Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 62


__ADS_3

Fatma menunduk, ia ingin tahu reaksi suaminya saat sahabat atau mantan pacar suaminya itu mengungkapkan perasaan kembali. Sekarang apa yang akan Mas Rey katakan? Apa dia akan kembali pada Mbak Rumi? tanya Fatma dalam hatinya.


"Hey, apa kamu sudah gila?" tanya Reymond saat Rumi sudah mengungkapkan perasaannya.


Rumi menatap Reymond tidak percaya, matanya membulat. Sepintas kilatan marah tampak pada matanya, tapi dengan cepat ia ubah kembali menjadi wajah sedih dengan tatapan memelas.


"Rey, kenapa? Kenapa kamu berubah menjadi seperti ini? Kemana Rey yang dulu, yang selalu mencintaiku? Yang selalu berkata 'Tak ingin jauh dariku' kemana?" tanya Rumi masih dengan memegang tangan Reymond.


Reymond menyunggingkan senyumnya, ia menatap remeh Rumi. Bahkan tangan yang tadi di genggaman Rumi pun ia empaskan begitu saja. "Jangan pernah menyentuhku lagi! Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sejak kamu meninggalkanku–" Reymond menarik tangan Rumi dan membawanya keluar. "–Sekarang kamu pergi dari sini! Enyah dari hadapan ku!" sambungnya.


Fatma tidak menyangka jika Reymond juga bisa bersikap kasar pada Rumi, ia segera menghampiri suaminya dan menenangkannya. "Mas, tenanglah. Jangan seperti ini." Fatma tidak ingin jika Reymond sampai berbuat kekerasan apalagi terhadap perempuan.


"Mbak Rumi, tolong pergi sekarang. Jangan membuat keributan di sini," ucap Fatma yang ikut mengusir Rumi.


Rumi menatap Fatma dengan kesal dan berkata, "Kamu jangan senang dulu, aku tidak akan menyerah begitu saja. akan kupastikan Reymond kembali jatuh ke tanganku."


Setelah mengatakan hal itu, Rumi pun segera berlalu dari sana tanpa menatap Fatma ataupun Reymond lagi, saat ini dirinya sedang kesal dan butuh strategi untuk langkah selanjutnya.


P**okoknya aku tidak akan menyerah sampai disini, akan kubuat Reymond bertekuk lutut lagi padaku seperti dulu, batin Rumi.


Setelah kepergian Rumi, Fatma pun menarik tangan Reymond dan mengajaknya untuk duduk di sofa yang sudah tersedia di sana.


"Mas, sebaiknya kamu minum dulu." Fatma menyerahkan segelas air minum pada Reymond.


"Terima kasih, sayang," ucap Raymond seraya menerima gelas yang istrinya berikan.


Setelah melihat Reymond lebih baik, Fatma pun segera menyiapkan makanan yang tadi ia bawa.


"Mas, kamu mau makan sekarang?" tanya Fatma dengan lembut, bahkan lebih lembut dari biasanya.


Reymond sempat menatap heran sang istri yang berbicara lebih lembut dari biasanya itu, dengan cepat ia pun menarik tangan istrinya. "Aku tadi sedang kesal, tapi setelah mendengar suaramu yang lembut itu... Aku jadi ingin ini saja," ucap Reymond sambil mengusap bibir bawah Fatma dengan ibu jarinya.


Fatma dan Reymond pun saling pandang dan saling menyelami tatapan mata masing-masing.


"I love you," ucap Reymond sebelum ia mengecup lembut bibir istrinya.

__ADS_1


Fatma sendiri pun seperti sudah tersihir dengan tatapan mata suaminya, ia tidak bisa menolak lagi saat Reymond kembali menciumnya untuk yang kesekian kalinya. Fatma yang masih kaku pun mulai belajar membalas perlakuan Reymond.


Setelah puas, Reymond pun melepaskannya dan kembali mengusap bibir istrinya yang sudah basah, ia pun berkata, "Manis seperti biasa dan menjadi candu ku."


Fatma menunduk malu, jantungnya berdebar kencang, dan pipinya pun ikut memanas juga. Ia di buat salah tingkah oleh suaminya.


Reymond yang tahu jika Fatma sedang malu, segera membawanya ke dalam pelukan.


"Maaf karena membuat mu takut," ucap Reymond sambil mengecup puncak kepala Fatma. Ia tidak ingin jika istrinya itu menjadi takut terhadapnya.


"Tidak apa-apa, Mas. Aku mengerti, kamu melakukan itu karena kesal terhadapnya," jawab Fatma sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah Reymond.


