Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 30


__ADS_3

Fatma di antar oleh Tio ke klinik untuk memeriksakan kandungannya, tadi pagi ia sudah mengeceknya sendiri dan hasilnya positif, dua garis merah tertera di sana. Antara senang dan sedih yang Fatma rasakan saat melihat dua garis merah itu.


"Kak, ayo. Giliran kita yang masuk" ucap Tio menyadarkan lamunan Fatma.


"Oh, hm, iya, Yo"


Fatma dan Tio pun masuk ke dalam ruang pemeriksaan khusus dokter kandungan.


"Selamat ya, Bu. Hasil pemeriksaan kami, janin yang ada di rahim ibu sehat, mereka semua baik-baik saja" ucap dokter itu memberikan selamat atas kehamilan Fatma.


Fatma dan Tio saling pandang mereka tidak mengerti kenapa dokter itu menyebut "mereka" pada janin milik Fatma.


"Maksud bu dokter bagaimana? Maaf saya tidak mengerti" ucap Fatma.


"Selamat, janin ibu ada dua. Mereka dalam keadaan baik-baik saja, saya harap ibu jangan terlalu kelelahan, karena mereka masih dalam usia yang rentan. Ditambah usia ibu yang masih muda juga bisa menjadi pemicu keguguran" jelas dokter itu menerangkan.


Akhirnya Fatma dan Tio pun mengangguk mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh dokter itu. Setelah selesai tentang kehamilan, Fatma dan Tio pun pamit undur diri dari hadapan dokter itu.


"Kak sekarang kita harus bagaimana?" tanya Tio


Fatma menarik nafasnya panjang, ia juga bingung harus bagaimana.


"Kakak juga nggak tahu, Yo. Sekarang kita bismillah aja, mudah-mudahan jalan kita kedepannya dipermudah dengan adanya janin-janin ini" jawab Fatma.


Sebenarnya bisa saja Fatma menghubungi Nyonya Celine, tapi untuk saat ini ia tidak bisa melakukannya karena nyonya Celine sedang berada di negara B, semenjak kedatangannya sore itu ke rumah Fatma untuk meminta maaf, mereka belum pernah bertemu lagi.


Ya, sore itu Nyonya Celine menyusul Fatma ke rumahnya untuk meminta maaf padanya, sekaligus menyuruhnya untuk menunggu kedatangannya kembali.


flashback on


Fatma pergi dari rumah itu menuju rumah lamanya, sepanjang perjalanan ia menangis. Ia menyesali perbuatannya yang sudah membohongi Nyonya Celine, ia merasa bersalah karena hal itu.


Sore harinya saat Fatma sedang berada di dapur, seseorang datang dan mengetuk pintu rumahnya dari luar. Tanpa menunggu lama Fatma pun segera membukakan pintu itu.


"Nyonya Celine?"


Begitu pintu itu terbuka, tanpa menunggu lama Nyonya Celine pun langsung memeluk Fatma dan menggumamkan kata maaf.


"Nyonya, anda kenapa?"


"Ayunda, Mommy minta maaf karena sudah berbuat kasar terhadapmu tadi pagi. Mommy tidak bermaksud untuk melakukannya, aku terlalu kesal terhadap Reymond dan Nadira, sehingga aku melampiaskan padamu juga"

__ADS_1


"Apa maksud perkataan Nyonya?"


"Jangan panggil aku dengan sebutan Nyonya, aku tetap Mommy mu. Kamu tetap menantu ku satu-satunya"


"Lalu bagaimana dengan Nyonya Nadira? Bukankah dia sedang mengandung anak Tuan Reymond?"


Nyonya Celine tidak langsung menjawab pertanyaan Fatma, dia seperti orang yang enggan sekali menyebutkan nama Nadira.


"Entahlah aku tidak yakin jika itu adalah cucu kandungku"


Fatma di buat terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Nyonya Celine.


"Bagaimana bisa beliau meragukan cucunya sendiri seperti itu?" gumam hati Fatma.


"Mommy jangan seperti itu, tidak baik berprasangka buruk pada seseorang"


"Tidak, aku tahu semua kebenarannya tentang Nadira, yang aku heran kenapa bisa Reymond bagi itu mencintai wanita berubah itu" jawab Nyonya Celine dengan raut wajah yang kesal.


