Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 31


__ADS_3

Reymond dengan percaya diri menaiki mobilnya dan menuju rumah Fatma berada, tidak lupa ia juga membawa beberapa makanan untuk di berikan padanya.


Reymond begitu bersemangat saat ia sudah sampai di depan rumah sederhana milik Fatma.


"Sepertinya aku harus mencarikan rumah yang lebih layak untuknya" gumam hati Reymond begitu ia turun dari mobilnya dan menatap rumah di depannya.


"Tunggu, kenapa aku bisa berfikiran seperti itu? Ingat Rey kamu disini untuk melihat kondisinya saja" gumamnya pelan.


Reymond masih menyangkal jika dirinya mulai tertarik pada Fatma, bahkan dia juga selalu mengatakan jika itu hanya sebuah kepeduliannya saja.


Tok... tok... tok...


Reymond mulai mengetuk pintu rumah itu, tapi setelah menunggu sekitar hampir 15 menit pintu rumah itu tidak terbuka juga, bahkan suasananya sangatlah sepi.


"Kemana orang-orang?" tanya Reymond pada dirinya sendiri.


Reymond tidak menyerah begitu saja, ia terus-menerus mengetuk pintu rumah itu juga memanggil nama Fatma hingga membuat tetangga sebelah rumah Fatma merasa terganggu.


"Tuan, apa yang sedang anda lakukan di sana? Kami merasa terganggu dengan ketukan dan suara mu itu" tegur orang itu.


"Maaf Bu, saya hanya ingin bertemu dengan Fatma, tapi mereka dari tadi tidak membukakan pintu rumahnya untuk saya" jawab Reymond.


"Jelas mereka tidak ada di rumah, karena saat ini mereka belum pulang dari pasar"


"Pasar?"


"Iya. Kalau saya boleh tahu, tuan ini siapanya Fatma dan ada keperluan apa dengannya?"


"Saya suaminya Fatma, Bu"


"Suami? Bukankah suaminya Fatma itu yang selalu datang kemari seminggu sekali?" tanya orang itu dengan heran.


Sedangkan Reymond sendiri tidak kalah heran dengan maksud tetangga Fatma itu.


"Maksud Ibu apa?"


"Nah itu mereka sudah pulang" petunjuk ibu itu pada 3 orang yang baru saja turun dari angkot.


***


Seperti biasa, hari ini Leandro akan menemui Fatma pagi-pagi. Dia tahu jika Fatma biasanya sudah berada di saat jam 5 pagi untuk berjualan jajanan pasar.


"Pagi Ayunda" sapa Leandro begitu ia sampai di tenda jualan milik Fatma dan Tio.

__ADS_1


"Tuan, kenapa anda datang kemari?" tanya Fatma yang sedang melayani beberapa p*l*ngg*n dengan dibantu oleh Tio.


Saat itu Tio belum bersiap untuk ke sekolah dan masih mempunyai waktu untuk membantu kakaknya berjualan.


"Tidak ada, aku hanya ingin menemui mu saja. Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Leandro.


"Tidak perlu tuan, kami bisa mengerjakan ini sendiri" jawab Tio dengan segara.


"Ayolah, aku datang kemari untuk membantu kalian dan bukan untuk menonton saja" ucap Leandro.


Fatma dan Tio saling berpandangan sebelum akhirnya mereka membiarkan Leandro untuk membantunya.


"Baiklah, lakukan apapun yang tuan inginkan" jawab Fatma dengan pasrah.


"Terimakasih Ayunda" ucap Leandro dengan semangat.


Para pembeli pun mendadak banyak mendatangi tendanya, terutama ibu-ibu yang berebut untuk dilayani oleh Leandro, sehingga tidak lama kemudian dagangan milik Fatma pun habis terjual.


"Oke, sekarang kita bisa pulang!" ucap Leandro dengan semangat.


"Sebentar, aku ingin membeli buah-buahan dulu, dan sepertinya kita juga harus membeli makanan untuk sarapan" ucap Fatma menghentikan langkah Leandro.


"Baiklah aku ikut dengan mu" seru Leandro.


"Tidak perlu tuan, aku akan pergi bersama Tio saja, sekarang anda bisa pulang sendiri dan terima kasih sudah membantuku berjualan" ucap Fatma.


Sejenak Fatma merasa heran dengan sikap Leandro, karena biasanya lelaki itu hanya akan menampakan wajah yang dingin tetapi berbeda dengan hari ini, dia tampak semringah dan juga bersemangat.


