Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"

Berbagi Cinta "Penantian Istri Pertama"
Bab 37


__ADS_3

Fatma menunggu kedatangan Tio dengan membereskan rumah dan menyiapkan sarapan untuk mereka. Fatma tidak melakukan kegiatan yang menurutnya akan membahayakan bagi janin dalam kandungannya, jadilah dia hanya melakukan hal ringan saja.


"Nah sekarang sudah selesai, tinggal mandi sambil menunggu Tio datang" ucap Fatma saat ia sudah selesai dengan masakannya.


Tepat selesai ia membersihkan diri, pintu rumahnya di ketuk seseorang dari luar.


Tok... tok... tok...


Fatma keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yang sedang mengetuk pintunya.


"Apa Tio sudah pulang? Kenapa dia tidak langsung masuk saja? Apa dia tidak membawa kunci cadangan?" batin Fatma seraya melangkah menuju pintu rumahnya yang masih di ketuk.


"Tuan Rey? Ada apa dia datang lagi?" tanya Fatma dalam hatinya.


"Buka, atau jangan ya?" gumamnya pelan. Ia sedang tidak ingin bertemu Reymond, tapi merasa terganggu dengan suara ketukan pintu yang masih tidak berhenti.


Dengan terpaksa, Fatma pun membukakan pintu untuk suaminya itu.


Ceklek...


"Ada keperluan apa anda sampai datang kemari pagi-pagi, tuan?"


***


Pagi ini Reymond kembali melewatkan sarapannya, ia benar-benar tidak tahan jika harus satu meja dengan Nadira.


"Rey, apa kamu akan melewatkan sarapan lagi?" tanya Nadira.


Sebenarnya Nadira sangat ingin Reymond kembali bersikap hangat seperti dulu. Jangankan bisa memeluknya, berbicara saja harus berjarak.


"Aku sedang tidak berselera makan, kamu makan saja sendiri" jawab Reymond.

__ADS_1


Lagi-lagi Nadira mendapatkan perkataan dingin seperti itu dari Reymond, dan ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa terdiam sambil menatap kepergian sang suami.


"Apa benar, ini semua karena kehamilan ku? Entah kenapa, aku merasa jika Reymond hanya beralasan untuk menjauhiku" batin Nadira.


Reymond melajukan kendaraannya menuju rumah Fatma, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertemu dengan istri sah-nya itu. Meskipun ia juga sadar tadi malam sudah membuatnya marah dan sedih, tapi dia tidak bisa membiarkan keinginannya begitu saja.


Reymond bertekad untuk mencari tahu kebenaran tentang anaknya itu tanpa harus berjauhan dengan Fatma. Entah sadar atau tidak, Reymond sudah mulai merasa nyaman dengan kehadiran Fatma.


Setelah memakan waktu beberapa menit, akhirnya ia sampai di depan rumah sederhana milik Fatma. Dengan penuh keyakinan, Reymond mulai melangkah menuju pintu depan rumah itu dan mengetuknya. Ya, ia akan meminta maaf pada Fatma atas perkataannya tadi malam. Cukup lama ia menunggu hingga pintu itu terbuka.


"Ada keperluan apa anda sampai datang kemari pagi-pagi, tuan?" tanya Fatma begitu ia membuka pintu rumahnya.


Sudut hati Reymond merasa perih mendengar pertanyaan yang di lontarkan Fatma, dia masih berdiri di depan pintu itu, tapi sudah disuguhi pertanyaan sinis.


"Apa Leandro juga di perlakukan sama seperti ini? Bukankah dia berkata jika Leandro tidak pernah di ijinkan masuk ke dalam rumahnya?" batin Reymond. Tanpa berkedip, dia terus memandang lurus Fatma hingga membuat wanita muda itu risih.


"Tuan, jika anda hanya ingin berdiam diri di situ, lebih baik anda kembali pulang" ucap Fatma saat ia melihat Reymond yang hanya memandangnya saja.


