
"Takut tersaingi? Bersaing secara sehat? Untuk apa aku harus melakukan itu semua? Jelas Fatma akan lebih memilihku daripada kamu. Kamu bukan siapa-siapanya, sedangkan aku adalah suami sah nya" ucap Reymond dengan bangga.
Leandro tersenyum meremehkan perkataan Reymond.
"Bagus jika kamu percaya diri seperti itu. Tapi sayang, Fatma sama sekali tidak tertarik padamu. Meskipun memang raganya milikmu, tapi tidak dengan hatinya. Jadi, mari kita bersaing untuk mendapatkan hatinya, dan jika hati Fatma bisa kudapatkan, maka bersiaplah kamu untuk melepaskannya" ucap Leandro.
Mendengar perkataan Leandro, kepalan tangan Raymond semakin mengeras.
"Ingat Lean, Fatma sedang mengandung anak ku" ucap Reymond mencoba menghalangi niat Leandro untuk merebut Fatma darinya.
"Tidak masalah, aku juga akan menyayangi anak mu seperti anak-anak ku sendiri" jawab Leandro ringan.
Tio hanya memperhatikan kedua pria dewasa yang sedang memperebutkan kakaknya itu dengan menggelengkan kepalanya pelan.
"Apa mereka fikir kak Fatma adalah barang, yang bisa mereka perebutkan seperti itu?" batin Tio.
"Tuan, tuan, sebenarnya apa yang sedang kalian perebutkan? Kakak ku bukan barang yang dengan mudah berpindah tangan, dia juga punya hati dan keinginan. Tolong hargai yang apa yang menjadi keputusannya saat ini" ucap Tio untuk melerai perdebatan antar kedua pria dewasa di depannya itu.
"Aku tidak akan memihak kepada siapapun, tapi jika cara kalian seperti ini, jangan berharap untuk mendapatkan hatinya" sambung Tio lagi sebelum ia meninggalkan mereka dan masuk ke dalam rumahnya, ia harus segera bersiap untuk berangkat ke sekolah pagi-pagi.
"Ini semua salahmu" tuding Reymond pada Leandro. Leandro menanggapinya dengan senyum tipis yang meremehkan, sebelum ia meninggalkan sepupunya yang masih berdiri dengan kesal.
Leandro dan Reymond pun akhirnya benar-benar pergi dari halaman rumah Fatma. Di dalam rumah, Fatma dan Tio mulai dengan acara sarapan mereka.
"Yo, kamu di sekolah bertemu dengan Tantri kan? Tolong ajak dia pulang kemari kakak sangat merindukannya" pinta Fatma pada Tio.
Tio menjawabnya dengan anggukan disertai senyuman.
"Iya, kak. Nanti aku akan mengajaknya pulang kemari" jawab Tio.
Tak lama kemudian mereka pun selesai dengan acara sarapannya, Teo segera berlalu meninggalkan Fatma seorang diri di rumahnya, tapi ia tidak khawatir karena sebelum ia pergi Tio sudah menitipkan kakaknya pada bu Imah, tetangga samping rumahnya. Tio merasa bersyukur karena bu Imah tidak pernah menggunjing mereka.
Sepeninggalan Tio, Fatma tidak mempunyai kegiatan. Biasanya jika sebelum hamil, waktu pagi seperti ini, dia akan mencari pekerjaan pada tetangga-tetangga lain yang membutuhkan tenaganya. Tapi untuk saat ini, Fatma akan meliburkan dirinya dan lebih memilih untuk mengerjakan hal ringan di rumahnya.
__ADS_1
Saat ia sedang menyelesaikan lipatan pakaiannya, tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seseorang.
Tok... tok... tok...
Fatma menegakkan tubuhnya, dia merasa heran lantaran ini sudah kedua kalinya pintu rumah yaitu diketuk.
"Kali ini siapa yang datang ke rumahku? Tidak biasanya banyak orang yang bertamu" batin Fatma. Ia pun segera melangkah untuk membukakan pintu itu.
Ceklek...
Fatma melihat punggung seorang wanita yang tengah menunggu pintu itu terbuka.
"Maaf, anda cari siapa?" tanya Fatma pada wanita itu.
Perlahan wanita itu membalikkan badannya dan menatap Fatma dengan pandangan yang menusuk tajam.
Fatma tidak kalah terkejut melihat seseorang yang datang ke rumahnya.
"Oh, jadi Rey kemari pagi-pagi untuk mengunjungi mu?" tanya Nadira.
Karena merasa penasaran, tadi pagi Nadira sempat mengikuti Reymond dengan menggunakan taksi online yang ia pesan, tidak mungkin jika ia menggunakan mobil yang biasa, bisa-bisa Reymond akan langsung menceraikannya jika ketahuan dia sudah membuntuti suami siri-nya itu.
"Ada urusan penting apa sampai-sampai Nyonya Nadira repot-repot datang ke rumah sederhana saya?" tanya fatma pada Nadira.
Nadira tersenyum meremehkan, dia menatap sinis wanita muda yang ada di depannya. Dia belum tahu jika Fatma sedang hamil anak Reymond. Karena setahu Nadira, Reymond belum pernah menyentuh Fatma.
"Tentu saja aku ingin memamerkan bayi yang ada dalam kandungan ku ini, bukankah kamu juga berhak untuk menyayangi anak ini?" tanya Nadira
"Ya tuhan, apa rencana perempuan ini lagi? Tidak mungkin jika dia datang kemari hanya untuk alasan sepele seperti itu" batin Fatma menatap lurus Nadira.
"Saya tidak tertarik" jawab Fatma acuh.
Nadira membulatkan matanya seketika, ia tidak menyangka reaksi acuh-lah yang ditunjukkan oleh Fatma, dia kira wanita muda itu akan merasa sakit hati bahkan mungkin iri padanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Tidakkah kamu merasa iri jika aku sedang mengandung buah hati Reymond?" tanya Nadira mulai memanasi Fatma.
"Iri? Untuk apa saya harus iri akan hal itu?" tanya balik Fatma.
Tidak kehabisan ide, Nadira mulai memainkan aktingnya saat ia melihat tetangga Fatma yang keluar dari rumahnya.
"Fatma, aku tidak bermaksud untuk membuat mu iri, aku datang berkunjung untuk memberi tahukan kehadiran calon anakmu juga" ucap Nadira dengan wajah memelas.
Sejenak Fatma mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti dengan perubahan mimik Nadira.
"Apa yang anda lakukan, Nyonya?" tanya Fatma saat ia melihat Nadira mulai mengambil tangannya untuk d letakan di bahunya, setelah itu Nadira mulai menjatuhkan dirinya di hadapan Fatma.
"Akh" pekik Nadira yang membuat bu Imah segera menghampiri mereka.
"Fatma, apa yang terjadi?" tanya bi Imah pada Fatma.
Fatma mendadak terdiam saat melihat Nadira yang menjatuhkan diri di depannya.
"Nyo–nyonya? Lagi-lagi anda melakukan hal serupa di hadapan saya?" tanya Fatma menatap Nadira.
Bu Imah menatap Fatma tidak mengerti.
"Ma, apa maksud kamu?" tanya bu Imah bingung.
"Sudahlah bu, kita antarkan Nyonya Nadira ke klinik terdekat saja. Saya akan mengabari suaminya" ucap Fatma.
Nadira sendiri langsung pingsan begitu saja di hadapan Fatma, ia tidak memikirkannya nasib janin yang dikandungnya.
Setelah di bantu suami bu Imah untuk mengantarkan Nadira ke klinik, Fatma dan bu Imah pun menunggu kedatangan Reymond di sana.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗
__ADS_1