"Kenapa tadi kamu lama sekali?" tanya Reymond saat Fatma sedang memperhatikan wajahnya.


"Aku tadi menunggu resepsionis itu untuk mengatakan di mana ruangan mu, tapi dia malah sibuk memperhatikanku dan Mbak Rumi," jawab Fatma sambil mulai menyiapkan makanan untuk suaminya.


"Aku lupa, mereka belum tahu jika kamu adalah istriku. Maaf karena sudah membuatmu menunggu," sesal Reymond.


"Tidak apa-apa, Mas. Aku baik-baik saja."


"Ponselku yang lama kan, kamu rusak," jawab Fatma.


"Baiklah, baiklah. Aku yang salah, tapi mulai sekarang kamu pegang ponsel, ya!" pinta Reymond. Ia tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali.


"Hmmm, nanti ku fikirkan lagi."


Setelah selesai membicarakan tentang ponsel, mereka pun memulai makan siang, sebelum Reymond kembali dengan tugas-tugasnya yang sudah menumpuk di atas meja.


"Sayang, setelah ini jangan buru-buru pulang temani aku disini, ya? Kamu mau, kan?"


Fatma merasa heran dengan permintaan suaminya, pasalnya ia tidak bisa membedakan antara permintaan atau perintah.


"Mas, kamu sedang memintaku atau memerintah ku?" tanya Fatma.


Reymond tertawa renyah saat melihat Fatma yang kebingungan. "Kamu begitu menggemaskan, sayang. Tentu saja aku meminta mu, aku tidak akan pernah memerintahkan mu lagi," ucap Reymond sambil menerima suapan dari istrinya.

__ADS_1


Ya, sejak tadi Reymond disuapi oleh Fatma cara menolak untuk makan sendiri.


Sebenarnya Fatma merasa kurang nyaman jika harus menemani Reymond di kantor, tapi ia juga kesepian jika harus berdiam diri di rumah. Setelah berpikir sejenak, Fatma pun menyetujui permintaan suaminya. "Baiklah, aku akan menemanimu sampai kamu selesai dengan kerjaanmu, Mas," jawab Fatma sambil memberikan senyuman cerah pada suaminya.


"Sayang, aku ingin tahu. Apa yang akan kamu lakukan jika Rumi datang kembali kemari?" tanya Reymond mulai serius.


Fatma menatap Reymond dan berkata, "Mas maunya aku bersikap seperti apa?"


"Tentu saja aku tidak ingin kamu terpengaruh oleh perlakuan dan ucapannya. Aku ingin kamu tetap di sini, di sampingku dan menghabiskan waktumu bersamaku," jawab Reymond dengan cepat.


Mendengar jawaban suaminya, Fatma merasa terharu sekaligus bahagia. "Baiklah aku akan melakukan apapun yang terbaik untuk hubungan kita, aku akan berusaha untuk mempertahankan mu juga," ucap Fatma.


Mereka pun kembali melanjutkan makan siangnya hingga selesai. Setelah acara makan siang itu selesai, Fatma segera merapikan bekasnya dan menyimpannya untuk ia bawa nanti saat pulang. Sedangkan Reymond sendiri sudah kembali ke kursi kebesarannya dan memulai dengan pekerjaannya.


Tanpa terasa, waktu pun terus berlalu dan hari juga mulai sore. Reymond masih tetap fokus dengan pekerjaannya sedangkan Fatma sendiri baru terbangun dari tidurnya dengan berselimutkan jas milik suaminya.


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Reymond sambil menghampiri Fatma.


"Hmmm, kenapa tidak membangunkan ku, Mas?" Fatma bangkit dari tidur dan membenarkan duduknya


Reymond pun ikut duduk di sebelah istrinya dan berkata, "Kamu tidur sangat lelap dan aku tidak tega untuk membangunkan mu," jawabnya.


"Maaf. Mungkin karena aku terlalu bosan hingga tanpa sadar tertidur di sini," jawab Fatma sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.


"Tidak apa-apa. Lebih baik kita sekarang pulang saja karena hari sudah sore, kasihan Tio dan Tantri yang menunggu kita di rumah," ajak Reymond.


"Hmmm, baiklah." Fatma menjawab sambil berdiri dari duduknya, tapi saat hendak menghampiri pintu, tiba-tiba tubuhnya hampir terjatuh karena masih lesu akibat bangun tidur.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?" tanya Reymond dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja, Mas."


Tanpa berkata apa-apa lagi, Reymond pun segera menggendong istrinya dengan bridal style yang membuat Fatma terkejut karena tubuhnya tiba-tiba melayang begitu saja.


"Mas?

__ADS_1


__ADS_2