Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 48


__ADS_3

Fatma mulai tenang saat Nyonya Celine sudah berada di sisinya, ia mulai kembali ceria meskipun masih kadang melamun dan tidak fokus saat di ajak berbicara. Tapi setidaknya, ia sudah tidak menangis lagi.


Saat mereka sedang berbincang, pintu di buka seseorang. Padahal Tio dan Bu Imah sudah pulang sejak Nyonya menemani Fatma.


"Mommy" panggil Reymond saat ia melihat Nyonya Celine yang berada di sana bersama sang istri.


"Untuk apa kamu datang ke sini, Rey?" tanya Nyonya Celine tanpa menatap anak semata wayangnya itu, ia masih sibuk mengupas buah apel untuk Fatma.


Sedangkan Fatma tidak bereaksi apa-apa saat Reymond membuka pintu ruang rawatnya, ia hanya melirik sebentar, setelah itu ia kembali terdiam lagi.


"Mom, a–aku ingin berbicara dengan istriku" pinta Reymond.


Nyonya Celine melirik ke arah sang anak, sebenarnya ia masih marah padanya, tapi melihatnya yang sudah babak belur, ia merasa kasihan juga.


Sepertinya Leandro tidak membiarkannya dengan mudah batin Nyonya Celine.


"Sebaiknya obati dulu luka-luka di wajah mu itu," ucap Nyonya Celine pada Reymond.


Reymond menggelengkan kepalanya.


"Tidak Mom, aku baik-baik saja. Aku hanya ingin berbicara dengan Ayunda saat ini," jawab Reymond dengan penuh permohonan.


"Hah, baiklah. Selesaikan masalah kalian baik-baik. Ayunda, Mommy percaya kamu pasti bisa mengambil keputusan dengan benar," ucap Nyonya Celine pada menantunya sebelum ia pergi dari ruangan itu.


Ia akan memberikan ruang pada Reymond untuk meminta maaf pada istri pertamanya itu, Ia juga berharap Fatma bisa memaafkan Reymond, suaminya.


Setelah kepergian Nyonya Celine, barulah Reymond mendekat ke arah Fatma yang masih terbaring di ranjangnya dengan posisinya setengah duduk.


"Fatma, aku–aku ingin meminta maaf padamu. Tidak seharusnya aku selalu mencurigai mu seperti kemarin. Aku menyesal karena sudah melakukan hal itu, aku juga menyesal karena tidak menyusul saat itu, aku menyesal karena selalu bersikap egois padamu. Aku selalu tidak bisa menahan diriku saat melihatmu berdekatan dengan pria lain meskipun hanya sekedar berbincang," ucap Reymond. Fatma masih membiarkan Reymond berbicara tanpa menyelanya.

__ADS_1


"Sebenarnya aku merasa cemburu setiap kali kau berbicara santai dengan orang lain, sedangkan kau selalu berbicara dengan menggunakan kata kata formal padaku. Aku juga ingin mengakui sesuatu. A–aku, aku jatuh cinta padamu" sambung Reymond. Akhirnya ia bisa mengungkapkan perasaan yang selalu membuatnya cemburu dan bahagia saat bersama dengan wanita yang selalu ia curigai.


Fatma menatap mata Reymond dengan dalam, ia mencoba mencari kebohongan pada kata-kata yang barusan Reymond ungkapkan padanya.


"Fatma, aku benar-benar tidak ingin kehilangan mu. Aku ingin selalu berada di dekatmu. Aku sadar, semua penyesalanku tidak dapat mengembalikan anak-anak kita kembali dan tidak bisa menyembuhkan rasa sakit mu secara langsung. Tapi aku mohon, tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya," mohon Reymond dengan sangat.


Fatma merasa terharu dengan kata-kata suaminya, ia kembali meneteskan air matanya.


"Aku juga minta maaf, karena belum bisa menjaga mereka dengan benar. Aku juga menyesal karena lebih mementingkan perasaan ku di banding keselamatan mereka" ucap Fatma.


"Aku mengerti perasaan mu, aku juga memaklumi mu untuk itu. Harusnya aku yang bisa menjaga kalian. Maafkan aku." Reymond mulai mendekati Fatma dan memeluknya, Fatma juga tidak menolak pelukan Reymond, mereka pun saling memaafkan.


