Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 74


__ADS_3

Setelah tadi pagi Fatma menangis, Reymond akhirnya mengajaknya untuk mengunjungi makam orang tua Fatma, mereka datang tidak hanya berdua melainkan bersama Tio dan Tantri.


Reymond juga ingat, jika dirinya belum pernah mengunjungi makam dari kedua orang tua istrinya. Setelah tadi menyempatkan untuk membeli bunga tabur, barulah mereka berjalan ke arah areal pemakaman umum.


Reymond mulai memimpin doa diikuti oleh Tio, Fatma dan Tantri. Fatma tidak menyangka jika suaminya itu bisa melafazkan ayat-ayat Allah dengan begitu indahnya, karena selama ini ia belum pernah melihat Reymond mengaji.


Selesai berdoa, Fatma pun mulai menyapa kedua orang tuanya. "Ibu, Ayah, apa kabar? Yunda dan adik-adik di sini baik-baik saja, Yunda juga sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Ini adalah suamiku, namanya Mas Rey. Maaf karena Yunda baru sempat datang kemari–" Fatma mengusap air matanya yang menetes, "–Alhamdulillah Yunda mendapatkan suami yang baik, juga bisa bertanggung jawab pada Tio dan Tantri. Bu, sikap Bibi Fani dan Paman Andre belum juga berubah, mereka masih saja selalu menatap sinis padaku, tapi Ibu dan Ayah tenang saja, sekarang ada Mas Rey yang menjagaku dan menjaga adik adik," sambung Fatma sambil sesekali mengusap air matanya.


Setelah selesai, ia pun bangkit dan mundur untuk memberikan ruang pada Reymond yang juga ingin menyapa kedua mertuanya.


"Assalamualaikum, Ayah, Ibu, perkenalkan nama saya Reymond. Saya adalah suaminya Ayunda, Maaf karena baru mengunjungi kalian hari ini. Saya juga bukan orang yang benar-benar baik sebelum ini. Maaf, karena saya sudah pernah menyakiti hati putri kalian, terima kasih karena sudah melahirkan wanita yang begitu sabar dan baik untukku. Aku berjanji akan menjaganya juga menjaga kedua adik-adiknya," ucap Reymond.


Di belakang Reymond, Fatma dan Tantri menangis, mereka saling berpelukan. Sedangkan Tio berdiri di hadapan Reymond, sambil sesekali mengusap air matanya yang ikut meleleh.


Selesai Rrymond menyapa kedua mertuanya, kini giliran Tio dan Tantri. Mereka meluapkan semua perasaan di hadapan makam kedua orang tuanya. Reymond sesekali mengusap bahu istrinya dari samping saat memperhatikan kedua adiknya yang masih setia berbicara di makam itu.


Cukup lama mereka di sana, sebelum akhirnya Reymond mendapatkan telpon dari Zio yang memintanya untuk segera datang ke perusahaan.


"Mas, ada apa?" tanya Fatma saat Reymond sudah berada kembali di sampingnya.

__ADS_1


"Sayang, maaf. Kita harus segera pulang, Zio barusan menelponku dan meminta untuk datang ke perusahaan sekarang juga," ucap Reymond penuh sesal, karena ia tidak bisa menemani istri dan juga kedua adik iparnya untuk berlama-lama di sana.


"Baiklah, kita pulang sekarang. Lagipula kami sudah selesai disini," ucap Fatma yang diangguki oleh kedua adiknya.


"Apa tidak apa-apa jika kita pulang sekarang?"


Fatma menggeleng pelan dan tersenyum, ia cukup memaklumi karena suaminya itu sibuk. "Tidak apa-apa, Mas."


Setelah selesai berpamitan, mereka pun langsung menuju area luar pemakaman dan menaiki mobil kembali. Reymond akan mengantarkan istri dan adiknya untuk pulang terlebih dahulu, sebelum dirinya mendatangi perusahaan.


"Maaf karena aku tidak bisa menghabiskan waktu seharian bersamamu. Aku tidak tahu ada masalah apa di perusahaan tapi Zio sepertinya terdengar sangat khawatir saat menelponku tadi." Reymond berbicara setelah semua anggota keluarganya itu masuk ke dalam mobil.


Reymond pun segera melajukan mobilnya untuk menuju rumah mereka. Sepanjangan perjalanan, mereka hanya terdiam dengan pikirannya masing-masing. Fatma sendiri diam karena membiarkan suaminya untuk berkonsentrasi menyetir kendaraan.


Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai di pelataran halaman depan rumahnya, Reymond tidak ikut masuk ke sana dan hanya menurunkan istri dan kedua adik ipar. Selanjutnya ia segera menjalankan kembali kendaraannya menuju perusahaan.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Fatma khawatir karena melihat Reymond yang buru-buru.


"Kak, Mas Rey kenapa?" tanya Tio yang ikut penasaran.

__ADS_1


"Kakak juga tidak tahu, Yo. Mudah-mudahan saja tidak terjadi sesuatu hal yang buruk." Doa Fatma yang langsung diamini oleh Tio dan juga Tantri.


Setelah melihat kepergian Reymond dari halaman rumah, Fatma dan adik-adiknya pun segera masuk ke dalam. Tio dan Tantri langsung masuk ke kamarnya, sedangkan Fatma hanya duduk di sofa depan TV untuk melepas lelahnya.


"Silakan, Nyonya," ucap bibi yang baru saja menyajikan minuman di hadapan Fatma.


"Oh, iya, terima kasih, Bi." Fatma cukup terkejut karena kehadiran bibi pelayan secara tiba-tiba.


Setelah bibi itu pergi dari hadapan Fatma, ia melihat kedua adiknya sudah berganti pakaian dan membawa tas di punggungnya. "Kalian mau kemana?"


Tio dan Tantri sontak menoleh kearah Fatma. "Kakak lupa, ya? Menjelang sore seperti ini aku biasanya les, dan Abang Tio futsal," jawab Tantri mengingatkan kakaknya.


"Oh, iya. Maaf Kakak lupa. Ya udah, hati-hati di jalan, ya." Pesan Fatma sebelum adik-adiknya pergi.


"Iya, Kak. Kami mengerti." Setelah berpamitan, mereka pun pergi dari hadapan Fatma bersama-sama dan menuju taksi online yang sudah dipesan sebelumnya oleh Tio.


Fatma merasa beruntung, setelah Reymond bersikap baik padanya, ia bisa memberikan kehidupan yang lebih layak dan lebih baik pada kedua adik-adiknya. Meskipun sebelumnya ia sudah berusaha memberikan itu semua, tetap saja tidak sebanding dengan apa yang dirasakan mereka saat ini. Ia tersenyum saat melihat adik-adiknya yang kini sudah tidak merasakan kehidupan yang berat dan susah lagi, ia bersyukur karena bisa memberikan itu semua pada mereka.


"Terima kasih, Mas. Berkatmu aku bisa menyenangkan mereka berdua," gumam Fatma sebelum ia masuk kembali ke rumah dan berlalu menuju kamarnya. Ia juga harus mempersiapkan kedatangan mertuanya esok hari.

__ADS_1


__ADS_2