu pasien di rumah sakit jiwa yang berada di negara A tempat asal ibunya.


Selama ini Rumi menjadi tahanan orang tuanya, lebih tepatnya Ayah kandungnya sendiri yang menahan Rumi. Sedangkan ibunda Rumi sudah meninggal saat dirinya masih kecil.


Saat acara pertunangan yang direncanakannya bersama Reymond gagal, itu karena dirinya di sekap oleh ayahnya di ruang bawah tanah dan hanya memasukkan Rumi kekamar jika ada salah satu orang yang akan membayarnya mahal.


Pada saat Rumi kabur dari ayahnya, ia meninggalkan secarik surat dengan janji untuk membawa uang yang banyak, serta menjadikan Reymond sebagai penolong keluarga mereka.


Maka dari itu, saat ini ia sedang berusaha untuk kembali meluluhkan Reymond agar keinginannya tercapai.

__ADS_1


__ADS_2