Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 39


__ADS_3

Reymond baru saja selesai menghadiri meeting bersama para petinggi perusahaannya saat ia menerima telpon dari Fatma.


"Tidak biasannya Fatma menelpon ku, apa lagi tadi pagi ia sudah mengusir ku" batin Reymond.


Tanpa menunggu lama, Raymond pun segera menjawab panggilan dari istrinya itu.


"Halo"


"Halo, tuan. Maaf mengganggu anda, saya hanya ingin memberitahukan jika Nyonya Nadira sedang pingsan dan berada di klinik dekat rumah, anda bisa segera menjemputnya"


"Untuk apa Nadira datang ke rumahmu?"


"Entahlah, saya juga tidak mengerti"


"Apa dia menyakitimu?"


"Tidak, dia menyakiti kandungannya di hadapan saya dengan menjatuhkan diri"


"Apa maksud mu?"


"Apakah jika saya menceritakan yang sebenarnya, anda akan percaya begitu saja?"


Reymond terdiam dia tidak menjawab pertanyaan Fatma.


"Sudah saya duga, anda memang tidak pernah mempercayai saya, jadi tidak ada gunanya jika saya membeberkan fakta yang sebenarnya"


"Bukan, bukan begitu, Fatma. Apa yang sebenarnya sudah terjadi?"


"Segera datang ke klinik yang tadi malam, aku sedang menungguinya sekarang"


Setelah mengatakan itu, Fatma pun memutuskan sambungan telponnya.


Reymond menatap ponsel yang sudah kembali ke layar hitam.


"Akh, aku sangat malas jika harus berhadapan dengan Nadira langsung. sebaiknya aku ajak Zio saja untuk datang bersamaku" gumam Reymond.


Setelah memastikan semua berkas yang ia bawa kembali ke tempatnya, Reymond pun segera bergegas untuk ke ruang kerja Zio.


"Zi, loe sibuk banget gak? Gue mau minta tolong sama loe" tanya Raymond saat ia sudah berada di ruangan sahabatnya itu.


"Minta tolong apa, Rey?" tanya Zio, tidak biasanya Raymond meminta tolong padanya, lebih tepatnya Raymond suka memerintahkan langsung tanpa embel-embel minta tolong.


"Ikut gue buat jemput Nadira di klinik dekat rumah Fatma" jawab Reymond.


Zio mengerutkan keningnya, dia merasa heran karena setahunya Nadira tidak mengetahui alamat rumah Fatma.

__ADS_1


"Nadira? Ada di klinik rumah Fatma? Ngapain? Kenapa dia bisa tahu alamat rumah Fatma" tanya Zio


"Gue juga gak tahu. Udah, loe ikut aja dan bawa dia pulang. Gue lagi males sama dia" ajak Reymond memaksa.


Zio tersenyum mengejek, dia merasa puas karena kini Reymond sudah membuka matanya dengan benar. Meskipun kini dirinyalah yang menjadi korban untuk terus melayani wanita rubah itu.


"Oke, oke. Gue bantuin loe" jawab Zio akhirnya.


Setelah Zio menyanggupi ajakan Raymond, mereka pun langsung bergegas menuju klinik dekat rumah Fatma dengan mengendarai mobilnya masing-masing Reymond tidak berniat untuk membawa Nadira dengan mobilnya, jadi dia menyuruh Zio membawa mobilnya juga.


***


Fatma dan bu Imah terus menunggu kedatangan Reymond, sebelumnya ia juga menceritakan yang sudah terjadi pada bu Imah.


"Ya tuhan, Ma. Ibu tidak menyangka jika ada orang yang seperti itu" ucap bu Imah saat Fatma sudah selesai dengan ceritanya.


"Iya, bu. Aku juga tidak menyangka Nyonya Nadira akan kembali melakukan hal yang seperti itu dan mempertaruhkan janin yang sedang ia kandung" jawab Fatma.


Tak lama kemudian, Reymond datang bersama Zio dan segera menghampiri Fatma yang sedang duduk bersama bu Imah.


"Fatma, bagaimana keadaan mu? Apa Nadira menyakiti mu?" tanya Reymond begitu ia berdiri dihadapan Nadira.


"Bukan saya yang disakiti Nyonya Nadira, tapi janin yang sedang dikandungnya" jawab Fatma.


Entah sadar atau tidak, Reymond menghembuskan nafasnya lega saat mendengar Fatma dan kandungannya tidak terluka.


Saat mereka sedang berkumpul, dokter yang menangani Nadira datang menghampiri mereka.


