Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 27


__ADS_3

Pagi ini Fatma memilih untuk memasak sarapannya sendiri, sejujurnya ia tidak terlalu suka menu sarapan hanya dengan roti dan susu/sereal, karena menurutnya itu tidak mengenyangkan.


"Nyonya, biar saya saja yang memasak" ucap Dita, pelayan khusus dapur.


"Mbak Dita mulai lagi, deh. Bukannya kita sudah janji ya kalau hanya sedang berdua Mbak akan panggil aku dengan nama?"


"Ya ampun, Nyonya. Tidak untuk sekarang dan seterusnya, sekarang anda sudah benar-benar menjadi Nyonya di rumah ini"


Fatma menekuk wajahnya, ia merasa sudah kehilangan teman-temannya hanya karena status yang ia sandang.


"Nyonya, sebaiknya anda kembali ke kamar atau tunggulah di ruang makan, biar saya yang selesaikan semua pekerjaannya"


Fatma menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia merasa keberatan dengan semua perlakuan para pelayan yang ada di rumah itu karena menurutnya terlalu berlebihan.


"Baiklah, aku hanya akan melihatmu dari sini tanpa ikut campur" jawab Fatma mengalah.


Fatma pun melangkah menuju ruang makan dan duduk di atas kursi meja makan. Tak lama kemudian, Reymond turun dari kamarnya, dan melihat Fatma yang sedang duduk menunggu makanan untuk di sajikan.


"Tumben sekali dia pagi begini sudah berada di sini, apa dia begitu lapar sampai tidak mau menunggu di kamarnya?" tanya hati Reymond.


Reymond pun menghampiri Fatma yang sedang duduk sendirian di kursi meja makan.


"Apa yang sedang kau lakukan disini?"


Fatma yang sedang fokus memperhatikan Dita dan beberapa chef yang memasak di dapur pun tak menyadari kehadiran Reymond, hingga saat Reymond menyapanya dia merasa terkejut.


"Akh, hmm, tuan. Tidak ada, saya hanya sedang melihat para koki memasak" jawab Fatma.


Reymond pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti, ia pun ikut bergabung duduk dengan Fatma. Tak ada yang membuka percakapan terlebih dahulu, mereka duduk saling mendiamkan, Fatma yang acuh dan Reymond yang bingung untuk memulai percakapan.


"Hari ini Nadira akan pulang" ucap Reymond tiba-tiba setelah 10 menit berlalu di antara mereka tanpa ada pembicaraan.


"Oh, apa saya harus kembali ke kamar belakang?"

__ADS_1


Reymond tidak menyangka jika Fatma tak memberikan respon apa-apa, ia kira Fatma akan terlihat sedih atau takut.


"Tuan, maaf sebelumnya. Saya tidak merasa nyaman jika harus serumah dengan Nyonya Nadira. Apa boleh saya kembali lagi tinggal di apartemen?"


"Kenapa?"


"Saya tidak nyaman tinggal di sini, dan saya juga tidak bisa tinggal bersama istri yang anda cintai. Jika memang tuan bertanggung jawab, silakan penuhi semua janji yang tuan ucapkan pada saya"


Reymond merasa bingung dengan permintaan Fatma, sebenarnya dia bukan tanpa alasan membawa Fatma untuk tinggal di mansion, tapi juga karena ada seseorang dari pihak ibunya yang mencurigai pernikahan mereka tidak normal.


"Tapi aku tidak bisa membiarkan mu untuk keluar dari mansion ini"


Fatma menatap tidak suka atas jawaban yang diberikan oleh suaminya itu.


"Tuan, apa anda tidak pernah mendengar jika tidak baik menyatukan dua istri dalam satu rumah?"


"Aku tahu, tapi aku tidak bisa membiarkan mu keluar dari rumah ini"


Saat mereka berdua masih berdebat, tiba-tiba datang seseorang dari arah pintu dan membuat Reymond maupun Fatma sama-sama di buat terkejut.


Tak ada yang berani menatap wajah Mommy Celine, Fatma yang merasa takut jika Mommy Celine akan kecewa dan marah padanya.


Tadinya Nyonya Celine ingin memberi kejutan untuk anak dan menantunya, dengan datang pagi hari dan akan ikut sarapan bersama. Tapi kedatangannya dan acara kejutannya gagal, malah ia sendiri yang di buat terkejut oleh anak dan menantunya itu.


"Mo–Mommy, kapan datang?" tanya Reymond terbata-bata.


Mommy Celine tidak menanggapi pertanyaan anaknya, dia masih penasaran dengan perkataan menantunya itu.


"Mommy tanya sekali lagi. Apa maksud dari ucapan Ayunda yang mengatakan 2 istri dalam satu rumah?" tanya Nyonya Celine dengan nada tinggi.


"Mom, gak ada yang ngomong gitu, Mommy salah dengar mungkin" elak Reymond.


Sedangkan Fatma lebih memilih untuk diam, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

__ADS_1


Tepat saat suasana sedang panas, datang lagi seseorang yang memanggil nama Reymond dengan manja.


"Rey, aku pulang, sayang. Kamu dimana?" suara Nadira yang mencari keberadaan Reymond.


"S***, kenapa waktunya harus tepat begini, sih!" batin hati Reymond. Dia mengusap wajahnya dengan kasar.


Nyonya Celine sudah menatap Reymond dengan wajah yang memerah, dia marah, sangat marah.


"Hy Sa–" sapaan Nadira terhenti saat ia melihat Nyonya Celine yang menatapnya tidak suka.


"JELASKAN SEMUANYA PADA MOMMY, SEKARANG" ucap Nyonya Celine dengan menekan semua kata-katanya.


"Mom, tolong tenanglah dulu"


Nyonya Celine tidak menggubris perkataan Reymond, ia berjalan cepat menuju ke ruang keluarga. Fatma mulai mengikuti langkah Nyonya Celine dan meninggalkan Reymond dan Nadira yang masih kebingungan dengan apa yang harus mereka jelaskan.


"Sayang, bagaimana bisa Mommy mu ada di sini?" tanya Nadira pelan.


"Aku juga tidak tahu, Nad. Lagi pula kenapa kamu pulang cepat dan tiba-tiba seperti ini?"


"Aku mendengar jika kamu membawa gadis kampung itu kemari, makanya aku langsung pulang cepat"


"Sudahlah, ayo kita jelaskan saja pada Mommy yang sebenarnya"


"Tapi aku takut, bagaimana jika Mommy tidak merestui hubungan kita dan menyuruh mu untuk menceraikan ku?"


"Aku janji, selama kamu setia padaku, aku akan selalu melindungi mu" jawab Reymond dengan yakin, ia juga sempat memeluk Nadira untuk menenangkannya.


Sedangkan Nadira sendiri merasa was-was dengan jawaban yang Reymond berikan.


Setelah mereka berdua merasa sedikit tenang, barulah Reymond dan Nadira menyusul Nyonya Celine ke ruang keluarga.


Fatma duduk di sofa panjang, di samping Nyonya Celine yang duduk di kursi tunggal. Nyonya Celine juga sama-sama mendiamkan Fatma dan belum mengajukan pertanyaan apapun.

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2