Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 9


__ADS_3

Fatma kembali ke kamarnya yang ada di Paviliun belakang, dia merasa sakit hati dengan ucapan Rey saat di ruang kerja tadi.


Di sana Fatma meringkuk di atas kasurnya sambil menangis menatap foto kedua orang tuanya beserta Tio dan Tantri.


"Ayah, Ibu, Aku rindu kalian, Aku ingin bertemu kalian, Aku ingin berkumpul kembali bersama kalian, Aku menyesal karena tidak bisa bekerja dengan baik sehingga mengorbankan masa depanku dengan menikahi pria yang tidak pernah bisa menghargai perempuan" gumam Fatma pelan sambil terus menangis.


Beruntung saat ini Rere dan Mimi sedang mengerjakan tugasnya yang lain sehingga ia bisa menumpahkan semua kesedihannya sendiri tanpa harus malu pada orang lain, setelah lelah menangis tanpa sadar Fatma pun tertidur di sana hingga menjelang malam hari.


Rere dan Mimi sudah ada di dalam kamar itu, mereka berdua tengah berdiri di depan Fatma dengan tatapan khawatir.


"Mbak Rere, Mbak Mimi Ada apa? Kenapa kalian terlihat khawatir seperti itu? Apa terjadi sesuatu?" tanya Fatma dengan suara yang pelan Karena ia merasa sedikit pusing dengan kepalanya, ia fikir mungkin karena efek terlalu lelah menangis sehingga membuatnya sakit kepala.


"Fatma, badan mu suhunya tinggi sekali. Kami dari tadi sudah mengompres mu, tapi suhu badan mu benar-benar tidak turun. Bahkan kamu juga sempat tidak sadarkan diri beberapa menit yang lalu" ujar Rere sambil memperlihatkan termometer yang ada di tangannya.


Fatma pun mengambil alat pengukur suhu tubuh itu dari tangan Rere dan melihatnya, ternyata di sana suhu tubuhnya tertera 41,5°.


"Oh, pantas saja aku merasa sangat kepanasan" ucap Fatma saat sudah mengetahui suhu tubuhnya sendiri.


"Fatma, apa maksud mu hanya dengan berkata "Oh" saja"? tanya Mimi yang dari tadi sudah panik saat ia menyadari Fatma sedang demam.


"Tenang aja Mbah, aku baik-baik saja. Jam berapa sekarang?" tanya Fatma sambil berusaha untuk bangun dan berdiri dari tidurnya.


"Kamu mau kemana Fatma?" tanya Rere saat melihat Fatma yang hendak bangkit dari tidurnya.


"Sepertinya ini sudah lewat sore, aku belum memasak untuk makan malam para tamunya tuan Rey" jawab Fatma saat sudah berdiri dari tidurnya.


"Kamu enggak akan kemana-mana Fatma, aku nggak akan biarin kamu keluar dari ruangan ini. Kamu harus istirahat yang cukup agar badanmu kembali pulih" ucap Mimi sambil memegangi tangan Fatma, ia benar-benar merasa khawatir terhadap gadis yang umurnya bahkan hampir sama dengan adiknya itu.


Fatma tersenyum sambil melepaskan perlahan genggaman tangan Mimi.


"Aku baik-baik saja Mbak, jangan khawatirkan aku" ujar Fatma sambil melangkahkan kakinya dengan berpegangan tangan pada tembok. Sungguh badannya saat ini sangatlah lemas tapi dia tidak bisa beristirahat dengan tenang karena Rey yang sudah mengancamnya tadi siang.


"Sebaiknya kita terus ikuti dan memperhatikan Fatma, Re. Aku takut terjadi sesuatu padanya" ucap Mimi pada Rere sambil menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Baiklah, sepertinya dia orang yang cukup keras kepala jika kita terus menahannya" ujar Rere yang membenarkan perkataan Mimi.


Mereka pun mengikuti langkah pelan Fatma dari belakang, saat pelayan yang lain berpapasan dengannya, menatapnya dengan yang berkerut dan alis menyatu.


"Fatma, Apa kamu sedang sakit?" tanya Dita saat melihat Fatma dengan wajah yang pucat.


"Aku baik-baik aja Mbak Dita" jawab Fatma sambil tersenyum.