"Kebenaran? Apa ada yang Nyonya Nadira sembunyikan dari Tuan Reymond?"


"Banyak, dia adalah wanita terlicik yang pernah aku temui, dan Reymond adalah anak bod*h yang pernah ku miliki–" jawab Nyonya Celine dengan menggebu karena amarah, bahkan kesan anggunnya pun hilang seketika.


"–Ayunda, Mommy harap kamu mau menunggu kedatangan ku lagi. Aku janji saat itu aku akan membawamu kembali ke mansion itu sebagai menantu ku satu-satunya. Aku harap kamu bersabar sebelum waktunya tiba, aku akan berusaha untuk menyadarkan anak b*d*oh itu. Maukah kamu menunggu nak?"


"Tapi Mom–"


"Aku mohon dengan sangat, Ayunda" ucap Nyonya Celine sembari menangkupkan kedua tangan di depan dadanya.


Merasa tidak tega Fatma pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Baiklah" jawab Fatma pasrah dan Hal itu membuat Nyonya Celine girang seketika hingga ia memeluk Fatma dengan erat.


"Terimakasih, Ayunda"


Mereka pun berbincang-bincang sebentar sebelum akhirnya Nyonya Celine pamit pulang dan meninggalkan Fatma bersama Tio di rumah lama mereka.


flashback off


***


Di mansion, Reymond tengah uring-uringan. Dari bangun tidur hingga saat ini ini dia merasa sakit kepala dan mual secara bersamaan, bahkan ia tidak bisa pergi ke perusahaan dan hanya mengandalkan Zio untuk menghadiri beberapa acara rapat penting hari ini.

__ADS_1


Nadira merasa kesal karena sedari pagi Reymond tidak keluar dari kamarnya, dan hanya bergumul dengan selimutnya.


"Rey, mau sampai kapan kamu seperti ini terus? Bahkan kamu tidak beranjak dari sana sejak pagi" tanya Nadira dengan kesal.


"Maafkan aku, sayang. Hari ini aku merasa sakit lagi, kepalaku pun rasanya mau pecah dan lagi mual-mual ini pun sangat menyiksaku" jawab Reymond dengan lirih.


"Huh, dasar aneh. Bahkan aku sudah melewati trimester pertama ku"


"Entahlah, Nad. Aku juga merasa heran"


"Sudahlah, cepat kau bangun dari sana, jangan terus menerus tiduran seperti itu, membuat ku pusing saja" ucap Nadira sebelum pergi berlalu meninggalkan Reymond yang masih terbaring di atas tempat tidur.


"Ya tuhan, bahkan dia tidak peduli denganku yang seperti ini" gumam Reymond dengan nada yang lirih.


Entah kenapa kini ia teringat dengan Fatma, istri pertamanya.


"Kira-kira apa yang akan di lakukan anak kecil itu jika mengetahui aku sedang sakit seperti ini?" batin Reymond, tanpa Reymond sadari ia tersenyum saat mengingatnya.


Lantas ia pun bangun dari pembaringannya dengan semangat, ia juga mengabaikan rasa sakit kepala yang tengah di rasanya.


"Baiklah, mari kita temui dia. Sudah lama juga aku tidak melihatnya" batin Reymond dengan semangat, dia berencana untuk menemui Fatma.


Nadira merasa heran dengan perilaku suaminya yang tiba-tiba terlihat begitu bersemangat.


"Rey, kamu mau kemana?" tanya Nadira yang melihat suaminya sedang memakai baju dengan rapi, hanya saja ia tidak memakai parfum, karena itu bisa membuatnya mual seketika.


Reymond menghentikan pergerakannya dan menatap Nadira dari cermin.


"Aku mau pergi keluar sebentar, apa kamu mau titip sesuatu?" tanya Reymond.


Nadira melangkah untuk mendekati suaminya itu, namun belum sempat ia mendekat, Reymond sudah terlebih dulu mencegahnya.


"Stop, berhenti di sana"


"Kamu kenapa, Rey?"


"Berdiri di sana dan jangan mendekati ku"


Nadira merasa kesal karena Reymond memperlakukannya seperti itu, dia pun berbalik dan meninggalkan Reymond yang masih berdiri di depan cermin.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2