Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 45


__ADS_3

Hari ini Fatma keluar dari rumah sakit, setelah semalaman ia menerima perawatan di sana. Sebenarnya Fatma sangat ingin melihat bagaimana keadaan Nadira, tapi Reymond melarangnya untuk menjenguk istri siri-nya itu.


"Tapi tuan, saya hanya ingin melihatnya sebentar saja. Saya juga merasa tidak enak hati dengan kedua orang tua Nyonya Nadira" ucap Fatma.


Reymond mendesah kasar, entah sejak kapan Fatma mulai menjawab semua ucapan Reymond.


"Tadi kan mereka sudah mengijinkanmu untuk langsung pulang, lalu kenapa sekarang kau ngotot ingin bertemu dengan Nadira?" tanya Reymond mulai kesal.


Memang, tadi Fatma sempat dihampiri oleh kedua orang tua madunya itu. Bahkan mereka juga sempat mengobrol tentang banyak hal, orang tua Nadira juga sangat ramah pada Fatma. Dan Fatma pun sangat menghormati kedua orang tua Nadira, terlepas dari bagaimana sikap Nadira sendiri padanya.


Sebenarnya Fatma juga tidak mempunyai alasan khusus untuk bertemu dengan Nadira, hanya saja ia merasa sedikit tidak enak hati karena Nadira bisa seperti itu saat berada di depan rumahnya.


"Sudahlah. Sebaiknya kita segera pulang supaya kau bisa beristirahat dengan lebih baik, dan aku tidak tidak mau menerima penolakan" ucap Reymond mutlak.


Fatma pun mau tidak mau akhirnya menuruti perkataan suaminya.


"Baiklah, tuan pemaksa. Saya akan ikut pulang bersama anda" ucap Fatma dengan kesal.


Reymond cukup terkejut dengan panggilan baru Fatma yang menyebutnya tuan pemaksa.


"Kau panggil aku dengan sebutan apa?" tanya Reymond.


"Sepertinya telinga mu masih berfungsi dengan baik, tuan. Jadi untuk apa saya mengulang perkataan kembali?"


"Wah, wah, wah, sepertinya kau sudah mulai berani terhadapku?"


"Tuan, memangnya sejak kapan saya takut terhadap anda?"


Raymond terdiam mendengar pertanyaan Fatma, benar juga apa yang dikatakan olehnya, sejak awal mereka bertemu, Fatma sudah menunjukkan rasa ketidaksukaan padanya.


"Iya juga ya, kau memang tidak pernah menunjukkan rasa takutmu padaku"


"Hmmm"

__ADS_1


Setelah perdebatan itu selesai, barulah mereka keluar dari ruangan tempat dimana Fatma dirawat semalam. Mereka berjalan dengan Fatma yang jalan terlebih dahulu dan Reymond yang mengikutinya dari belakang. Entah apa yang dipikirkan oleh Fatma, dia tidak mau berjalan berdampingan dengan suaminya itu.


"Fatma, kenapa kau jalan sangat cepat-cepat begitu?"


"Tidak ada. Anda saja yang terlalu lambat mungkin"


"Jelas-jelas kau yang meninggalkanku, kenapa malah mengatai ku lambat? Atau kau malu berjalan denganku karena aku terlalu tua untukmu"


"Jangan menuduh sembarangan, aku sedang mencari sesuatu"


Di luar lobby Rumah Sakit, Fatma memang celingukan seperti sedang mencari sesuatu, dan hal itu membuat Reymond sedikit penasaran.


"Memangnya kau sedang mencari apa?"


"Nah, itu dia. Ketemu"


Fatma menunjukkan kearah tukang gulali yang berada di dekat parkiran rumah sakit.


"Tuan, bisakah anda membelikan gulali itu untuk saya? Saat ini saya sangat menginginkannya, saat ini saya tidak membawa uang untuk membelinya"


"Baiklah, aku akan membelikannya untukmu. Kau tunggulah dulu di dalam mobil, ini kuncinya"


Reymond berucap seraya memberikan kunci mobil pada Fatma, tapi ia lupa tidak memberitahukan letak mobil yang ia parkirkan itu di mana, sehingga membuat Fatma menyerah dan dan tidak lagi mencari mobil milik suaminya itu.


