Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 28


__ADS_3

Nyonya Celine memandang ke tiga orang di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan, sudah 15 menit berlalu saat kedatangan Reymond dan Nadira di sana tapi belum ada yang membuka suara, mereka masih sibuk dengan fikiran masing-masing.


"Ehem" Nyonya Celine mulai berdehem untuk meminta Reymond membuka suara terlebih dahulu.


"Mom, maafkan aku. Aku sangat mencintai Nadira, aku tidak ingin hidup tanpa dirinya" ucap Reymond dengan lirih.


Nadira tersenyum senang dalam hatinya, iya merasa puas dengan pernyataan Reymond. Lain halnya dengan Fatma, ia tersenyum miris dengan pernyataan yang Reymond lontarkan.


"Apalah dayaku yang hanya menikah karena uang" gumam hati Fatma sedih.


Nyonya Celine menatap tajam putra semata wayangnya itu, dia tidak menyukai Nadira, tapi dia juga tidak suka dibohongi oleh Raymond dan Fatma.


"Apa maksud dari perkataan mu?" tanya Nyonya Celine.


"A–aku terpaksa menikahi ayunda untuk dikenalkan sebagai menantu pada kalian, dan aku juga menikahi Nadira sebagai istri keduaku yang tidak diketahui oleh kalian" jawab Reymond seraya menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Nyonya Celine


"Karena aku tahu jika Mommy dan Daddy tidak menyukai Nadira, maka dari itu aku membawa Ayunda untuk menjadikannya istri pertama ku"


"Dan kamu memaksanya untuk menerima pernikahan itu?"


"I–iya Mom"


Nyonya Celine menggelengkan kepalanya samar, ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran anak tunggalnya itu. Padahal bukan tanpa alasan ia tidak mengijinkannya untuk menikahi Nadira, justru iya sudah mengetahui belangnya Nadira.


"Mommy tidak percaya kamu bisa melakukan hal seperti ini, apalagi kamu sampai mengancam orang lain hanya untuk kepentingan pribadi mu. Mommy benar-benar kecewa padamu"


"Maafkan aku, Mom" ucap Reymond pelan.


Nyonya Celine berbalik menatap Nadira yang sedari tadi diam dengan wajah yang terlihat bahagia, sedangkan Fatma sendiri terlihat murung dan merasa bersalah.


"Apa alasanmu masuk ke dalam keluarga ku?" tanya Nyonya Celine ketus pada Nadira.

__ADS_1


"Maafkan aku, Mommy. Aku juga mencintai Reymond, aku tidak ingin berpisah dengannya, apalagi saat ini saya sedang mengandung" jawab Nadira tenang, bahkan terkesan menantang.


Nyonya Celine tersenyum sinis saat mendengar jawaban Nadira.


"Dasar wanita rubah" batin Nyonya Celine. Ia pun berbalik menatap Fatma.


"Bagaimana denganmu?" tanya Nyonya Celine.


Fatma langsung turun dari kursinya, ia duduk bersimpuh di hadapan Nyonya Celine.


"Nyonya, maafkan saya. Saya tidak bermaksud untuk membohongi anda dan membuat anda kecewa. Saya terpaksa menerima pernikahan ini karena saat itu saya sangat membutuhkan uang untuk pengobatan adik-adik yang keracunan makanan"


Tanpa sadar Nadira melebarkan pupil matanya, tentu saja ia merasa khawatir jika Fatma akan mencurigai perbuatannya itu.


Sebenarnya, Nadira yang meminta Bibi Fani untuk menyuruh Fatma supaya menerima pernikahan dengan Reymond. Ia tahu jika Bibi Fani adalah orang yang paling tidak bisa menolak uang. Tapi saat mendengar kabar bahwa Fatma menolak menikah dengan Reymond, ia pun mencari cara agar bisa membuat Fatma tertekan dan menerima pernikahan itu.


"S***, ternyata dia masih mengingat kejadian itu" batin Nadira cemas.


"Apa kamu tahu, saya paling membenci sebuah kebohongan, apapun alasannya saya tidak bisa menerima kebohongan itu. Jadi saya akan meminta pertanggungjawaban darimu atas apa yang sudah kamu lakukan terhadapku"


"Mohon maafkan saya Nyonya, saya sudah bersalah terhadap anda"


Nyonya Celine tidak menanggapi ucapan Fatma, ia ingin tahu seberapa besar anaknya akan mempertahankan istri sahnya itu


"Mom, apa maksud Mommy berkata seperti itu?" tanya Reymond tidak setuju dengan pendapat Mommy-nya.