***


Nyonya Celine menatap haru pada anak dan juga menantunya yang sedang berpelukan.


Lain halnya dengan seorang pria yang berada di belakang Nyonya Celine. Leandro menatap sepasang suami istri itu dengan wajah tidak rela, bukan dia tidak merestui keduanya, hanya saja ia masih berat melepaskan wanita yang sedang ia perjuangkan pada pria yang tak lain adalah sepupunya sendiri.


"Lean, tolong kamu bereskan wanita itu, jangan sampai dia masih berkeliaran di dekat Reymond!" perintah Nyonya Celine pada Leandro, keponakannya.


"Baiklah, Aunty. Aku akan membantu Mu," jawab Leandro dengan malas. Tentu saja dia malas jika harus berhadapan dengan Nadira, istri siri sepupunya.


Setelah menyetujui perintah dari Nyonya Celine, Leandro pun bergegas menuju salah satu rumah sakit tempat Nadira dirawat.


Setibanya di sana, ternyata Nadira sudah keluar dari rumah sakit siang itu, Leandro pun bergegas menuju mansion milik sepupunya untuk mencari keberadaan Nadira.


"Pak, apa Nadira ada disini?" tanya Leandro pada Pak Kus.


"Tidak ada, tuan. Sudah tiga hari ini nyonya Nadira tidak pulang kemari," jawab Pak Kus apa adanya.

__ADS_1


"Baiklah. Terimakasih informasinya, Pak," ucap Leandro sebelum ia pamit lagi untuk kembali mencari Nadira.


Kemana sebenarnya wanita itu? batin Leandro kesal.


Leandro pun mengutus salah satu anak buahnya untuk mencari keberadaan Nadira, hingga tak berapa lama kemudian, ia pun mendapat kabar jika Nadira sudah pergi dari kota itu bersama dengan anak dan juga mantan suaminya. Nadira bahkan tega meninggalkan bapak dan ibunya di salah satu panti jompo yang ada di sana.


Tidak kehilangan akal, Leandro juga mencari tahu kemana Nadira pergi bersama selingkuhannya itu.


Leandro kembali lagi ke rumah sakit untuk bertemu dengan sepupunya dan memberitahukan keberadaan Nadira yang ia sudah ketahui, Leandro juga sudah mengetahui siapa selingkuhan Nadira itu.


"Rey, apa kau ingat dengan salah satu mantan staf yang pernah bekerja di perusahaan milikmu yang bernama Louis?" tanya Leandro pada Reymond. Saat ini mereka sedang duduk di kantin rumah sakit, sedangkan Fatma sudah beristirahat dengan ditemani oleh Nyonya Celine.


"Maksudmu, Louis yang pernah terjerat kasus korupsi tiga tahun yang lalu?" tanya Reymond memastikan, Leandro mengangguk membenarkan pertanyaan Reymond.


"Ya, benar. Louis yang itu," jawablah Leandro.


"Lalu apa hubungannya dengan Nadira?" tanya Reymond yang belum mengerti dengan arah pembicaraan Leandro.


"Nadira adalah mantan istrinya Louis yang menjadi selingkuhannya saat ini," jawab Leandro.


Seketika itu juga mata Reymond membulat, ia tidak menyangka jika istri siri-nya adalah mantan istri dari salah satu staf yang pernah mempunyai kasus dengannya.


"Jadi, maksud mu, mereka masih mempunyai hubungan sampai saat ini?" tanya Reymond tidak percaya.


"Iya, dan sekarang mereka sedang dalam pencarian anak buah ku. Mereka kabur ke kota K siang tadi, bahkan Nadira juga menempatkan kedua orang tuanya di panti jompo dan menjual rumah yang selama ini ditempati oleh orang tuanya" jawab Leandro sedikit menjelaskan.


Raymond tidak habis pikir dengan dirinya yang dulu, dia seorang pengusaha muda yang sukses. Namun, dia sangat mudah dibodohi oleh seorang wanita yang bahkan sudah pernah menikah dan mempunyai anak.


Ya Tuhan, betapa bodohnya dulu aku jatuh cinta padanya batin Reymond

__ADS_1


__ADS_2