"Akh, hmmm. Sebenarnya, a–aku ingin–" ucapan Reymond tiba-tiba terbata, ia sangat sulit untuk mengutarakan niatnya untuk meminta maaf pada istrinya itu.


"Bukan itu. Maksud ku, aku ingin minta maaf karena sudah berkata kasar dan mencurigai mu, Fatma" ucap Reymond dengan tergesa setelah ia melihat Fatma yang hendak menutup pintunya.


Fatma tersenyum tipis, ia merasa lucu dengan kata-kata Reymond.


"Jika anda berfikir saya akan langsung menerima maaf dari anda, maaf-maaf saja tuan, saya juga punya perasaan. Jadi tidak akan mudah untuk saya bisa memaafkan anda" jawab Fatma seraya menutup kembali pintunya.


Belum sempat pintu itu tertutup, Reymond segera menahannya.


"Fatma, plis. Kasih aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku tau mungkin ini semua terlalu cepat, tapi aku benar-benar tidak rela jika kau tetap berdekatan dengan Leandro" mohon Reymond seraya menahan pintu itu agar tetap terbuka.


"Sudah saya katakan, tuan. Saya dan Leandro tidak ada hubungan apa-apa. Sampai kapan anda akan terus mencurigai saya?" tanya Fatma mulai emosi lagi.

__ADS_1


"Aku tidak bermaksud untuk menuduh mu lagi. Aku, aku tidak suka jika kau bersamanya. Tolong mengertilah, Fatma" ucap Reymond.


"Saya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh anda, tuan. Anda juga tidak mengatakan alasan yang jelas" jawab Fatma.


Fatma semakin tidak tahan lagi mendengar ucapan Reymond, dia langsung menghempaskan pintu itu dan menguncinya. Dari luar, Reymond terus mengetuk pintu itu, tapi ia Fatma sudah tidak menggubrisnya.


"Apa yang sebenarnya dia fikirkan? Meminta maaf tapi tetap mencurigai ku? Benar-benar keterlaluan" ucap Fatma seraya berlalu meninggalkan ruangan itu dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Reymond hanya bisa merutuki kebodohannya.


"S***, sebenarnya apa yang sedang aku rasakan sekarang? Kenapa aku tidak bisa membiarkan Fatma dan Leandro berhubungan baik? Apakah aku mulai cemburu padanya? Apa aku takut jika dia berpaling dariku? Apa, apa aku mulai mencintainya?" batin Reymond. Mulai banyak pertanyaan yang hadir di benaknya.


"Tidak, tidak mungkin jika aku mencintainya. Aku yakin itu, mungkin ini hanya sebuah obsesi biasa, karena aku paling tidak suka jika milik ku di miliki oleh orang lain" tolak Reymond. Dia benar-benar menutup hatinya untuk mengakui bahwa dirinya mulai mencintai Fatma.


Sebelum Raymond pergi dari halaman rumah Fatma, ia melihat Tio turun dari sebuah mobil yang begitu ia kenal.


Tio pulang ke rumah bersama dengan Leandro. Saat di pasar tadi, Leandro datang menghampirinya seorang diri. Seperti biasa, ia membantu Tio untuk menjual dagangannya sebelum Akhirnya mereka pulang bersama ke rumah Tio dan Fatma.


Leandro cukup terkejut melihat Raymond yang sudah berada di sana lagi.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini, sepupu?" tanya Leandro pada Reymond.


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu, apa yang kamu lakukan di sini, Lean?" tanya balik Reymond dengan nada kesal.


"Seperti yang kamu, lihat aku baru saja pulang bersama Tio dari pasar" jawab Leandro dengan ringan.


Jawaban Leandro membuat wajah Reymond memerah seketika karena kesal.


"Tidak seharusnya kamu berada di sini, Lean. Apa kamu benar-benar berniat untuk merebut Fatma dariku?" tanya Reymond lagi.


"Aku sedang berusaha untuk merebut hatinya. Kalau kamu merasa tersaingi lebih baik kita bersaing secara sehat" tantang Leandro.

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA


TERIMAKASIH 🤗🤗🤗


__ADS_2