"Yo, kira-kira tuan Leandro kenapa ya?" bisik Fatma pada Tio.


"Entahlah kak, aku juga merasa heran" jawab Tio sama berbisik.


Leandro menghentikan langkahnya dan berbalik menatap kakak beradik yang berada di belakangnya.


"Hei, apa yang sedang kalian lakukan di sana? Bukankah kita harus mencari sarapan? Tio sebentar lagi waktumu untuk bersekolah. Ayo cepat" seru Leandro pada kakak beradik itu.


"I–iya tuan" jawab keduanya.


Mereka bertiga pun melangkah memasuki pasar tradisional itu, Fatma akan membeli beberapa bahan untuk membuat jajanan pasarnya esok hari, ia juga membeli makanan untuk mereka sarapan. Sepanjang mereka membeli beberapa kebutuhan, Leandro-lah yang membayarnya, meskipun Fatma dan Tio sudah menolaknya tapi tetap mengotot untuk membayarnya.


Saat di tenda buah-buahan, Leandro sedikit heran karena Fatma membeli mangga muda juga beberapa buah-buahan yang rasanya asam.


"Ayunda, kenapa kamu membeli buah-buahan yang rasanya asam semua?" tanya Leandro heran. Ia belum mengetahui kabar tentang kehamilan Fatma.

__ADS_1


"Tidak ada, saya hanya menginginkannya" jawab Fatma.


Meskipun merasa heran Leandro hanya bisa membiarkan Fatma memilih apa yang ia inginkan, sedangkan Tio hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat sang kakak yang dengan semangat memilih buah muda. Mereka pun kembali setelah membeli semua yang Fatma inginkan.


Saat mereka sudah keluar dari kawasan pasar, Fatma dan Tio sudah berdiri untuk menunggu angkot, sedangkan Leandro sudah berjalan ke arah parkiran untuk mengambil mobilnya.


"Apa yang kalian lakukan di sana?" tanya Leandro bingung karena melihat Fatma dan Tio yang berdiri di pinggir jalan.


"Kami akan menunggu mobil angkot untuk pulang" jawab Tio.


"Lebih baik kalian ikut pulang bersamaku, aku bawa mobil sendiri" ajak Leandro.


"Tidak, tidak, tuan, terimakasih" tolak Fatma dengan cepat, bukan karena apa-apa tapi dia akan mual jika mencium bau pewangi mobil.


"Kenapa? Bukankah biasanya juga kalian akan naik mobilku?" tanya Leandro dengan heran.


"Tidak, tuan. Mulai saat ini saya tidak bisa lagi menaiki mobil anda" jawab Fatma dengan segera.


Leandro makin tidak mengerti dengan jawaban yang Fatma berikan.


"Apa maksud mu? Ada apa dengan mobilku?"


"Saat ini Ka Fatma sedang hamil muda, tuan. Dia sensitif dengan bebauan" jawab Tio.


Jawaban Tio membuat Leandro terkejut seketika, ia tidak menyangka jika Fatma akan hamil dari sepupunya itu.


"Apa yang sudah dilakukannya? Kenapa Ayunda bisa hamil anaknya? Bukankah waktu itu dia berkata jika dia tidak akan membiarkan Ayunda hamil anaknya? Apa sekarang aku sudah benar-benar tidak mempunyai kesempatan lagi?" batin Leandro. Ia mengetahui jika Reymond menolak memiliki anak bersama Fatma, maka dari itu selama ini Leandro terus berusaha untuk mendapatkan hati Fatma.


"Apakah itu benar, Ayunda?" tanya Leandro dengan tidak percaya.


"Iya, tuan. Saya sedang hamil muda" jawab Fatma dengan lugas.


"Baiklah, tidak apa-apa. Kalau begitu biarkan aku yang mengikuti kalian untuk naik angkot" ucap Leandro.


"Setidaknya aku bisa terus menjaga wanita yang aku sayangi dengan sepenuh hati" batin Leandro miris.


Setelah itu mereka pun menaiki angkot yang akan membawanya kembali ke rumah Fatma, sepanjang perjalanan Leandro terlihat tidak nyaman, berbeda dengan Farma dan Tio yang sudah terbiasa.


Sesampai di depan rumah mereka, ternyata ada mobil yang sangat Leandro kenali.


"Lean?"


"Rey?"

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2