"Bisa bicara dengan suami dari pasien yang bernama Nyonya Nadira?" tanya dokter.


Raymond tidak langsung menjawab pertanyaan dokter itu, dia malah pura-pura tidak mendengarnya sehingga membuat Zio mengikut dada sahabatnya itu.


"Saya dokter" jawab Reymond setelah mendapat siksaan dari sahabat.


Dokter itu mengerutkan keningnya heran, lantaran dia hanya tahu jika Fatma-lah istri dari Reymond, tapi dokter itu tidak tahu jika Reymond mempunyai dua istri.


Zio yang mengerti dengan tatapan tanya dokter itu pun segera menjawab.


"Sahabat saya mempunyai dua istri, dokter" ucap Zio.


Dokter itu langsung menganggukan kepalanya mengerti tanpa menjawab ucapan dari Zio.


"Baiklah, silakan ikuti saya" ucap dokter itu seraya berjalan menuju ruang pemeriksaan dengan diikuti oleh Reymond dibelakangnya.


"Tuan, pasien mengalami sedikit pendarahan akibat benturan yang terjadi, tapi sebaiknya anda segera memeriksakan istri ke rumah sakit untuk menjalani perawatan yang lebih intensif, saya tidak bisa memberikan diagnosis yang akurat saat ini ,karena alat-alat yang ada di sini ini tidak selengkap yang berada di rumah sakit. Saya menyarankan itu karena khawatir terjadi sesuatu pada janinnya nanti" jelas dokter itu

__ADS_1


"Baik, dokter. Saya mengerti" jawab Reymond, ia tidak mau repot-repot untuk menanyakan keadaan Nadira. Dia berfikir, jika cukup dokter saja yang menanganinya tanpa ikut campur dengan mengetahui keadaannya.


Setelah menjawab ucapan dokter, Reymond pun pamit undur diri dan menyuruh Zio untuk membawa Nadira ke rumah sakit. Sedangkan dirinya akan mengantarkan Fatma dan bu Imah untuk pulang.


Fatma tidak bisa menolak ajakan Reymond, ia malu jika harus berdebat di hadapan bu Imah.


"Apa yang Nadira lakukan tadi padamu?" tanya Reymond saat mereka sudah sampai di rumah Fatma.


Fatma membiarkan Reymond untuk masuk ke rumahnya, karena ia merasa tidak enak hati jika menolak kedatangan Reymond saat banyak tetangga yang sedang berkumpul di depan rumah bu Imah.


"Dia datang kemari untuk memamerkan perutnya padaku?" jawab Fatma.


"Untuk apa dia melakukan hal itu?" tanya Reymond yang sedikit penasaran.


"Entahlah, saya juga tidak mengerti dengan maksudnya" jawab Fatma.


"Bisa ceritakan apa yang sudah terjadi?"


"Dia datang kemari dan memamerkan perutnya padaku, tapi aku tidak tertarik dengan ucapannya. mungkin dia terlalu kesal padaku hingga ingin menjebak ku kembali dengan menjatuhkan dirinya di depan orang lain lagi"


"Lagi? Apa maksudnya sebelum ini dia pernah melakukan hal serupa?"


"Ya, dia pernah melakukan hal ini saat saya sedang bekerja di toko baju yang dekat gedung apartemen"


"Kenapa waktu itu kau tidak menceritakannya padaku?"


"Untuk apa? Sedangkan waktu itu anda sama sekali tidak menemuiku lagi"


"Maafkan aku, atas semua yang pernah kulakukan padamu" mohon Reymond.


"Sudahlah, anda tidak perlu membahas hal ini lagi sekarang anda bisa pergi dan kembali ke kantor" ucap Fatma.


"Aku menolak, rasanya aku betah berlama-lama di sini" jawab Reymond.


Mendengar perkataan Raymond membuat Fatma membulatkan matanya, ia tidak menyangka jika Raymond akan betah berada di rumahnya.


"Tidak seharusnya anda berada disini, tuan"


"Sudahlah, izinkan aku beristirahat di sini sebentar saja, aku sangat kelelahan saat ini" ucap Reymond seraya merebahkan tubuhnya di atas tikar tipis yang ia pakai alas dan menutup mata dengan tangannya.


Akhirnya, Fatma menyerah dan membiarkan Reymond untuk istirahat sejenak di rumahnya. Meskipun ia enggan, tapi ia juga tidak bisa membiarkan Reymond untuk mengendarai mobil dalam keadaan mengantuk.


"Apa dia tipe orang yang mudah tertidur di mana saja?" batin Fatma yang melihat Reymond sudah tertidur pulas.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2