Saat sedang berdiri di dekat jejeran mobil-mobil yang terparkir di sana, ada seseorang yang menghampirinya. Fatma tidak terlalu mengenali pria itu karena ia memakai masker dan juga jas dokter.


"Nona, sepertinya aku mengenalmu" ucap pria itu.


"Siapa? Saya?" tanya Fatma, ia tidak bisa mengenali pria yang menegurnya itu.


"Apakah nama mu Fatma Ayunda?" tanya pria itu untuk memastikan nama gadis yang sedang disapanya.


"Benar, apa anda mengenali saya? Tapi siapa anda?" tanya Fatma masih merasa heran, lantaran ia tidak mengenali orang-orang yang berpangkat tinggi selain Raymond dan Zio.

__ADS_1


"Apa kamu sudah melupakan ku?" tanya pria itu lagi, seraya membuka masker yang sedang ia pakai.


"Kak Danis?" tanya Fatma mencoba mengenali wajah pria itu.


"Benar. Aku pikir kamu sudah benar-benar melupakan ku" ucap Danis.


Danis adalah teman masa kecil Fatma yang sangat pintar, waktu di sekolah dasar dulu, Danis adalah kakak kelasnya. Danis mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program akselerasi di sekolahnya, hingga ia bisa menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu dibanding dengan murid-murid yang lain, dan tanpa Fatma ketahui juga saat di sekolah SMP maupun SMA, Danis juga sempat mengikuti kembali program akselerasi itu hingga ia bisa lulus dengan cepat dan bisa segera menyelesaikan kuliahnya.


"Apa sekarang Kak Denis sudah menjadi dokter?" tanya Fatma ingin tahu.


"Belum, aku masih koas dulu sebelum mendapatkan gelar" jawab Danis.


"Oooh, semoga sukses selalu, kak" ucap Fatma.


"Terimakasih. ngomong-ngomong apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Danis karena melihat Fatma ada di jajaran mobil mewah yang terparkir di Rumah Sakit itu.


"Aku sedang mencari mobil milik suamiku, tadi aku sudah mendengar bunyi alarmnya di sekitar sini, hanya saja aku bingung karena terlalu banyak mobil yang sama" jawab Fatma dengan polosnya.


"Suami? Memangnya kamu sudah menikah? Maaf, Fatma. Aku penasaran dengan suamimu, karena aku tidak yakin jika kamu mempunyai suami yang memiliki mobil mewah di sini, apalagi beberapa hari lalu Meisya pernah mengabariku tentang yang kamu yang sedang berjualan di di pinggir pasar tradisional, lalu sekarang kamu bilang sudah menikah dan sedang mencari mobil milik suamimu di sini, maksudnya bagaimana?" tanya Danis bingung, karena setahunya Fatma belum menikah dan lagi pula menurut teman-teman yang sering berkomunikasi dengannya ia pernah melihat Fatma berjualan di salah satu pasar tradisional.


"Akh, aku lupa. Pernikahanku dengan tuan Reymond tidak ada yang mengetahuinya, lagipula dengan penampilanku yang seperti ini, mana mungkin kak Danis akan percaya begitu saja" batin Fatma.


Saat Fatma hendak menjawab pertanyaan dari Danis, tiba-tiba Reymond muncul dengan membawa gulali di tangannya.


"Sayang kenapa kamu masih di sana?" tanya Reymond saat melihat Fatma sedang mengobrol dengan laki-laki yang tidak ia kenali.


"Tu–"


"Sekarang ayo kita pulang .Kasihan pada bayi-bayi kita, karena kau berdiri terlalu lama" ucap Raymond seraya mengambil kunci mobil dari tangan Fatma dan mulai menyuruh Fatma untuk masuk kedalam mobilnya, yang ternyata tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Setelah memastikan Fatma masuk kedalam mobilnya, Raymond pun menghampiri pria yang masih menatapnya dengan heran.


"Perkenalkan, nama saya Reymond. Saya adalah suaminya Fatma" ucap Reymond sambil mengulurkan tangannya kearah Danis.

__ADS_1


Danis cukup terkejut mendengar pengakuan Reymond, ia tahu siapa itu Reymond dan ia juga tahu siapa yang menjadi kekasih Reymond. Tapi setelah mendengar pengakuan Reymond tentang Fatma, ia sedikit bingung. Bagaimana Fatma bisa mengenal Reymond?


__ADS_2