"Bukankah sudah jelas, biasanya orang yang suka berbohong akan mendapatkan hukuman yang setimpal" jawab Nyonya Celine dengan tatapan mata yang tertuju pada Nadira.


Nadira sendiri yang di tatap seperti itu oleh Nyonya Celine merasa cemas.


"S***, apa dia mulai mencurigai ku?" umpat Nadira untuk kesekian kalinya.


"Tapi, Mommy. Ayunda tidak salah apa-apa, menyeretnya untuk masuk ke dalam masalah ini"

__ADS_1


"Sudahlah, Mommy tidak mau mendengar lagi alasanmu" jawab Nyonya Celine merasa sedikit kecewa "Mungkinkah dia belum menyadari perasaannya itu?" batin Nyonya Celine


Nyonya Celine kembali menatap Fatma yang masih bersimpuh di hadapan, ia sangat beruntung memiliki menantu seperti dirinya. Nyonya Celine mempunyai rencana sendiri untuk membuat Reymond membuka mata dan fikirannya terhadap Nadira.


"Ayunda, sekarang juga kamu bereskan barang-barang mu dan keluar dari mansion ini" ucap Nyonya Celine.


Fatma terisak, ia tau kesalahannya mungkin tidak bisa di terima oleh Nyonya Celine. Dengan perlahan, ia pun bangkit dan berlalu menuju kamar yang ia tempati untuk mengambil beberapa barang miliknya, beruntung harta paling berharganya sudah di temukan kembali.


"Maafkan saya Nyonya, saya pergi dulu" ucap Fatma menundukkan kepalanya.


Nyonya Celine tidak menjawab pamitan Fatma, ia hanya membuang wajahnya untuk menutupi rasa bersalah dan tidak teganya.


"Maafkan aku Ayunda, aku hanya ingin membuat Reymond sadar dengan kesalahannya, setelah semua itu terungkap, hanya kamulah yang akan menjadi menantu ku satu-satunya. Bersabarlah Ayunda" batin Nyonya Celine sembari menatap kepergian sang menantu. Setelah mengantarkan Fatma, Nyonya Celine pun masuk ke kamarnya, dan meninggalkan Reymond bersama Nadira.


Entah perasaan senang atau sedih yang Fatma alami saat ini, karena ia bisa bebas dari mansion itu yang pasti sepanjang perjalanan menuju rumah lamanya, Fatma tidak berhenti menangis.


Lain Fatma, lain pula Nadira. Ia kira setelah kepergian Fatma dari Mansion itu ia akan merasa tenang, tapi semuanya berbanding terbalik. Nyonya Celine memang membiarkan Nadira untuk tetap tinggal di sana, karena mengatakan jika ia tengah mengandung.


"Beruntung juga aku saat ini sedang mengandung, jadi dia tidak bisa mengusir ku dari sini" gumam hati Nadira dengan puas.


Saat Reymond dan Nadira masuk ke kamar mereka, Reymond langsung memeluk Nadira dengan erat, ia sangat senang sekali mendengar berita bahwa Nadira sedang mengandung buah hatinya.


"Sejak kapan kamu tahu jika kamu sedang hamil sayang?" tanya Reymond pada Nadira yang sedang duduk di atas pangkuannya.


"Aku juga baru mengetahuinya tadi pagi, saat bangun tidur. Apa kamu senang, Rey?" tanya Nadira sambil terus memeluk manja Reymond.


"Aku sangat bahagia sekali, sayang" jawab Reymond seraya menghujani Nadira dengan kecupan.


Reymond sama sekali tidak memikirkan perasaan Fatma, meskipun di hati kecilnya ia merasa sedikit bersalah, tapi ia terus menghiraukan perasaan itu dan fokus pada Nadira yang tengah mengandung buah hati mereka.


Bahkan Reymond juga tidak sadar dengan perubahan fisik yang terjadi pada Nadira, ia sungguh tidak bisa membedakan mana yang baru hamil dan mana yang sudah hamil.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2