Dita pun tidak berkata apa-apa lagi karena melihat isyarat yang ditunjukkan oleh Rere dan Mimi.


"Baiklah, kamu hati-hati ya" ucap Dita sebelum ia melanjutkan perjalanannya.


"Ia Mbak" jawab Fatma, ia pun terus berjalan perlahan menuju dapur umum mansion.


Namun belum sempat ia sampai ke sana, tiba-tiba Fatma pingsan dan hilang kesadarannya.


****Bruk****...


Tubuhnya terjatuh di lorong yang menuju dapur, tak ada siapa-siapa di sana, karena Mimi dan Rere sedang di suruh mengerjakan tugas lain oleh pak Kus saat tadi mereka bertemu.


***


"Lho, bukannya ini istrinya Rey? Kenapa dia bisa pergi sejauh ini? Ruang utama kan lumayan jauh dari sini" gumam Leandro saat ia mengetahui jika Wanita itu adalah Istri sepupunya.


"Ayunda"


"Ayunda, bangun"


"Ayunda, apa kamu baik-baik saja?" tanya Leandro saat ia belum menyentuh tubuh Fatma.


Lean pun mencoba menepuk pipinya Fatma dan cukup membuatnya terkejut.


"Astaga, panas banget badannya" gumam Leandro saat sudah menyadari jika Fatma sedang demam.

__ADS_1


"Maaf karena aku lancang menggendong mu!!!" ucap Leandro saat ia hendak memangku Fatma yang sedang pingsan.


Dengan perlahan Leandro pun mengangkat tubuh Fatma dan membawanya ke kamar utama tempat Rey suaminya.


Namun belum sampai ke kamar yang Rey tempati, seseorang sudah memanggil namanya.


"Hei apa yang kau lakukan dengan istriku? Kenapa dia bisa sampai ada di gedongan mu?" tanya Rey saat ia melihat Leandro sedang menggendong Fatma, istrinya.


"Aku menemukannya pingsan di lorong dapur kotor Mansion ini, dan aku hanya membantu untuk memindahkannya ke tempatmu. Itu saja" jawab Leandro apa adanya.


"Apa kau sedang berbohong?" tanya Rey yang tidak percaya pada sepupunya itu.


Tanpa banyak berkata Leandro pun memberikan Fatma yang masih ya gendong ke tangan Rey.


"Harusnya sebagai suami kamu bisa memperhatikan istrimu saat dia sedang sakit seperti ini" ucap Leandro setelah Fatma berada di pangkuan Rey.


Leandro pun meninggalkan Rey bersama Fatma yang masih tidak sadarkan diri.


"Hei bangunlah, jangan menyusahkan ku seperti ini" ucap Rey pada Fatma yang masih tidak sadarkan diri di tangannya.


Melihat Fatma yang tidak bereaksi apa-apa terhadap ucapannya, dia pun terpaksa mengangkat Fatma dan membawanya ke salah satu kamar tamu yang kosong, karena dia tidak mungkin membawa Fatma ke kamar tempatnya tidur bersama Nadira.


"Dasar wanita murahan yang hanya bisa menyusahkan orang lain saja" gerutu Rey sambil mengangkat Fatma.


Fatma sendiri mendengar semua penuturan yang diucapkan oleh Rey padanya, bahkan kata-kata kasar yang dikeluarkan oleh Rey pun terdengar oleh Fatma, tapi hal itu tidak membuatnya sadar.


Fatma terus terlelap dalam pingsannya, berjam-jam ia pingsan dan masih belum sadarkan diri, semua anggota keluarga besar suaminya sudah sangat khawatir dan cemas terjadi sesuatu hal buruk pada Fatma, bahkan Mommy Celine sudah menangis di pelukan Daddy Antony. Mommy Celine sangat khawatir karena melihat Fatma yang seperti itu.


"Sayang, apa tidak sebaiknya kita membawa Ayunda ke rumah sakit saja? Aku takut terjadi sesuatu hal yang buruk padanya, ini sudah hampir empat jam lamanya dia pingsan dan sekarang masih belum sadarkan diri" ucap Mommy Celine.


"Bagaimana Rey? Jika dalam waktu 1 jam lagi Ayunda tidak bangun lebih baik kita bawa dia ke rumah sakit" ujar nenek Reymond dari pihak Maminya.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA

__ADS_1


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2