
Pagi ini Nadira meminta ijin untuk pergi ke rumah orangtuanya, dia juga ingin menginap di sana, dan dengan mudahnya Rey mengijinkan Nadira pergi tanpa pengawasan darinya.
"Sayang, kau tidak apa-apakan aku tinggal 2 malam ini?" tanya Nadira saat ia mendatangi kantor Rey.
"Tidak apa-apa, jangan khawatirkan aku. Kau pergilah dan sampaikan salam ku terhadap orang tua mu"
"Baiklah, jaga diri mu baik-baik. Aku akan sangat merindukan mu"
"Aku juga, sayang"
Setelah berpamitan dengan suaminya, Nadira pun mulai menjalankan mobil mewah miliknya pemberian dari Reymond, suaminya.
"Ikuti dia" perintah Reymond pada seseorang yang ia tugaskan tanpa sepengetahuan Nadira.
"Baik tuan" jawab pria itu patuh.
Reymond memang membiarkan Nadira untuk pergi sendiri, tapi ia juga menyuruh pengawal untuk memantau kegiatan istri tercintanya itu. Dia akan membuktikan pada Zio jika Nadira adalah wanita baik-baik.
"Aku akan membuktikan semua tuduhan Zio itu tidak benar, aku tidak mau orang yang ku cintai terus menerus di cap jelek oleh orang lain" batin Rey dengan penuh percaya dirinya.
***
Fatma hari ini tidak menjenguk Tantri, ia juga meminta ijin lagi pada Bu Esih. Fatma masih harus menenangkan dirinya atas kejadian semalam yang Reymond lakukan padanya.
Reymond memaksa Fatma untuk melayaninya dengan cara yang cukup kasar hingga membuatnya merasa sangat kesakitan, dan setelah melakukan itu beberapa kali, Reymond pun meninggalkannya begitu saja.
"Ayah, Ibu, aku rindu kalian. Aku tidak sanggup hidup terus menerus seperti ini, aku di perlakukan lebih buruk daripada wanita malam, aku gak sanggup bu" gumam Fatma di tengah tangisannya.
Sungguh, istri mana yang mau di datangi suaminya secara paksa. Dia benar-benar menyesali pilihannya itu.
Dengan langkah gontai, ia menyeret kakinya menuju kamar mandi, ia merendam tubuh lelahnya di bathtub.
"Sampai kapan aku harus menjalani pernikahan yang seperti ini" batin Fatma. Cukup lama ia berendam.
***
__ADS_1
Fatma tersadar dari pingsannya di ruang bernuansa putih, seperti dejavu. Tio yang berada di sampingnya.
"Kak, kakak sudah sadar? Biar aku panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan mu dulu" ucap Tio sambil menekan tombol yang ada di dekat ranjang pasien.
"Yo, Kakak kenapa?" tanya Fatma dengan lirih.
"Kakak gak inget apa-apa?" tanya Tio yang merasa heran.
Sejenak Fatma mencoba untuk mengingat kejadian terakhir kali.
"Kakak cuma sedang berendam di bathtub, Yo. Terus kenapa kakak di bawa ke rumah sakit?" tanya Fatma.
"Kakak gak tahu ya? Kakak hampiri kehilangan nyawa lagi!!!" jawab Tio dengan kesal. Ia kesal terhadap kakaknya yang lagi-lagi membahayakan dirinya.
"Memangnya kakak kenapa, Yo? Kamu sampai kesal seperti itu?" tanya Fatma masih belum mengerti.
Saat Tio akan menjawab, dokter dan perawat sudah mendatanginya.
"Permisi bu, biar saya periksa dulu" ucap dokter itu dengan ramah.
"Ibu benar-benar tidak ingat apa-apa?" pertanyaan yang sama.
Fatma menggelengkan kepalanya.
"Ibu di temukan pingsan di dalam bathtub yang terisi air penuh oleh suami ibu, beliau dengan kalang kabut membawa anda kemari" jawab dokter itu semakin membuat Fatma merasa bingung.
"Suami?"
"Iya, suami anda yang bernama Reymond. Beliaulah yang membawa anda kemari"
"Sekarang orang itu ada dimana?"
"Beliau sedang ada urusan dan hanya menitipkan anda pada saya juga adik ini" jawab dokter itu sambil menunjuk Tio.
"Selalu di tinggal seperti ini. Maunya dia itu apa sich?" gerutu hati Fatma
__ADS_1
Setelah selesai memeriksa Fatma, dokter itu pun pamit untuk mengerjakan tugas yang lain. Tio pun kembali menemani Fatma yang belum tertidur lagi.
***
Di gedung yang lain, Reymond sedang mengamuk besar. Ia banyak menghancurkan barang-barang yang ada di dalam ruangan kantor nya itu.
"S***!!!"
"Aaakkkhhh!!!"
Reymond tidak henti-hentinya membanting semua barang yang ada di sana, kertas-kertas berserakan, vas bunga pecah, laptop juga ia banting.
Beberapa saat sebelumnya...
Entah kenapa hatinya merasa tidak tenang, ia khawatir dengan keadaan Fatma setelah semalam ia berlaku kasar terhadap istrinya itu. Dengan cepat Reymond menyambar kunci mobilnya untuk menuju apartemen Fatma, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga membuat perjalanannya singkat.
Setelah ia sampai di apartemen, Reymond mengedarkan pandangannya untuk mencari Fatma, di melihat sekeliling ruangan itu tampak gelap dan sepi seperti tidak berpenghuni.
Reymond memeriksa ruangan satu persatu, ia tidak menemukan keberadaan Fatma, tinggal satu ruangan lagi yang belum ia datangi, yaitu kamar mandi.
Ceklek...
Beruntung pintu itu tidak terkunci. Reymond menemukan Fatma dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Fatma" panggil Reymond seraya menepuk pipi istrinya itu.
Fatma tidak menghiraukan panggilan Reymond, dia masih pingsan. Dengan segera, Reymond menyambar handuk dan mengangkat tubuh Fatma untuk di bawanya ke kamar, dengan hati-hati ia memakaikan pakaian pada tubuh Fatma.
Setelah selesai, ia pun bergegas menuju mobil dengan Fatma yang berada di gendongannya, Reymond melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ia merasa sangat khawatir terjadi sesuatu pada istri pertamanya itu.
Sesampai di rumah sakit, Reymond pun segera memanggil dokter untuk menangani istrinya. Di tengah kecemasannya, Reymond juga mendapatkan kabar penting dari orang suruhannya yang mengawasi Nadira.
Dengan terpaksa, Reymond meninggalkan Fatma bersama dokter yang ia percayakan, tak lupa ia juga menghubungi Tio untuk kembali menemani kakaknya.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA
__ADS_1
TERIMAKASIH 🤗🤗🤗